Investasi Reksadana untuk Pemula: Ini Tipsnya

  • July 30, 2014

Apa yang perlu dicermati ketika pemula ingin investasi di Reksadana? Ini sejumlah kiatnya. Yang paling penting, Anda harus tahu untuk Tujuan apa berinvestasi di Reksadana. Reksadana itu hanya instrumen untuk mencapai tujuan.

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Banyak yang kirim email ke saya atau menulis di comment blog menanyakan cara memulai investasi Reksadana untuk pemula. Mayoritas adalah investor pemula yang belum pernah punya pengalaman bersentuhan dengan Reksadana. Selama ini menempatkan simpanannya di instrumen super aman, deposito atau tabungan.

Menurut sejumlah riset, kurang dari 10% masyarakat memiliki investasi di Reksadana.

Apa reaksi mereka?

Reaksi  investor pemula macam-macam. Ada yang begitu antusias, ingin buru-buru mulai, ketika tahu tingginya keuntungan Reksadana (dibandingkan deposito, apalagi tabungan).

Namun, tidak sedikit pula, yang banyak bertanya, tapi tidak juga berani mulai. Khawatir akan risikonya dan secara tidak realistis ingin risikonya sepadan dengan tabungan. Mungkin karena tak kenal maka tak sayang.

Memang selayaknya sebelum membeli produk, apapun itu, kita belajar dulu karakter produk tersebut dengan baik. Tahu kelebihan dan kekurangannya. Dinilai apakah kira-kira cocok dengan kebutuhan kita.

Apalagi bicara soal produk keuangan seperti Reksadana.

Pertama, tentu saja ini menyangkut uang, yang kita tahu sensitif. Bisa untuk pendidikan anak – anak, bisa pula untuk dana hari tua, yang jika salah pilih, implikasinya serius.

Kedua, instrumen keuangan belum dipahami oleh banyak masyarakat. Financial literacy mayoritas masyarakat di Indonesia masih rendah, sehingga jika tidak paham bisa salah ambil produk.

Karena itu, lewat tulisan ini, saya ingin berbagi tips bagaimana para pemula belajar investasi. Apa saja yang sebaiknya dipahami sebelum menanamkan uang di Reksadana.

Supaya, teman-teman pemula yang super antusias tadi, bisa paham bahwa ada lho risikonya (yang kadang tidak kecil), dibalik gemerlap keuntungan Reksadana yang menjulang tinggi itu. Sebaliknya, teman – teman yang takut bisa mulai paham bahwa risiko investasi itu tidak akhir dunia, bisa diminimalisir asalkan dikelola dengan baik.

Kenapa Reksadana

Reksadana merupakan cara investasi yang menarik bagi banyak pemula. Itu yang saya dengar, baca dan perhatikan di berbagai media, termasuk di blog ini.

Kenapa?

Pertama, keuntungan Reksadana diatas  rata – rata instrumen investasi tradisional, seperti deposito dan tabungan. Dan tingkat keuntungan ini cukup konsisten dalam rentang waktu beberapa tahun.

Dalam kondisi tingginya kenaikkan biaya hidup, tercermin dari angka inflasi, masyarakat butuh instrumen dengan return tinggi. Perlu investasi yang mampu mengejar laju inflasi. Reksadana menawarkan itu.

Berikut ini adalah rata – rata return per tahun Reksadana Saham dalam 5 tahun terakhir (per Des 2013) yang saya ambil dari Reksadana Terbaik pilihan Majalah Investor. Hasilnya, rata – rata memberikan return diatas 20% per tahun.

Keuntungan Reksadana Saham

Itu artinya apa? Menabung Rp 500 ribu sebulan di Reksadana Saham selama 15 tahun dengan return 25% setahun, akan menghasilkan Rp 957 juta di akhir tahun ke 15.

Kedua, masyarakat banyak yang butuh investasi tapi kesulitan jika harus menyisihkan uang dalam jumlah besar. Keuntungan properti menarik tapi butuh jumlah investasi yang besar. Di Reksadana, investor bisa mulai cukup dengan Rp 100 ribu per bulan. Ya betul Rp 100 ribu. Bagaimana caranya, nanti kita lihat sama – sama.

Dengan jumlah investasi yang ‘minimalis’ ini, semua orang bisa ikut serta. Dan lagi, karena kecil, para pemula berani mencoba. Risikonya dianggap tidak besar untuk belajar. “Anggap 100 ribu itu, ongkos belajar mas”, kata teman yang antusias ingin mencoba setelah tahu kecilnya jumlah minimum investasi.

Ketiga, likuiditas investasi seringkali jadi tantangan. Berapa lama investasi bisa dicairkan ketika dibutuhkan. Properti bagus, tapi butuh bulanan atau bahkan tahunan untuk terjual. Reksadana? Tiga hari sejak ditransaksikan, uang pencairan sudah masuk rekening investor. Cukup cepat. Hanya kalah dengan menarik ATM di tabungan.

1. Tujuan Keuangan

Dalam berbagai kesempatan berkomunikasi dengan pembaca blog, saya sering bertanya, “bapak atau ibu ingin berinvestasi untuk tujuan apa?” Jawaban klasik, “enggak tahu mas. Yang penting nabung aja. Lihat nanti dech.”

Disini masalahnya. Banyak yang capek-capek berinvestasi, berkorban tidak dugem untuk bisa menabung, tanpa tahu tujuannya untuk apa. Menganggap, bisa menyisihkan uang tiap bulan secara rutin, sudah merupakan prestasi. Tidak perlu lagi menentukan tujuannya.

Padahal, tujuan investasi sangat penting dalam perencanaan keuangan. Itu core-nya, kata guru saya. Perencana keuangan favorit saya, Ligwina Hananto, pernah punya ungkapan ‘Tujuan Lo Apa’.

Kenapa penting?

Pertama, jadi tahu harus menyisihkan berapa tiap bulan. Perlu target, perlu tujuan yang spesifik, yang bisa digunakan menghitung balik, berapa yang perlu disisihkan setiap bulan. Jadi, bisa menilai apakah uang yang ditabung itu, cukup atau tidak. Kalau tidak punya benchmark-nya, kita tidak menyadari bahwa sebenarnya uang yang kita investasikan itu jauh dari cukup.

Kedua, tidak salah ambil instrumen keuangan. Ada banyak pilihan, mulai dari pasar uang, obligasi, SUN, sampai Saham, mana yang mau dipilih. Paling sering kita dengar, ambil yang keuntungannya paling tinggi. Apa itu pilihan tepat?

Kenyatannya, keuntungan tertinggi akan jadi risiko tertinggi kalau membutuhkannya dalam jangka waktu pendek. Misalkan, butuh uang 3 bulan lagi untuk sekolah si adik, pilih Reksadana saham karena return-nya terlihat paling ciamik. Itu sama saja bunuh diri karena risikonya menjadi sangat tinggi.

Selayaknya dengan rentang pendek seperti itu, penempatan harus di instrumen paling aman, meskipun keuntungannya rendah. Makanya, supaya tidak salah, perlu paham tujuannya untuk apa dulu. Kalau tidak tahu, untuk apa dan kapan, salah pilih instrumen seperti ini, sangat mungkin terjadi.

Jadi sebelum beli Reksadana, renungkan dan putuskan dulu tujuannya untuk apa, berapa dan kapan dibutuhkan. Contoh bagaimana menyusun tujuan keuangan baca disini.

2. Pahami Risk-Return 

Apa ciri investasi bodong? simpel, iming – iming keuntungan fantasis dengan risiko rendah. Yang terjadi sebaliknya. Keuntungan rendah, risiko sangat tinggi, ujungnya kerugian atau malah kebangkrutan.

Ada hukum investasi, high risk high return, low risk low return. Hukum ini berlaku di semua instrumen termasuk Reksadana.

Oleh karena itu, ketika mulai berinvestasi, kita dituntut tidak hanya siap menikmati keuntungan, tetapi juga siap kalah, siap menanggung kerugian. Ini adalah investasi. Tidak ada kepastian keuntungan atau kepastian kerugian. Dua kemungkinan tersebut bisa sama – sama terjadi.

Reksadana terbaik adalah reksadana yang perbandingan, atau rasio, antara keuntungan dan kerugian yang paling baik. Jadi bukan yang keuntungannya paling tinggi, atau kerugiannya paling kecil. Kedua unsur ini, return dan risk, harus disandingkan kemudian dibandingkan dan yang rasionya paling tinggi adalah yang terbaik.

Kenapa?

Dalam dunia investasi, keuntungannya yang tinggi bisa dicapai, bukan karena keahlian meracik investasi, namun karena keberanian mengambil risiko. Misalnya, strategi membeli saham kapitalisasi menengah dan kecil yang spekulatif. Harga sahamnya murah, potensi kenaikkan besar.

Selama pasar dalam kondisi bagus, strategi spekulatif macam ini tidak akan mendatangkan masalah. Tapi, pasar tidak selalu bagus, langit tidak selalu biru. Ada saatnya kelabu.

Saat pasar sedang turun, kondisi bearish,  strategi ini akan memukul return investasi paling keras. Saham – saham spekulatif yang akan turun paling dulu dan paling dalam saat bursa sedang sakit. Keuntungan investasi bisa anjlok bukan kepalang.

Reksadana terbaik adalah yang mampu bertahan untuk cukup stabil dalam segala kondisi. Saat pasar bagus, keuntungannya cukup tinggi, saat pasar turun kerugiannya tidak terlalu besar.

Nah, kondisi ini yang harus dipahami oleh pemodal. Banyak pemodal pemula yang tidak menyadarinya, bermimpi keuntungan tinggi akan abadi. Akibatnya, tidak siap mental ketika pasar turun, menyaksikan nilai investasinya terpotong habis. Padahal, ini adalah konsekuensi memilih strategi investasi spekulatif dengan return tinggi.

Lebih lanjut soal  Menilai Reksadana Terbaik.

3. Baca Prospektus 

Apa hal pertama setelah membeli gadget? Baca manual book. Ya itu yang seharusnya dilakukan, ketika beli produk baru, meskipun bukan kebiasaan mayoritas di Indonesia.

Manual book Reksadana adalah prospektus. Wajib baca dokumen ini sebelum mulai berinvestasi.

Prospektus adalah dokumen legal mengenai penawaran investasi Reksadana yang sudah mendapatkan persetujuan dari pihak berewenang. Isinya sangat komprehensif mengenai seluk beluk, serta legalitas dari Reksadana dan lembaga – lembaga yang mengelola investasi ini.

Sayangnya, saya jarang ketemu orang yang baca prospektus dulu sebelum beli. Baru dibaca, itupun setelah ketemu masalah. Akibatnya, nasi sudah menjadi bubur. Padahal, kalau prospektus dibaca sedari awal, masalah bisa dihindari karena sebenarnya sudah dijelaskan secara gamblang di dalam dokumen ini.

Prospektus bisa diperoleh di Manajer Investasi atau Bank agen penjual Reksadana. Beberapa Manajer Investasi sudah menyediakannya secara online di web mereka, sehingga calon investor dengan mudah bisa mengambilnya secara gratis.

“Baca prospektus njelimet”, kata seorang teman. Prospektus memang agak sedikit rumit bahasanya karena terkait istilah – istilah hukum.

Tapi, jangan khawatir, saya sudah coba merangkum poin – poin penting apa yang sebaiknya diketahui. Penjelasan lengkap Cara Membaca Prospektus.

4. Reksadana Online

Bagaimana cara memulai beli dan jual Reksadana? Yang paling mudah, ikut Reksadana Online.

Reksadana Online adalah fasilitas transaksi yang dilakukan via internet. Investor tidak perlu bolak balik ke kantor atau kirim – kirim surat, untuk melakukan pembelian maupun penjualan. Semuanya cukup diselesaikan di depan komputer.

Ada dua jenis Reksadana Online, yaitu:

Pertama, fasilitas online yang digagas oleh Manajer Investasi. Fasilitas ini hanya menjual Reksadana yang dikeluarkan oleh Manajer Investasi tersebut. Contohnya adalah Danareksa Investment Management dan Panin Asset Management.

Kedua, fasilitas supermarket Reksadana Online yang menjual dari berbagai Manajer Investasi. Hampir semua jenis Reksadana hadir disini. Tidak terbatas dari satu pengelola saja.

Saya memilih yang kedua. Pilihannya banyak, sehingga bisa lebih fleksibel dan bebas mencari yang paling cocok dengan kebutuhan.

Salah satu contohnya adalah IPOTFUND yang merupakan Supermarket Reksadana Online. Berikut ini adalah tampilannya.

Reksadana IPOTFUND

Ada sejumlah keuntungan melakukan transaksi di supermarket Reksadana ini.

  • Minimal investasi awal sangat terjangkau. Saya melihat beberapa Reksadana bisa dibeli dengan investasi awal Rp 100 ribu. Jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan deposito, obligasi atau trading saham. Dengan syarat sekecil ini, sebenarnya siapapun bisa mulai berinvestasi di Reksadana.
  • Membebaskan semua biaya transaksi pembelian maupun penjualan. Transaksi melalui bank agen penjual masih dikenakan biaya transaksi untuk beli dan jual. Kalaupun ada diskon, biasanya adalah biaya penjualan, dengan syarat tidak boleh mencairkan reksadana selama minimum periode tertentu.
  • Single account untuk semua reksadana, yaitu satu akun investasi untuk semua transaksi reksadana di Indonesia, satu rekening bank pembayaran yang menghilangkan biaya tambahan untuk aktifitas investasi, dan satu laporan untuk semua Reksadana yang memberikan kemudahan evaluasi dan analisa.
  • Jaminan keamanan bertransaksi. Dengan sertifikasi Secure Sockets Layer (SSL) 256 bit, setiap koneksi pengiriman data dienkripsi. dan dalam setiap transaksi pengguna wajib memasukkan PIN.

5. Segera Mulai !

Action speaks louder than words. Seberapa keras kita berteriak, jika tidak dilakukan sama aja bo’ong. Begitu pula dalam investasi.

Ada beberapa alasan kenapa mulai sejak dini wajib.

Pertama, tanpa dimulai, kita tidak akan pernah tahu, tidak bisa merasakan feel-nya, bagaimana menempatkan uang di Reksadana. Keuntungan dan risiko hanya bisa diresapi setelah menjalaninya.

Kedua, mulai lebih awal dengan jumlah kecil akan mendatangkan keuntungan lebih besar dibandingkan mulai terlambat dengan jumlah besar. Adanya faktor compunding interest, bunga berbunga, membuat waktu berpihak pada kita yang mulai sejak dini.

Ketiga, jika masih khawatir, bisa mulai dengan jumlah kecil, sekecil Rp 100 ribu sebulan. Saya yakin jumlah itu lebih rendah dari uang pulsa setiap bulan. Kalau uang pulsa saja kita mau menghabiskan sebesar itu, kenapa Reksadana yang jelas – jelas uangnya diinvestasikan, kita tidak berani.

belajar reksadana

Kesimpulan

Mayoritas pemodal Reksadana adalah pemula. Karakteristik Reksadana yang return tinggi, minimum investasi kecil dan kecepatan pencairan memang punya daya tarik buat pemodal pemula.

Namun, sebelum mulai, pemodal pemula sebaiknya mempelajari dulu. Pahami instrumen ini dengan dengan seksama. Ini akan membantu kemungkinan kesalahan memilih produk dan mengambil keputusan investasi.

Masih ada pertanyaan – pertanyaan, silahkan baca Penjelasan Reksadana dan Kursus Reksadana.

Semoga bermanfaat.

GRATIS Daftar 5 Reksadana Saham Terbaik

60 Responses

  1. tobz

    Misi pak..saya sudah send email ttg info pelatihan online ReksaDana..belum ada jawaban. boleh dibantu kah untuk infonya ? terimakasih.

    Reply
  2. mayasari

    assalamulikum,,, saya ​masih bingung sama reksa dana ini belum memahami nya lebih jelas,, pertama yang saya lakukan apa untuk bergabung

    Reply
    • admin

      (1) Cara paling efektif untuk memahami Reksadana adalah mulai berinvestasi Reksadana. Jangan takut. Anda bisa mulai dari Rp 100 ribu untuk berinvestasi, yang bisa dilakukan di IPOTFUND | Supermarket Reksadana Online (selengkapnya baca disini).

      (2) Anda bisa belajar di Kursus Reksadana yang kami lakukan secara online. Info selengkapnya disini.

      Reply
  3. yuli

    Permisi saya mau tanya,
    Klo ingin nambah unit itu gmn nentuin pilihannya? (Dlm hal dana terbatas)
    Apakah reksadana tetap/saham/campuran yg hrs ditambah? (Saya ikut ketiganya)
    Atau lihat prgerakannya? Yg prgerakannya naik/turun?
    Atau ada tips2 pembagian, sebaiknya/seharusnya mana yg lbh besar dlm penempatan unitnya (tetap/saham/campuran)
    Thx

    Reply
    • admin

      Kembali ke Tujuan Keuangan Anda ketika membeli Reksadana tersebut. Mana yang tujuannya paling jauh tercapai dari target, itu yang sebaiknya segera ditingkatkan konribusinya.

      Tujuan Keuangan disusun berdasarkan TARGET dan WAKTU. Investasi Reksadana dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Apakah sudah menetapkan Tujuan Keuangan Anda?

      Reply
      • yuli

        ooo berarti yang paling jauh harus paling sering ditambah? saham donk berarti? khan memang saham khan yg memiliki jangka waktu paling lama dibanding tetap n campuran?
        target ada, utk sekolah SMP, SMA n Kuliah (klo SD dah trlalu deket nih, utk anak saya skrng udah 5th :D)
        klo bisa malah sekalian utk adeknya yg sekarang udah setahun 😀 (mungkin khan?) mungkin gak hehehe

        #keren nih penjelasannya admin, tks

  4. maria

    Assalamualaikum wr.wb.

    selamat siang guyyss 🙂 🙂 🙂

    PT Panin Asset Management mengadakan pameran reksadana di Mall Taman Anggrek pada tgl 1-7 Desember 2014.

    Bagi kalian yg ingin tau ttg investasi ttg resadana atau ingin tau ttg produk reksadana panin atau ingin buka produk reksadana panin yukksss ramaikan pamerannya dengan cara datang ke pamerannya dan bawa temen”nya juga yah guysss…
    #DontMissIt

    Kl gak sekarang kapan lagi mau berinvestasi.
    Selagi MUDA yuk berINVESTASI 🙂 🙂 🙂

    hub
    Maria ulpa

    Reply
  5. rizka

    Apakah mahasiswa seperti saya bisa memulai reksadana, sedangkan saya belum mempunyai pekerjaan maupun npwp?

    Reply
  6. Lili

    bagaimana langkah-langkah memulainya? Saya ingin belajar dari awal (benar2 pemula), entah mulai dari daftar online, cara kerja, dll?

    Reply
    • admin

      Pertama, siapkan uang Rp 100 ribu untuk mulai. Ada banyak Reksadana yang bisa mulai dengan uang sebesar 100 ribu. Cek disini. Learning by doing is the best way to learn.

      Kedua, jika masih belum pede, belajar info gratis soal Reksadana disini. Disitu infonya lebih dari cukup untuk mulai.

      Ketiga, masih belum pede, ikuti kursus Reksadana secara online disini. Yang ini berbayar tapi value-nya Anda bisa konsultasi dan diskusi.

      Reply
      • Diana Santoso

        Kalau mau investasi reksadana dengan cara menabung tiap bulan gmn caranya? Dan musti ke bank mana yang paling bagus dijakarta timur?

  7. Lydia Aprilianti

    Salam…
    saya merupakan pemula dlm reksa dana dan kebetulan saya sudah daftar serta memasukkan modal Rp 10 juta, Alhamdulillah. nah, selanjutnya saya bingung saham mana yang hrus saya beli dengan keuntungan besar, resiko kecil untuk tujuan menabung di masa depan/hari tua/ketika saya sudah tidak bekerja, nantinya juga utk orang tua di masa tuanya nanti ketika membutuhkan. Tolong bantu/bimbing saya y.. Terima kasih.

    Reply
  8. lisde

    Salam
    Saya berencana untuk membuka reksadana anak saya. saat ini umurnya 10 bulan. rencananya saya mau buat untuk dana pendidikannya..kira kira reksadana jenis apa yah yg cocok untuk Persiapan Dana Pendidikannya saat kuliah nanti..yang Bisa memberikan return baik tapi resiko kecil ?

    Mohon Penjelasannya..

    Terima Kasih

    Reply
  9. Andry Tirta Saputra

    Reksadana jenis apa yang harus saya pilih,
    Tujuan saya, saya ingin berumah tanggal.
    Jadi saya harus mempunyai dana untuk masa depan saya dan istri saya kelak

    Reply
    • admin

      Andry,

      Pilihan Reksadana salah satunya ditentukan oleh kapan dana tersebut dibutuhkan. Misalnya, target untuk dana pensiun maka gunakan Reksadana Saham karena jangka waktu Dana pensiun masih lama dan butuh yang returnnya tinggi.

      salam

      Reply
  10. prajuritkecil99

    sharing tips yg sangat bermanfaat
    cukup menambah pengetahuan saya yg baru beberapa bulan memulai investasi di reksadana
    menurut saya investasi ini lebih menguntungkan daripada deposito bank

    Reply
  11. sae

    permisi pak mau tanya,,saya pemula dan baru baca-baca,,misal 10 juta,,mending semua di investasikan tapi nda rutin atau cicilan 100 ribu tapi tiap bulan,,mohon pencerahanya…trimakasih

    Reply
  12. astutik

    untuk saat ini reksadana apa yg bisa dimulai (pembelian awal) 500ribu-an dan perbulannya 100rb-an ?
    terima kasih

    Reply
    • admin

      Astutik,

      Banyak sekali Reksadana yang bisa investasi mulai dari Rp 100 ribu. Coba cek di IPOTFUND.com

      salam

      Reply
  13. Hakim

    Umur saya saat ini 36 Tahun & Umur Istri saya 31 tahun, saat ini saya baru mempunyai anak berumur 2 bulan, saya ingin ikut Reksadana dengan tujuan untuk biaya pendidikan anak saya mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi serta untuk Tunjangan Hari Tua, saya ingin menanyakan :
    1. Reksadaana apa yang harus saya ambil untuk mencapai tujuannya saya tsb
    2. Mana yang harus saya pilih antara Manajemen Investasi, Bank yang ada program reksadana demi kemudahan saya dalam berinvestasi
    Atas perhatian & masukkannya, saya ucapkan terima kasih

    Reply
    • admin

      Hakim,

      Anda sudah punya proteksi asuransi jiwa? Jika belum ambil asuransi jiwa, kemudian beli Reksadana Saham untuk investasi Anda. Beli Reksadana secara Online, bisa di IPOTFUND atau Commonwealth Bank.

      salam

      Reply
  14. Jaya

    Mhn maaf pak, beberapa hari yang lalu sy sudah kirim ke email bpk mengenai kursus online beserta syarat-syaratnya tetapi belum ada balasannya pak. Mhn bantuannya pak.

    Reply
  15. Sendi

    Assalamu’alaikum pak saya mau nanya, investasi apa yang cocok buat saya jika dalam kurun 10 tahun bisa beli rumah dengan modal pas-pasan sebelumnya terimakasih

    Reply
  16. Tita

    Salam, stlh sy baca artikel Bpk ttg reksadana, sy tertarik mencoba skalipun sy msh sgt sulit memahami dan sedang bljr dr link-link yg Bpk sediakan utk dibaca. Alasan sy mencoba investasi melalui reksadana krn sy ingin mperbaiki kondisi keuangan sy yg saat ini sgt buruk. Tujuan investasi sy utk mendapat modal usaha (skitar 2,5 jt) dan sy butuh dlm 2 bln ini. Apakah memungkinkan Pak, dan reksadana apa yg sy ambil? Terima kasih utk jawabannya.

    Reply
    • admin

      Tita, Reksadana itu untuk jangka menengah dan panjang. Kalau perlu 2 bulan lagi, Anda harusnya taruh tabungan saja. Terlalu riskan jika menaruh di instrumen investasi untuk dana jangka pendek. salam

      Reply
  17. Lisdha

    Pagi pak..beberapa hari lalu saya sudah kirim email dg printscreen share status FP FB theduwitmu utk syarat ikut kursus RD online.apakah msh antri atau kurang syaratnya? Sehingga belum ada balasan. Karena saya tidak punya akun twitter jadi tidak retweet.

    Oya pak..sebenarnya saya sudah beli RD (via bank mandiri). Tapi pemilihan RD waktu itu dibantu petugas bank karena saya masih bingung memilihnya (walau sudah baca2 artikel di sini tentang memilih RD). Dan saya juga masih belum paham baca laporan bulanan dari MI-nya. Saya cari2 artikel cara baca laporan bulanan RD kok belum.ketemu ya pak.. ketemunya baru cara baca fund fact sheet yang mana berbeda dengan laporan bulanan. Mohon bantuannya.

    Terima kasih

    Reply
  18. zhul

    Mohon maaf sebelumnya masih awam, setelah membaca artikelnya saya sangat antusias untuk memulai Reksadana, tapi masih bingung caranya
    Contoh : saya memulai dengan 100 ribu, 100 ribu ini saya belikan reksadana sendiri atau hanya menyetorkan kemudian MI yg mengelolanya.??? Terima kasih sebelumnya.

    Reply
    • admin

      Beli Reksadana, nanti investasi dikelola oleh Manajer Investasi. Anda tidak perlu mengelolanya. salam

      Reply
  19. Rina

    Tujuan investasi saya adalah mendapatkan modal usaha 5 tahun ke depan minimal 10 juta rupiah…mohon sarannya jenis reksadana apa yg mesti saya ambil ? Saham atau Campuran? Dan berapa jumlah angsuran yang mungkin saya harus siapkan per bulannya ? Jika mau mengikuti reksadana online? Apakah 100 ribu atau lebih? Mohon pencerahannya…Terimakasih sebelumnya

    Reply
  20. Asyahid

    kalo uang yang diivestasikan bisa diambil gak. jika bisa sebaiknya kita menarik uang depositenya apa bunga yang saya dapatkan

    Reply
  21. masgent

    Salam
    Invest RD seratus ribu.
    Apakah kita bayar tiap bulan?
    Misalkan tiap bulan bayar apakah masuk ke RD kita yang awal kita investkan?
    Apakah uang yang kita investkan bisa hilang ataupun hangus.
    Trimakasih.kalau boleh dibalas via email.

    Reply
    • admin

      Di Reksadana TIDAK ada kewajiban harus invest setiap bulan. Bebas mau invest kapan saja. Reksadana itu Investasi, resikonya tergantung jenis investasi yang dipilih.

      Reply
  22. prambudi

    Pak Rio, mohon maaf, ini saya yang gagal paham cara hitungnya atau memang salah hitung ya..
    di pernyataan :
    “Itu artinya apa? Menabung Rp 500 ribu sebulan di Reksadana Saham selama 15 tahun dengan return 25% setahun, akan menghasilkan Rp 957 juta di akhir tahun ke 15.”

    bukannya hasil akhirnya nanti adalah 112.500.000? karena menabung 500rb per bulan selama 15thn saja hasilnya 90juta, gak sampe ratusan juta.

    Saya juga mau bertanya pak, saya masih bingung dengan logika bagaimana NAB bisa naik turun? adakah penjelasan analogi yg mudah dipahami?

    terima kasih pak. salam.

    Reply
    • admin

      Itu bunga berbunga . Coba hitung pakai fungsi FV di Excel dengan PMT 500rb/bulan. NAB itu naik turun karena hasil investasi Reksadana bisa naik turun. salam

      Reply
    • Nova

      Coba bantu jawab seadanya, hitungan kasar.

      nabung 500rbu /bulan,
      jika return 25% /tahun jadi
      500rbu x 12 = 6juta, dan return 25% = 1,5 juta
      jdi selama setahun 6jta + 1,5jta = 7,5jta. simpan selama 15tahun
      jadi 7,5jta x 180 = 1,350,000,000.
      ada lain hal dalam investasi reksadana naik turunnya jadi bisa kemungkinan Rp 957 juta bisa terjadi karena berbagai kemungkinan dalam investasi reksadana.

      salam
      Thanks,

      Reply
  23. Alfan

    Assalamualaikum Pak, Saya Alfan dari Bekasi. Saat ini saya sudah aktif ikut 2 instrumen reksadana yg pertama reksadana campuran dan yg kedua reksadana saham. Saya ingin bertanya, sebagai seorang pemula apakah saya harus fokus utk investasi keduanya atau hanya salah satu? Mohon penjelasannya, Makasihh 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!