Perencana Keuangan: Kenapa Perlu dan Bagaimana Memilihnya

  • October 24, 2013

Kalau sakit, Anda pasti mencari dokter. Jika kondisi keuangan sedang sakit, Perencana Keuangan (financial planner) adalah dokter Anda. Namun, masih banyak yang enggan bertemu financial planner dengan alasan jumlah simpanan masih kecil, sehingga belum butuh saran mereka, apalagi dengan harus membayar. 

Padahal, jika keuangan ingin sehat, Anda butuh perencana keuangan.

Anda seharusnya menggunakan jasa perencana keuangan (baca profil Perencana Keuangan disini) sedini mungkin. Pengelolaan dan perencanaan keuangan harus dilakukan sejak awal untuk bisa mencapai tujuan dan impian Anda.

Tertarik dengan kisah konflik investasi bodong antara Perencana Keuangan Ligwina Hananto dan Kliennya.

Awalnya, saya pun tidak berpikir konsultasi ke financial planner. Alasannya, sama dengan sebagian besar orang, asset keuangan masih kecil, buat apa konsultasi. Perencana keuangan itu kan untuk orang – orang kaya saja, demikian pikiran saya waktu itu.

Namun, karena suatu masalah keuangan yang cukup pelik, saya terpaksa harus konsultasi dengan mereka. Dari situlah, saya merasakan manfaat dan pentingnya menggunakan jasa financial planner dalam membangun keuangan keluarga yang sehat seklaigus mengatasi masalah keuangan.

Kenapa Butuh

Perencana keuangan pada dasarnya adalah ahli yang membantu kliennya mencapai tujuan keuangan, misalnya dana pendidikan, pensiun, beli rumah dan seterusnya.

Apa manfaat menyewa financial planner?

  • Saran ahli soal mengelola keuangan. Kenapa ketika sakit berkunjung ke dokter, karena tidak paham soal ilmu kedokteran, Anda butuh saran ahli mengenai cara penyembuhan yang efisien dan efektif. Karena tidak tahu mengelola keuangan, Anda memanfaatkan perencana keuangan untuk memberikan saran bagaimana menata keuangan keluarga. Perencana keuangan memiliki pendidikan dan pengalaman dalam menangani masalah keuangan. Misalnya, bagaimana mempersiapkan dana pendidikan anak, mereka tahu cara yang paling efisien dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Bukankah bisa belajar sendiri? Bisa saja, namun tantangannya adalah waktu dan kemampuan untuk belajar.
  • Memberikan potret objektif kondisi keuangan. Tidak mudah bersikap objektif ketika menghadapi masalah keuangan. Dalam masalah lain, kita mungkin bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan yang rasional. Tetapi seringnya tidak, ketika menyangkut keuangan keluarga. Banyak yang denial, misalnya keuangan tidak mendukung tetapi tetap mengirim anak ke sekolah internasional yang biayanya selangit. Itu makanya, banyak kelas menengah yang berpenghasilan lebih dari cukup, tetapi punya hutang kartu kredit yang tidak terkendali. Karena tidak ada hubungan emosional dengan kekayaan Anda, perencana keuangan dapat memberikan analisa yang objektif,  terang benderang. Misalnya, pengalaman saya, perencana akan melakukan diagnostik (financial check-up). Semua data keuangan diminta, diinput dan dikalkulasi, kemudian mereka menganalisa apakah Anda keuangan sehat atau tidak. Dimana masalahnya akan terpampang dengan gamblang. Semuanya objektif, berdasarkan angka serta hitung-hitungan.
  • Membantu merealisasikan rencana keuangan. Rencana tanpa realisasi akan percuma, sia – sia, macan kertas. Perencana hadir menuangkan rencana ke dalam langkah konkrit implementasi. Mereka berupaya Anda patuh dan dispilin mengikuti langkah – langkah yang sudah ditetapkan dalam rencana tersebut. Dari obrolan dengan salah satu konsultan, misalnya, saya tahu bahwa perencana keuangan memiliki orang – orang yang tugasnya mengingatkan Anda setiap bulan untuk melakukan investasi sesuai rencana . Mereka juga memantau secara rutin antara hasil dan tujuan di dalam rencana. Jika terjadi ketidakasesuaian, segera dilakukan kajian dan, jika perlu, rencana direvisi.
  • Mencarikan produk keuangan yang cocok. Ada banyak produk keuangan dijual di pasar. Jumlahnya yang banyak saja sudah membuat pusing, apalagi produk dijual lewat berbagai strategi promosi yang agresif. Mau pilih yang mana? Akhirnya sering terjadi, karena bingung, kita memilih produk yang paling menarik promosinya atau yang dijual oleh kerabat dekat yang diambil karena rasa tidak enak, sementara sangat mungkin itu bukan pilihan yang tepat. Karena berkutat di dunia keuangan, perencana keuangan paham segala produk serta melakukan riset dan mengumpulkan informasi secara rutin. Mereka paham produk yang paling cocok dengan kebutuhan klien. Misalnya, ketika butuh Reksadana (dapatkan e-book GRATIS – Panduan Investasi Reksadana), mereka tahu mana yang paling cocok dengan profil risiko klien. Ketika klien mempersiapkan dana pendidikan, mereka sudah paham berapa kenaikkan biaya pendidikan setiap tahun.

Anda bisa menilai bahwa besar kecilnya kekayaan tidak ada hubungannya dengan perlu tidaknya perencana keuangan. Sedang menghadapi masalah keuangan atau ingin mengelola keuangan keluarga secara sehat, itulah saat Anda membutuhkan jasa perencana keuangan. That’s it.

Jasa Perencana Keuangan

Paling tidak, ada tiga jenis jasa utama yang umum ditawarkan:

  1. Membuat dan mengimplementasikan rencana keuangan. Rencana yang dibuat untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, dalam kasus saya, salah satu tujuan adalah dana pendidikan, maka perencana keuangan menyusun sebuah rencana yang menguraikan jumlah, jenis dan berapa lama investasi untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tidak berhenti dalam bentuk rencana saja. Klien akan dibantu mengimplementasikan rencana tersebut selama 1 tahun. Biasanya akan terdapat satu atau dua orang yang bertugas memonitor, mengingatkan dan mengevaluasi rencana keuangan.
  2. Menyediakan konsultasi keuangan. Konsultasi dengan ahlinya mengenai berbagai hal, seperti financial check up, mendiskusikan kebutuhan asuransi dan menyelesaikan masalah hutang.
  3. Melakukan pelatihan penyusunan rencana keuangan. Pelatihan dengan tujuan agar peserta dapat membuat rencana keuangan keluarga sendiri.

Cara Memilih 

Tiap orang bisa punya kriteria sendiri. Ini kriteria saya.

  • Bisa dipercaya, adanya trust  yang kuat. Kenapa trust menjadi yang utama? Dalam proses analisa dan konsultasi, Anda harus buka-bukaan, atau bahkan telanjang, soal kondisi keuangan. Tidak boleh ada yang disembunyikan. Informasi yang tidak terbuka akan membuat analisa tidak akurat , yang ujungnya tindakan yang diambil salah. Keterbukaan hanya bisa dicapai dengan level trust yang tinggi. Kalau diawal sudah tidak percaya, atau curiga, akan sangat sulit membuka diri, apalagi soal informasi keuangan keluarga yang sensitif.
  • Independen. Independen artinya saran yang diberikan semata – mata bertujuan untuk kepentingan klien. Bukan menjual produk atau jasa dari perusahaan atau lembaga tertentu. Analisanya harus objektif sesuai kebutuhan klien. Dalam konsultasi, perencana akan memberikan saran mengenai produk yang sebaiknya diambil oleh klien, misalnya asuransi, reksadana dan seterusnya. Nah, perencana harus fokus pada kepentingan klien, bukan menjual produk. Gampangnya, mereka tidak mewakili atau bekerja pada perusahaan keuangan tertentu, seperti asuransi atau reksadana, tetapi independen.
  • Punya jasa yang bervariasi. Kebutuhan klien bisa bermacam – macam. Ada yang butuh pembuatan rencana keuangan komprehensif, lengkap dari A to Z sampai implementasinya. Namun, ada yang tidak butuh pembuatan rencana, hanya butuh konsultasi saja. Ada pula yang tidak butuh semuanya itu, lebih memilih pelatihan karena, selain ingin belajar sendiri, tidak ingin informasi keuangan dibuka ke orang lain. Perencana keuangan sebaiknya memiliki berbagai penawaran produk atau jasa. Banyak pilihan bagi calon klien untuk memilih sesuai kebutuhan.
  • Didukung riset yang kuat. Dalam menyusun rencana keuangan dibutuhkan dukungan pengetahuan dan informasi pasar yang memadai. Misalnya, saat menyusun dana pendidikan, update mengenai berapa rata-rata kenaikkan biaya sekolah per tahun menurut jenis sekolah. Tahu bagaimana kinerja reksadana, termasuk risikonya, sehingga bisa menyarankan yang paling  cocok buat klien.
  • Punya sertifikasi. Mudahnya bisa dilihat apakah memiliki gelar Certified Financial Planner (CFP), yang merupakan salah satu sertifikasi perencana keuangan. Untuk memastikan apakah pemilik sertifikasi CFP masih aktif bisa dicek kesini.

Sertifikasi adalah proses memastikan bahwa perencana memiliki tingkat pengetahuan dan keahlian untuk melaksanakan suatu fungsi atau disiplin ilmu di bidang Perencanaan Keuangan di Indonesia. Ini bukti bahwa keahlian mereka sudah diakui setelah melalui serangkain ujian oleh suatu lembaga yang sudah terpercaya.

Program sertifikasi memastikan kepada anggota masyarakat bahwa praktisi perencana keuangan tersebut telah memenuhi standar kompetensi, standar etika dan standar praktik yang layak dalam memberikan jasa perencanaan keuangan yang khusus, dalam satu atau beberapa area saja dalam suatu kapasitas yang mandiri (unsupervised) dan mereka telah setuju tunduk pada prinsip-prinsip integritas, obyektifitas, kompetensi, keadilan, kerahasiaan, profesionalisme dan ketekunan ketika berhadapan dengan klien.

Perencana Keuangan

Pengalaman Saya 

Awalnya, saya mengirim email ke salah satu perusahaan perencanaan keuangan terkemuka menanyakan apa saja jasa mereka. Sejak awal, saya memang tidak ingin membuat rencana dulu, namun ingin tahu dan mendapat feel bagaimana mereka bekerja. Ketika diberitahu bahwa mereka punya pelayanan konsultasi per jam, saya memutuskan mengambil jasa ini.

Sebelum pertemuan, konsultan mengirimkan spreadsheet excel yang harus diisi dengan sejumlah data keuangan cukup detil, seperti investasi, tabungan dan seterusnya. Setelah spreadsheet tersebut diisi lengkap dan dikirimkan, baru kemudian jadwal pertemuan dipastikan. Pembayaran sendiri dilakukan setelah konsultasi selesai.

Konsultasi berlangsung kira – kira satu jam, yang pada intinya membahas dua topik:

  1. Sesi financial check-up. Konsultan menjelaskan hasil analisa data keuangan dalam spreadsheet yang telah disampaikan. Apakah keuangan kita sehat atau tidak? Langkah perbaikan apa yang sebaiknya segera diambil? Mana yang paling urgen diatasi?
  2. Sesi tanya jawab mengenai topik keuangan. Disini konsultan akan menjelaskan pentingnya menindaklanjuti hasil diagnosa di point pertama tadi ke dalam penyusunan rencana keuangan yang komprehensif.

Saran saya, sebelum bertemu, sebaiknya pertanyaan dipersiapkan terlebih dahulu, agar proses konsultasi bisa berlangsung efisien. Maklum, membahas masalah keuangan dalam waktu satu jam terasa sangat singkat.

Biayanya 

Dari berbicara dengan perencana keuangan dan pengalaman menggunakan jasa mereka, ini hal yang saya ketahui soal biayanya:

Untuk penyusunan rencana keuangan, biaya dihitung berdasarkan aset atau kekayaan Anda.  Makin besar asset, makin besar biayanya. Mungkin dengan asset yang makin besar, proses mengelola keuangan menjadi lebih kompleks. Misalnya, salah satu yang saya temui menetapkan sebagai berikut:

  • Biaya Rp 5.9 juta setahun untuk klien dengan asset < Rp 50 juta
  • Biaya Rp 7.9 juta setahun untuk klien dengan asset  Rp 50 juta – Rp 250 juta.

Untuk konsultasi, biaya ditetapkan per jam. Biayanya sekitar rp 500 ribu per jam dengan perencana keuangan dan sekitar rp 750 ribu per jam dengan perencana keuangan senior. Biaya ini sudah termasuk financial check-up terhadap kondisi keuangan kita.

Untuk pelatihan, biaya bervariasi tergantung jenis topik yang diajarkan. Yang saya pernah lihat, pelatihan pembuatan rencana keuangan sekitar Rp 2.5 juta. Terdapat pelatihan tingkat dasar dan tingkat lanjut.

Dari pengalaman sendiri, dan melihat teman – teman yang berhasil ‘selamat’ dari bencana keuangan karena bantuan perencana keuangan, saran saya gunakan jasa ini sejak dini. Jangan karena simpanan masih kecil kemudian enggan menggunakan perencana keuangan karena yang paling penting sebenarnya adalah upaya mencapai keuangan yang sehat.

Ingin tahu lebih jauh, simak tulisan keuangan terbaik, yaitu: Strategi Menyusun Rencana Keuangan Keluarga, Investasi Return Tinggi Mulai 100rb, dan Survei Terbaru Biaya Pendidikan Sekolah.

GRATIS E-Book Strategi Investasi

23 Responses

    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Informasi Fee FP ini saya dapatkan tahun lalu ketika berkunjung ke booth FP tahun lalu di sebuah pameran produk2 keuangan. Salam.

      Reply
  1. dwi wahyu widodo

    Sy sedang merencanakan untuk mulai berinfestasi di pasar saham. Tpi ada sahabat yg mengajak tuk mencoba forex. Bagaimna saran dari duitmu .com, mana yg lebih baik?

    Reply
    • admin

      Setiap pilihan investasi punya plus dan minus. Tidak ada pilihan yang ‘perfect’, one fit for all. Pilih yang sesuai kebutuhan kita. Sebaiknya Anda cari tahu apa kebutuhan Anda, setelah itu cek apa kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh investasi forex atau saham. Salam

      Reply
    • admin

      Lembaga CFP afalah the Certified Financial Planner Board of Standards (CFP Board)in the United States, and by 25 other organizations affiliated with Financial Planning Standards Board (FPSB), the international owner of the CFP mark outside of the United States. Untuk Indonesia, CFP dikelola oleh Financial Planning Standards Board (FPSB).

      Reply
  2. lasmy

    Saya sudah sering membangun usaha dan selalu gagal dikarenakan saya yang tidak bisa sama sekali mengelola keuangan, saya selalu boros, dan pada akhirnya modal saya selalu ludes… Saya bingung apa lagi yang harus saya perbuat untuk memulai usaha supaya saya bisa menjadi jiwa yg sukses

    Reply
  3. Sisada

    Terimakasih tipsnya, lumayan juga fee nya. Untuk sementara masih menggunakan internet sbg sumber informasi untuk merencanakan keuangan sendiri.

    Reply
  4. Konflik Perencanaan Keuangan Ligwina Hananto vs Klien

    […] Perlu diketahui bahwa seiring tumbuhnya kelas menengah di Indonesia, tumbuh pula kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan yang sehat. Bermunculanlah praktek perencana keuangan, yang semakin populer dan banyak digunakan jasanya (simak penjelasan kenapa Perencana Keuangan Penting klik disini). […]

    Reply
  5. Andhika Diskartes

    Halo Pak Rio…
    Setuju dengan artikel ini, tapi perlu diingat juga batasan financial planner..
    Seyogianya tidak sampai ke rekomendasi suatu produk..Atau dia akan dianggap sudah di endorse..

    Salam

    Reply
  6. M.NURHAPPY

    Salam Pak Admin, Sangat bagus pak artikelnya jadi masukan saya trims salam

    Reply
  7. Jam Dinding

    Halo pak Admin. Bahasan sekilas yang bagus tentang Perencana Keuangan. Namun, saya jadi penasaran pada “Biaya Rp 5.9 juta setahun untuk klien dengan asset < Rp 50 juta". Yang dimaksud Rp5.9 juta setahun kalau dihitung secara bulanan berarti mendekati Rp500 ribu sebulan. Sedangkan jasa konsultasi Perencana Keuangan sendiri adalah Rp500 ribu/jam. Apakah itu artinya kita hanya akan berkonsultasi selama satu jam dalam sebulan? Karena Rp 500 ribu/jam/bulan?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.