6 Pinjaman KTA Tanpa BI Checking Mudah Syaratnya 2019

  • December 19, 2017

BI checking selalu jadi momok bagi setiap peminjam. Tapi, pinjaman KTA tanpa BI checking ternyata sudah banyak hadir di 2017. Kami mengulik 6 diantaranya. BI checking kerap jadi persoalan karena beberapa alasan. Update 2019: apa itu BI checking serta perubahan dari BI checking ke SLIK OJK, yang penting diketahui Anda yang ingin mengajukan pinjaman KTA.

Pertama, meskipun jumlah tagihan kecil sekali, namun jika punya catatan kredit yang kurang baik di BI checking, tetap akan jadi masalah yang menyebabka penolakan pengajuan KTA.

Kedua, belum punya catatan sama sekali di BI checking juga masalah karena bank akan menolak pengajuan kredit dari calon peminjam yang belum punya track record kredit.

Dulu, mungkin orang tidak punya pilihan, mau tidak mau harus ke bank untuk mengajukan pinjaman. Yang ujungnya terbentur BI checking.

Tetapi sekarang, jaman sudah berubah. Banyak lembaga keuangan non-bank, khususnya Fintech, yang menawarkan pinjaman online tanpa BI checking.

Apa itu BI Checking

Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin menjelaskan lebih dahulu apa itu BI checking.

BI checking adalah data laporan debitur yang berasal dari pelapor SID, yaitu Bank Umum, BPR, Lembaga Keuangan Non Bank, Penyelenggara Kartu Kredit Selain Bank, dan Koperasi Simpan Pinjam, yang meliputi kantor-kantor yang melakukan kegiatan operasional: a. kantor pusat; b. kantor cabang; c. unit syariah; d. kantor cabang bank asing; dan e. kantor cabang pembantu bank asing, yang menyampaikan laporan debitur.

Jika sedang atau pernah punya pinjaman di bank, koperasi atau lembaga keuangan, data Anda sebagai debitur dilaporkan ke BI checking.

BI checking dikenal sebagai Sistem Informasi Debitur (SID) yang menyediakan informasi Debitur yang merupakan hasil olahan dari Laporan Debitur yang diterima oleh Bank Indonesia.

Laporan Debitur adalah informasi yang disajikan dan dilaporkan oleh Pelapor kepada Bank Indonesia menurut tata cara dan bentuk laporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mengelola data SID tersebut ke dalam basis data di BI namun tidak dapat melakukan perubahan terhadap data tersebut. Koreksi data hanya dapat dilakukan melalui koreksi dari pelapor SID.

Bagaimana ketentuan hukum, apakah tidak melanggar pencemaran nama baik dalam pelaporan BI checking ?

Dasarnya adalah pasal 32 UU No.10/92 tentang Bank, yaitu: Bank dapat melakukan tukar-menukar informasi antar bank dan PBI 9/14/2007 tentang SID, yaitu Informasi Debitur akan dibagi kepada bank dan perusahaan pembiayaan.

Semua bank di Indonesia wajib menyampaikan data pinjaman dan statusnya (lunas, tidak menunggak/current dan menunggak) kepada Bank Indonesia (BI), yang kemudian dikenal sebagai BI checking, meskipun istilah formalnya adalah SID (Sistem Informasi Debitur).

Setiap kali terdapat pengajuan pinjaman, bank akan melihat BI checking untuk menganalisa kualitas debitur soal kepatuhan dalam membayar. Menunggak atau tidak, suka bayar telat atau tidak, dan sebagainya. Karakter peminjam adalah syarat paling penting dalam analisa kredit dan hal tersebut dinilai dengan bantuan BI checking.

Banyak pengajuan pinjaman yang tidak disetujui baik, karena catatan kredit yang buruk atau akibat tidak ditemukan adanya catatan kredit di BI checking.

Blacklist di BI checking sampai kapan ? Keputusan kembali ke pihak bank karena data pinjaman sendiri akan selalu tercatat di BI, tidak bisa dihapus. Namun, biasanya, catatan 2 tahun terakhir yang terutama dilihat oleh bank dalam memutuskan kredit.

Bagaimana cara membersihkan nama di BI Checking ?

Bank Indonesia menyediakan kesempatan kepada debitur untuk mengajukan perubahan BI checking. Sesuai situs BI, berikut ini alurnya:

Apabila masyarakat sebagai debitur menemukan ketidaksesuaian antara data pada SID/BI checking dan data debitur sebenarnya, maka debitur yang bersangkutan dapat mengkonfirmasi hal tersebut dengan cara:

  • Melakukan konfirmasi data kepada lembaga keuangan yang memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada debitur. Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka lembaga keuangan dimaksud akan memperbaiki data debitur yang tersimpan dalam SID.
  • Melakukan konfirmasi data di Bank Indonesia. Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan indikasi kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka Bank Indonesia akan meminta lembaga keuangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan data debitur.

Apakah ada cara cara mengakali BI Checking ?

Dulu mungkin bisa ketika data KTP dengan mudah diakali. Tetapi sekarang dengan semuanya sudah e-KTP, sulit mengakali hasil BI checking.

Pinjaman KTA Tanpa BI Checking 2017

Dari hasil penelusuran, kami menemukan 6 pinjaman KTA tanpa BI Checking.

Cara yang saya lakukan adalah cek persyaratan di situs mereka dan jika kurang jelas ada tidak BI checking (karena kebanyakkan kurang jelas) saya langsung mencoba mengajukan pinjaman.

Berikut ini daftar tempat KTA tanpa BI checking.

#1 Modalku

Pinjaman KTA Tanpa BI Checking Modalku

Modalku adalah P2P platform yang menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman. Fokus mereka adalah pinjaman untuk pengusaha kecil dan menengah (SME).

Fokus ke SME terlihat dari persyaratan plafond pinjaman yang berkisar antara Rp 50 juta sd Rp 2M dan usaha peminjam wajib sudah beroperasi selama 1 tahun dengan omzet minimal 20 juta per bulan.

Bagi pengusaha, ini alternatif yang menarik karena Modalku tidak melakukan BI checking. Terlihat dari persyaratan, tidak ada permintaan dokumen kartu kredit atau bukti pernah mengambil pinjaman sebelumnya, yang umumnya dibutuhkan untuk melakukan BI checking.

Selain itu, info yang saya terima, P2P lending belum punya akses ke BI checking sampai saat ini.

#2 TunaiKita

TunaiKita adalah pinjaman online fintech dari China, Wecash. Berbeda dengan Modalku, TunaiKita memberikan pinjaman mikro dengan jumlah 1 juta sd 10 juta dengan masa cicilan 3 – 6 bulan.

TunaiKita adalah perusahaan dengan registrasi P2P Lending di OJK. Karena P2P Lending sampai saat ini belum punya akses ke SID, kemungkinan besar mereka tidak melakukan pengecekan BI checking.

Saat saya mencoba melakukan pinjaman, pihak TunaiKIta tidak meminta dokumen yang bisa digunakan untuk mengecek BI checking. Dengan proses yang cepat, dalam hitungan jam, kecil kemungkinan mereka juga melakukan pengecekan.

#3 Koinworks

Koinworks adalah platform P2P yang memberikan pinjaman tanpa jaminan untuk usaha, pendidikan atau kesehatan. Jumlah plafond kredit berkisar mulai dari 10 juta sampai 100 juta dengan tenor paling kecil 6 bulan.

Bunga ditentukan berdasarkan profil resiko peminjam. Bunga mulai dari 9% setahun sampai 20% setahun.

Persyaratan pinjaman antara lain adalah lama usaha minimal 2 tahun, lokasi di Jabodetabek, dan wajib menunjukkan informasi keuangan selama setahun terakhir. Tidak ada persyaratan dokumen kredit yang perlu disertakan untuk melakukan BI checking.

#4 Dana Cepat

Dana cepat adalah pinjaman melalui ponsel dengan cara mengunduh aplikasi mereka di playstore. Plafond pinjaman adalah Rp 1 juta.

Yang perlu diperhatikan adalah tenor yang hanya 14 hari dan harus dikembalikkan sekaligus pokok dan bunga. Jadi ini bukan pinjaman cicilan yang bisa dibayar beberapa kali.

Waktu pencairan dijanjikan maksimum 2 hari. Tidak ada pengecekan ke BI checking karena tidak ada dokumen kredit yang diminta.

#5 RupiahPlus

RupiahPlus adalah pinjaman tanpa agunan melalui ponsel dengan menggunakan aplikasi. Jumlah pinjaman hanya tersedia Rp 600 ribu dan 1.2 juta yang dikembalikkan dalam waktu 7 hari atau 14 hari.

Dokumen yang diminta hanya KTP dan Foto. Tidak ada persyaratan dokumen pinjaman atau kartu kredit yang digunakan untuk mengecek BI checking.

#6 Akulaku

Pinjaman KTA Tanpa BI checking Akulaku

Akulaku adalah kredit handphone tanpa bi checking. Sebenarnya tidak hanya handphone saja, tetapi semua barang yang dijual di website Akulaku bisa diajukan pinjaman KTA tanpa BI checking.

Pinjaman non BI checking di Akulaku terlihat dari proses pengajuan kredit yang tidak meminta data kredit dan karena bukan dari bank atau lembaga multifinance. Saat ini yang bisa mengakses BI checking boleh dikatakan hanya bank atau multifinace.

Satu hal yang membedakan pinjaman online di Akulaku adalah calon peminjam wajib membayar uang muka terlebih dahulu karena nilai barang yang bisa dibiayai oleh Akulaku maksimum 90% sementara sisanya (10%) dibayar terlebih dahulu sebelum pengajuan kredit. Misalnya, harga handphone Rp 3 juta,maka maksimum pinjaman Rp 2.7 juta dan selisihnya Rp 300 ribu harus dilunasi terlebih dahulu sebagai pengajuan di Akulaku.

Baca Juga: 5 Isu Penagihan Pinjaman Online Wajib Anda Tahu Sebelum Meminjam

update 2019:

Perubahan Cara Cek BI Checking ke SLIK OJK

Per 1 Januari 2018 BI Checking atau SID berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK bertujuan melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan, yang salah satunya berupa penyediaan informasi debitur (iDeb).

SLIK memperluas cakupan iDeb (dibandingkan BI checking) yaitu melingkupi lembaga keuangan bank dan lembaga pembiayaan (finance) dan juga ke lembaga keuangan non-bank yang mempunyai akses data debitur dan kewajiban melaporkan data debitur ke Sistem Informasi Debitur (SID).

Selain itu, SLIK juga dipakai untuk melaporkan, fasilitas penyediaan dana, data agunan, dan data terkait lainnya dari berbagai jenis lembaga keuangan, masyarakat, Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan (LPIP) dan pihak lainnya.

Dengan terintegrasinya SLIK, masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah dalam proses pengajuan pinjaman. SLIK juga diharapkan meminimalisir angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

Masyarakat yang ingin menggunakan layanan SLIK dapat langsung mengunjungi kantor – kantor OJK baik di pusat maupun daerah. Informasi mengenai alamat kantor-kantor OJK tersebut dapat dilihat di www.ojk.go.id.

Cara Cek BI Checking / SLIK OJK

Beberapa hal yang patut diketahui dalam pengecekan status debitur di SLIK OJK adalah sebagai berikut:

Pertama, GRATIS. Masyarakati, baik individu atau badan usaha, yang menggunakan layanan SLIK tidak dipungut biaya apapun. Harap berhati-hati dan waspada terhadap oknum yang meminta atau melakukan pemungutan dana.

Kedua, CEPAT. Keseluruhan proses layanan SLIK hanya membutuhkan waktu 15 menit (5 menit untuk pencetakan dan 15 menit untuk pencetakan dengan penjelasan iDeb).

Ketiga, SEBAIKNYA TIDAK DIWAKILKAN. Permintaan informasi melalui layanan SLIK sebaiknya tidak diwakilkan untuk menjaga kerahasiaan data pribadi. Namun demikian jika Anda tidak dapat mengambil sendiri data maka dapat diwakilkan dengan membuat Surat Kuasa yang dilengkapi dengan materai 6000, Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli debitur dan KTP asli penerima kuasa.

Keempat, SIAPKAN KARTU IDENTITAS ASLI. KTP bagi Warga Negara Indonesia (WNI) atau Paspor  bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk debitur perorangan sedangkan untuk debitur Badan Usaha wajib membawa fotokopi identitas badan usaha dan identitas pengurus dengan menunjukkan identitas asli badan usaha.

Cara dan proses permintaan informasi debitur di SLIK sebagai berikut:

  1. Debitur datang ke OJK membawa dokumen pendukung dan mengisi formulir permintaan informasi debitur. Dokumen pendukung adalah: membawa identitas asli berupa KTP untuk WNA atau Paspor untuk WNI
  2. OJK memeriksa dan meneliti dokumen pendukung secara formulir permintaan informasi debitur. Apabila sudah sesuai, OJK melakukan pencetakan hasil informasi debitur
  3. OJK melakukan konfirmasi dan menyerahkan hasil konfirmasi debitur kepada pemohon beserta tanda terima yang ditandatangani pemohon.

Cara Membaca Informasi Debitur SLIK OJK

Informasi penting dari hasil informasi debitur adalah sebagai berikut:

  1. Informasi Pencarian. Menjelaskan kata kunci yang digunakan dalam pencarian, misalnya menggunakan no NPWP atau no e-KTP
  2. Data Pokok Debitur. Menyampaikan informasi data debitur yang disampaikan oleh kreditur, misalnya Bank, ke OJK. Jumlah data pokok debitur yang muncul sesuai dengan jumlah kreditur yang memberikan fasilitas. Contohnya, jika punya pinjaman di dua bank, maka data debitur di kedua bank tersebut yang ditampilkan di SLIK.
  3. Pemilik / Pengurus. Dalam hal debitur merupakan badan usaha, informasi debitur menampilkan data pokok pemilik dan/atau pengurus badan usaha tersebut.
  4. Ringkasan Fasilitas. Ringkasan fasilitas yang didapatkan oleh Debitur dari seluruh kreditur, antara lain jumlah Plafon, Baki Debet, Kreditur, dan kualitas terburuk yang pernah didapatkan.
  5. Kredit/Pembiayaan. Bagian ini menjelaskan rincian fasilitas yang diberikan oleh masing-masing kreditur. Di dalamnya terdapat informasi soal jumlah plafon pinjaman, sisa outstanding kredit dan kualitas kredit (tunggakan) debitur
  6. Agunan. Bagian ini menjelaskan rincian agunan yang dijaminkan Debitur kepada kreditur dalam rangka pemberian fasilitas pinjaman atau kredit.

Kesimpulan

Kegalauan banyak calon peminjam KTA terkait persyaratan BI checking. Sekarang sudah bisa diatasi dengan munculnya perusahaan Fintech yang menawarkan pinjaman uang tanpa BI checking.

Apakah artinya perusahaan Fintech ini nekad ? Tidak juga.

Fintech membangun alternatif credit scoring yang menggunakan berbagai sumber data lain (diluar BI checking) untuk mengevaluasi calon nasabah. Karena Fintech tahu bahwa jika mereka hanya mengandalkan BI checking maka banyak calon peminjam yang tidak akan bisa mengajukan pinjaman.

Silahkan dicoba!

3 Responses

  1. ita mariani

    Bagus sekali. Ternyata masih ada peluang baik di sini. Sukses selalu

    Reply
  2. wanda

    Tolong yang seperti ini jangan buat solusi, karena pinjaman Aplikasi online ini endingnya menjerat pengguna, bukan solusi tepat untuk mengeluarkan dari hutang

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.