Pasangan Muda, Beginilah Cara Mengelola Keuangan Yang Benar!

  • September 11, 2015

Sebagai pasangan yang baru saja menikah banyak sekali perbedaan yang akan Anda temukan. Selain hidup Anda akan menyatu, keuangan pun turut melebur ke dalam satu wadah. Perubahan ini sejatinya perlu penyesuaian. Pasalnya, bertahun-tahun Anda mengelola penghasilan sendiri untuk pemenuhan kebutuhan pribadi sekarang harus memenuhi kebutuhan untuk dua orang.

Banyak pasangan baru merasa bingung harus memulai pengaturan keuangan pasca menikah ini dari mana. Memiliki manajemen keuangan yang benar wajib dimiliki setiap pasangan muda. Manajemen keuangan keluarga yang benar sontak membantu Anda untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang. Hal itu termasuk membeli rumah, mobil, biaya kelahiran serta biaya pendidikan anak.

Sebagai pasangan muda yang masih bingung mengelola keuangan yang benar. Ikuti cara-cara di bawah ini!

1. Diskusi Kebutuhan Prioritas

Ketika Anda sudah hidup berdua, kebutuhan akan menjadi berlipat ganda jumlahnya. Pun demikian pengeluaran untuk kebutuhan akan makin bertambah dari biasanya. Oleh karena itu, diskusi bersama pasangan Anda mana kebutuhan yang termasuk prioritas.

Umumnya kebutuhan yang termasuk kategori prioritas adalah belanja bulanan, tagihan, listrik, bayar cicilan (mobil atau KPR), tagihan telepon dan internet. Selalu menyisihkan terlebih dahulu penghasilan Anda untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Barulah berdiskusi pada pasangan sisa dari penghasilan Anda mau ditabung atau digunakan untuk keperluan lain.

2. Membuat Anggaran Keuangan Setiap Bulan

Alangkah baiknya jika setiap pasangan muda membuat anggaran keuangan setiap bulan. Hal ini bertujuan memonitor arus keuangan. Setelah menikah Anda akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Catat dalam sebuah buku, berapa jumlah pemasukan Anda dan pasangan setiap bulan lalu buat perincian mengenai uang yang keluar per harinya dan untuk apa saja. Jika perlu lampirkan bon sebagai bukti.

Anggaran dan hitungan ini dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah ada pengeluaran yang sebetulnya bisa dipotong untuk menekan pengeluaran. Kelebihan lainnya adalah agar kalian bisa melakukan penyesuaian antara pemasukan dengan pengeluaran yang kalian miliki.

3. Tunjuk Bendahara dalam Keluarga

Memilih bendahara dalam keluarga sangat penting untuk memonitor setiap pengeluaran maupun pemasukan setiap bulan. Dalam menentukan siapa yang menjadi bendahara, tergantung keputusan Anda berdua. Utamakan individu yang lebih teliti dan cermat dalam menghitung serta mencatat.

Penetapan sistem satu pintu dalam keluarga akan mempermudah arus keuangan. Kalian juga dengan mudah dapat mengontrol jumlah pengeluaran setiap bulannya karena ada satu orang yang memegang uang. Adanya sistem satu pintu berfungsi membantu saat membuat perencanaan dalam jangka pendek maupun panjang karena sistemnya adalah keuangan yang terpusat.

4. Satu Wadah, Satu Rekening

Penunjukan bendahara sekaligus menjadi penentuan siapakah individu yang berhak memegang rekening tabungan dan kartu ATM untuk mengurus kebutuhan rumah tangga. Dalam hal ini memang lebih didominasi oleh pihak istri. Letakkan semua pengeluaran untuk kebutuhan ke dalam rekening yang khusus dibuat untuk keuangan keluarga. Lebih baik tidak menggunakan rekening istri atau suami.

5. Pembagian Pengeluaran

Sangat penting sejak awal menikah bahkan beberapa bulan sebelum menikah membicarakan soal pembagian pengeluaran. Misalnya, gaji suami dipakai untuk membayar kebutuhan belanja bulanan, tagihan listrik, cicilan mobil, tagihan internet dan hal lain yang bersifat kebutuhan pokok.

Sedangkan gaji istri bisa dipergunakan untuk hal-hal kecil yang sifatnya sekunder seperti uang makan, membeli bensin dan lainnya. Sangat penting membicarakan hal ini di awal penikahan supaya tidak terjadi miss komunikasi di kemudian hari dan menimbulkan pertengkaran.

6. Menyisihkan untuk Tabungan dan Investasi

Penyesuaian pengeluaran ketika sudah hidup berdua memang sulit di awal pernikahan. Apalagi jika gaji kalian berdua tergolong pas-pasan dalam membiayai kebutuhan sehari-hari. Tapi, Anda perlu mendisiplinkan diri untuk menabung sekecil apa pun penghasilan yang Anda terima. Paling tidak ada 10 persen dari penghasilan Anda yang bisa ditabung untuk memenuhi kebutuhan darurat jangka pendek maupun jangka panjang.

Tabungan yang Anda kumpulkan bersama pasangan bisa dipergunakan untuk kebutuhan seperti biaya pendidikan anak, asuransi, biaya melahirkan hingga biaya darurat jika salah satu dari Anda masuk rumah sakit hingga investasi. Terapkan hal ini sebagai pasangan muda supaya menjadi kebiasaan yang sehat dan berguna.

7. Komunikasi dan Keterbukaan

Kunci keberhasilan dan keharmonisan sebuah keluarga adalah selalu komunikasi dan bersikap terbuka pada hal sekecil apa pun. Terutama dalam soal keuangan. Bahkan jika Anda mau membeli baju pun di toko online sebaiknya pasangan harus tahu. Pasalnya, meski Anda sudah memiliki jatah uang jajan sendiri, kini keuangan sudah melebur jadi satu.

Bukan hanya terbuka soal keinginan sendiri, namun membeli barang yang merupakan kebutuhan sebaiknya pasangan juga harus tahu. Seperti mau membeli TV di ruang tamu harus dikomunikasikan dengan pasangan, mau membeli yang tipe apa, berapa harganya dan lainnya. Termasuk terbuka bila ada anggota keluarga dari salah satu pasangan yang mau meminjam uang. Upayakan transparan soal keuangan pada pasangan.

8. Evaluasi Berkala

Setelah semua cara Anda terapkan demi mengelola keuangan yang benar dalam keluarga, lakukan evaluasi secara berkala. Tujuannya agar arah dari keuangan keluarga tetap berjalan pada jalurnya. Bila dalam satu bulan pengeluaran Anda melonjak periksa kembali di mana letak kesalahannya. Apakah karena ada kenaikan harga barang-barang pokok atau Anda yang belum bisa mengerem sifat konsumtif.

Buatlah senyaman mungkin aturan keuangan keluarga Anda. Jika harus dilakukan perubahan maka lakukan demi perencanaan keuangan yang baik dan benar. Hal terpenting dari seni mengatur uang adalah membuatnya segala terencana dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan keluarga.

Intinya masing-masing pasangan muda memiliki peraturan keluarga yang berbeda-beda. Termasuk dalam hal pengaturan keuangan. Semoga cara-cara tadi bermanfaat membantu mengarahkan keuangan keluarga Anda menjadi lebih baik. Selamat mencoba!

Sumbangan Artikel dari Penulis Tamu AturDuit.com

GRATIS E-Book Strategi Investasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!