10 Trik Pinjaman Online Pribadi Terbaik 2018

  • December 9, 2018

Pinjaman online pribadi menjadi fenomena terbaik di 2018 karena tanpa jaminan, tanpa kartu kredit dan langsung cair dalam 5 menit dengan modal KTP saja. Tetapi, kontroversi soal pinjaman online tidak pernah berhenti. Apa trik mengajukan pinjaman online pribadi ?

Fenomena keuangan di 2018 yang luar biasa adalah kehadiran pinjaman online fintech. Meskipun sudah mulai sejak 2016 dan 2017, tetapi di 2018 ini penawaran pinjaman online benar-benar booming.

Data OJK menunjukkan 70+ perusahaan Fintech sudah mendaftarkan diri dan resmi beroperasi. Itu belum termasuk perusahaan pinjaman online tidak resmi, yang menurut estimasi OJK, mencapai 200-an lebih.

Kehadiran Fintech membawa inovasi yang menguntungkan masyarakat. Mulai dari kecepatan proses pencairan, kemudahan syarat pengajuan yang tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit sampai aplikasi teknologi terbaru yang menawarkan cara mengevaluasi kredit secara cepat dan aman.

Fintech cocok bagi masyarakat yang butuh pinjaman mendesak dan tidak memiliki jaminan serta kartu kredit. Karena Fintech berani memberikan pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit dengan persyaratan KTP, tanpa perlu jaminan atau kartu kredit.

Tetapi, sebagaimana diberitakan di banyak media, di sisi lain pinjaman online menimbulkan banyak isu dan komplain masyarakat. Cara penagihan yang tidak sopan, penggunaan data pribadi di ponsel secara masif dan menjamurnya fintech ilegal yang tidak terkendali.

Sebagai calon peminjam, apapun produk pinjaman, pasti punya dua sisi, positif dan negatif. Ada keuntungan dan ada kerugian.

Siapa yang tidak ingin pinjam uang online langsung cair, tanpa syarat dan tanpa jaminan. Apalagi akses KTA bank bukan perkara mudah di Indonesia.

Jadi, kebutuhan pinjaman online memang ada di masyarakat. Sekarang, tingga bagaimana calon peminjam menyikapinya.

Trik Pinjaman Online Pribadi 2018

Berdasarkan pengamatan di lapangan, saya mengumpulkan 10 trik pinjaman online pribadi di 2018.

#1 Wajib Unduh Aplikasi Pinjam Uang Online

Dalam pengajuan agar cepat cair, calon peminjam harus mengajukan via aplikasi pinjam uang online. Aplikasi tersebut diunduh di Playstore untuk android dan Apple store untuk IOS.

Hampir semua Fintech mewajibkan pengajuan via aplikasi sehingga Anda tidak bisa bisa mengajukan lewat situs Fintech. Tujuan penggunaan aplikasi adalah kemudahan di sisi nasabah dan penarikkan data ponsel untuk analisa kredit di sisi perusahaan Fintech.

Karena itu, bagi yang tertarik kredit online, smartphone menjadi prasyarat untuk bisa mengunduh aplikasi pinjam uang dan mengajukan kredit.

#2 Perhitungan Bunga Pinjaman Online Pribadi

Salah satu perbedaan dengan kredit bank, pinjaman online menawarkan tenor harian. Nasabah tidak perlu mengajukan selama 30 hari, tetapi bisa harian, misalnya 10 hari pinjaman.

Dengan masa pinjaman harian, peminjam perlu memperhatikan cara perhitungan bunga. Terdapat dua cara perhitungan, yaitu:

  • Bunga flat dengan kewajiban dihitung berdasarkan pokok pinjaman. Misalnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5% maka bunga adalah (0.5% x 30 = 15%) x 1 juta menjadi 150 ribu.
  • Bunga Berbunga (compounding) dengan kewajiban dihitung berdasarkan pokok pinjaman dan bunga pinjaman. Misalnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5% maka kewajiban bunga compounding (0.5%2 x 30 x 1 juta) menjadi 161 ribu.

Saat mengajukan pinjaman uang online tanpa jaminan, Anda melihat bagaimana cara perhitungan bunga yang diterapkan oleh Fintech tersebut.

#3 Paham Data Ponsel Anda Diambil

Karena menawarkan kecepatan langsung cair dalam hitungan menit, tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, Fintech membutuhkan data yang cukup untuk melakukan evaluasi pengajuan kredit.

Metode evaluasi yang digunakan Fintech berbeda dengan bank pada umumnya. Fintech memanfaatkan data dari ponsel nasabah untuk menghitung credit scoring yang menentukan layak tidaknya seseorang mendapatkan kredit.

Adanya credit scoring dengan algoritma canggih ini yang diyakini membuat perusahaan Fintech bisa memberikan kredit cepat, tanpa jaminan dan langsung cair dalam 5 menit. Tentu saja, consent atau pemberian izin atas penarikan dana tersebut wajib dimintakan terlebih dahulu ke calon nasabah.

Penting: nasabah memahami mengenai penarikkan data ponsel ini saat proses pengajuan kredit online.

Karena di media, muncul banyak komplain oleh peminjam saat penagihan dilakukan fintech ke keluarga, saudara atau teman dekat nasabah (yang terdapat di phonebook ponsel nasabah), sementara sebenarnya saat pengajuan, peminjam sudah memberikan persetujuan soal akses data ponsel dan kemungkinan penagihan ke keluarga yang tercantum di ponsel.

#4 Sadar Berapa Biaya Pinjaman

Apa biaya dalam melakukan pinjaman ? Hampir semua menjawab bunga yang harus dibayar saat jatuh tempo beserta dengan pokok pinjaman.

Namun, faktanya fintech pinjaman online tidak hanya membebankan biaya bunga saja. Ada biaya – biaya lainnya yang harus dibayar peminjam.

Pertama, biaya saat mengajukan pinjaman, yang mencakup biaya timbul di muka (upfront fee)/biaya admin, bunga, biaya asuransi atau pertanggungan lain, serta provisi. Biaya ini harus dicek saat pengajuan, biasanya dijelaskan dalam FAQ pinjam meminjam.

Kedua, biaya jika peminjam melakukan pelunasan dipercepat (early repayment). Tidak semua Fintech membebankan biaya ini, tetapi ada yang meminta nasabah membayar fee jika melunasi lebih cepat dari jatuh tempo yang seharusnya.

Ketiga, biaya keterlambatan dan biaya penagihan pihak ketiga. Saat menunggak pembayaran, Anda harus membayar denda keterlambatan yang jenisnya bisa bermacam – macam.

Semua biaya di atas layak dicermati calon nasabah sebelum memutuskan mengajukan pinjaman. Perusahaan Fintech yang baik akan mencantumkan semua biaya secara transparan.

#5 Resiko Menunggak Pinjaman Online

Bagaimana jika tidak membayar kewajiban pinjaman online ?

Layaknya semua pinjaman, Anda akan ditagih. Proses penagihan mulai dari cara ‘lunak’ yaitu reminder sms dan email, lalu telpon dan kunjungan, sampai dengan keterlibatan pihak ketiga.

Proses penagihan ini perlu Anda baca baik – baik dalam perjanjian pinjaman dengan Fintech. Perhatikan apa caranya dan bagaimana proses penagihan yang dilakukan.

Jika penagihan tidak berhasil dan nasabah tetap menunggak, upaya terakhir perusahaan Fintech adalah melaporkan kewajiban dan status kredit yang menunggak ke kredit biro. Kredit biro mencatat semua pinjaman yang dilaporkan anggota mereka, dalam hal ini bank, perusahaan pembiayaan dan pinjaman online fintech.

Artinya jika memiliki catatan buruk (menunggak) di kredit biro, kemungkinan saat Anda mengajukan kredit di lembaga keuangan lain akan sulit disetujui. Karena lembaga keuangan lain tersebut akan melihat catatan buruk penunggakan kredit Anda.

#6 Layanan Konsumen Pinjaman Online

Penting diperhatikan, apakah perusahaan pinjaman online memiliki layanan konsumen yang jelas tercantum dalam situs dan bisa dihubungi oleh pelanggan. Ada no telepon, alamat kantor dan email serta sosial media untuk nasabah menyampaikan pengaduan.

Masalahnya banyak calon nasabah tidak memperhatikan soal ini. Maklum, tujuannya adalah mendapatkan pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat sehingga fokus agar permohonan dana cepat disetujui.

Apalagi saat tahu bahwa pengajuan kredit disetujui, kemungkinan tidak akan memperhatikan lagi soal ketersediaan kontak layanan pelanggan.

Baru mencari kontak layanan pelanggan saat muncul masalah atau berhadapan dengan penagihan dan mengajukan keringanan pembayaran.

#7 Pengaduan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat serius menangani soal pinjaman online khususnya terkait pengaduan masyarakat. Tampaknya, OJK ingin perkembangan kredit online tidak hanya tumbuh cepat tetapi juga memberikan perlindungan konsumen yang memadai sejak dari awal.

OJK melakukan hal berikut:

Pertama, menetapkan sejumlah ketentuan (POJK 77 2016) yang mengatur pinjaman online. Aspek perlindungan konsumen sangat diperhatikan dalam ketentuan ini.

Kedua, membuka layanan aduan konsumen fintech dan pinjaman online secara terbuka. Aduan diterima dan diproses dan disampaikan langsung ke perusahaan fintech jika diperlukan.

Ketiga, menutup Fintech ilegal secara rutin dan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk menghindari mengajukan di Fintech tidak resmi yang tidak memiliki izin OJK.

#8 Waspada Fintech Illegal

Kemudahan menawarkan produk pinjaman secara online dan tingginya permintaan, menimbulkan ekses negatif, yaitu menjamurnya fintech ilegal yang tidak memiliki izin pendaftaran dari OJK.

Tanpa izin OJK, perusahaan pinjaman online illegal ini menimbulkan resiko buat nasabah, yaitu:

Pertama, tidak menjalankan praktek pinjam meminjam sesuai ketentuan dan perundangan-undangan yang berlaku hingga merugikan nasabah.

Kedua, kontak perusahaan ilegal sengaja disamarkan identitas diri dan alamat sehingga nasabah sulit menghubungi mereka.

Ketiga, fintech ilegal membebankan bunga hitungan per hari dan diakumulasi tanpa batas. Sementara, fintech yang berizin menetapkan batas maksimum beban kewajiban ke nasabah.

Keempat, Fintech ilegal mengakses semua data kontak dan info pribadi di di ponsel nasabah, yang mana saat gagal bayar, itu info tersebut digunakan untuk meneror nasabah.

Daftar Fintech ilegal terbaru bisa lihat disini

#9 Jenis Pinjaman Online Pribadi

Selain proses yang langsung cair dan cukup dengan syarat ktp saja, pinjaman online menawarkan banyak jenis produk kredit yang lebih bervariasi dibandingkan umumnya produk KTA perbankan.

Jenis produk pinjaman online pribadi non bank meliputi antara lain:

Pertama, pinjaman dengan tenor harian, yaitu mulai dari 10 hari sampai dengan 30 hari. Pada saat jatuh tempo, nasabah harus membayar pokok dan pinjaman sekaligus.

Kedua, pinjaman dengan cicilan, tetapi berbeda dengan bank, cicilan ditawarkan fintech jangka pendek, dibawah 1 tahun. Yang menarik, cicilan bisa dilakukan mingguan, misalnya, pembayaran setiap dua minggu.

Ketiga, pinjaman kepada toko atau merchant online yang berjualan di platform e-commerce. Ini menarik karena perbankan tidak memberikan pinjaman ke usaha yang tidak memiliki wujud fisik, sementara fintech melakukan terobosan dengan berani kredit ke toko online.

Keempat, pinjaman untuk melanjutkan pendidikan. Anda bisa mencicil biaya perkuliahan dan biaya kursus, hingga 100% dari yang dibutuhkan. Tanpa uang muka, dengan bunga mulai dari 1% flat per bulan.

Anda bisa menentukan jenis produk pinjaman mana yang paling cocok dengan kebutuhan.

#10 Pastikan Lagi, Mampu Bayar Bunga Pinjaman

Kemudahan pinjaman online yang mempromosikan tanpa jaminan proses 1 hari, tanpa kartu kredit, tanpa slip gaji dan hanya perlu KTP, boleh dibilang sangat menarik, terutama bagi mereka yang sedang desperate butuh dana cepat untuk kebutuhan darurat.

Tapi, sekali lagi, kecepatan dan kemudahan tersebut, ada ‘harganya’. Tidak ada makan siang yang gratis, no free lunch.

Karena itu, salah satu hal yang wajib dan selalu harus diperhatikan ketika Anda memutuskan mengajukan pinjaman online adalah jumlah bunga yang harus dibayar.

Apakah bisa membayar bunga tepat waktu dan apakah keuangan Anda memadai untuk menyelesaikan kewajiban perusahaan fintech seandainya mendapatkan pinjaman online.

Cara Mengajukan Pinjaman Online | Duwitmu

Kesimpulan

Pinjaman dana online langsung cair, tanpa jaminan siapa yang tidak butuh. Jika sedang mencari tempat pinjam uang untuk kebutuhan mendadak.

Jadi, kehadiran fintech pinjaman uang memang ada demand-nya, ada permintaan serta kebutuhan di masyarakat.

Tetapi, plus minus mengambil jenis pinjaman online perlu dipertimbangkan. Jangan sesal kemudian setelah pinjaman diterima.

3 Responses

  1. 4 KTA Online Cepat Cair

    […] sedikit info mengenai pengertian KTA? Apakah Anda tertarik untuk membaca dan mengetahuinya lebih lanjut? Eitssss, siapa tahu di suatu […]

    Reply
  2. mposport

    Mampir disini karena ada temen share postingan ini.
    Dan emang keren, memberi pencerahan min hehe.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.