5 Langkah Mudah Buat Dana Pensiun, Supaya Tidak Membebani Anak Nantinya

  • April 8, 2017

Pernah dengar Sandwich Generation ? Generasi yang tertekan secara keuangan, disatu sisi harus menafkahi keluarga sendiri, di sisi lain masih harus menopang keuangan orang tua yang sudah pensiun. Persiapkan rencana pensiun sejak dini supaya anak tidak menjadi Sandwich Generation.

Banyak teman yang kami tahu belum memiliki rencana pensiun.

Mulai dari hal paling basic, yaitu tidak tahu berapa dana pensiun yang mereka sedang atau akan kumpulkan, serta apakah nilainya cukup untuk menopang biaya hidup saat sudah tidak bekerja lagi.

Riset sebuah perusahaan asuransi multinasional mengungkapkan bahwa hampir 70% orang berpikir akan terus bekerja meskipun sudah usia pensiun karena khawatir uang pensiun tidak mencukupi.

Jangan salah, dampaknya, tidak hanya terhadap orang tua. Anak pun kerap menjadi ‘korban’.

Anak menjadi sandwich generation. Mereka harus menopang keuangan orang tua yang pensiun.

Dan itu bukan perkara mudah. Karena mereka harus menghidupi keluarganya sendiri. Punya anak, punya suami/istri.

Apa yang  kita bisa lakukan mulai sekarang supaya saat pensiun tidak membebani anak ?

#1 Minimum 10% Penghasilan di Reksadana

Paling tidak Anda harus bisa menyisihkan 10% dari penghasilan ke Reksadana. Itu cara paling mudah untuk mempersiapkan pensiun.

Kenapa Reksadana ?

Reksadana adalah instrumen investasi yang memberikan return lebih baik dari tabungan. Menyimpan dana pensiun di tabungan, it’s a disaster.

Tabungan tidak akan memberikan hasil imbalan yang memadai. Bunganya terlampau kecil dibandingkan kenaikkan biaya hidup.

Selain alasan return yang lebih baik, Reksadana bisa dibeli dengan mudah dan murah.

Bisa via online dan tidak perlu datang ke kantor cabang. Minimum investasi mulai dari Rp 100 ribu.

Simak pembahasan lengkapnya di Reksadana Online.

#2 Manfaatkan Auto-Invest

Salah satu kesulitan menabung pensiun adalah disiplin.

Kadang menabung, kadang tidak. Tergantung sisa penghasilan di akhir bulan.

Ini bukan habit yang bagus. Tanpa investasi yang rutin, hasil yang terkumpul tidak akan memadai.

Salah satu solusinya adalah membuat proses investasi menjadi otomatis. Tidak perlu diperintahkan, otomatis penghasilan dipotong untuk dana pensiun.

Fasilitas auto-invest membuat proses investasi menjadi otomatis dan dipotong dimuka (sebelum kita sempat menggunakan uang tersebut).

Untuk bisa mengikuti auto-invest ini, Anda tinggal mendaftar ke salah satu bank atau perusahaan sekuritas yang menyediakan Reksadana online. Prosesnya sangat mudah dan cepat.

Investasi Auto Invest

#3 Mencicil Properti Sejak Muda

Saya menyesal tidak membeli properti sejak usia muda. Waktu masih usia dibawah 30 tahun.

Ada beberapa alasan kenapa memiliki properti sejak dini itu penting:

  • Jangka waktu. Cicilan ditentukan oleh tenor pinjaman. Di usia muda, kita bisa mengambil tenor maksimal sehingga cicilan lebih terjangkau.
  • Jangan khawatir soal Uang Muka. Saat ini sudah banyak program bantuan DP, seperti cicilan DP ke developer. Meskipun belum punya dananya, Anda bisa mencicil uang muka.
  • Lokasi dan harga. Karena jumlah penduduk yang setiap waktu bertambah, orang butuh tempat tinggal tidak pernah berkurang, akibatnya harga properti akan meningkat. The sooner the better.

Untuk investasi jangka panjang, properti bagus karena nilainya meningkat dan aman.

#4 Jangan Unit Link Untuk Dana Pensiun

Tidak sedikit agen asuransi menjual unit link untuk mempersiapkan dana pensiun. Memang produk ini menarik karena memberikan proteksi (jiwa dan kesehatan) sambil bisa menabung untuk pensiun.

Tapi, kami tidak setuju. Beberapa kali sudah pernah kami sampaikan alasannya.

Ini kami jelaskan lagi.

Fungsi asuransi adalah proteksi, melindungi kita dari resiko meninggal dunia dan kesehatan. Untuk dana pensiun, kita membutuhkan instrumen yang bisa menghasilkan return terbaik supaya terkumpul cukup uang untuk membiayai hidup di masa depan.

Unit link bukan instrumen investasi terbaik. Hasil return unit link tidak akan optimal untuk dana pensiun. Kenapa ?

Pertama, karena bukan pure produk investasi, sebagian pembayaran iuran dialokasikan untuk membeli asuransi dan alokasi itu meningkat seiring kenaikkan usia (tiap tahun naik) sehingga porsi uang dari premi yang dialokasi untuk investasi menurun.

Kedua, besarnya potongan biaya dimuka untuk sales agen, sehingga jumlah dana premi yang bisa diinvestasikan menjadi berkurang.

Jika investasi di Reksadana tidak ada potongan biaya agent karena Reksadana tidak dijual oleh agent.

Ketiga, setiap kali melakukan penambahan investasi (top up) ke Unit Link, nasabah dikenakan fee tambahan untuk dibayar ke perusahaan asuransi (sebagai perantara). Fee ini tidak dikenakan jika nasabah langsung investasi ke Reksadana.

Singkatnya, Anda membayar terlalu banyak fee dan biaya di Unit Link, yang menyebabkan uang yang akhirnya diinvestasikan menjadi lebih sedikit.

#5 Ikut BPJS Kesehatan

Teman kami bercerita bahwa bapaknya baru saja menjalani operasi jantung bypass di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Usia bapaknya 70 tahun.

Operasi menghabiskan biaya Rp 200 juta lebih.

Teman ini curhat, “uang pensiun bapak saya bisa habis untuk membiayai operasi tersebut. Untungnya BPJS Kesehatan meng-cover semua biaya tersebut, sehingga bapak tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk operasi”.

Kita semua maklum bahwa biaya kesehatan adalah momok bagi orang yang sudah pensiun. Di satu sisi penghasilan dan fasilitas kesehatan sudah berhenti , di sisi lain kebutuhan biaya berobat meningkat seiring usia.

Hidup sehat sedari muda tentu saja adalah kuncinya. Tetapi, kita butuh back-up lain untuk mengcover biaya kesehatan.

Karena itu, ikut serta dalam program BJPS Kesehatan is a must. Simply karena BPJS mengcover semua biaya secara un-limited.

Tidak ada asuransi kesehatan swasta yang memiliki limit kesehatan sebesar BPJS Kesehatan. Pernah kami jelaskan BPJS vs Asuransi Kesehatan.

panduan investasi reksadana gratis

Kesimpulan

Semua orang tua ingin anaknya sukses dan bahagia. Komitmen ini tidak usah ditanyakan lagi.

Namun, dalam realitanya, banyak anak sulit hidupnya, menjadi sandwich generation, karena kesalahan orang tua yang tidak mempersiapkan dana pensiun dengan baik.

Karena itu, penting buat kita sebagai orang tua memiliki rencana pensiun yang baik, tidak hanya untuk diri kita sendiri, namun menjamin masa depan anak – anak.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.