Pengalaman Investasi Return Tinggi 18% Pada Fintech P2P Lending Investree

  • November 1, 2016

Kami menganjurkan investasi untuk mencapai tujuan keuangan keluarga. Karena mustihal menabung akan mewujudkan mimpi keuangan Anda. Masalahnya, investasi kemana ? Salah satunya kami berbagi pengalaman investasi return tinggi 18% dengan modal 5 juta di Fintech P2P Lending Investree.

Apa itu Fintech P2P Lending yang ditawarkan Investree ?

P2P singkatan dari Peer To Peer yang merupakan marketplace. Marketplace itu seperti Bukalapak, Tokopedia, yang menyediakan platform untuk mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.

Dalam P2P, barang yang diperjualbelikan di marketplace adalah pinjaman. Pemilik dana dan peminjam dana saling bertemu di Investree. Yang punya uang bisa meminjamkan, yang butuh dana bisa meminjam.

Apa bedanya dengan bank ?

Di bank, pemilik dana tidak tahu kemana uang disalurkan sebagai pinjaman. Peminjam tidak tahu asal muasal dana untuk kredit yang mereka ambil.

Di platform P2P, peminjam tahu persis siapa yang mendanai pinjaman mereka, pemilik dana tahu kepada siapa mereka meminjamkan. Fungsi intermediasi dihilangkan, pemilik dan peminjam bertemu langsung dalam satu platform.

Cara ini memberikan keuntungan yaitu:

  • Pemilik dana mendapatkan return lebih tinggi karena bertemu langsung dengan peminjam tanpa perantara.
  • Peminjam dana mendapatkan proses yang lebih cepat dan persyaratan lebih simpel.

Karena penasaran dan melihat prospeknya menjanjikan, kami menjadi salah satu investor di Investree.co.id. Ada sejumlah keunggulan yang membuat kami tertarik:

#1 Return Tinggi, 18-19% Setahun

Tingginya return karena pemilik dana langsung berhubungan dengan peminjam. Tidak ada fee untuk perantara, sehingga yang meminjamkan bisa mendapatkan return lebih baik, sedangkan yang meminjam memperoleh bunga lebih kompetitif.

Proses pinjam meminjam P2P Lending dilakukan secara online yang membuat biaya operasional relatif lebih rendah dibandingkan bank yang masih melakukan secara offline. Dengan rendahnya biaya operasional di P2P, keuntungan yang bisa dibagi ke pemilik dana menjadi lebih besar.

#2 Analisa Kredit & Profil Resiko Transparan

Calon peminjam harus melewati proses evaluasi dan analisa Investree. Ada profil resiko yang dibuat untuk masing – masing peminjam.

Setiap aplikasi pinjaman melalui proses verifikasi, analisis, dan persetujuan oleh Investree sebelum ditawarkan kepada para pemilik dana di marketplace. Berdasarkan informasi tersebut, pemilik dana bisa mengevaluasi tingkat resiko sebelum menempatkan dana mereka.

#3 Jumlah Dana Investasi Terjangkau

Investasi bisa mulai dari Rp 5 juta. Ini jumlah yang cukup terjangkau.

Memang dibandingkan dengan investasi di Reksadana yang bisa mulai dari Rp 100 ribu, investasi di P2P masih lebih tinggi.

Cara Investasi 

Berikut ini langkah – langkah melakukan investasi di Investree P2P Lending.

#1 Membuka Akun

Langkah pertama adalah membuka akun di website Investree. Syaratnya punya email dan no handphone.

Calon investor harus mengisi data secara lengkap. Diakhir, dokumen KTP harud upload.

Setelah akun dibuka, investor harus menandatangani kontrak dengan penyelenggara P2P. Kontrak ditandatangani dengan digital signature sehingga investor tidak perlu hadir untuk tanda tangan basah namun cukup secara online..

#2 Memilih Pinjaman untuk Didanai

Setelah terdaftar, investor akan menerima pemberitahuan peminjam yang bisa didanai. Pemberitahuan dikirimkan secara berkala lewat email atau bisa dicek langsung di dashboard investor di website.

Ini salah satu contoh penawaran yang kami terima. Terlihat jumlah total pinjaman, bunga, tenor dan profil perusahaan peminjam (termasuk grade resiko dan deskripsi usaha).

Fintech Investree Indonesia

Peminjam tidak perlu meminjamkan sebesar dana yang diminta oleh kreditur (dalam hal ini Rp 188 juta). Peminjam cukup menempatkan sesuai keinginannya (dalam hal ini kami menempatkan Rp 5 juta) karena sisanya akan dipenuhi oleh investor lain yang tergabung dalam platform P2P lending Investree.

Peminjam atau lender yang berminat menyampaikan jumlah uang yang ingin dipinjamkan. Selama pendanaan pinjaman tersebut belum terpenuhi, peminjam bisa menempatkan dananya.

Pinjaman bisa saja sudah funded. Artinya, funded, adalah pinjaman sudah berhasil dibiayai sehingga pendanaan ditutup. Peminjam perlu menunggu pinjaman lain yang belum funded.

#3 Menyetorkan Dana

Setelah berhasil memilih pinjaman yang akan didanai, lender perlu menyetorkan dana dalam jangka waktu yang sudah ditentukan oleh Investree, yang diberitahukan via email. Jika penyetoran tidak dilakukan pada tanggal ditentukan, pendanaan otomatis gugur dan digantikan investor lain.

Setoran dilakukan ke rekening virtual account atas nama peminjam sendiri (bukan atas nama Investree) di salah satu bank . Tujuannya agar memastikan dana disimpan secara secured dan terpisah dari penyelenggara.

Pengalaman Investasi Fintech Investree Indonesia

 

Setelah dana disetorkan, investor menerima pemberitahuan bahwa pendanaan sudah efektif dan pinjaman berjalan dengan tenor dan tanggal jatuh tempo.

#4 Penarikkan Dana

Saat pinjaman lunas, dana dikembalikkan ke rekening investor. Investor bisa melanjutkan untuk memberikan pendanaan ke pinjaman lain atau mencairkan dananya.

Pencairan dana cukup mudah. Tinggal mengisi bagian pencairan dana di dashboard website Investree.

screenshot-www-investree-id-2016-10-30-20-47-18

Apa Resikonya ?

Semua investasi memiliki resiko. Tidak mungkin investasi tanpa resiko.

Namun, tidak berarti kita takut berinvestasi. Selama bisa mengelola resiko tersebut, why not kita melakukannya demi return yang lebih tinggi.

Itu sebabnya kenapa investasi menawarkan return lebih tinggi dari tabungan karena untuk mengkompensasi jika terjadi resiko kerugian.

Supaya bisa mengelola resiko dengan baik, kita perlu tahu dulu apa resikonya. Investasi di Fintech P2P Lending seperti Investree memiliki sejumlah resiko, sebagai berikut:

#1 Pinjaman Menunggak, Uang Hilang

Resiko ketika memberikan pinjaman adalah peminjam meminjam tidak mengembalikkan alias menunggak alias gagal bayar (default). Uang hilang karena dana yang disalurkan tidak dibayar kembali.

Yang perlu disadari bahwa ultimately resiko ditanggung pihak yang meminjamkan dana, yaitu investor atau lender. Investree tidak menanggung resiko gagal bayar pinjaman tersebut.

Namun, Investree membantu dan memiliki keahlian dalam mengelola serta menganalisa resiko.

Resiko tersebut bisa dikelola dengan cara menganalisa tingkat kemampuan pihak yang meminjam dana. Investree melakukan analisa kredit dan memberikan grade level resiko untuk setiap debitur yang meminjam.

Dalam web-sitenya, Investree menyebutkan bahwa “Meskipun Investree memiliki sistem credit-scoring yang akurat, tim penilai kredit yang kompeten, dan hanya akan memberikan pinjaman kepada badan atau perorangan yang memiliki tingkat kelayakan kredit yang baik, namun risiko yang melekat pada pendanaan Anda tidak dapat sepenuhnya dihindarkan.”

Dalam setiap kegiatan pendanaan, Pendana selalu memiliki potensi kehilangan seluruh pendanaannya atau mendapati pembayaran pokok dan bunga yang akan diterima terpengaruh oleh beberapa hal. Untuk menghindarinya, Anda dapat mempelajari terlebih dahulu risiko-risiko berikut ini untuk kemudian menentukan langkah yang tepat dalam mendanai.”

#2 Reputasi Lembaga P2P

Uang yang kita investasikan dialirkan melalui lembaga P2P, dalam hal ini Investree. Karena itu, keamanannya sangat ditentukan oleh kredibilitas dan trust lembaga P2P ini.

Baru – baru di Amerika Serika, Lending Club (P2P Lending terbesar di dunia) mengalami masalah. CEO dan Founder Lending Club, Renaud Laplanche, mengundurkan diri karena hasil investigasi menemukan bahwa Renaud menawarkan pinjaman yang tidak memenuhi syarat (unqualified loans) kepada para investor di Lending Club.

Untuk mengatasi resiko ini, keahlian dan trust terhadap P2P dalam melakukan analisa dan seleksi kredit menjadi sangat penting. Karena mereka yang memastikan bahwa peminjam punya kualifikasi dan resiko yang sesuai dengan yang sudah disampaikan dalam penawaran pinjaman.

Meskipun info soal peminjam disampaikan di website, namun siapa nama peminjam tidak diberitahukan, sehingga selain info yang disampaikan di website investor tidak bisa mencari informasi lain.

Begini keterangan di website, “Investree berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas dan data pribadi Borrower, sehingga hanya informasi demografis dan finansial yang akan kami beritahukan kepada Lender. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menganalisa tingkat risiko mendanai dari pinjaman yang ditawarkan.”

#3 Belum Ada Regulasi

Saat ini, pihak regulator, yaitu OJK, belum mengeluarkan ketentuan yang mengatur Fintech P2P Lending. Termasuk di dalamnya soal perlindungan konsumen.

Alhasil, jika terjadi dispute antara konsumen dengan penyelenggara P2P, tidak bisa dibawa ke mediasi dengan OJK. Perselisihan harus diselesaikan secara langsung antara investor dengan penyelenggara P2P Lending.

Update:

OJK sudah mengeluarkan ketentuan soal P2P Lending di Des 2016. Silahkan baca disini.

panduan reksadana dan asuransi

Kesimpulan

P2P Lending merupakan online marketplace pinjam meminjam. Ini merupakan alternatif investasi dari Fintech dengan return lebih tinggi dan aman.

Kami berbagi pengalaman bagaimana melakukan investasi di Investree. Return-nya cukup tinggi (18% setahun) dengan minimum pendanaan yang terjangkau (mulai Rp 5 juta).

Namun, kami juga sampaikan bahwa selayaknya investasi apapun, pasti ada resikonya. Karena ini bukan tabungan yang minim resiko dengan return rendah.

Sebelum mulai investasi di P2P Lending sangat disarankan untuk mempelajari semua resikonya dengan baik. Jika dirasa resikonya masih bisa diterima, silahkan dicoba.

2 Responses

  1. William

    reviewnya lengkap.
    saya baru tau jg ada investree di Indonesia.
    selama ini yg saya tau cuma crowdo sama koinworks.
    dan yang sudah saya pake sejauh ini sih masih koinworks doang.
    nice info 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!