Pantau Penggunaanya, Cara Hindari Terjebak Kartu Kredit

  • April 26, 2013

Mudah dan (enaknya…) berbelanja dengan kartu kredit acapkali membuat kita lupa tagihan sudah membengkak, bahkan sudah melebihi kemampuan bayar. Makanya, penting punya kontrol, dimana pemakaian kartu kredit dapat diketahui sejak dini, sebelum jumlahnya menjadi tidak terkendali.

Waktu pertama punya kartu kredit, tidak lama setelah dapat kerja pertama, saya terpikat dengan mudah dan nyamannya menggunakan kartu kredit. Tidak perlu bawa uang tunai jika hendak belanja. Cukup gesek kartu, barang bisa langsung dibawa pulang.

Dengan kartu, saya merasakan beban “kehilangan uang”, yang sering dirasakan saat membayar tunai, terasa hilang. Bayar pakai kartu serasa berbelanja tanpa beban. Saya mengalami yang disebut “buy now pay later” sindrom dalam penggunaan kartu kredit.

Tanpa saya sadari, saking nyamannya, tagihan mulai merangkak naik. Alhasil, saya terjebak dalam hutang kartu kredit. Perlu waktu hampir setahun untuk membereskan hutang kartu kredit tersebut sampai lunas.

Dari pengalaman (pahit..) ini, saya belajar bahwa kartu kredit akan baik selama digunakan sebagai alat pembayaran. Masalah muncul, jika kartu digunakan sebagai alat berhutang. Kapan itu? Saat kita sudah tidak bisa membayar lunas tagihan. Itu indikasi bahwa penggunaan kartu telah melewati kapasitas keuangan kita.

Tingginya bunga kartu kredit membuat tunggakan cepat membengkak jika tidak dibayar penuh. Kenaikkan tunggakan bukan lagi bergerak secara linear, tapi sudah eksponensial.

Itu sebabnya penting masalah hutang kartu kredit diatasi sejak dini, sebelum jumlahnya membesar dan menggulung tidak terkendali.

Meskipun hampir semua tahu, bahwa untuk tidak terjebak hutang, tagihan harus dibayar lunas, kenyataanya masih banyak yang punya masalah dengan hutang kartu kredit. Tidak sedikit artikel, wawancara, tulisan di media koran maupun blog, yang sudah membahas masalah ini, tapi tetap saja di berbagai media kita dengar orang yang terjebak dalam hutang kartu kredit.

Banyak yang tidak membayar lunas tagihannya.

Saat menggunakan kartu, saya pun sebenarnya selalu ingin membayar lunas. Tidak ada rencana untuk berhutang.

Tetapi, karena tidak tahu berapa banyak pemakaian kartu kredit yang sudah dilakukan, saya jadi terlena dan terus memakai. Sampai tagihan datang, saya baru sadar besarnya jumlah tagihan. Setelah itu, praktis tidak bisa berbuat lain, kecuali membayarnya.

Makanya, punya gambaran tentang berapa jumlah pemakaian kartu kredit sangat penting. Dan yang lebih penting lagi, informasi soal pemakaian itu harus diketahui sedini mungkin.

Jangan tunggu sampai terima tagihan. Terlambat.

Setelah tagihan datang, tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Sementara, jika tahu sejak awal, paling tidak, kita bisa mengambil langkah untuk menghindari atau menghentikan tagihan yang membengkak.

Saya mencoba cara ini.

Pemakaian kartu kredit di monitor setiap hari. Struk belanja, yang selama ini hilang tidak jelas, saya kumpulkan dan paling lambat dua hari, semua belanja sudah dicatat ke dalam spreadsheet untuk dibuat rekap-nya.

Hasilnya mengejutkan.

Tidak sampai setengah bulan, saya seharusnya sudah berhenti memakai kartu kredit. Kenapa? Karena jumlah pemakaian sudah melebih kemampuan keuangan saya. Hal yang selama ini tidak pernah saya sadari. Pantes saja, gaji selalu “numpang lewat”, ternyata sebagian besar habis untuk bayar tagihan kartu bulan lalu.

Memantau Transaksi Kartu 

Karena itu, memantau penggunaan kartu kredit jadi hal yang patut diperhatikan. Niscaya, hutang kartu kredit pun bisa dikelola lebih baik. Caranya pun mudah dilakukan.

Pertama, seperti sudah saya jelaskan, mencatat semua transaksi dengan kartu kredit secara rutin. Jangan menunggu sampai tagihan datang. Setiap kali habis melakukan transaksi, struk belanja disimpan untuk nanti dicatat dan direkap. Monitor secara mingguan berapa total pemakaian kartu kredit yang sudah dilakukan dan bandingkan dengan kemampuan membayar kita.

Dengan begini, posisi penggunaan kartu kredit bisa dipantau lebih dini, sebelum tagihan datang. Alhasil, jika penggunaan sudah mendekati batas kemampuan membayar, cepat terdeteksi untuk kemudian diambil langkah, seperti pengurangan atau penghentian sementara transaksi dengan kartu kredit.

Seringkali, karena tidak tahu berapa total transaksi di bulan berjalan., kita tidak menghentikan transaksi, walapun sebenarnya sudah melebihi kapasitas keuangan. Pencatatan rutin mengingatkan, apakah transaksi sudah lewat batas atau belum.

Kedua, kalau merasa repot harus menyimpan struk dan mencatatnya kembali, bisa me-manfaatkan fasilitas mobile banking atau internet banking, seperti yang tersedia di BCA, Bank Mandiri dan Bank Permata. Di fasilitas ini, setiap transaksi kartu kredit bisa segera dilihat secara online, segera setelah transaksi dilakukan. Tidak perlu lagi menunggu sampai lembar tagihan datang..

Biasanya ada jeda waktu, 1 – 3 hari sejak transaksi dilakukan, sampai tagihan muncul di internet banking. Memang fasilitas ini belum semua bank penerbit kartu memilikinya. Kita perlu mengecek ke bank masing – masing apakah memiliki fasilitas ini. Jika ya, sebaiknya fasilitas dimanfaatkan.

dana pensiun

“Tak kenal maka tak sayang”. Begitu pula dengan pemakaian kartu kredit. Informasinya harus dikenal dan diketahui sejak awal, supaya langkah pencegahan bisa dilakukan agar hutang tidak sampai membumbung tinggi. Dan caranya pun tidak sulit.

21 Responses

  1. indra

    nice blog bos

    mo nanya nih bos, ada template excel buat manage banyak kartu kredit ?
    biar bisa monitor sisa kredit limit, dan penggunaan

    Reply
    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Maaf saya tidak punya template-nya. Nanti jika ada, saya akan post di blog. Salam

      Reply
    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Anda harus masuk ke internet banking bank penerbit kartu kredit Anda. Salam

      Reply
  2. Cara Penanggulangan Pelunasan Hutang Kartu Kredit | Official PilihKartu.com Blog

    […] tidak bisa berhenti berhutang, artinya ada masalah dalam pola konsumsi. Ini masalah yang harus dibenahi. Dan biasanya, akar masalah bukan di keuangan tetapi di life style, gengsi dan kedewasaan. Lebih […]

    Reply
  3. Reddy

    kebetulan saya pengguna kartu kredit, dan terinspirasi untuk lebih efektif menggunakannya, terima kasih yaa 🙂

    Reply
  4. pretty

    kalo mau mengundang dalam acara “sharing knowledge” di kantor saya, boleh tidak?
    tentang financial
    terimakasih

    Reply
  5. Alvin

    Pak/Bu, mohon masukan / sarannya:

    1. Saat ini saya menggadaikan beberapa perhiasaan ke PT Pegadaian. Itu tergolong hutang atau bukan?

    2. Goal saya saat ini ialah membayar semua hutang untuk mencapai kebebasan finansial. Nah, saran bapak, sebaiknya perhiasan yang digadai tersebut diapakan? Apakah sebaiknya saya tebus untuk dijual dan membayar hutang lain (misal tagihan kartu kredit)? Atau dibiarkan saja di PT Pegadaian (tempo pinjaman bisa diperpanjang terus selama bunganya saya bayar)? Atau ada saran lain?

    Saya hanya seorang pekerja freelance yang tidak menguasai mengenai ilmu perencanaan keuangan. Jadi mohon sarannya, Pak/Bu.

    Terima kasih,

    Alvin
    Surabaya

    Reply
    • admin

      Gadai itu menurut saya tergolong hutang karena ada ‘bunga’ yang harus Anda bayar. Tujuan dan masalah Anda apa? saya kurang jelas. Setelah tahu tujuan dan masalahnya, baru bisa memberikan komentar atau saran.

      Reply
      • alvin

        Terimakasih atas jawabannya.

        Tujuan saya saat ini adalah lepas dari hutang yg menumpuk agar kehidupan saya bebas secara finansial. Dan setelahnya saya akan mulai menabung. Lalu jangka panjang ke depan setelahnya adalah berinvestasi.

        Saat ini saya memiliki tanggungan hutang:
        – Kartu kredit.
        – Pinjaman ke saudara.
        – Pegadaian.

        Setiap saat penghasilan usaha saya hanya untuk membayar tagihan kartu kredit dan mengembalikan pinjaman ke saudara.

        Masalah yg saya rasakan adalah hutang membuat saya tidak bisa menabung. Tidak bisa menyisihkan uang penghasilan untuk mengembangkan usaha freelance saya (membeli alat, beriklan, dsb).

        Mohon sarannya.

        Terima kasih.

      • admin

        Selesaikan semua hutang dulu terutama yang bunganya paling besar. Kartu kredit harus jadi prioritas utama untuk disettle karena bunganya paling mencekik. Cek lagi keuangan Anda, bisa lihat disini kenapa penting evaluasi pengeluaran. Dari situ nanti bisa kelihatan apakah ada pengeluaran yang bisa dihemat untuk membayar hutang.

      • Alvin

        Berarti… bila saya berencana untuk menebus emas dari PT Pegadaian, lalu menjualnya di luar, lalu semua uang hasil penjualan emas saya pakai untuk membayar kartu kredit.. rencana itu benar ya?
        Betul?

        -Salam-

      • admin

        menurut saya seperti itu, lunasi hutang yang paling tinggi bunganya, yaitu kartu kredit. Kalau punya banyak kartu, tutup dan sisakan maksimum 2 kartu karena jumlah kartu yang banyak menodorong orang untuk menggunakan secara berlebihan.

  6. Alvin

    @Admin.
    Baik, terima kasih banyak atas masukan dan sarannya.
    Saya sangat suka dengan tulisan-tulisan Anda di website ini, dan saya pasti akan menyarankan website / blog ini ke teman-teman yg perlu info soal perencanaan keuangan.

    Terima kasih.

    – Alvin –

    Reply
  7. Pajar

    Ada baik dan ada buruknya memakai kartu kredit baiknya jika kita benar benara menggunakannya dengan bijak dan hal yang lebih buruk akan terjadi pada keuangan anda jika pemakaian tidak di atur.

    Reply
  8. Iqbal

    Pa saya pengguna kartu kredit pertama tapi aku masih bingung… Pertanyaan nya jika aku beli barang lewat kartu kredit, nanti aku bayar nya nyicil atau langsung transfer full?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!