Cara Mempersiapkan Dana Pensiun – Jangan Mengandalkan Kantor

  • June 26, 2014

Tahukah Anda, dana pensiun dari perusahaan tidak bisa ditarik semua oleh karyawan saat pensiun nanti. Wajib mempersiapkan dana pensiun sendiri, supaya punya uang cukup untuk pensiun dengan nyaman. Tidak sulit, asal disiplin dan ada kemauan.

Saya beberapa kali pindah kantor. Dalam prosesnya, mau tidak mau berurusan dengan dana pensiun.  Pensiun adalah salah satu kompensasi penting buat karyawan dari tempat bekerja. Saya ingin memastikan dana terkelola dengan baik, meskipun pindah dari satu kantor ke kantor lain.

Dalam proses itu, saya terkejut menemukan peraturan mengenai ketentuan pengambilan uang saat pensiun. Selama ini, saya berasumsi bahwa ketika pensiun seluruh dana bisa ditarik. Asumsi yang salah, setelah membaca peraturan – peraturan  DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) sebagai berikut:

  • Maksimum uang yang bisa diambil hanya 20%. Ini peraturan soal penarikkan manfaat saat usia pensiun, yang menetapkan: “Pada saat Manfaat Pensiun jatuh tempo, Peserta dapat meminta untuk menerima pembayaran Manfaat Pensiun pertama sebanyak – banyaknya 20% dari jumlah Dananya” (cuplikan peraturan dibawah ini).

penarikkan_DP

  • Sisa uang pensiun, yang 80%, harus dibelikan Annuitas Seumur Hidup. Annuitas dijual oleh perusahaan asuransi jiwa. Hal ini tercantum dalam peraturan: “Dana Pensiun berkewajiban membelikan Annuitas Seumur Hidup yang bentuk dan perusahaan asuransi jiwanya dipilih oleh Peserta sebagai Manfaat Pensiun” (cuplikan peraturan dibawah ini).

manfaat_DP_revisi

  • Annuitas memberikan pembayaran bulanan. Pengertian Annuitas Seumur Hidup adalah “produk asuransi jiwa yang memberikan pembayaran secara bulanan kepada Peserta yang mencapai usia pensiun seumur hidup” (cuplikan definisi annuitas dibawah ini)

dana pensiun
Kesimpulannya, saat pensiun nanti, saya tidak bisa menarik semua uang di rekening dana pensiun. Sesuai peraturan, hanya 20% yang bisa diambil. Sisanya saya akan menerimanya dalam bentuk ‘gaji’ bulanan seumur hidup yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.

Apakah saya akan tahu berapa ‘gaji’ bulanan yang akan dibayarkan dari annuitas?

Tentu saja akan diberitahu. Tapi, pertanyaanya,  kapan saya akan tahu. Tiga bulan menjelang pensiun, saya baru akan tahu berapa ‘gaji’ bulanan tersebut, sebagaimana peraturan DPLK berikut:” Dana Pensiun memberitahukan kepada Peserta tentang hak atas Manfaat Pensiun sekurang – kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum dicapai Usia Pensiun Normal.

Saya jadi sadar bahwa mengandalkan pensiun hanya dari perusahaan punya risiko. Risikonya tidak kecil. Uang pensiun saya bisa jadi tidak mencukupi untuk menopang kebutuhan hidup masa tua nanti.

Kenapa Dana Pensiun

Apakah Anda punya dana pensiun? Kurang dari 10% di Indonesia, ikut program pensiun yang layak.

Kita bersyukur bahwa teknologi kedokteran dan gaya hidup sehat membuat hidup manusia lebih panjang. Usia harapan hidup (life expectancy) di Indonesia terus lebih baik.

Namun, usia panjang menimbulkan masalah kalau kita tidak punya keuangan yang solid. Bagaimana Anda membiayai hidup setelah pensiun? Bekerja kembali. Bisa, tapi mau sampai kapan. Tidak mungkin kerja terus.

Umum saya temui orang tua yang sudah masuk usia pensiun (55 tahun keatas), namun masih bekerja. Tidak itu saja. Kualitas hidup mereka juga merosot. Banyak fasilitas hilang, banyak hal harus dihemat, demi bertahan hidup di masa pensiun.

Anak – anak pun tidak jarang harus turun tangan membantu keuangan orang tua. Jika tidak hati – hati, keuangan anak bisa ikut terseret karena lebih besar pasak dari tiang.

Kondisi ini kontras dengan pensiunan di negara maju. Kebetulan pernah tinggal di Sydney Australia beberapa lama, saya mengamati kondisi yang berbeda.

Pertama, orang – orang tua disana mandiri. Ketergantungan pada anak, yang saya amati, relatif rendah.  Pensiunan bisa hidup dari simpanan mereka, tanpa perlu sokongan orang lain.

Kedua, kualitas hidup ketika pensiun tidak merosot. Mereka bisa travelling (siapa yang tidak mau), menikmati fasilitas kesehatan yang memadai,  tanpa khawatir akan kesulitan keuangan. Nyaman lah pokoknya.

Karena penasaran, saya tanya mereka, “kenapa bisa”. Jawab mereka, “kenapa tidak”. Jawabannya simpel, persiapan sejak dini. Sejak awal pemerintah disana sudah mewajibkan masyarakatnya punya program dana pensiun. Fungsi dana pensiun betul – betul dioptimalkan. Hampir semua orang ikut dalam program dana pensiun pemerintah.

Kita bisa memulainya sendiri. Tidak perlu menunggu inisiatif pemerintah. Punya dana pensiun sendiri. Sayangnya, banyak yang belum sadar, apalagi paham pentingnya fungsi dana pensiun. Akibatnya tidak melakukan persiapan sejak dini, yang merupakan kunci keberhasilan sebuah program pensiun.

Perlu Sejak Dini

Masalah umum pensiunan adalah di satu sisi penghasilan menurun drastis karena tidak bekerja lagi, di sisi lain biaya hidup naik eksponensial, terutama biaya kesehatan.

Musuh utamanya adalah inflasi. Kenapa? Dengan inflasi 6% setahun, biaya hidup 10 juta sebulan sekarang, maka 25 tahun lagi, biaya hidup menjadi 42 juta per bulan. Kalau belum lihat angkanya, kadang suka tidak percaya. Tapi itulah kenyataannya. Ini ilustrasinya:

dana pensiun

Padahal, itu adalah efek inflasi yang ‘hanya’ 6%.   Indonesia pernah inflasi lebih dari 6%. Bisa dibayangkan efeknya buat biaya hidup kita nanti. Makin tinggi inflasi, makin besar biaya hidup pensiun. That’s for sure!

Menghadapi hantu inflasi, taktiknya sebenarnya sederhana. Anda harus mulai berinvestasi sejak jauh hari. Kecil jumlahnya tidak apa, tapi mulailah sedini mungkin. Makin panjang waktu, makin besar kesempatan untuk mengakumulasi dana. Karena waktunya panjang, uang yang perlu disisihkan tidak besar, jadinya tidak memberatkan keuangan keluarga.

Jadi, ada dua hal yang perlu Anda lakukan:

  • Segera memiliki dana pensiun sendiri. Jika sudah punya dari kantor, jangan terlalu diandalkan karena sederet masalah. Satu sudah dibahas sebelumnya, beberapa lainnya akan saya bahas kemudian. Perlu punya dana pensiun sendiri yang dibuat sesuai kebutuhan Anda.
  • Punya dana pensiun saja belum cukup. Dana pensiun Anda harus tumbuh lebih tinggi dari inflasi. Jika lebih rendah, tidak cukup membiayai kenaikkan biaya hidup. Makanya, menabung sangat tidak disarankan. Bunga tabungan 4% setahun, inflasi 6% setahun.

Masalah Dana Pensiun 

Umumnya bagi karyawan, dana pensiun tidak pernah dianggap masalah. Merasa nyaman karena kantor sudah menyediakan buat karyawan dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau perusahaan membuat sendiri yang disebut Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).  Contoh DPLK yang terkenal adalah DPLK BNI, Manulife, BRI, sementara DPPK adalah Astra, dan Pertamina.

Padahal, sejumlah masalah menghadang karyawan jika hanya mengandalkan dana pensiun dari perusahaan.

#1 Apakah Cukup Dana Pensiunnya

Iuran ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dari kantor sudah dipatok sesuai kebijakan perusahaan. Biasanya perhitungan adalah prosentase tertentu dari gaji bulanan. Ada bagian kontribusi perusahaan, ada kontribusi karyawan.

Masalahnya, kita tidak tahu, apakah iuran dana pensiun tersebut cukup atau tidak. Kenapa? Karena proses perhitungan iuran dilakukan dari gaji Anda, bukan dari berapa target dana pensiun yang seharusnya Anda miliki.

Jadi, ada kemungkinan, uang Anda untuk pensiun nanti tidak cukup. Saya menghitung berapa kebutuhan  saat pensiun (berdasarkan biaya hidup sekarang), lalu membandingkan dengan prediksi hasil dari dana pensiun perusahaan. Hasilnya tidak menggembirakan. Saya akan kekurangan dana saat pensiun.

Kita tidak bisa menyalahkan kantor karena pensiun memang merupakan manfaat yang dihitung berdasarkan gaji. Karena itu, tugas Anda menambah dengan dana pensiun lain.

#2 Jumlah Iuran Pensiun Terbatas

Seandainya, sudah tahu pun bahwa iuran pensiun sekarang kurang (setelah menghitung kebutuhan pensiun yang ideal),  Anda tidak bisa serta – merta menambah iuran. Meskipun itu dari kocek sendiri, bukan dari perusahaan.

Besarnya iuran DPLK merupakan kebijakan perusahaan dengan memperhitungkan fee yang harus dibayar ke pengelola DPLK. Setiap iuran pensiun dikenakan fee berdasarkan prosentase tertentu.

Saya pernah minta ke perusahaan supaya saya bisa menambah iuran porsi karyawan. Kantor menjawab singkat, “tidak bisa”. Karena itu berarti jumlah fee perusahaan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) akan lebih mahal.

#3 Pilihan Investasi Terbatas

Dalam penjelasan sebelumnya, saya bilang bahwa dana pensiun harus bisa mengalahkan inflasi. Itu sebabnya harus memilih instrumen investasi yang tepat dengan keuntungan (return) diatas inflasi.

Masalahnya muncul. Perusahaan umumnya sudah punya kebijakan investasi, yang mematok jenis instrumen kemana dana pensiun karyawan dialokasikan. Apakah instrumen yang dipilih perusahaan tepat untuk Anda? Belum tentu.

Saya pernah mengalami dana pensiun di tempat saya bekerja diinvestasikan ke instrumen pendapatan tetap. Pendapatan tetap itu isinya obligasi, SBI, SUKUK dan lain – lain. Dugaan saya, maksud perusahaan baik karena instrumen ini dianggap risikonya relatif kecil.

Sayangnya, itu bukan instrumen yang tepat buat saya waktu itu. Umur saya masih cukup muda saat itu, dibawah 30 tahun, Secara teori perencana keuangan, dengan umur segitu, saya seharusnya memilih instrumen yang lebih agresif, yaitu saham, karena akan mendapatkan return lebih tinggi dengan risiko yang relatif terkelola (karena jangka waktu pensiun yang masih panjang).

Dengan kebijakan investasi dana pensiun perusahaan, saya ‘kehilangan’ kesempatan untuk mendapatkan hasil investasi yang lebih tinggi. Opportunity loss buat saya.

Waktu mengajukan penggantian instrumen investasi, saya ditolak. “Itu sudah kebijakan perusahaan. Tidak bisa dirubah”, kata bagian kepegawaian. Mau bilang apa lagi.

Makanya perlu punya sendiri, bebas memilih instrumen yang paling sesuai dengan profil kita.

Membuat Dana Pensiun

Hal yang kerap diabaikan ketika membangun dana pensiun adalah tidak adanya proteksi. Tidak ada asuransi di dalamnya. Semuanya fokus pada investasi.

Ini pemahaman yang salah. Hidup penuh risiko. Ada risiko meninggal dunia, sakit, cacat tetap yang menyebabkan kita tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak memproteksi terhadap risiko tersebut, bisa – bisa dana pensiun jadi tinggal impian.

Makanya, selain bicara investasi, proteksi lewat asuransi adalah hal wajib. Proteksi melindungi dari risiko sakit, cacat atau meninggal dunia, supaya anak – anak bisa sekolah dengan tenang, istri atau suami bisa pensiun dengan nyaman.

dana pensiun

Kesimpulan

Persiapan pensiun adalah salah satu hal paling penting dalam rencana keuangan. Sayang, masih banyak yang cuek dan tidak tahu. Padahal, persiapan sejak dini adalah kuncinya.

Banyak pula yang merasa aman dengan manfaat dana pensiun dari tempat bekerja. Mereka tidak tahu bahwa ada sejumlah masalah disini.

Oleh karena itu, menyiapkan dana pensiun sendiri adalah kewajiban jika ingin masa pensiun yang nyaman. Kuncinya adalah mulai dari sekarang. Semakin cepat, semakin ringan bebannya, semakin tinggi hasilnya, semakin baik buat pensiun nanti.

GRATIS E-Book Panduan Investasi

6 Responses

  1. Belajar Search Engine

    kalau sudah pensiun itu sesuatu yang kurang enak menurut saya. kita sudah mulai tidka bisa beraktifitas seperti biasanya lagi.

    Reply
  2. Career Line Network

    Bermafaat sekali artikelnya karena m enjalani hidup nyaman setelah pensiun sepertinya menjadi kehidupan yang sangat di impikan bagi semua orang. Sayang faktanya saat ini banyak orang yang sudah memasuki masa pensiun justru tidak mampu menjalani masa tuanya dengan kehidupan yang nyaman dan bahagia

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.