4 Keuntungan Reksadana Pasar Uang Lebih Baik dari Deposito

  • June 1, 2015

Kenapa perlu memilih investasi Reksadana Pasar Uang dibandingkan Deposito ? Ada 4 keuntungan Reksadana Pasar Uang yang membuat Anda harus mempertimbangkannya.

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Saya yakin mayoritas dari Anda menempatkan simpanan di Deposito. Menurut sejumlah survei, deposito adalah instrumen yang paling banyak dipilih masyarakat untuk menyimpan uangnya.

Alasannya karena faktor keamanan. Deposito dijamin pemerintah.

Berbeda dengan saya.

Saya tidak pilih deposito karena ada instrumen lain yang keamanannya hampir sama dengan deposito tapi returnnya lebih baik.

Apakah deposito menguntungkan secara return? Apakah ada instrumen lain yang risikonya sepadan dengan deposito tapi memberikan return  yang lebih baik ?

Itu pertanyaan yang perlu Anda renungkan. Tulisan ini memberikan sudut pandang lain terhadap deposito dibandingkan instrumen lain, yaitu Reksadana Pasar Uang.

Keuntungan Reksadana Pasar Uang

Uang di Reksadana dikumpulkan kemudian diserahkan pengelolaannya kepada professional, yaitu Manajer Investasi.

Reksadana Pasar Uang menempatkan dananya di instrumen pasar uang.

Ini adalah daftar investasi yang dibeli oleh Manajer Investasi dalam Rekadana Pasar Uang:

Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito (Negotiable certificates of Deposit), Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan Hutang, Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat efek, Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun dan instrumen pasar uang lainnya.

Jadi, essentially Reksadana Pasar Uang adalah Reksadana yang menaruh uangnya di Deposito. Bedanya, penempatan di Reksadana Pasar Uang dikelola oleh Manajer Investasi.

Lalu, apa keuntungan Reksadana Pasar Uang dibandingkan Deposito ?

1. Keuntungan Lebih Tinggi

Return Reksadana Pasar Uang antara 6.33% sampai 7.35% per tahun posisi akhir Maret 2015. Data ini saya ambil dari kinerja Reksadana Pasar Uang di Commonwealth Bank.

Suku bunga deposito tergantung lama penempatan dan jumlah dana yang ditempatkan.

Penempatan 1 tahun bunganya 4.75% sd 5.75% per tahun untuk minimum Rp 50 juta. Tapi, itu bunga yang belum dipotong pajak bunga.

Bunga deposito setelah dipotong pajak adalah 3.8% sd 4.6% setahun.

Jadi, Anda bisa lihat bahwa Reksadana Pasar Uang punya keuntungan diatas Deposito.

2. Investasi Rp 100 ribu

Anda harus minimum punya  Rp 5 juta rupiah untuk penempatan di Deposito. Dibawah itu tidak diterima oleh bank.

Itu pun bunganya paling rendah. Supaya bunganya lumayan, Anda harus menaruh Rp 50 juta keatas.

Di Reksadana, Anda cukup mulai dari Rp 100 ribu. Dan tidak ada perbedaan return antara yang menempatkan Rp 100 ribu dan Rp 5 juta.

Jadi, akses investasi di Reksadana sangat terjangkau. Selengkapnya, silahkan pelajari di Cara Investasi Reksadana Online.

3. Dana Bisa Diambil Kapan Saja Tanpa Denda

Pencairan dipercepat Deposito dikenakan denda 2% dari pokok. Jadi, kalau mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, Anda kena denda.

Di Reksadana, kapan pun dana bisa ditarik dan tidak ada dendanya. Gratis biaya pencairan di Reksadana.

Proses pencairan Reksadana sangat mudah.

Anda bisa melakukannya via komputer. Tidak perlu datang ke cabang bank.

Saya tidak tahu apakah saat ini pencairan Deposito bisa dilakukan via online atau Anda harus datang ke bank.

4. Jangka Investasi Fleksibel

Di deposito, Anda harus mempertimbangkan dengan baik – baik, berapa lama uang hendak ditempatkan.

Karena: pertama, pencairan dipercepat kena denda; kedua, bunga deposito dipengaruhi lama penempatan.

Salah menghitung jangka waktu deposito, Anda bisa rugi karena denda atau mendapatkan bunga yang lebih kecil.

Reksadana Pasar uang tidak menjatuhkan denda untuk pencairan dipercepat dan memberlakukan bunga sama untuk semua jangka waktu.

Waktu investasi menjadi sangat fleksibel di Reksadana Pasar Uang.

Mau investasi 1 hari bisa, mau investasi 10 hari bisa, dengan menerima return yang sama. Mau dicairkan tiba-tiba karena kebutuhan mendadak juga tidak masalah karena tidak ada denda.

Risikonya

Apakah Reksadana Pasar Uang tidak ada resiko sama sekali ? Tidak.

Ini yang kita perlu pahami dan kalkulasi sejak awal.

Pertama, tidak semua dana Reksadana Pasar Uang ditempatkan di Deposito karena sebagian dana bisa di Surat Berharga Komersial (Commercial Paper), Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun.

Instrumen ini punya resiko lebih besar dari deposito karena penerbit surat berharga (biasanya perusahaan) bisa wanprestasi.

Tapi, Reksadana Pasar Uang membatasi penempatan maksimum  10% di setiap instrumen. Risikonya menjadi terbatas dengan sendirinya.

Anda sebagai pemegang unit Reksadana bisa melihat di Fund Fact-Sheet proporsi masing – masing instrumen investasi. Jika dirasa terlalu besar proporsi ke instrumen beresiko, Anda bisa memilih  Reksadana Pasar Uang yang lain.

Kedua, nilai return berfluktuasi tergantung perubahan tingkat suku bunga pasar.

Ini berbeda dengan deposito yang return sudah pasti. Bunga 4% di deposito, artinya Anda pasti akan menerima bunga sebesar itu di akhir periode deposito.

Di Reksadana Pasar Uang, return misalnya 5% atau 6%, itu indikasi. Kenyataannya dalam 1 tahun ke depan, return bisa lebih besar, sama atau lebih rendah.

Ketiga, apabila sebagian besar pemilik unit Reksadana secara serentak melakukan pencairan, maka hal ini dapat menyebabkan Manajer Investasi tidak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk membayar pencairan tersebut.

Ini bukan berarti bahwa pencairan tidak bisa dilakukan. Pencairan tetap bisa dilakukan. Anda sebagai pemegang unit tetap bisa menerima uang Anda.

Tetapi, risikonya adalah proses pencairan butuh waktu lebih lama karena saat semua orang mencairkan di waktu yang sama maka Manajer Investasi perlu waktu menjual investasinya.

Biasanya Manajer Investasi menyiapkan dana likuid untuk jaga – jaga pencairan dari pemegang unit.

Tapi di saat mayoritas pemegang unit menjual Reksadananya di saat bersamaan, dana jaga – jaga tadi tidak cukup, sehingga Manajer Investasi harus mencairkan investasi yang itu membutuhkan waktu.

Kondisi ini mungkin terjadi, meskipun kemungkinannya relatif kecil.

Keuntungan Reksadana Pasar Uang vs. Deposito

Ringkasan perbandingan antara Reksadana Pasar Uang dan Deposito sebagai berikut:

Perbandingan Reksadana Pasar Uang vs Deposito

Kesimpulan

Keuntungan Reksadana Pasar Uang adalah 4 kelebihan utama dibandingkan Deposito. Kesempatan buat Anda untuk mempertimbangkan alternatif investasi.

Bukan berarti Reksadana Pasar Uang tanpa resiko. Ada resikonya.

Risiko itu yang perlu Anda tahu, pelajari dan kalkulasi sebelum memulai investasi. Mau tahu Cara Menghitung Untung Rugi Reksadana dan Cara Beli Jual Reksadana.

Selamat berhitung dan semoga bermanfaat ![grwebform url=”https://app.getresponse.com/view_webform_v2.js?u=hGHte&webforms_id=13553505″ css=”on” center=”off” center_margin=”200″/]

GRATIS e-book Panduan Reksadana Dasar

28 Responses

  1. Lisdha

    Pagi pak…bisa tolong berikan rekomendasi reksadana pasar uang yang bagus?

    Kami berencana menabung reguler (utk jangka waktu 2-3 tahun) dengan goal untuk biaya rumah. Jika dananya cukup besar (menurut kami) sebaiknya dibelikan satu reksadana atau lebih?

    Terima kasih

    Reply
    • admin

      Reksadana pasar uang: Schroder Dana Likuid, Batavia, Manulife atau Mandiri Investasi Pasar Uang. salam

      Reply
  2. Hera redianti

    selamat malam pak,

    perkenalkan saya hera redianti usia saya 19 tahun. saya baru memulai menanam investasi disalah satu reksadana pasar uang yang bapak sebutkan di atas. pertanyaannya, setelah menanam investasi saya bingung harus bagaimana? langkah apa selanjutnya yang saya harus lakukan pada investasi saya. saya sangat awam dan pemula sekali di dunia saham dan investasi. tidak mengerti mengenai istilah-istilah investasi. mohon bantuannya pak. terimakasih

    Reply
  3. herman

    selamat siang bapak, nama saya Herman, saya insaya Allah 1/10/16 pensiun, kalau saya punya uang sekitar 300 juta bagaimana prospeknya kalau saya ikut reksadana pasar uang? kalau investasi direksadana pasar uang boleh nggak hasilnya diambil setiap tahun (sekali setahun) modal pokoknya tetap. tks

    Reply
    • admin

      Jika pensiunnya kurang dari 5 tahun, Reksadana Pasar Uang adalah pilihan yang paling tepat. Aman. Meskipun return-nya kecil. Hasilnya boleh diambil kapan saja, mau tiap hari boleh, mau tiap bulan boleh, mau tiap tahun juga bisa. Tidak ada larangan di Reksadana.

      Reply
  4. edy budiantoro

    saya mau tanya pak misal saya punya uang sedikit saya mau investasikan ke reksadana pasar uang ,saya harus bagaimana ya pak? rencana saya untuk masa pensiunan saya,dan gimana cara mendaftar pertama nya dan selanjutnya saya harus bagaimana? mohon arahan nya terima kasih edy budi.

    Reply
    • admin

      Berapa lama lagi pensiunnya? Kalau masih lama (>15 tahun) sayang di RD Pasar Uang. Silahkan investasi ke Reksadana. Sudah dijelaskan di blog caranya.

      Reply
  5. ary

    selamat siang pak,
    usia saya 40 tahun masih bekerja, rencana mau investasi di reksadana pasar uang dengan return 6.33% sampai 7.35% per tahun (sesuai penjelasan diatas).
    Tetapi istri saya ada usaha kecil-kecilan, jasa kredit elektronik rumahan, dengan return 30% per 10 bulan dan sudah berjalan 3,5 tahun, setiap bulannya angsuran yang diterima dari nasabah sekarang sudah Rp.30 jt per bulan, dan nasabah mesti inden selama 1-2 bulan untuk menerima barang pesanan, sehubungan banyaknya pesanan dan terbatasnya modal. Dan Alhamdulillah lancar-lancar aja tidak ada tunggakan dari nasabah.
    mohon saran, apa sebaiknya saya ambil investasi reksadana tersebut, karna rencananya hasil investasinya untuk dana pendidikan dan pensiun, atau ada saran lainnya.. terima kasih

    Reply
    • admin

      Tujuan investasinya apa? Itu dulu yg perlu dicari tahu. Berdasarkan tujuan tersebut, Anda menentukan pilihan instrumen investasi untuk mencapai tujuan tersebut.

      Kalau untuk dana pendidikan dan pensiun, Reksadana Pasar Uang kurang cocok karena return-nya rendah (meskipun aman). Saham atau Campuran lebih pas.

      Reply
  6. Reni

    Selamat siang pak,
    Saya mau tanya, saya bekerja di perusahaan swasta, usia 24 tahun. Dan ingin menginvestasikan gaji yang saya terima di reksadana. Tujuan investasi untuk saya gunakan sebagai modal awal/pengembangan usaha dan membeli mobil pak. Mohon saran, pilihan reksadana yang tepat untuk tujuan saya tersebut menurut bapak apa? Terimakasih atas perhatiannya.

    Reply
  7. Hana

    Sore Pak,

    Saya Hana 23 tahun, saat ini alhamdulillah sudah autodebet untuk dana pensiun sejak satu tahun yang lalu, juga sudah mulai menyisihkan untuk haji dan menikah.. Saya minta sumbangsih saran, saat ini saya memiliki dana emergency sebesar 8 kali pengeluaran bulanan saya (di luar tabungan haji dan nikah) di rekening bank biasa, tetapi akan saya tinggal untuk melanjutkan studi selama satu tahun. Sayang rasanya jika tidak ditaruh di instrumen yang memberikan return lebih besar, mohon saran apakah lebih baik membeli Reksadana Pasar Uang atau dijadikan Deposito saja. (Saya hanya dapat membeli instrumen investasi syariah, kalau berkenan boleh sarannya RD Pasar Uang Syariah yang returnnya bagus). Terima kasih..

    Reply
    • admin

      Tergantung seberapa Anda ingin mengambil resiko. Kalau ingin super-aman, taruh di Deposito tetapi dengan bunga yang super-minim. Reksadana Pasar Uang memberikan bunga diatas deposito.

      Reply
  8. yo

    Halo Pak,

    Saya pake bukareksa “Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa Pasar Uang”.
    Menurut bapak apakah sama dengan yang bapak bahas?
    Berapa hari bapak mendapat portofolio setelah status pembelian paid?
    Terimakasih

    Reply
    • admin

      Ya jenisnya sama, yaitu Reksadana Pasar Uang. Seketika setelah saya bayar, kepemilikan Reksadana sudah efektif.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.