20 Tanya Jawab Cara Investasi Reksadana Wajib Diketahui Sebelum Mulai Berinvestasi

  • November 16, 2015

Tanya Jawab Cara Investasi Reksadana dibuat dengan maksud memberikan penjelasan atas 20 pertanyaan yang paling kerap ditanyakan atas instrumen ini. Sudah saatnya masyarakat memanfaatkan  Reksadana sebagai alat investasi agar bisa mengelola keuangan keluarga secara lebih sehat.

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Meskipun punya banyak manfaat, masih sebagian kecil masyarakat yang memilih Reksadana sebagai alat  investasi. Menurut sejumlah survei, pemilik Reksadana tidak sampai 10 persen.

Jumlah ini masih kalah jauh dibandingkan tabungan, deposito dan emas. Mayoritas memilih tabungan atau simpanan deposito, meskipun tidak sesuai dengan tujuan berinvestasi.

Misalnya, dana pensiun dan dana pendidikan membutuhkan return diatas inflasi. Sehingga menggunakan tabungan bukan pilihan yang tepat karena beresiko dana pensiun tidak mencukupi.

Sementara, Reksadana sebenarnya punya sejumlah keunggulan dibandingkan tabungan, deposito, emas dan properti. Cocok untuk memenuhi tujuan investasi yang menuntut return tinggi.

Banyak pengunjung blog ini menanyakan cara, strategi, keamanan dan tips berinvestasi di Reksadana. Pertanyaan yang sama senantiasa berulang. Hal yang amat wajar untuk instrumen keuangan yang relatif baru.

Ditambah lagi, maraknya kasus investasi bodong belakangan ini mendorong orang lebih extra hati – hati ketika akan menempatkan uanganya di produk investasi. Mereka mau untung, tidak buntung.

Investasi Reksadana

Ketimbang menjawab satu persatu pertanyaan yang sama serta keinginan membuat sumber referensi  yang bisa dirujuk setiap waktu, saya mengumpulkan semua pertanyaan tersebut dan menjelaskannya dalam format tanya jawab.

Saya berharap bisa mempermudah dan mempercepat pemahaman pembaca mengenai Reksadana.

#1 Apa Reksadana ?

Reksadana dibentuk oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris.

Manajer Investasi berperan sebagai pengelola dana yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.

Bank Kustodian berperan menyimpan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi Reksadana.

#2 Kenapa Reksadana ?

Reksadana cocok bagi investor yang memiliki banyak keterbatasan, seperti waktu terbatas, dana terbatas, informasi terbatas, dan pengetahuan investasi yang terbatas.

Karena dana yang ditempatkan dikelola oleh Manajer Investasi, dalam Reksadana, investor bisa menyerahkan pengelolaan investasi kepada ahli-nya. Mereka tidak perlu lagi repot melakukan analisa dan mengelola portfolio. Semuanya diserahkan kepada Manajer Investasi.

Instrumen ini mampu mengurangi risiko investasi karena disebarkan pada berbagai produk investasi. Tetapi bukan berarti Reksadana bebas risiko. Untuk itu, investor tetap perlu mempelajari berbagai risiko produk ini.

Reksadana disebut sebagai produk yang paling sesuai dengan pepatah di dunia investasi, yaitu “Don’t put all eggs in one basket”.

Maksudnya adalah untuk mengurangi risiko, kita perlu menyebar penempatan investasi, sehinga kita terhindar dari risiko kerugian secara total (total loss).

#3 Dasar Hukum 

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

#4 Perkembangan di Indonesia

Perkembangannya di Indonesia relatif pesat.

Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, sepanjang kuartal pertama 2013 nilai aset industri reksadana yang dikelola meningkat menjadi Rp187,962 triliun atau meningkat 12,72 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp166,751 triliun.

Daftar Reksadana

ipotfund_7_a

#5 Apa Perlu Dana Besar  ?

Tidak. Anda bisa berinvestasi di Reksadana mulai dari Rp 100 ribu.

#6 Apa Harus Beli Rutin ?

Tidak ada kewajiban pembelian secara rutin.

Reksadana berbeda dengan asuransi unit link. Asuransi mewajibkan harus membayar setiap bulan. Reksadana tidak ada kewajiban itu.

#7 Apa  Dijamin Pasti Kembali ?

Reksadana adalah investasi, sehingga pasti ada risikonya dan tidak ada jaminan. Tidak seperti Tabungan atau Deposito yang dijamin oleh pemerintah lewat Lembaga .

Ada kemungkinan kerugian dalam semua jenis investasi, termasuk Reksadana. Karena itu, sebelum membeli pahami semua risikonya dengan baik.

#8 Apa Harus Mengelola Sendiri ?

Tidak. Pengelolaan investasi diserahkan sepenuhnya kepada Manajer Investasi.

Sebagai pihak yang memiliki pengetahuan dan kemampuan, Manajer Investasi mengelola dana di Reksadana dengan melakukan pembelian dan penjualan instrumen investasi (misalnya saham, obligasi, deposito dan lain-lain).

#9 Cara Jual-Beli 

Transaksi di Reksadana sangat mudah.

Kita cukup mencari produk Reksadana yang sesuai, pilih manajer investasinya, baca prospektusnya, lalu lakukan pembelian (subscription) dan transfer dananya.

Kita bisa membeli langsung melalui manajer investasi atau membelinya lewat agen (bank) yang ditunjuk. Prosesnya adalah:

  • Datang ke agen penjual reksadana,
  • Membuka rekening Reksadana, mengisi formulir, menyiapkan fotokopi identitas,
  • Menyiapkan dana yang hendak diinvestasikan untuk membeli unit Reksadana.

Sebagai bukti kepemilikan unit tersebut, kita mendapat sertifikat reksadana sejumlah unit yang dibeli. Laporan inilah yang menjadi bukti/ konfirmasi atas kepemilikan reksadana kita.

#10 Apa Mahal Investasi di Reksadana ?

Tidak. Dengan menggunakan fasilitas transaksi Reksadana online, agen penjual tidak memungut biaya jual beli. Investor gratis biaya transaksi.

#11 Siapa Manajer Investasi ?

Manajer investasi merupakan elemen penting dalam transaksi Reksadana. Sebab ketika kita membeli, maka kita mempercayakan pengelolaan dana tersebut kepada mereka.

Yang dimaksud dengan pengelolaan dana adalah manajer investasi akan melakukan transaksi jual beli saham di bursa, di mana hasil dari pengelolaan mereka akan tercermin dalam harga unit penyertaan yang biasa dikenal dengan NA V/NA B (Net Asset Value/Nilai Aktiva Bersih).

Pada Reksadana, manajer investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada sebuah surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam NA B reksadana tersebut.

Daftar Manajer Investasi

manajer investasi reksadana

#12 Apa Tolak Ukur Investasi Reksadana ?

NAB (Net Asset Value/Nilai Aktiva Bersih) merupakan tolak ukur memantau hasil Reksadana.

NAB per saham/unit penyertaan adalah harga dari portofolio suatu reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.

Semisal, hari ini reksadana X harga NA B-Nya Rp1.300. Kita berencana membeli 1.000 UP, maka kita membutuhkan dana Rp1,3 juta (plus komisi/fee).

  • Seandainya akhir tahun nanti harga NA B-nya Rp1.500 dan kita hendak mencairkan reksadana kita, maka keuntungan kita sebesar Rp200 ribu (minus komisi/fee/pajak).
  • Sebaliknya, andaikata harga NA B-nya turun menjadi Rp1.000, maka kerugian kita menjadi Rp300 ribu (plus komisi/fee).

Simak pembahasan Cara Menghitung Untung Rugi Investasi Reksadana

#13 Apa Jenis Reksadana ?

Secara umum ada empat jenis reksadana yang bisa kita pilih. Masing-masing dapat dibedakan menurut alokasi jenis investasi yang dilakukan.

Pertama, Reksadana pasar uang, di mana 100% invetasinya akan ditempatkan ke dalam surat berhaga efek pasar uang. Efek pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito, obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Kedua, Reksadana pendapatan tetap, dana investasi minimum 80% ditempatkan pada surat utang, umumnya pada obligasi.

Ketiga, Reksadana saham, di mana minimum 80% investasinya ditempatkan pada saham.

Keempat, Reksadana campuran, yaitu dana investasi ditempatkan pada instrumen surat utang, saham, dan produk investasi lain yang tidak dapat dikategorikan pada ketiga jenis reksadana sebelumnya

#14 Risiko Reksadana 

Sebagai investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risikonya.

Pertama, keuntungan tidak dijamin. Investor harus menyadari bahwa dengan dengan berinvestasi di Reksadana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian keuntungan, dividen, ataupun kenaikan modal investasi.

Kedua, risiko umum pasar modal. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa risiko pasar. Oleh sebab itu, Reksadana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari: global, regional atau perkembangan ekonomi nasional; kebijakan pemerintah atau kondisi politik, pergerakan suku bunga secara umum, sentimen investor yang meluas ataupun guncangan eksternal (misalnya bencana alam, perang dan lain-lain).

Ketiga, risiko efek. Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek, contohnya adalah kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di-downgrade.

Keempat, risiko likuiditas yang dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

Kelima, risiko inflasi yang merupakan risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Keenam, risiko ketidakpatuhan. Hal ini mengacu pada risiko terhadap reksadana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena ketidaksesuaian terhadap hukum, aturan, etika dan kebijakan dan prosedur internal dari manajer investasi.

Kedelapan, risiko manajer investasi. Kinerja setiap reksadana sangat tergantung antara lain pada pengalaman, pengetahuan, keahlian dan teknik, proses investasi yang diterapkan oleh manajer investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja reksadana sehingga akan merugikan investor.

#15 Apa Aman ?

Maraknya kasus investasi bodong menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan berinvestasi di Reksadana.

Perlu ditegaskan bahwa Reksadana adalah produk investasi yang legal yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, legalitas Reksadana terjamin.

Kemudian, dalam Reksadana terdapat dua lembaga yang menjalankan dan saling kontrol, yaitu Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Manajer Investasi berfungsi mengelola portfolio Reksadana dan Bank Kustodian menyimpan dan mencatat harta Reksadana.

Adanya segregation of control dari kedua lembaga ini menjamin perlindungan yang optimal terhadap dana masyarakat yang ditempatkan di Reksadana.

Simak penjelasana Apakah Reksadana Bisa Bangkrut ?

#16 Apa Lembaga yang Mengawasi Reksadana ?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli instrumen in wajib mendapatkan ijin dari OJK.

Tujuan pembentukan OJK, sebagaimana tertulis dalam UU OJK Pasal 4 Huruf C adalah agar keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, termasuk perlindungan terhadap pelanggaran dan kejahatan di sektor keuangan.

#17 Bagaimana OJK Melindungi  ?

Salah satu program strategis OJK untuk memperkuat sistem perlindungan konsumen adalah dengan meluncurkan Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Financial Customer Care (FCC).

Layanan Konsumen Keuangan Terintegrasi atau Financial Costumer Care (FCC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima puluhan pengaduan tentang penipuan investasi.

Bila ragu hubungi call center Otoritas Jasa Keuangan atau OJK di (Kode Area) 500655 atau e-mail ke [email protected] Berikan informasi kepada OJK bila ada pihak yang menawarkan produk investasi dengan legalitas meragukan.

#18 Cara Komplain ke OJK

Jika nasabah belum puas dengan tanggapan pihak lembaga keuangan saat mengadukan masalah layanan keuangannya, nasabah itu dapat menyampaikan keluhan melalui Layanan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Layanan tersebut dapat diakses melalui email [email protected], layanan telepon di 1500 655, fax 021 3866032, dan online melalui sikapiuangmu.ojk.go.id. Layanan ini juga bisa diakses melalui surat ke Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dengan alamat Menara Radius Prawiro Lantai 2 Komplek Perkantoran bank Indonesia Jalan M.H. Thamrin No. 2 Jakarta.

Untuk memperoleh layanan dari regulator industri keuangan ini, konsumen harus menyampaikan bukti telah melapor ke lembaga jasa keuangan (LJK) bersangkutan, beserta tanggapan dari LJK tersebut. Konsumen pun harus melampirkan identitas lengkap, kronologis pengaduan, dan bukti pendukung jika ada. Jika data tersebut tidak dilengkapi dalam waktu 20 hari kerja sejak tanggal pemberitahuan, maka pemohon dianggap mencabut pengaduannya.

Pengaduan di OJK

#19 Apa Syarat Penyelesaian Sengketa ?

Adapun, ada beberapa syarat untuk mendapatkan fasilitas penyelesaian sengketa dari OJK, yakni memenuhi persyaratan penyampaian pengaduan, berindikasi sengketa finansial antara konsumen dan LJK, nilai sengketa <Rp500 juta di bidang perbankan, pasar modal, dana pensiun, asuransi jiwa, pembiayaan, perusahaan gadai, atau penjaminan, dan <Rp750 juta di bidang asuransi umum.

[grwebform url=”https://app.getresponse.com/view_webform_v2.js?u=hGHte&webforms_id=13553505″ css=”on” center=”off” center_margin=”200″/]

#20 Bagaimana Mulai Investasi  Reksadana ?

Beli lewat fasilitas Reksadana Online. Contohnya adalah IPOTFUND dan Commonwealth Bank.

Dapatkan GRATIS Daftar 5 Reksadana Saham Terbaik

6 Responses

  1. IPIM

    Reksadana jelas merupakan pilihan untuk mulai berinvestasi di pasar modal dengan mudah tanpa harus mencari modal besar. Mulai dengan Rp100 ribu Anda sudah bisa bernivestasi. Saking mudahnya Reksadana telah menjadi menjadi pilihan investasi populer berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, petani, ibu rumah tangga, karyawan swasta, PNS, sampai pengusaha besar. Daya tarik utama Reksadana tentulah karena kemudahan bertransaksi dan tingkat keuntungan (return) yang jauh melebihi tabungan dan deposito.

    Tunggu apa lagi, yuk kita investasi reksadana !!

    premierreksadanaonline.com

    Reply
  2. maharya

    Salam,
    Saya mau merencanakan dana seperti asuransu untuk pendidikan anak saya (1th). Namun gaji saya hanya 4jt/bln? Boleh diemailkan alternatif2 yg dapat saya pilih

    Reply
  3. Shannaldo karsten

    Saya sangat suka dengan artikelnya mengenai Apa itu reksadana karena sangat mendetail dan jelas dan juga mudah di pahami

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.