Investasi Bodong: Cara Menghindarinya

  • March 2, 2014

Investasi bodong seperti tidak pernah mati dari dunia investasi di Indonesia, meskipun tidak terhitung lagi berapa banyak masyarakat yang sudah terjebak di dalamnya dan berapa ratus miliar kerugian finansial yang hilang. 

Sekali lagi, soal cara bagaimana mengetahui dan menghindari jebakan investasi bodong.

Kasus investasi bodong seperti tak ada habisnya. Hari ini terungkap, besok ada lagi kasus lain yang terulang dan investor kembali terjebak.

Berdasarkan catatan tabloid Kontan, total dana nasabah yang tersangkut di berbagai investasi bodong ataupun investasi yang masuk kategori mencurigakan minimal mencapai Rp 45 triliun.

Baru – baru ini, muncul konflik terbuka di media massa antara perencana keuangan tenar Ligwina Hananto dan kliennya.

Seorang klien menulis di Kompas (15 Februari 2014) menyatakan rugi lebih dari 200 juta rupiah karena tertipu investasi bodong yang menurutnya direkomendasikan oleh QM Finansial sebagai financial planner.

Baca konfliknya disini.

Meskipun diberitakan sudah terjadi damai antara dua pihak, dan Ligwina pun membantah bahwa ini termasuk investasi bodong karena perusahaan yang disangkakan memang memiliki usaha riil. Apapun namanya, bodong atau bukan, yang penting belajar dari karakter investasinya supaya kita menjadi awas dan terhindar dari jebakan tawaran yang merugikan.

Simak disini Bagaimana Cara Mengelola Keuangan.

Daftar Kasus Investasi Bodong

Sebaiknya kita pahami dulu anatomi serta arti investasi bodong adalah seperti apa. Berikut contoh praktik investasi bodong di Indonesia:

1. PT Sarana Perdana Indo Global – Kontrak Futures Index

  • Kasus ini mencuat pada Maret 2007. Perusahaan menjual produk kontrak index futures yang belakangan diketahui sebagai money game. Perusahaan berhasil menghimpun dana Rp2,1 triliun dari 3.400 nasabah yang terbuai tingkat return 2 – 4 persen per bulan dalam jangka waktu 3 – 6 bulan.
  • Padahal, perusahaan ini dari awal sudah melanggar aturan. Operasi yang dilakukan tidak sesuai dengan perijinannya. Ijin yang dikantongi adalah SIUP dari Disperindag DKI Jakarta April 2006 untuk usaha perdagangan hasil pertambangan (batu bara, batu granit), alat mekanikal/elektrikal, dan jasa konsultasi manajemen bisnis.

2. PT Wahana Bersama Global – Investasi Fiktif

Perusahaan menjadi reseller produk keuangan perusahaan Jerman, Dressel Investment Ltd yang ternyata produk fiktif. Ada dua produk yang ditawarkan, yakni Strategic Portfolio Management Scheme (Sportmans) yang menawarkan bunga 2 persen per bulan dengan investasi US$5.000 (±Rp45 juta) dan Global Markets Portfolio (GMP) yang menawarkan bunga 7 persen per 3 bulan dengan investasi US$10.000. Tercatat ada sekitar 10 ribu nasabah yang bergabung.

3. PT GradasiAnak Negeri – Investasi Perdagangan

  • Kasus ini mencuat pada Mei 2012. Investor ditawari untuk berinvestasi dalam produksi sarden dengan iming-iming keuntungan 10 persen dari modal awal yang akan diberikan sejak minggu ke-2 hingga ke-52. Investor juga akan mendapat bonus tambahan yang langsung diterima dalam bentuk tunai dan cek jika berhasil menarik investor baru.
  • Dalam 3 bulan sejak didirikan, aksi berbaju skema Ponzi ini langsung kolaps. Selama aksinya, kurang lebih 21 ribu nasabah terjaring dengan total dana terhimpun Rp390 miliar.
  • Tak ada produk kalengan ikan Sarden bermerek KIKU saat seluruh jaringan kantor PT Gradasi Anak Negeri digeledah polisi. Memang tak ada. Sarden hanyalah produk fiktif untuk menarik investor.

4. CV Sukma Semarang – Arisan Berantai

  • Aksi ini mencuat pada April 2008. Aksi dilakukan dengan kedok program pelunasan kredit kendaraan bermotor. Nasabah diwajibkan membayar uang pendaftaran Rp700.000 dan mengajak 2 orang lainnya. Perusahaan menjanjikan subsidi Rp 500.000 setiap bulan selama 26 bulan berturut-turut kepada nasabah sebagai bantuan kredit motor, bahkan menjanjikan subsidi Rp 9 juta pada bulan ke-9.
  • Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp28 miliar. Kurang lebih 40 ribu nasabah telah tertipu, yang mayoritas masyarakat kelas bawah.

5. Raihan Jewellery – Kontrak Futures Semu Berbasis Emas

  • Kasus ini mencuat pada Februari 2013. Ini adalah investasi bodong terkait emas. Perusahaan berjanji untuk membeli kembali investasi emas nasabah pada harga pembelian yang telah disepakati, yakni harga nasabah saat pertama kali beli. Masa kontrak 6 bulan. Nasabah dijanjikan mendapat cash back 1,5 persen – 2 persen per bulan selama masa kontrak.
  • Raihan kolaps, tak mampu membayar cash back, dan resmi ditutup pemiliknya per Januari 2013. Dana investasi emas masyarakat yang berhasil dijaring Raihan Jewellery sangat fantastis, Rp13,2 triliun dari penjualan 2,2 ton emas.

6. Pandawa Investasi – Investasi Online

  • Modusnya adalah investasi online Forex (Foreign exchange). Pelaku merekrut nasabah melalui website “Pandawa Investasi” dengan alamat situs http://pandawainvestasi.com/. Nasabah dijanjikan tingkat keuntungan sebesar 50 persen, 70 persen, 100 persen, dan 300 persen tergantung dari nilai investasi yang ditradingkan. Skema yang digunakan adalah model piramida.
  • Aksi penipuan sudah berlangsung sejak November 2012 sampai dengan Mei 2013 dan berhasil meraup dana hingga Rp40 miliar.

Ciri Investasi Bodong

Belajar dari kasus – kasus diatas, investasi bodong memiliki sejumlah ciri,  yaitu:

1. Tawaran Keuntungan Luar Biasa Menarik

Imbal hasil (return) keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (tidak masuk akal) dan atau dalam jumlah yang pasti. Anda bisa melihat tawaran yang diberikan sangatlah menarik, return diatas 2% sampai 5% sebulan.

Anda sebaiknya menyadari bahwa dibalik return yang begitu tinggi, risiko-nya juga sama tingginya. Hukum keuangan adalah High Return High Risk. Tidak ada ‘makan siang yang gratis’.

Sayangnya, banyak masyarakat yang terkesima oleh tingginya return saja. Tetapi, lupa akan risikonya. Persepsi yang sepertinya banyak dimanfaatkan pihak yang menjual investasi bodong. Saat kerugian datang tidak siap menghadapinya.

“Invest in what you can lose”.

Ini adalah ungkapan yang amat tepat menggambarkannya karena potensi keuntungan = potensi kerugian dalam investasi. Hubungan return dan risk itu simetris.

Oleh karena itu, menurut saya, return adalah indikator yang paling bisa diandalkan untuk memberi warning kepada kita, apakah suatu tawaran investasi patut dicurigai atau tidak. Tawaran investasi yang menggiurkan dengan iming – iming keuntungan menarik, patut disikapi hati – hati. Harus dicari tahu bagaimana business modelnya sehingga bisa menghasilkan keuntungan setinggi itu.

Sebagai perbandingan, investasi saham, yang merupakan salah satu instrumen keuangan dengan tingkat keuntungan paling tinggi, secara historis rata – rata memberikan imbal hasil di 25% – 30% setahun. Teman saya yang punya usaha bilang bahwa mencapai keuntungan 30% setahun saja secara konsisten itu tidak mudah. Harus jatuh bangun dan kerja keras dengan model bisnis yang mumpuni. Baca disini mengenai Berapa Return Investasi Reksadana.

Nah, jika ada tawaran investasi dengan keuntungan 5% sebulan (60% setahun) dari perusahaan yang baru berdiri, bagaimana bisa begitu hebatnya? Apa model bisnis sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang abnormal? Sebelum menempatkan investasi, Anda harus memahami model bisnis ini terlebih dahulu.

2. Bermasalah dalam Perijinan

Izin penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus dikeluarkan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (d/h Bapepam) atau Bappebti. Kegiatan operasional tindakan melawan hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi secara ilegal tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Bank Indonesia, Bapepam dan LK, atau Bappebti.

Pada umumnya perusahaan berbentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi Simpan Pinjam, dan hanya memiliki dokumen Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari Lurah setempat, dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”. SELALU INGAT, bahwa: Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) BUKAN IZIN untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Reksadana

3. Berbagai Bentuk dan Cara Pemasaran Produk

Dalam investasi yang resmi, seperti reksadana, produk dan cara penjualan sudah diatur secara jelas sehingga aman dari risiko investasi fiktif (dapatkan disini GRATIS e-book Panduan Investasi Reksadan Dasar).

Namun, dalam investasi bodong, tidak ada produk dan cara penjualan yang resmi.

Untuk bisa mengetahuinya, satgas investasi milik Bapepam / OJK, yang bertugas menangani masalah penipuan investasi, dalam website mereka, memberikan gambaran produk dan cara pemasaran yang umumnya ditawarkan oleh investasi bodong, sebagai berikut:

  • Penyertaan  modal investasi, dimana dana yang terkumpul dari masyarakat dijanjikan akan ditempatkan pada lebih dari satu instrument keuangan atau pada sektor riil;
  • Program investasi online melalui internet, yang menjanjikan pengembalian dana investasi secara rutin.
  • Fixed income products, yang tidak terpengaruh pergerakan pasar.
  • Simpanan, yang menyerupai produk perbankan (tabungan atau deposito). Pada beberapa kasus berupa jual beli surat Delivery Order (D/O) perusahaan manufaktur ataupun Surat Berharga lainnya, dimana terdapat klausul bahwa kepada pemegang (holders) akan dibayarkan imbalan berupa bunga sebesar persentase tertentu di atas bunga deposito.
  • Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrument tertentu seperti Giro atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank dan lain-lain. Menggunakan nama perusahaan-perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor;
  • Dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account. Tanpa pemisahan account, perusahaan bisa menggunakan dana nasabah tanpa perlu izin nasabah. Akibarnya, jika terjadi masalah dengan perusahaan, dana masyarakat ikut terseret.
  • Penjualan atau penawaran produk investasi dilakukan melalui tenaga marketing secara langsung atau melalui bisnis dengan menggunakan sistem yang menyerupai Multi Level Marketing (MLM).
  • Penawaran produk investasi sering diadakan dalam acara seminar atau investor gathering, yang pada umumnya sering diikuti oleh para public figure seperti pejabat, artis, tokoh politik dan lainnya dan dilakukan di tempat yang mewah atau hotel berbintang 4 atau 5, guna menunjukkan bonafiditas usahanya.

Jika ragu – ragu mengenai legalitas suatu investasi, Anda sebaiknya menanyakan ke regulator, yaitu OJK, sebagai pihak yang mengawasi dan mengatur kegiatan investasi di Indonesia. Kontak OJK lewat telpon atau email dimana mereka memiliki bagian yang khusus menampung keraguan dan pengaduan masyarakat.

Lebih lanjut simak disini soal Apa Peran dan Fungsi OJK.

Dengan mengenal karakter dan cara penjualan investasi bodong, Anda bisa aware ketika muncul tawaran – tawaran yang menggiurkan. Yang paling penting, Anda bisa memisahkan mana tawaran yang riil dan mana tawaran yang fiktif.

Semoga tidak ada lagi kasus investasi bodong di Indonesia.

19 Responses

  1. andi

    Sebenarnya yg diekploitasi adalah sifat dasar manusia yaitu serakah. Pertama diterangkan ttg return yg tinggi biasanya nasabah akan gelap mata dan melenyapkan logika.
    yg miris adalah kenapa sekelas ligwina jg bisa lenyap logika?
    Bukan suudzon tp bisa jd ada kerjasama antara pm dgn qm…

    Reply
  2. Perencana Keuangan: Mengapa Perlu dan Bagaimana Memilihnya? | msefinancial

    […] Mencarikan produk keuangan yang cocok. Ada banyak produk keuangan dijual di pasar. Jumlahnya yang banyak saja sudah membuat pusing, apalagi produk dijual lewat berbagai strategi promosi yang agresif. Mau pilih yang mana? Akhirnya sering terjadi, karena bingung, kita memilih produk yang paling menarik promosinya atau yang dijual oleh kerabat dekat yang diambil karena rasa tidak enak, sementara sangat mungkin itu bukan pilihan yang tepat. […]

    Reply
    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Kasus seperti ini membuat kita diingatkan, sebagai investor atau kepala keluarga, bahwa ‘high risk dan high return’ itu sebuah keniscayaan di dunia investasi. Semoga bermanfaat. Salam

      Reply
  3. didit

    bagaimana pendapat anda tentang MMM yg sekarang ini di gandrungi banyak orang?

    Reply
    • admin

      Maaf saya tidak terlalu mengikuti. Yang penting ketika kita akan melakukan investasi sebaiknya melakukan sbb:

      (1) pastikan ijin dan legalitasnya ada dari otoritas OJK atau BI.

      (2) lihat risiko dan return. Kalau return sangat menjanjikan, misal 30% setahun, Anda harus hati-hati karena itu artinya risikonya juga sebesar itu. Dalam investasi risk dan return itu berjalan seiring. Kalau ada yang bisa menawarkan return tinggi dengan risiko rendah, itu pasti bohong.

      Reply
  4. Heri Mulyadi

    saya sering ditawari sales dari Pruden dan Tokio Marine, rata-rata return yg mereka janjikan antara 18-25 % dari uang yg lita inveskan.,tapi sampai saat ini saya belum pernah ambil produk investasi mereka, selain ragu juga saya selalu skeptis dan saya punya prinsip, investasi yg menjanjikan persentase return dari uang yg kita inveskan adalah tidak sesuai syariat islam, islam hanya membolehkan membagi hasil yg didapat, kalau untung dibagi begitupun sebaliknya. adapun investasi syariah yg sekarang marak apakah sudah sesuai dengan syariat islam? dan kisaran berapa persen sebenarnya return yg aman atau masuk akal?

    Reply
    • admin

      (1) Jika tidak sreg, ya jangan diambil.

      (2) Berapa return yang masuk akal? Ya tergantung instrumennya apa. Kalau deposito, ya tidak masuk akal 18 sd 25%. Tapi kalau Reksadana Saham sangat masuk akal, dengan return sebesar itu, bahkan bisa lebih tinggi dari itu.
      (3) Ada Reksadana yang berbasis syariah, yang menawarkan banyak instrumen investasi, seperti saham, obligasi dll.

      Reply
      • Heri Mulyadi

        memang saya tidak tertarik atau skeptis sama bisnis investasi yang hanya duduk manis dirumah dan tinggal menunggu keuntungan datang di waktu yg ditentukan. sy ingin berinvestasi yg dimainkan atau dikontrol penuh oleh saya sendiri.
        saya ingin mencoba Reksadana, katanya cocok untuk pemula, tapi saya ingin mempelajari dulu apakah reksadana bisa mengalami floating loss seperti di forex
        thank’s deh atas sharingnya

  5. Investasi Emas yang Perlu Dicermati

    […] Karena memastikan ini tidak mudah, saya memilih menghindari tawaran investasi emas yang tidak menyerahkan fisik langsung. Sudah banyak kejadian, emas yang sudah dibayar dan dijanjikan disimpan, ternyata tidak dapat diambil oleh pemiliknya saat diminta. Tidak sedikit yang rugi karena kasus investasi bodong. […]

    Reply
  6. selimut

    prospek keuntungan yg tdk realistis seharusnya sdh cukup membuat org curiga bahwa itu kemungkinan besar investasi bodong. Sayangnya banyak org lebih dikendalikan oleh emosi ingin cepat kaya drpd logika yg jalan…

    Reply
  7. Eko P

    Tolong dibahas donk tentang MMM, 1 bulan bisa 30%. ini bodong apa nggak ya, soalnya banyak yang “katanya” sukse juga. Terima kasih.

    Reply
  8. yoel

    sorry mau tanya mas,,
    jika suatu misal saya mengajak teman saya untuk ikut investasi dan ternyata tidak di bayar oleh tempat investasinya. apakh saya bisa dituntut melakukan penipuan? dan dasar hukumnya apa?

    Reply
    • admin

      Harus dilihat perjanjiannya seperti apa. Legalitas menjadi penting dan jadi bahan rujukan jika ada sengketa.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.