10 Kesalahan Investasi Reksadana Wajib Dihindari

  • August 28, 2017

Meskipun Reksadana adalah investasi yang mudah dan murah, namun tidak sedikit orang melakukan kesalahan dalam menggunakan instrumen ini. Apa kesalahan tersebut dan bagaimana menghindarinya ?

Dalam blog ini, Anda akan tahu bahwa saya sangat mendorong investasi di Reksadana buat rencana keuangan keluarga. Banyak keunggulan instrumen ini.

Kesalahan dalam Investasi Reksadana 

Namun, seiring waktu, saya mengamati banyak orang melakukan kesalahan dalam proses berinvestasi di Reksadana. Akibatnya, hasil tidak optimal dan tidak bisa mewujudkan tujuan keuangan.

#1 Tidak Tahu Tujuan Keuangan

Kita perlu paham bahwa Reksadana itu alat, tools atau instrumen untuk mencapai mimpi keuangan kita. Karena itu, penting sekali sebelum memilih Reksadana, kita menentukan apa tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Perencana keuangan favorit saya, Ligwina Hananto, pernah menulis di blognya, bahwa “ibarat memilih jalan tol, kita harus tahu dulu mau pergi kemana. Jangan sampai ingin pergi ke Bogor, tetapi memilih tol Cikampek”.

Masalahnya, banyak orang tidak atau belum tahu apa tujuan keuangannya, tetapi langsung memilih Reksadana.

Ini saya amati di email atau komentar di blog. “Pak, saya tanya investasi Reksadana apa yang terbaik, yang untungnya besar dan aman”. Inco contoh pertanyaan yang berulang kali saya terima.

Pertanyaan ini sebenarnya salah !

Ibarat jalan tol tadi, Anda bertanya, lewat jalan tol mana supaya cepat sampai di tujuan, tanpa menyebutkan kemana tujuan Anda pergi. Sudah pasti Anda nyasar.

Karena itu, langkah pertama dan utama, Anda harus menetapkan tujuan keuangan melakukan investasi itu apa. Untuk dana pendidikan, dana pensiun atau dana jaga-jaga.

#2 Salah Pilih Jenis Reksadana

Kesalahan kedua ini implikasi dari kesalahan pertama.

Kita perlu tahu bahwa ada berbagai macam jenis Reksadana yang ditawarkan di pasaran. Dibuatnya jenis yang berbeda – beda bukan tanpa alasan.

Karena masing – masing jenis memiliki objektifnya sendiri-sendiri yang disesuaikan dengan tujuan keuangan yang hendak dicapai.

Salah satu contoh salah pilih, yang sering saya temukan, adalah mengambil Reksadana Saham yang resikonya tinggi untuk tujuan keuangan jangka pendek.

Reksadana saham itu memberikan return tertinggi dibandingkan jenis reksadana yang lain, tetapi dalam jangka pendek return Reksadana saham bisa sangat fluktuatif.

Anda bisa membayangkan besarnya resiko ketika instrumen yang dipilih tidak sesuai dengan nature instrumen tersebut.

#3 Investasi Reksadana Via Unit Link

Kenapa saya tidak menyarankan berinvestasi Reksadana via asuransi Unit Link ?

Simpel alasannya. Mahal !

Anda beli Reksadana lewat Unit Link akan dikenakan biaya 5% dari nilai top-up atau investasinya. Biaya itu bukan untuk pengelola Reksadana tetapi untuk pihak perusahaan asuransi sebagai perantara.

Anda beli langsung ke Manajer Investasi pengelola Reksadana atau lewat platform Reksadana, seperti IPOT atau Bareksa, maka tidak ada biaya sama sekali alias gratis.

Pilih mana ?

Saya bukannya menentang Unit Link. Pilihan kembali kepada Anda.

#4 Menunda Terlalu Lama

Banyak teman yang enggan memulai investasi. Mereka merasa lebih nyaman menempatkan uangnya di deposito atau bahkan tabungan.

Ini hal yang bisa dimengerti dalam kondisi banyaknya tipuan dan kerugian investasi bodong yang marak belakangan ini. Ada kekhawatiran ketika mendengar kata ‘investasi’.

Reksadana sangat solid dalam hal perijinan dan perlindungan konsumen. Karena instrumen ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Anda bisa dengan sangat gampang pergi ke website OJK dan mengecek apakah Reksadana Anda terdaftar disana. Sangat mudah meng cross-check.

Selain itu, karena investasi di Reksadana bisa dimulai dengan jumlah kecil, dari Rp 100 ribu, kekhawatiran akan kerugian selayaknya bisa sangat dibatasi.

Ayo jangan tunda lagi berinvestasi. Segera mulai dari sekarang!

#5 Tidak Pakai Reksadana Online

Beberapa tahun lalu ketika fasilitas online belum berkembang, saya harus melakukan extra effort untuk bisa berinvestasi di Reksadana. Banyak hal harus saya lakukan secara manual.

Sekarang, banyak perusahaan sudah menawarkan platform online. Saya pernah membahas soal IPOTFUND yang menawarkan fasilitas jual beli Reksadana secara online.

Secara singkat, keunggulan platform online adalah:

Pertama, prosesnya mudah karena bisa dilakukan via komputer, tanpa perlu hadir ke kantor. Bahkan beberapa platform menawarkan layanan jemput bola, datang ke lokasi Anda untuk mengambil dokumen pendukung.

Kedua, prosesnya murah, baik dari segi biaya transaksi (fee 0%) maupun dari segi minimum transaksi yang bisa dari Rp 100 ribu.

Jadi, saran saya, jika ingin mulai investasi Reksadana, mulailah dengan menggunakan platform Reksadana online.

#6 Tidak Paham Resiko Reksadana

Ketika investasi Reksadana menunjukkan kerugian, apa reaksi Anda ?

Banyak orang menjadi sangat khawatir ketika tahu nilai investasinya anjlok. Akibatnya, mereka segera mencairkan dan memindahkan investasi mereka di Reksadana.

Hal ini pernah saya perhatikan dari perilaku beberapa teman kantor yang awalnya memilih investasi Dana Pensiun di Reksadana. Ketika harga saham sedang naik tajam, mereka ramai-ramai mengalihkan investasi ke Reksadana Saham karena tertarik atas tingginya return.

Namun, tidak beberapa lama kemudian, harga saham turun tajam, seingat saya tahun 2008 waktu krisis mortgage melanda Amerika Serikat. Melihat harga saham terjun bebas, mereka ketakutan dan ramai-ramai menarik investasi di Reksadana Saham dan memindahkan ke Reksadana Pasar Uang yang dianggap lebih aman. Penjualan tersebut membuat mereka mengalami kerugian yang tidak kecil.

Tidak lama kemudian, harga saham pelan-pelan merangkak naik, bahkan akhirnya mencapai tingkat yang lebih tinggi dari harga sebelum turun. Teman-teman saya yang menjual Reksadana Saham tadi kehilangkan kesempatan untuk me-recovery kerugian dan meraup keuntungan. Investasi mereka semua masih di Reksadana Pasar Uang.

Dari cerita ini, Anda bisa melihat betapa pentingnya kita memahami resiko sebuah investasi.

Jika paham resiko dengan baik, teman – teman saya tersebut tidak akan menjual Reksadana Saham karena mereka sudah tahu bahwa saham pasti ada resiko tetapi karena investasi mereka untuk dana pensiun yang bersifat jangka panjang maka mereka tidak panik saat terjadi goncangan di pasar.

#7 Trading Reksadana

Trading dengan Reksadana adalah melakukan beli dan jual Reksadana dalam jangka pendek untuk mencari keuntungan dari kenaikkan harga.

Biasanya orang melakukan trading dengan saham. Tapi ternyata, setelah melihat salah satu teman, ada orang yang melakukan trading Reksadana.

Tujuan Reksadana adalah investasi meningkatkan keuntungan dalam jangka menengah dan panjang. Bukan melakukan trading.

Apa alasan trading itu berbahaya ?

Pertama, trading membutuhkan konsentrasi setiap hari untuk memantau fluktuasi harga, sementara orang yang memilih Reksdana biasanya orang yang tidak punya waktu untuk memantau harga saham

Kedua, seandainya pun memiliki waktu, trading membutuhkan skill yang extraordinary, yaitu kemampuan memprediksi pergerakkkan harga pasar dalam jangka pendek. Harga saham dalam jangka panjang mungkin bisa ditebak, tetapi fluktuasi harga dalam jangka pendek sangat sulit diprediksi.

#8 Tidak Membaca Prospektus

Ada pepatah, “Tak Kenal, Maka Tak Sayang”. Itu pula yang harus Anda pahami ketika memulai investasi. Apapun jenis investasinya.

Saya banyak bertemu orang yang ‘malas’ membaca. Ketika investasi hanya berdasarkan info dari teman, kerabat atau dengar-dengar. Informasi bukan diperoleh dari sumber aslinya. Sudah tangan kedua atau ketiga, yang sangat mungkin infonya sudah jauh dari akurat.

Dalam Reksadana, Anda harus membaca Prospektus. Saya pernah membahas secara detail mengenai Prospektus.

Singkatnya, prospektus merupakan dokumen resmi yang sudah disetujui oleh regulator yang menjelaskan Reksadana secara detail dan mendalam. Mulai dari legalitas, investasi, pengelola, biaya sampai resikonya. Everything is in prospectus.

Idealnya, Anda baca prospektus sebelum melakukan investasi di Reksadana.

#9 Melihat Kinerja Dalam Rentang Waktu Pendek

Umumnya sebelum memilih, kita mencari tahu dulu apa Reksadana terbaik. Salah satu caranya melihat hasil rating Reksadana.

Rating ini dikeluarkan secara rutin setiap tahun oleh beberapa majalah dan tabloid keuangan. Anda bisa mencari Reksadana unggulan berdasarkan nilai rating.

So far, saya lihat metodologi Rating cukup masuk akal dan sejalan dengan standard industry. Dan hasilnya pun mencerminkan nama – nama Reksadana yang selama ini sudah populer di masyarakat.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menggunakan rating tersebut.

Pihak yang membuat rating membuat kelompok berdasarkan jenis investasi dan rentang waktu. Misalnya, Reksadana Saham dengan kinerja 1 tahun terakhir digabungkan dalam 1 kelompok, sementara kelompok lain adalah Reksadana Saham juga tetapi dengan kinerja 5 tahun terakhir.

Saran saya, sebisa mungkin pilih rating berdasarkan rentang waktu yang paling lama. Karena Anda bisa melihat konsistensi kinerja.

Bayangkan jika Anda mengambil rentang waktu terlalu pendek, katakan 1 tahun, lalu di saat itu kondisi pasar sedang bagus-bagusnya maka Anda akan mendapatkan kinerja yang luar biasa. Tetapi, Anda tidak akan tahu bagaimana kinerja Reksadana tersebut dalam kondisi pasar yang sedang krisis.

#10 Jangan Lupa, Diversifikasi

Salah satu pepatah keuangan yang paling sering digunakan, “Don’t put your eggs in one basket”. Jangan menaruh semua hartamu dalam satu jenis investasi.

Seyakin-yakinnya kamu akan suatu investasi, jangan pertaruhkan semua uangmu disitu. Karena by nature investasi itu pasti memiliki resiko, ada kemungkinan gagalnya.

Prinsip yang sama berlaku untuk investasi di Reksadana. Lakukan diversifikasi dengan menempatkan di beberapa instrumen. Agar saat terjadi sesuatu, Anda masih memiliki simpanan di tempat lain.

Kesimpulan

Reksadana adalah satu instrumen yang sangat bisa digunakan oleh para pemula. Instrumen ini mudah dan murah. Sudah selayaknya Anda mencoba jika belum pernah.

Daftar kesalahan dalam investasi Reksadana yang kami sampaikan semoga bisa membantu Anda melakukan investasi dengan lebih baik. Semoga !

One Response

  1. Sudiman

    Pak Rio.. saya masih belum faham bagaimana keuntungan reksadana didapat?jika dari yg saya baca dikomentar pada tulisan bpk yang lain keuntungan didapat dari selisih hasil jual reksadana kita,trus di IPOTFUND klo mau jual harus nasabah yang klik jual sedangkan tidak semua nasabah ada waktu melihat harga naik/turun, sungguh saya benar2 masih bingung tentang reksadana.. tolong dijelaskan dengan simple dan ilustrasi yang mudah bagi orang awam mengenai proses investasi reksadana.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!