SUKUK, Investasi Obligasi Syariah Aman & Beri Return Terbaik

  • September 1, 2016

Ingin investasi sesuai syariah dengan return terbaik ? Bisa mencoba SUKUK. Apa itu dan kenapa memberikan keuntungan terbaik ?

Salah satu masalah dalam investasi adalah keinginan melakukan yang sesuai dengan Syariah. Kita tahu bahwa di Indonesia sebagai negara muslim terbesar banyak masyarakat membutuhkan instrumen investasi yang dijalankan sesuai syariat.

Namun, nyatanya tidak mudah menemukan instrumen tersebut. Itu mungkin sebabnya kenapa pemerintah, selain karena ingin menghimpun dana dari masyarakat, juga bermaksud menyediakan alternatif instrumen investasi berbasis syariah sehingga menghadirkan Sukuk.

Sukuk adalah instrumen berpendapatan tetap yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Efek Syariah. Secara lengkapnya bisa dibaca dalam ketentuan tersebut, namun esensi perbedaannya dengan obligasi konvensional adalah dalam perhitungan imbal hasil.

Perbedaan perhitungannya sebagai berikut:

Pertama, Obligasi Konvensional: obligasi yang diperhitungan dengan menggunakan sistem kupon bunga.

Kedua, Obligasi Syariah: obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:

Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten.

Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan.

Salah satu yang paling terkenal adalah Sukuk Negara, yang merupakan Surat Berharga Syariah Negara/SBSN yang diterbitkan oleh Pemerintah yang berdasarkan Syariah Islam sesuai dengan Undang-Undang No. 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Karena penekanannya pada aspek syariah, maka kita perlu memastikan perikatan Sukuk berdasarkan prinsip syariah sebagai berikut:

  • Ada underlying asset berupa Barang Milik Negar, proyek APBN dan jasa layanan Haji. Underlying asset adalah aset yang dijadikan sebagai objek atau dasar transaksi dalam penerbitan Sukuk. Ini merupakan salah satu aspek utama yang menjadi pembeda antara sukuk dengan obligasi konvensional. Underlying Asset bukan merupakan jaminan/kolateral menggunakan akad Ijarah, isthisna, dll.
  • Ada fatwa dan opini syariah dari DSN-MUI, yaitu Fatwa dan Pernyataan Kesesuaian Syariah (Opini Syariah) dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

Pemerintah Indonesia mulai menerbitkan Sukuk Negara (Sovereign Sukuk) di 2008. Sejak itu Sukuk Negara diterbitkan secara reguler setiap tahun.

Sejak 2008, jumlah penerbitan Sukuk Negara sampai dengan 19 Oktober 2015 telah mencapai Rp370,93 triliun dengan outstanding sebesar Rp281,32 triliun. Sebesar 34% dari total outstanding tersebut merupakan Sukuk Negara yang diterbitkan di pasar keuangan internasional dalam mata uang USD (Global Sukuk).

Keunggulan Sukuk

Sebagai instrumen investasi, Sukuk Negara memiliki sejumlah keunggulan:

Pertama, aman, karena default risk tidak ada.Pembayaran Nominal and Imbalan dijamin oleh Negara.

Karena surat berharga ini diterbitkan oleh negara, maka yang menjamin pembayarannya adalah negara Indonesia. Resikonya boleh dikatakan menjadi nihil.

Kedua, memberikan Imbalan tetap (fixed return) yang dibayarkan secara periodik. Sejak awal sudah ditentukan imbalan yang akan diterima oleh pembeli Sukuk.

Imbalan ini akan dibayarakan setiap bulan dan jumlahnya tetap. Sehingga hasilnya ini memberikan kepastian bagi yang menanamkan modal di instrumen ini.

Salah satu keunggulannya dibandingkan deposito. Pajak terhadap Suku lebih kecil (15%) dibandingkan terhadap deposito (20%) sehingga imbal hasil yang diterima dari Sukuk lebih besar.

Ketiga, dapat diperjualbelikan di pasar sekunder untuk mencairkan Sukuk sebelum jatuh tempo.

Jika ingin mencairkan sebelum jatuh tempo, maka pemilik Sukuk bisa menjual ke pasar sekunder. Dari hasil penjualan itu, pemilik bisa mendapatkan kembali modalnya.

Namun, perlu diingat penjualan di pasar sekunder mengandung kemungkinan untung atau resiko kerugian karena dijual sebelum jatuh tempo. Kemungkinannya bisa dilihat dalam simulasi penjualan berikut ini.

Simulasi Investasi

Ada beberapa kemungkinan skenario investasi di Sukuk yang dihadapi oleh pemillik dana. Perlu diperhatikan implikasi dari masing – masing kejadian.

#1 Dipegang Sampai Jatuh Tempo

Investor Budi membeli Sukuk sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan tidak dijual sampai dengan jatuh tempo.

Hasil yang diperoleh adalah:
Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo, nominal yang diterima adalah Rp10 juta.

#2 Dijual di Pasar Sekunder – Untung

Investor Budi yang membeli Sukuk di pasar perdana sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder dengan harga 105%.

Hasil yang diperoleh adalah:
Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual
Capital gain = Rp10.000.000 x (105-100)% = Rp500.000. Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp10.500.000, yang berasal dari pokok Sukuk Ritel ditambah dengan capital gain

#3 Dijual di Pasar Sekunder – Rugi

Investor Budi membeli Sukuk di pasar perdana sebesar Rp10 juta dengan tingkat imbalan 10% per tahun dan dijual di pasar sekunder dengan harga 95%.

Hasil yang diperoleh adalah:
Imbalan = Rp10.000.000 x 10% x 1/12 = Rp83.000 diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual
Capital loss = Rp10.000.000 x (95-100)% = – Rp500.000. Pada saat dijual, nominal yang diterima adalah Rp9.500.000, yang berasal dari pokok Sukuk Ritel dikurangi dengan capital loss.

Kesimpulan

Sukuk adalah instrumen obligasi syariah yang selayaknya jadi perhatian para keluarga di Indonesia. Bisa menjadi alternatif untuk deposito karena menawarkan imbal hasil lebih baik.

Disamping itu, karena diterbitkan oleh pemerintah negara Indonesia, maka sudah pasti sangat aman. Penerbitannya yang berdasarkan konsep Syariah membuat lebih afdol bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Sukuk adalah investasi yang aman, return cukup tinggi dan berasaskan Syariah. Cocok buat para keluarga di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.