5 Tips Lolos KPR Rumah Disetujui Bank

  • September 24, 2018

Semua orang pasti ingin punya rumah sendiri. Tapi, harga rumah itu mahal, sehingga orang harus mengambil pinjaman KPR. Bagaimana tips lolos KPR rumah dan disetujui bank ? Kami mencatat 5 tips lolos KPR yang wajib diperhatikan Anda yang mengajukan pinjaman.

Anda pasti ingin punya rumah sendiri. Itu impian semua orang.

Tapi, kita semua tahu bahwa harga rumah dan properti tidak pernah turun. Setiap tahun pasti mengalami kenaikkan.

Itu sebabnya mau tidak mau Anda berhubungan dengan KPR – Kredit Pemilikan Rumah. Anda butuh mendapatkan kucuran uang dari KPR agar bisa membeli rumah impian.

Masalahnya, bank tidak menerima semua pengajuan kredit KPR. Bagaimana supaya permohonan KPR Anda disetujui ?

Tips Lolos KPR Rumah Disetujui Bank

Banyak yang mengeluh kepada saya karena permohonan kredit rumah mereka ditolak bank. Setelah saya cek pengajuan mereka, ya wajarlah tidak disetujui karena persyaratan minimum tidak memenuhi.

Mereka yang ditolak pengajuannya terutama karena tidak paham apa penyebab kpr tidak disetujui bank. Jika paham, mereka bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik agar pengajuannya bisa lolos.

Apa saja poin – poin yang wajib diperhatikan ?

#1 Syarat Usia Pengajuan KPR

Bank menetapkan syarat usia pengajuan kpr untuk bisa mengajukan kredit. Anda harus masuk ke dalam batasan usia tersebut.

Jika usia Anda diluar batasan usia, bank sudah pasti akan menolak pengajuan KPR. Umumnya, batasan mulai dari 21 tahun sampai dengan 55 tahun.

Yang penting Anda perhatikan adalah batasan usia paling tua dihitung ketika cicilan KPR selesai. Artinya, Anda harus menambahkan usia sekarang dengan rencana tenor pinjaman untuk mendapatkan usia maksimum.

Misalkan, usia Anda sekarang 45 tahun dan rencana mengambil KPR selama 15 tahun, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman KPR Anda ditolak karena melebihi usia maksimum, 55 tahun, saat pinjaman berakhir. Anda hanya bisa mengajukan masa pinjaman paling lama 10 tahun.

#2 Persyaratan Dokumen

Ada banyak persyaratan dokumen yang diminta oleh bank ketika Anda mengajukan kredit KPR. Jenis dokumen bermacam – macam yang terdiri atas dokumen pribadi, penghasilan dan kepemilikan rumah yang akan di KPR kan.

Secara lebih rinci, berikut ini adalah ketentuan dan persyaratan pengajuan KPR yang umumnya diminta oleh bank.

Persyaratan mengajukan KPR adalah :

  • WNI
  • Berpenghasilan tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun.
  • Usia minimal 21 tahun dan pada usia 55 tahun kredit sudah harus lunas.
  • Maksimal pembiayaan adalah 80% sd 90% dari nilai obyek yang akan dibiayai

Dokumen yang dibutuhkan antara lain :

  • Fotokopi KTP (suami istri)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Asli surat keterangan kerja dan slip gaji
  • Asli SK Pengangkatan pegawai terakhir atau asli Kartu Taspen (bagi pegawai negeri) atau
  • Asli Ijazah terakhir
  • Fotokopi rekening Koran 3 Bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP Pribadi / SPT PPH 21

Anda sebaiknya mulai mempersiapkan dokumen sejak dini sejak Anda memutuskan menggunakan kredit KPR. Karena kemungkinan beberapa dokumen tidak bisa cepat Anda dapatkan.

Jika diperhatikan, Anda diminta menyiapkan tiga jenis dokumen oleh bank, yaitu:

  • Dokumen Pribadi. Ini terkait KTP, NPWP, PBB dan Kartu Keluarga
  • Dokumen Penghasilan. Ini terkait bukti penghasilan, yaitu slip gaji atau rekening bank
  • Dokumen Jaminan Properti. Ini merupakan copy sertifikat, IMB, PBB dan dokumen lain terkait legalitas rumah yang akan dibeli.

Jika developer rumah yang akan dibeli sudah kerjasama dengan bank, dokumen perumahan jelas akan lebih mudah karena biasanya bank sudah mengecek legalitas developer tersebut.

Selain itu, berdasarkan pengalaman, pengambilan kredit di bank yang sudah kerjasama dengan developer juga lebih mudah. Apalagi jika status rumah masih indent, belum jadi, yang mana hanya bank yang sudah kerjasama dengan developer yang mau memberikan kredit ke rumah indent.

#3 Bersih BI Checking

Ini tips lolos KPR rumah yang penting.

Bank akan melakukan pengecekan karakter Anda di BI checking. Tujuannya memastikan bahwa Anda memiliki catatan kredit yang baik dan bersih.

Dalam BI checking tercatat semua pinjaman yang pernah Anda ambil di perbankan dan lembaga keuangan. Di dalamnya ada catatan penting soal ketaatan Anda dalam membayar cicilan kredit.

Yang saya tahu, bank cukup ketat dalam melihat hasil BI checking. Jika pernah menunggak, kemungkinan besar bank akan menolak permohonan pinjaman Anda.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit KPR, pastikan catatan kredit Anda bersih. Jika merasa punya tunggakan atau pernah tidak membayar, segera urus dan selesaikan tunggakan tersebut di bank atau lembaga keuangan terkait.

Untuk mengetahui status di BI checking, Anda bisa mengajukan pengecekan informasi debitur ke OJK atau Bank Indonesia (BI) sebagai pihak yang menyimpan semua data – data debitur di Indonesia.

Cukup siapkan KTP dan datang ke kantor OJK. OJK akan memberikan hasil pengecekan informasi debitur kepada Anda.

#4 Punya Bukti Penghasilan

Ini adalah salah satu dokumen paling penting karena menjadi dasar bank untuk menyetujui kredit atau tidak. Dokumen yang menunjukkan sumber penghasilan yang digunakan untuk membayar cicilan kredit.

Biasanya dokumen yang diminta adalah slip gaji untuk karyawan dan mutasi rekening koran untuk pengusaha. Menurut pengalaman, pengusaha lebih sulit membuktikan sumber penghasilan yang bisa diterima bank dibandingkan karyawan.

Pengajuan kredit KPR ke bank dimana Anda memiliki rekening gaji atau payroll biasanya lebih mudah disetujui karena bank tersebut tahu persis aliran gaji Anda. Bagi bank sangat penting mengetahui SOR (source of repayment) dari nasabah yang dikucurkan kredit.

#5 Membayar Uang Muka DP Rumah

Bank tidak akan mau mencairkan pinjaman, meskipun semua syarat sudah dipenuhi, jika Anda belum membayar uang muka pembelian rumah. Persyaratan DP menjadi syarat mutlak pencairan kredit.

Oleh sebab itu, penting buat Anda untuk merencanakan terlebih dahulu berapa kisaran harga rumah yang akan Anda beli sehingga dapat diketahui besarnya down payment (DP) yang harus disiapkan.

Setelah tahu prakiraan DP yang diperlukan, berkisar antara 10% sd 20% harga rumah, Anda harus segera menyiapkan dananya karena pada saat KPR disetujui maka DP harus sudah dilunasi. Bank akan meminta bukti pelunasan uang muka.

Kesimpulan

Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang. Namun, harga rumah yang semakin mahal membuat biaya memiliki rumah jauh dari murah.

KPR menjadi andalan sebagian besar orang. Dengan bantuan kredit rumah ini, impian orang bisa memiliki rumah menjadi terwujud.

Namun, banyak yang tidak lolos, lebih karena kesalahan mereka sendiri, seperti kekurangan dokumen dan tidak memenuhi syarat minimum yang diminta bank.  Semoga dengan 5 tips bagaimana agar KPR bisa lolos dan disetujui bank dapat membantu Anda memiliki rumah idaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.