10 Tips Beli Reksadana Murah, Mudah dan Untung

Photo taken on Nov. 30, 2015, shows rows of (from L) U.S. dollar, euro, Chinese yuan, and Japanese yen bills. The International Monetary Fund is slated to hold a board meeting the same day to decide whether to include the yuan in an exclusive group of currencies that make up the basket of the IMF's Special Drawing Rights which is currently based on the dollar, the yen, the euro and pound sterling. (Kyodo) ==Kyodo

Saya mengumpulkan 10 tips beli Reksadana agar kita bisa mendapatkan instrumen investasi yang murah, mudah dan untung.

Ada banyak pertanyaan masuk ke blog setiap hari soal cara beli dan investasi Reksadana. Hal yang wajar karena instrumen ini baru.

Untuk mempermudah, karena poin – poin yang ditanyakan tidak jauh berbeda, saya merangkum dan menyajikan kedalam 10 tips.

#1 Online

Paling utama, Anda membeli Reksadana lewat platform online. Dengan cara ini, prosesnya menjadi lebih mudah dan lebih murah.

Yang saya pernah alami, pembelian online itu mudah. Saya bisa menyelesaikan semuanya tanpa perlu beranjak dari rumah.

Lalu, karena online, biaya pembelian menjadi murah. Bahkan, saya menemukan beberapa Manajer Investasi yang menggratiskan biaya.

#2 Investasi Rp 100 ribu

Jangan takut, tidak harus punya uang banyak agar bisa investasi Reksadana.

Cukup siapkan dana Rp 100 ribu bisa memulai.

Jumlah minimum yang kecil ini membuat orang lebih berani memulai investasi.

Saya banyak bertemu, orang yang punya uang, tetapi takut masuk Reksadana. Mereka khawatir bahwa ini bukan instrumen yang legitimate alias investasi bodong.

Cara satu-satunya menghapus kekhawatiran adalah terjun langsung dan membuktikan. Dengan jumlah minimum investasi yang kecil, Anda bisa mencoba dengan resiko kecil.

#3 Prospektus

Dokumen prospektus perlu Anda baca sebelum memulai investasi. Itu hukumnya wajib.

Kenali instrumen yang Anda akan beli. Informasi itu diperoleh dari Prospektus.

Prospektus tersedia setiap saat akan melakukan investasi. Bisa didownload dari situs platform penjual Reksadana.

Pastikan Anda membaca yang terbaru. Karena setiap tahun kemungkinan ada pembaharuan prospektus.

#4 Manajer Investasi

Saya pernah menulis mengenai Manajer Investasi terbaik. Karena kinerja Reksadana sangat ditentukan oleh siapa Manajer Investasi dibelakang Reksadana tersebut.

Manajer Investasi adalah pihak yang mengelola. Menentukan dan melakukan keputusan pemilihan instrumen yang akan diinvestasikan. Peranannya sangat kritikal.

Anda harus mengetahui dengan baik reputasi Manajer Investasi yang akan mengelola uang Anda via Reksadana.

#5 Fund Fact Sheet

Selain prospektus, Anda harus membaca Fund-Fact Sheet. Ini adalah dokumen terkini yang menggambarkan kinerja Reksadana.

Berbeda dengan prospektus yang menjelaskan soal legalitas dan pembentukan Reksadana, Fund Fact sheet fokus pada perkembangan kinerja.

Berapa return selama 1 bulan terakhir, 3 bulan dan 5 tahun terakhir. Informasi tersebut disampaikan dalam Fund-Fact sheet.

#6 Monitor Rutin

Platform online menyediakan tools yang cukup lengkap untuk membantu investasi Reksadana. Tugas Anda memantau perkembangan investasi tersebut.

Tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup bulanan atau mingguan.

Saya tidak menganjurkan Anda memantau setiap hari apalagi setiap jam karena (1) tindakan tersebut menghabiskan banyak waktu dan tidak berguna juga; (2) malah akan mendorong Anda melakukan tindakan yang kontra-produktif, yaitu melakukan trading jual – beli dan tidak fokus pada tujuan utama investasi Reksadana.

#7 Platform

Platform online memiliki beberapa perbedaan antara satu dengan yang lain. Perbedaan utama adalah soal keragaman jenis Reksadana yang dijual dalam platform tersebut.

Jenis pertama, platform menyediakan semua Reksadana dari berbagai Manajer Investasi. Tidak terpaku pada satu Manajer Investasi saja.

Jenis kedua, platform eksklusif hanya menawarkan satu Manajer Investasi. Meskipun pilihannya lebih terbatas, jenis ini biasanya menawarkan potongan biaya yang lebih besar.

Saya lebih memilih platform jenis pertama karena lebih banyak pilihan dan bisa melakukan diversifikasi secara lebih optimal.

#8 Auto Invest

Investasi Reksadana itu paling bagus dilakukan secara rutin. Anda akan lebih mendapatkan hasil optimal dibandingkan on-off.

Persoalannya, investasi rutin menuntut kedisplinan karena setiap bulan harus melakukannya. Tidak semua orang punya kedisplinan tersebut.

Tetapi, beberapa platform sudah menawarkan solusi, yaitu auto invest. Solusi ini membuat proses investasi menjadi otomatis. Setiap bulan Anda tidak perlu lagi melakukan pembelian secara rutin.

#9 Jangan Trading

Trading adalah Anda melakukan beli jual Reksadana dalam jangka pendek. Tujuannya mendapatkan keuntungan secara cepat dari pergerakkan harga.

Saya sangat tidak menyarankan Anda melakukan trading karena dua alasan:

Pertama, sulit sekali menebak pergerakkan harga dalam jangka pendek. banyak sekali faktor yang mempengaruhi harga.

Kedua, dengan melakukan jual beli dalam frekuensi tinggi, Anda membayar fee transaksi lebih besar. Itu mengurangi potensi return atau bahkan malah menyebabkan kerugian.

#10 Pilih Reksadana Terbaik

Bagaimana memilih Reksadana terbaik ? Ini yang kerap jadi pertanyaan.

Banyak orang memiliki jawabannya sendiri. Saya memilih melihat award Reksadana terbaik sebagai referensi.

Setiap tahun, saya lihat beberapa lembaga mengeluarkan rating Reksadana terbaik. Itu yang saya jadikan salah satu patokan utama.

Kenapa award itu penting buat saya ?

Banyak dari kita yang saya lihat lebih condong pada kinerja return semata dalam memilih Reksadana, tetapi lupa memperhitungkan resikonya. Akibatnya, tidak jarang investasi tidak tercapai karena keuntungan jeblok disebabkan resiko yang besar.

Nah dalam penyusunannya, lembaga pemberi award menggunakan metodologi tertentu yang membuat evaluasi Reksadana menjadi balance. Artinya, tidak hanya berat pada keuntungan (return), tetapi juga memperhitungkan resikonya. Jadi, penilaian dilakukan berdasarkan risk and return.

Kesimpulan

Saya berharap daftar 10 tips ini membantu Anda untuk berani memulai beralih dari tabungan dan deposito ke investasi Reksadana.

Ke 10 hal ini adalah basics, yang saya pikir cukup untuk para investor memulai investasi.

Semoga bermanfaat !