5 Cara Memilih Investasi Reksadana Paling Aman

  • June 20, 2015

Memilih investasi Reksadana paling aman mudah sebenarnya. Tidak harus ribet seperti yang banyak dibayangkan orang. Anda cukup memastikan 5 hal. 

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Amankah investasi saya di Reksadana ?”, adalah pertanyaan yang paling sering disampaikan oleh teman – teman yang membaca ulasan Reksadana di blog ini.

Sebagai instrumen baru dan masih sangat sedikit orang yang memilikinya, munculnya pertanyaan tersebut cukup wajar. Kurang dari 10% masyarakat kelas menengah punya investasi di Reksadana.

Bayang – bayang kerugian investasi bodong yang belakangan marak membuat banyak orang skeptis setiap datang tawaran investasi.

Padahal Reksadana itu instrumen resmi, diawasi Otoritas Jasa Keuangan dan dikelola para professional. Jelas – jelas bukan tawaran investasi abal – abal.

Menurut saya, investasi di Reksadana itu sangat aman.

Untuk memastikan investasi Reksadana paling aman, Anda cukup memastikan ke 5 hal berikut.

1. Punya Ijin OJK

Setiap Reksadana harus memiliki ijin, yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak pengelola Reksadana, yaitu Manajer Investasi, wajib pula punya ijin.

Tugas Anda memastikan bahwa Reksadana yang akan dibeli memiliki ijin – ijin tersebut.

Jika tidak punya ijin atau ijinnya meragukan, sebaiknya jangan berinvestasi dulu.

Investasi bodong  tidak memiliki ijin dari otoritas. Sehingga banyak hal yang dilanggar yang merupakan persyaratan pengelolaan investasi yang sehat.

Problemnya, banyak investor yang lalai soal pentingnya ijin. Karena silau dengan tawaran keuntungan selangit, banyak yang lupa mengecek  ijin, atau mengabaikannya saat janji keuntungan begitu menggiurkan.

Padahal, setinggi apapun potensi return investasi, hal itu tidak akan ada artinya jika tidak memiliki ijin resmi dari otoritas keuangan.

Dimana ijin bisa dilihat ? Sangat mudah, yaitu dalam Prospektus.

Apa itu Prospektus ?

2. Prospektus Reksadana 

Prospektus adalah buku manual berinvestasi di Reksadana.

Dalam prospektus, Anda bisa memperoleh semua informasi penting mengenai Reksadana. Misalnya,

  • Manajer Investasi,
  • Kelengkapan Ijin
  • Kebijakan Investasi
  • Biaya
  • Tata cara pembelian serta penjualan, dan lain – lain.

Sebuah kewajiban bagi Anda untuk membaca Prospektus sebelum berinvestasi.

Kalau pun terlambat, sudah berinvestasi  baru baca, itu masih bisa dimaklumi. Tapi jangan sampai tidak pernah membacanya.

Di Reksadana online yang saya ikuti, setiap kali akan mulai melakukan investasi, sistem akan mengingatkan kemudian mengharuskan nasabah untuk menyebutkan keterangan bahwa sudah membaca prospektus.

Ini cara yang bagus menurut saya untuk selalu mengingatkan calon pemodal akan pentingnya membaca prospektus lebih dulu sebelum berinvestasi.

Salah satu ciri investasi bodong adalah tidak memiliki prospektus. Kenapa ? karena memang tidak memiliki ijin yang resmi, sehingga tidak ada info yang bisa dibuat di propektus.

3. Tujuan Investasi Sesuai Pilihan Reksadana

Aman tidaknya berinvestasi amat ditentukan oleh sesuai tidaknya antara jenis Reksadana yang dipilih dan Tujuan Keuangan yang ingin dicapai.

Contohnya sebagai berikut: tujuan berinvestasi adalah persiapan dana pendidikan anak dalam 5 bulan yang akan masuk TK.

Karena tergiur melihat tingginya kenaikkan harga saham, Reksadana Saham dipilih untuk tujuan tesebut.

Tiba – tiba harga saham anjlok. Unfortunately, saat bulan ke 5 dimana Anda butuh uang, harga saham sedang turun ke dasar, sehingga  tidak ada dana pendidikan yang bisa diambil dari Reksadana.

Kesalahan memilih jenis investasi berbuah pada kerugian.

Andaikan investasi tadi ditempatkan dalam Reksadana Pasar Uang. Kemungkinan besar dananya siap di bulan ke 5.

Karena Reksadana Pasar Uang paling aman. Fluktuasi harga dan risikonya rendah, meskipun keuntungannya jauh lebih kecil dibandingkan Reksadana Saham.

Jadi kecocokan antara jenis Reksadana yang dipilih dengan tujuan atau kapan investasi dibutuhkan, sangat kritikal dalam menentukan  besar kecilnya resiko.

4. Laporan Reksadana

Setiap bulan pihak Manajer Investasi mengirimkan laporan investasi Anda di Reksadana.

Di laporan tercantum hal-hal penting sebagai berikut:

  • Posisi Nilai investasi.
  • Pembelian Unit Reksadana
  • Penjualan Unit Reksadana

Laporan ini wajib Anda baca dan pastikan isinya sudah akurat. Ini adalah bukti kepemilikan investasi Anda.

Saya menyarankan menggunakan fasilitas Reksadana Online karena laporan tersedia secara real-time dan bisa dicek kapan saja.

5. Reksadana Online

Ini sejumlah alasan kenapa Anda perlu Reksadana Online:

Pertama, memantau nilai investasi di Reksadana bisa dilakukan saat Anda dimana saja dan kapan saja. Hambatan waktu dan tempat tidak ada lagi karena semua dilakukan via online.

Kedua, investasi bisa mulai dari Rp 100 rb. Dengan nilai minimum investasi yang kecil, Anda bisa membatasi eksposur keuangan di Reksadana dengan lebih mudah.

Belajar Investasi Gratis

Kesimpulan

Ada banyak cara membuat Investasi di Reksadana paling aman. Saya berbagi 5 cara yang saya ambil dari pengalaman berinvestasi di Reksadana selama lebih dari 10 tahun.

Masih punya pertanyaan lain atau ingin mulai, silahkan baca Panduan Investasi Reksadana dan Investasi Reksadana Hanya Rp 100ribu.

GRATIS e-book Panduan Reksadana Dasar

6 Responses

  1. Ati

    Saya sudah kirim email untuk informasi kursus reksadana namun sampai sekarang belom dibalas. Masih kah membuka kursus belajar reksadana?
    Terima kasih

    Reply
  2. Daftar Tempat Wisata di Indonesia

    Terima kasih pak, saya mau coba dulu. soalnya sudah lama mencari tentang reksadana, tapi belum terlalu paham.

    Reply
  3. Pandu Tarigan

    saya ingin berinvestasi di reksadana pendapatan tetap,tapi saya belum terlalu mengerti dari segi mana
    reksadana yang saya pilih nanti dapat dikatakan baik atau tidak
    tolong penjelasan nya,saya tidak

    Reply
  4. Nissa

    Mau nanya nih !.
    Misal saya telah invest di RD PU, 2 bulan lalu modalnya Rp1.000.000,= saat ini sudah menjadi Rp.1.100.000,= .Ada untung Rp.100.000,= (10%). Untuk menghindari kerugian y.a.d. Reksadana itu saya jual semuanya. Selanjutnya saya belikan lagi ke RDPU lain. Apakah hal itu diperbolehkan ?
    Tks. sebelumnya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.