4 Pilihan KTA Online Fintech Lebih Cepat, Lebih Mudah dari Bank

  • September 7, 2016

Selama ini orang meminjam KTA Online melalui bank. Ada alternatif, yaitu KTA Online yang ditawarkan perusahaan FinTech – Financial Technology, yang lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan bank. Ikuti update 2019 terbaru soal pinjaman KTA online terbaik dan terpercaya, serta fenomena fintech ilegal yang memprihatinkan.

Apa itu Financial Technology atau Fintech yang hangat diperbincangkan di industri keuangan ? Baru – baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pameran dan konferensi, yang dibuka oleh Presiden Jokowi, membahas fenomena FinTech.

FinTech adalah perusahaan yang menggunakan bantuan teknologi untuk menawarkan proses pinjaman yang lebih mudah, cepat dan tidak ribet. Kita tahu perbankan terkenal dengan proses kredit yang lama, berbelit dan ketat.

Selain bantuan teknologi, Fintech biasanya berbentuk perusahaan rintisan (start-up) yang lincah, agile dan cepat. Mereka belum terbebani berbagai regulasi yang dihadapi perbankan.

Ini beberapa contoh kelebihan Fintech:

  • Pencairan kredit yang cepat, hanya butuh 1 sd 2 hari sejak pengajuan pinjaman. Bank membutuhkan paling cepat 1 minggu untuk memberikan persetujuan
  • Pengajuan pinjaman 100% online tanpa tatap muka. Bank memang banyak yang menawarkan pengajuan kredit KTA online tetapi proses selanjutnya masih tetap perlu tatap muka, seperti datang ke kantor cabang, melakukan tanda tangan basah dan lain-lain.
  • Tidak diwajibkan punya kartu kredit untuk bisa mengajukan pinjaman KTA karena FinTech menggunakan berbagai sumber pengecekan untuk mengevaluasi kelayakan kredit.

KTA Online

Berikut beberapa perusahaan FinTech yang menawarkan pinjaman:

#1 Investree

Pinjaman KTA Online Investree

Investree menawarkan pinjaman tanpa jaminan secara online. Pinjaman diberikan untuk pengusaha dan pegawai.

Buat pengusaha, pinjaman untuk bisnis berbentuk invoice financing, yaitu pembiayaan atas tagihan yang dimiliki perusahaan. Plafond sampai dengan Rp 1M dengan bunga mulai dari 14% dan pendanaan penuh dalam waktu 72 jam.

Persyaratan umum buat pinjaman untuk pengusaha adalah: Perseroan Terbatas (PT); berdomisili di wilayah Jabodetabek; telah beroperasi minimal 2 tahun, serta memiliki hubungan bisnis dengan institusi besar (ex: perusahaan publik, multinasional, BUMN, dan lembaga pemerintahan).

Buat pegawai, pinjaman personal tanpa jaminan untuk kebutuhan harian dengan plafond sampai Rp 50 juta. Persyaratan pinjaman personal adalah terdaftar sebagai karyawan di perusahaan yang telah bekerjasama dengan Investree; berdomisi di wilayah Jabodetabek; telah beroperasi minimal 2 tahun dan minimum pendapatan Rp 3.1 juta.

Ingin pinjam, Anda bisa mencobanya dengan Investasi P2P.

#2 Modalku

KTA Online Modalku

Modalku menawarkan pinjaman online tanpa jaminan buat pengusaha kecil menengah (UMKM). Salah satu yang menarik adalah produk pinjaman untuk merchant online di Tokopedia, sampai dengan Rp 50 juta.

Bunga adalah 14-20% per tahun, yang menurut situs Modalku, adalah “rate bunga simple”. Tidak jelas ini maksudnya apa, tapi dugaan kami itu bunga flat, sehingga bunga efektifnya sekitar 28% sd 40% setahun.

Total waktu yang dibutuhkan dari pengajuan sampai pencairan sekitar 10 hari. Itu terdiri dari 4 hari proses analisa dan 6 hari proses pengumpulan dana untuk membiayai pinjaman tersebut.

Persyaratan adalah Warga Negara Indonesia; domisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi; Usia 21 s/d 60 tahun; berbentuk PT, CV atau peorangan; memiliki omzet bisnis minimal Rp. 20 juta / bulan dan bisnis operasional minimal 1 tahun.

#3 UangTeman

KTA Online uangteman

UangTeman.com adalah pelopor pinjaman online tanpa jaminan yang sudah beroperasi 1.5 tahun. Pinjaman yang ditawarkan dalam jumlah kecil untuk kebutuhan jangka pendek.

Maksimum plafond Rp 2 juta (untuk pinjaman pertama) untuk masa kredit maksimum 30 hari. Pinjaman ini tidak mengenal cicilan, saat jatuh tempo pokok dan bunga harus dilunasi.

Dikenakan biaya layanan sebesar 1% per hari dengan proses yang cepat dan mudah. Dijanjikan waktu pencairan adalah 1 sd 2 hari (sejak pengajuan) untuk pinjaman pertama dan 3 jam untuk pinjaman berikutnya.

Persyaratan adalah WNI; domisili Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah; usia 21 tahun keatas; minimum penghasilan 2.3 juta per bulan.

#4 Drrupiah

KTA Online Drrupiah

Drrupiah menawarkan pinjaman online tanpa jaminan untuk plafond sampai Rp 4 juta. Masa tenor bisa mulai dari 7 hari sampai 30 hari.

Sistem pengembalian adalah satu kali pelunasan dan tidak ada cicilan. Pelunasan dibayar dengan pokok dan bunga sekaligus.

Biaya layanan mencapai 1% sehari. Tingginya biaya layanan dikompensasi dengan janji proses yang cepat dan persyaratan mudah.

Proses persetujuan 1 x 24 jam via sms setelah verifikasi. Persyaratan adalah usia 22 – 60 tahun; KTP + salah satu dokumen (kartu keluarga, SIM, passport, kartu kredit atau buku tabungan); penghasilan minimal Rp 2 juta per bulan; domisili Jakarta.

Update 2019:

Pinjaman KTA Online

Di 2018 dan 2019, pinjaman KTA online mengalami perkembangan yang luar biasa dan bahkan bisa disebut booming. Jumlah P2P Lending terdaftar resmi di OJK mencapai 106 perusahaan sampai akhir Maret 2019.

Produk yang diluncurkan oleh P2P pinjaman online KTA, tidak hanya pinjaman KTA online tanpa kartu kredit, tetapi juga pinjaman KTA online langsung cair dalam 24 jam. Kemudahan syarat, misalnya jaminan KTP dan tanpa kartu kredit, tanpa BI checking serta tanpa slip gaji, lalu kecepatan langsung cair dan cepat cair, menjadi fitur yang diandalkan dan dijual oleh perusahaan P2P online ini.

Namun, kehadiran pinjaman KTA online yang masif di 2018 dan 2019 menimbulkan ekses negatif, yaitu munculnya banyak Fintech Ilegal. Menurut data OJK, Satgas Investasi sudah menutup 803 fintech ilegal selama ini.

Jumlah fintech ilegal, perusahaan yang tidak terdaftar di OJK, sangat banyak. Bahkan ber-kali lipat dari perusahaan P2P legal yang terdaftar resmi di OJK.

Kondisi fintech ilegal tentu saja, tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga mengjhawatirkan.

Masyarakat perlu sadar bahwa pengajuan pinjaman KTA online harus dilakukan ke perusahaan resmi OJK karena pengajuan ke Fintech ilegal memiliki banyak resiko buat peminjam, diantaranya sebagai berikut:

  • Bunga & Denda. Penyelenggara Fintech Lending ilegal KTA online mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sedangkan Fintech Lending pinjaman KTA online yang terdaftar/berizin OJK diwajibkan memberikan keterbukaan informasi mengenai bunga, dan dendamaksimal yang dapat dikenakan kepada Pengguna. AFPI mengatur bunga maksimal 0,8% per hari dan total seluruh biaya termasuk denda adalah 100% dari nilai pokokPinjaman.
  • Cara Penagihan. Penyelenggara Fintech Lending ilegal melakukan penagihan dengan cara-cara yang kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum. Sedangkan tenaga penagih pada Fintech Lending pinjaman online KTA yang terdaftar/berizin dari OJK wajib mengikuti sertifikasi tenaga penagih yang dilakukan oleh AFPI.
  • Status. Penyelenggara Fintech Lending ilegal tentunya berstatus ilegal, dan menjadi target dari Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama Kominfo, Google Indonesia, dan Direktorat Cybercrime Polri. Sedangkan Penyelenggara Fintech Lending pinjaman KTA online yang terdaftar/berizin OJK berstatus legal sesuai dengan POJK 77/POJK.01/2016

Kesimpulan KTA Online

Hadirnya perusahaan FinTech yang menawarkan KTA Online merupakan alternatif pinjaman selain dari perbankan. FinTech menjual kemudahan dan kecepatan dibandingkan bank.

Namun, perlu paham perhitungan biaya yang dibebankan oleh FinTech kepada peminjam. Kemudahan dan kecepatan ternyata dikompensasi dengan mahalnya biaya layanan.

Itu masalah pilihan, bukan ?

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.