5 Tips Memiliki Rumah Bagi Generasi Millennial, Sebenarnya Tidak Sulit

  • March 23, 2017

Tingginya harga rumah membuat banyak generasi milennial patah arang soal memiliki rumah sendiri. Banyak yang pesimis generasi anak muda ini bisa punya rumah. Kami tidak setuju. Ada banyak cara agar generasi millennial ini punya tempat tinggal. Banyak jalan menuju Roma.

Beberapa waktu lalu, kami membaca artikel di sebuah media online yang menyoroti kesulitan generasi saat ini memiliki tempat tinggal. Ada banyak alasan, namun yang menyolok adalah tingginya kenaikkan harga tanah di kota besar, seperti Jakarta, yang membuat harga rumah menjadi selangit.

Harian Jakarta Post menulis “Millenials see owning a house as mission impossible”.

Artikel ini menceritakan bahwa generasi muda sekarang pesimis impian memiliki rumah sendiri karena tingginya harga rumah, mahalnya bunga kredit KPR dan sulitnya mencari pekerjaan dengan penghasilan yang layak.

Tentu saja, keadaan ini memprihatinkan. Bagaimanapun rumah adalah kebutuhan pokok yang setiap orang pasti ingin memilikinya.

Apa langkah yang bisa dilakukan generasi millennial mewujudkan impian punya rumah ?

Kami sarankan 5 hal yang bisa dilakukan.

#1 Menabung Otomatis Untuk DP

Ini langkah yang mungkin sebagian orang sudah pernah mendengarnya. Jangan bosan ya.

Menurut banyak penelitian, kesulitan utama memiliki rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat kredit KPR. Sementara itu, hampir mustahil mengambil rumah jika tidak lewat kredit ke bank.

Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP ?

Langkah paling basic adalah menabung dari penghasilan. Namun, banyak yang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka.

Menurut survey Acorns (2015), kami kutip dari Jakarta Post, bahwa hampir separuh anak muda menghabiskan uang mereka lebih banyak untuk nongkrong di kedai kopi dibandingkan menabung untuk pensiun.

Cara yang paling efektif adalah menabung ketika baru terima gaji. Jangan tunda sampai akhir bulan, namun saat gaji masuk rekening, langsung disisihkan untuk uang muka.

Salah satunya, mereka bisa memanfaatkan fitur Reksadana Auto-Invest, yaitu memotong rekening secara otomatis dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan untuk diinvestasikan di instrumen Reksadana yang sudah dipilih diawal. Dengan membuat prosesnya otomatis, Anda akan dengan sendirinya menabung secara regular.

Dibandingkan menabung uang muka di tabungan, Reksadana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik. Contohnya adalah Reksadana Pasar Uang.

Namun, kami sangat tidak menyarankan menabung uang muka di instrumen berikut ini:

  • Reksadana Saham atau Campuran karena meskipun potensi return tinggi, tetapi tingginya resiko membuat kedua instrumen ini tidak cocok dengan sifat DP yang dikumpulkan dalam jangka pendek.
  • Apalagi di Asuransi Investasi (Unit Link). Sangat tidak disarankan karena besarnya potongan biaya dalam asuransi jenis ini.

#2 Beli Apartemen Dekat Akses Transportasi

Rumah tapak jelas tidak murah di Jakarta dan sekitarnya. Tingginya harga tanah otomatis membuat harga rumah ikut terkerek naik.

Kalau ingin punya rumah dengan harga terjangkau, lokasinya jauh sekali di pinggiran kota. Orang bilang, lokasinya di ujung berung.

Solusinya, Anda bisa membeli apartemen dahulu. Keuntungan membeli apartemen adalah: (1) harga lebih terjangkau dibandingkan rumah tapak; (2) lokasi apartemen umumnya cukup strategis.

Kami pernah melakukan survey ke beberapa apartemen yang harganya cukup terjangkau. Di kisaran harga 200 juta sd 300 juta.

Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota. Namun, apartemen ini dekat dengan transportasi publik, seperti KRL atau TransJakarta.

Saat ini, beberapa pengembang dan Pemda mengembangkan TOD (transit oriented development) yang mengintegrasikan properti dengan jaringan transportasi publik, seperti KRL, MRT, LRT dan TransJakarta. Ini bisa menjadi sasaran buat millennial.

Lakukanlah survei mengunjungi sarana transportasi yang sedang getol dibangun. Kemungkinan besar di sekitar tempat itu terdapat apartemen yang sedang ikut dibangun.

#3 Program Cicilan DP

Kesulitan para first jober, pekerja pemula, adalah tidak memiliki uang muka.

Salah satu solusinya adalah ikut program cicilan DP. Anda mencicil uang muka selama jangka waktu tertentu.

Program ini diinisiasi oleh developer.

Contohnya, pengembang memberikan waktu selama 22 bulan bagi calon pembeli untuk mencicil uang muka yang dihitung berdasarkan harga beli yang sudah ditentukan di awal.

Calon pembeli mencicil DP ke pengembang. Setelah uang muka lunasi, barulah calon pembeli mengajukan kredit ke bank.

Harga sudah disepakati diawal. Karena itu, saat nanti lunas beberapa bulan kemudian, harga beli tidak akan berubah dari yang sudah disepakati.

Meskipun program ini cukup membantu, namun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

  • Harga beli dengan cicilan DP lebih tinggi dibandingkan tanpa cicilan DP. Ini karena pengembang ‘kehilangan’ waktu menunggu Anda menyelesaikan uang muka.
  • Jika ditengah jalan, Anda gagal menyelesaikan cicilan DP atau akhirnya pengajuan kredit tidak disetujui bank, maka cicilan yang sudah dibayarkan akan hangus.

#4 Ambil KPR Tenor Paling Panjang

Masalah generasi millineal adalah DP kecil dan kemampuan mencicil pinjaman juga kecil. So, harus bagaimana ?

Bagi yang masih muda dan baru masuk bekerja, mereka memiliki fleksibilitas tenor KPR. Bisa mengambil kredit dalam jangka waktu panjang (sepanjang mungkin…).

Bank umumnya menetapkan masa diatas usia pensiun 55 tahun sebagai batasan tidak boleh mencicil kredit lagi. Artinya, para pekerja muda punya kesempatan mengambil masa pinjaman yang maksimal.

Saat ini, bank yang paling lama memberi pinjaman KPR adalah dalam jangka waktu 25 tahun. Anda yang masih berusia dibawah 30 tahun bisa memanfaatkan masa tenor sepanjang itu.

Kenapa tenor menjadi penting ? Karena tenor yang panjang menurunkan jumlah cicilan per bulan.

Meskipun menyetor uang muka kecil, namun Anda masih bisa mendapatkan kredit karena jumlah cicilan yang kecil akibat masa pinjaman yang panjang.

Bukankah dengan cicilan yang semakin panjang, beban bunga yang peminjam harus bayarkan makin bengkak. Alih – alih bisa lebih besar bunga dibandingkan hutang pokok karena lamanya masa pinjaman.

Itu betul soal jumlah bunga yang membesar seiring masa pinjaman.

Namun, Anda perlu ingat bahwa nilai tanah dan bangunan typically di Jabodetabek meningkat setiap tahun dengan peningkatan rata-rata diatas suku bunga KPR.

Artinya, menurut banyak financial planner, tidak masalah berhutang pada asset yang nilainya terus meningkat karena ujungnya Anda akan untung akibat kenaikkan nilai asset yang lebih besar dari bunga kredit yang harus dibayar.

#5 Kerja di Perusahaan Dengan Fasilitas KPR

Ini cara yang tidak mudah tetapi tidak mustahil. Beberapa perusahaan memberikan subsidi bunga KPR kepada karyawannya.

Yang kami tahu dan pernah mengalaminya sendiri adalah perbankan. Bank menawarkan fasilitas subsidi bunga KPR yang sangat menarik bagi karyawan mereka.

Karena itu, ketika mulai bekerja, generasi millennial sebaiknya tidak hanya fokus pada gaji semata tetapi juga fasilitas pinjaman dengan subsidi bunga.

suku bunga KPR 2017

Kesimpulan

Rumah adalah kebutuhan primer. Semua membutuhkan tempat tinggal yang layak dan affordable.

Sedih mendengar pesimisme bahwa generasi millennial tidak bisa memiliki tempat tinggal yang layak. Sebenarnya ada banyak cara bisa memiliki rumah yang bisa mulai dijalankan oleh generasi anak muda ini.

Semoga Membantu !

2 Responses

  1. Hamli Syaifullah

    Makasih Infonya Pak…!
    Artikelnya sangat cocok bagi saya, yang Insya-Allah masuk ke generasi millinial…
    Makasih Pak

    Reply
  2. serupedia

    sangat membantu sekali mengingat harga rumah sekarang tak sebanding dengan kenaikan pendapatan. Terimakasih atas ulasannya. Akan saya cermati lebih lanjut….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!