16 Alasan Pinjaman KTA, KPR, Kartu Kredit Ditolak

  • December 2, 2015

Penolakan pinjaman KTA, Kartu Kredit atau KPR adalah kewenangan bank. Masalahnya, bank tidak mau membeberkan alasan penolakan tersebut. Berikut ini 16 kemungkinan alasan pinjaman KTA, KPR, Kartu Kredit ditolak Bank.

Bank tidak pernah memberikan penjelasan secara detail kenapa sebuah pinjaman ditolak. Itu kebijakan umum.

Anda pasti geram!

Ditolak saja sudah kaget. Apalagi ditolak tanpa penjelasan.

Peminjam senantiasa merasa bahwa semua syarat sudah dipenuhi dan punya kemampuan membayar cicilan.

Kenapa ditolak!

Kemarahan tersebut kadang makin memuncak ketika sedang membutuhkan dana mendesak.

Tidak membeberkan kenapa suatu aplikasi ditolak adalah karena bank kemungkinan besar ingin menghindari manipulasi dalam pengajuan kredit.

Dengan tahu alasan penolakan secara spesifik, peminjam bisa melakukan perubahan info atau hal lain supaya pinjamannya disetujui.

Namun, tidak semua penolakan tersebut dikarenakan manipulasi data atau informasi. Ada hal – hal yang disebabkan oleh kelalaian peminjam dalam memberikan informasi dan dokumen.

Menimbang banyak yang lalai dalam proses pengajuan kredit, saya berupaya merangkum alasan – alasan yang kemungkinan menyebabkan ditolaknya pengajuan kredit. Baik itu KTA, Kartu Kredit atau KPR.

Rangkuman ini disusun berdasarkan wawancara dengan karyawan bank dan pengalaman orang-orang yang pernah ditolak pinjamannya.

Dengan paham alasan – alasan ini, peminjam bisa meneliti dan mempersiapkan diri dengan lebih baik supaya pengajuan kredit mereka disetujui.

Tidak ada jaminan 100% akan disetujui. Namun, paling tidak dengan persiapan yang baik, kemungkinan disetujui lebih tinggi.

#1 Tidak Memenuhi Syarat

Bank menetapkan persyaratan minimum seseorang bisa pengajuan pinjaman.

Ketentuan ini tercantum di formulir atau brosur pinjaman.

persyaratan pinjaman

Anda harus memenuhi sejumlah persyaratan kredit supaya bisa diproses pengajuannya.

Secara umum, penolakan karena alasan ini adalah sebagai berikut:

  • Gaji dibawah ketentuan. Misalnya, peminjam memiliki gaji Rp 2juta/bulan sementara ketentuan minimum gaji Rp3 juta/bulan.
  • Usia tidak masuk dalam rentang minimum dan maksimum. Keetentuan usia minimum terkait legalitas (bisa berindak secara hukum) , sementara usia maksimum terkait kepastian penghasilan (belum pensiun).
  • Peminjam berdomisili di luar wilayah operasional bank. Sehingga bank tidak bisa memproses pengajuan di lokasi diluar wilayah bank.

Makanya, pastikan memang sudah memenuhi persyaratan ini ketika mengajukan kredit. Percuma buang waktu jika sudah tahu tidak memenuhi kriteria awal tetapi tetap mengajukan pinjaman.

#2 Dokumen Salah 

Calon debitur wajib menyampaikan sejumlah dokumen ketika mengajukan kredit. Misalnya, KTP, slip gaji dan kartu kredit.

Jika dokumen tersebut tidak disertakan, bank akan menolak pinjaman. Pengumpulan dokumen adalah tahap pertama dalam proses kredit.

Tidak hanya dokumen saja tetapi validitasnya juga akan dilihat.

syarat dokumen kartu kredit

Bank akan menolak nasabah dengan dokumen yang diduga palsu atau sudah habis masa berlakunya. Contohnya KTP yang sudah tidak berlaku lagi, slip gaji bukan dari perusahaan tempat bekerja saat ini.

#3 Data Palsu

Informasi dan dokumen yang disampaikan oleh calon peminjam akan dievaluasi kebenaran dan validitasnya.

Jika dalam proses tersebut ditemukan bahwa peminjam menyampaikan data yang tidak akurat atau palsu, bank akan langsung menolak aplikasinya.

Bank menerapkan proses verifikasi dokumen yang cukup ketat untuk mengidentifikasi calon peminjam nakal yang berupaya mengelabui dengan memberikan data palsu.

Jika sudah pernah tertangkap memasukkan data atau informasi palsu, calon peminjam akan masuk dalam daftar black-list. Siapa yang masuk dalam daftar black-list akan cenderung tidak diterima pengajuannya karena dianggap punya karakter yang kurang baik.

Oleh karena itu, jangan sesekali berupaya menggunakan informasi, dokumen atau data palsu. Kecuali jika memang niatnya sudah jelek. Tapi kecanggihan teknologi saat ini membuat upaya pemalsuan data dan informasi bisa dengan mudah dideteksi oleh pihak bank.

#4 Tidak Bisa Dihubungi

Setelah data dan dokumen lengkap, bank menghubungi calon debitur.

Tujuan menghubungi ini adalah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa pihak tersebut memang mengajukan kredit.

Dalam banyak kasus, bank menemukan pengajuan kredit fiktif, yaitu pengajuan bukan dilakukan oleh pihak terdapat dalam dokumen.

Oleh sebab itu, bank akan menolak calon debitur yang tidak bisa dihubungi.

Selain untuk menghindari pengajuan kredit fiktif, bank ingin memastikan bahwa nasabah bisa dihubungi sejak awal.

Sekarang saja bank sudah sulit menghubungi, bagaimana nanti jika muncul masalah. Itu prinsipnya kenapa pinjaman yang debiturnya sulit dihubungi tidak diproses.

#5 Tempat Bekerja Salah 

Apabila pekerjaan dan tempat bekerja peminjam tidak bisa diverifikasi, aplikasi sudah pasti ditolak.

Ini dalam rangka memastikan bahwa peminjam punya sumber penghasilan untuk membayar kewajiban cicilan.

Pastikan bahwa memiliki pekerjaan yang bisa dijadikan bukti sebagai source of repayment (SOR) untuk melunasi pinjaman. Pastikan pula bahwa no telpon tempat bekerja memang bisa dihubungi.

#6 Lokasi Usaha Tidak Ada

Buat yang statusnya pengusaha, peminjam wajib memiliki usaha yang jelas.

Jika berdasarkan verifikasi, lokasi usaha tidak ditemukan atau ditemukan tapi bukan milik calon peminjam, pengajuan kredit ditolak.

Ada banyak cara verifikasi yang dilakukan untuk memastikan hal ini. Tidak hanya dengan datang ke tempat usaha.

Pastikan Anda memberikan alamat usaha yang jelas dan bisa ditemukan oleh pihak surveyor bank. Jangan memberikan alamat yang kurang jelas.

#7 Penghasilan Kecil 

Berdasarkan informasi dari peminjam mengenai jumah penghasilannya, bank mengkaji serta meverfikasi jumlah penghasilan tersebut.

Jadi bank tidak serta merta menerima informasi gaji. Dilakukan proses verifikasi yang cukup ketat.

Jika setelah diverifikasi, bank menemukan bahwa jumlah penghasilan dibawah ketentuan minimum, pengajuan akan ditolak.

Oleh karena itu, pada saat pengajuan, calon peminjam harus memastikan bahwa jumlah penghasilannya memadai untuk membayar cicilan pinjaman. Jika diperlukan, bisa menambahkan penghasilan lainnya guna membuktikan adanya sumber penghasilan untuk membayar kewajiban cicilan.

#8 Telp Rumah Tidak Bisa Dihubungi

Nomer telpon rumah merupakan salah satu kontak yang diminta.

Meskipun tidak semua mewajibkan, beberapa lembaga keuangan meminta pencantuman nomer telpon rumah.

Nomer telpon rumah yang dicantumkan harus bisa dihubungi. Apabila tidak bisa, kemungkinan aplikasi tidak lanjut ke tahap berikutnya.

#9 Tempat Tinggal Tidak Ditemukan

Lokasi rumah domisili calon debitur adalah hal yang pasti akan dicek. Ini merupakan persyaratan penting dalam pinjaman.

Karena semua surat menyurat dan pemberitahuan dilakukan melalui alamat domisili.

Jika pengecekan tidak berhasil menemukan lokasi tempat tinggal calon peminjam sesuai yang ditulis, bank biasanya akan menolak aplikasi pinjaman.

Pastikan bahwa domisili diberikan dengan alamat yang lengkap sehingga jika bank melakukan pengecekan bisa menemukannya.

#10 Informasi Negatif 

Dalam proses verifikasi, banyak sumber informasi yang dimintai keterangan. Ini bagian dari evaluasi karakter peminjam.

Sumber informasi itu bisa teman, saudara, atau keluarga yang ditemui oleh pihak bank dalam proses verifikasi.

Jika ditemukan informasi negatif mengenai calon peminjam, pihak bank sangat mungkin menolak. Misalnya, informasi bahwa peminjam pernah punya catatan yang buruk dalam hal hutang atau dikejar – kejar penagih hutang.

#11 Kemampuan Bayar 

Dari hasil verifikasi jumlah penghasilan, bank menghitung dan mengevaluasi apakah debitur memiliki sumber pembayaran yang cukup untuk melunasi pinjaman tepat waktu.

Bank punya kebijakan bahwa maksimum cicilan pinjaman tidak boleh melebihi prosentase tertentu, misalnya 30%, dari penghasilan bulanan.

Jika berdasarkan analisa ditemukan bahwa porsi cicilan terhadap penghasilan diatas batas yang ditentukan oleh bank, maka pengajuan kemungkinan besar ditolak.

syarat pinjaman KPR

Menghadapi kemungkinan ini, cara menghadapinya adalah (1) menurunkan jumlah pinjaman supaya cicilan turun; (2) memperpanjang masa pinjaman supaya cicilan juga turun; atau (3) memberikan tambahan penghasilan lain supaya porsi cicilan terhadap penghasilan bisa naik.

#12 Jaminan Tidak Layak

Untuk kredit KPR, bank melakukan penilaian ulang (appraisal) jaminan rumah. Akan dievaluasi apakah jaminan tersebut layak untuk diterima oleh bank.

Bank memiliki kebijakan mengenai jaminan yang layak. Misalnya, bukan lokasi banjir, bukan sengketa, tidak dibawah jaringan listrik sutet dan lain – lain.

Jika hasil appraisal menunjukkan bahwa jaminan tidak sesuai atau melanggar kebijakan, maka jaminan tidak akan diterima shingga pengajuan dengan sendirinya akan ditolak.

Oleh karena itu, penting memastikan bahwa kondisi jaminan memang layak untuk diajukan ke bank.

Memang Anda tidak bisa tahu pasti kebijakan bank. Namun, Anda bisa memperkirakan menggunakan common senses apakah jaminan Anda tersebut layak atau tidak.

#13 Nilai Jaminan Kecil 

Dalam pinjaman dengan jaminan, seperti KPR, nilai pinjaman dihitungan berdasarkan prosentase tertentu dari nilai jaminan.

Dengan kata lain, nilai jaminan hasil evaluasi oleh pihak appraisal menentukan jumlah pinjaman yang diberikan oleh bank.

Nilai pinjaman terhadap nilai jaminan disebut sebagai Loan to Value (LTV). Sesuai ketentuan Bank Indonesia, maksimum LTV adalah 70% untuk rumah ukuran > 70 m2.

Misalnya, nilai jaminan (berdasarkan appraisal) Rp 100 juta, maka jumlah pinjaman maksimum yang diberikan adalah Rp 70 juta.

Ketentuan LTV

Jika nilai jaminan rendah, dampaknya adalah nilai kredit yang bisa diberikan oleh bank rendah. Sehingga Anda harus membayar uang muka pinjaman lebih besar.

Meskipun tidak secara langsung menolak, namun nilai jaminan yang rendah bisa membuat pinjaman tidak jadi diambil karena tidak ada dana untuk menambah uang muka guna membeli rumah.

#14 Keluarga Tidak Bisa Dihubungi

Salah satu info yang dicantumkan adalah informasi soal keluarga dekat. Sering disebut sebagai keluarga yang tidak tinggal serumah dalam lembar pengisian aplikasi pinjaman.

Keluarga dekat adalah kontak penting yang diperlukan oleh bank pada saat – saat tertentu.

Jika keluarga dekat yang disebutkan tidak bisa dihubungi, kemungkinan besar aplikasi ditolak.

Untuk itu memilih pencantuman keluarga dekat harus dipertimbangkan dengan baik. Jangan memberikan teman sebagai keluarga terdekat karena akan ditolak oleh bank dalam proses verifikasi.

Pastikan info keluarga dekat adalah valid.

#15 Catatan Buruk SID

Semua sejarah pinjaman di perbankan Indonesia dicatat di Bank Indonesia. Pencatatannya disebut Sistem Informasi Debitur (SID).

Dalam SID terlihat track record seseorang dalam melakukan peminjaman. Karakter nasabah dalam pembayaran terlihat dengan jelas.

Jika hasil SID menunjukkan perilaku pembayaran yang buruk, misalnya pernah menunggak, bank tidak akan mau memberikan kredit selanjutnya.

SID Biro Informasi Kredit

Itu sebabnya dalam melakukan pinjaman, Anda harus melakukannya dengan baik. Karena ketidakpatuhan dalam pembayaran akan tercatat di system perbankan, yang akan mempengaruhi pengajuan pinjaman Anda di masa depan.

Jika memang merasa terdapat kesalahan dalam pencatatan data di SID, misalnya pinjaman yang sudah lunas  tapi masih dianggap punya tunggakan pinjaman, Anda bisa melaporkan dengan bukti – buktinya kepada BI untuk koreksi.

Pastikan bahwa data pinjaman di SID akurat.

#16 Dokumen Jaminan Tidak Lengkap

Jaminan yang diberikan ke bank membutuhkan dokumen legalitas.

Dalam pinjaman yang menggunakan agunan, misalnya KPR, bank akan memastikan bahwa legalitas dokumen jaminan sudah lengkap. Tidak hanya lengkap, tetapi juga keaslian dokumen ikut dicek oleh bank.

Jika dokumen jaminan tidak lengkap atau diduga palsu, kemungkinan pinjaman ditolak.

Oleh karena itu, pastikan bahwa dokumen – dokumen legalitas jaminan sudah memenuhi syarat.

Kesimpulan

Anda bisa melihat bahwa banyak kemungkinan yang menyebabkan pengajuan kredit ditolak oleh bank. Karena itu, perlu persiapan yang matang sebelum mengajukan pinjaman.

Pastikan informasi yang diisi dan dokumen yang disampaikan bisa dipertanggungjawabkan dan divalidasi oleh bank. Ingin tahu lebih jauh, silahkan baca Pinjaman di KPR, KTA atau Kartu Kredit.

GRATIS Panduan Cara Mudah Mengambil KPR

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!