5 Kesalahan Dalam Investasi yang Wajib Anda Hindari

  • May 28, 2015

Apa kesalahan dalam investasi yang kerap dilakukan ? Saya mencatat 5 kesalahan utama yang menyebabkan investasi tidak optimal.

Investasi bukan lagi pilihan tapi kewajiban. Tanpa investasi, Anda tidak akan bisa mengalahkan inflasi harga.

Tidak mungkin mengejar laju kenaikkan biaya pendidikan dengan hanya dengan menabung. Anda harus investasi.

Tapi, sebelum berinvestasi, pastikan mengerti dan tidak melakukan kesalahan – kesalahan, yang menyebabkan hasil investasi tidak optimal.

Apa saja kesalahan – kesalahan tersebut ?

1. Tidak Tahu Tujuan

Apa tujuan berinvestasi ? Tidak tahu.

‘Pokoknya, saya investasi saja. Daripada uangnya kepake untuk hal – hal yang gak jelas”, itu ungkapan umum banyak teman ketika saya tanya tujuannya berinvestasi.

Bagaimana dengan Anda ?

Saya yakin tidak sedikit yang punya jawaban sama.

Padahal ini adalah jawaban yang salah.

Tanpa tahu apa tujuannya, Anda akan salah memilih jenis investasi yang pada akhirnya merugikan.

Ambil contoh. Anda berinvestasi di Reksadana Saham karena tergiur melihat teman Anda menikmati keuntunga yang tinggi karena bermain di saham. Memang saham mampu mencetak 20 sampai 25% keuntungan dalam setahun.

Padahal, tujuan Anda berinvestasi adalah menyiapkan uang muka anak masuk sekolah yang dibutuhkan tahun depan.

Tahukah bahwa dalam jangka pendek harga reksadana saham bisa turun sangat drastis akibat fluktuasi harga – harga saham di pasar modal. Bisa – bisa saat dibutuhkan dana yang diharapkan tidak tersedia karena harga saham sedang jeblok.

Contoh lain. Karena takut risiko, uang ditaruh di tabungan atau deposito. Ingin uang aman karena mencarinya sudah dengan sangat kerja keras.

Tapi, menggunakan tabungan atau deposito untuk dana pensiun adalah sebuah kesalahan terutama jika masa pensiun masih lama.

Kenapa ?

Tabungan memberikan bunga 4% setahun sementara kenaikkan harga 6 sd 7% setahun. Secara riil uang Anda di tabungan merosot nilainya setiap tahun.

Tidak akan mencukupi untuk mencapai target dana pensiun.

Untuk apa aman, jika jumlahnya jauh dari target.

Jadi, tujuan investasi harus ditetapkan dulu, baru kemudian Anda memutuskan akan memilih investasi dimana. Bukan sebaliknya.

2. Investasi Lewat Asuransi

Unit Link adalah produk asuransi yang paling populer saat ini. Ini adalah produk asuransi yang memberikan manfaat investasi.

Populer karena banyak  masyarakat menilai produk ini memberikan keuntungan berinvestasi. Premi tidak hangus. Uangnya bisa kembali.

Tapi jika tujuan utama Anda adalah investasi. Sekali lagi tujuannya investasi. Unit Link adalah produk yang buruk. Apa alasannya:

  • Potongan biaya unit link relatif besar. Akibatnya dana yang diinvestasikan menjadi kecil terutama di lima tahun pertama. Di tahun pertama, semua uang yang Anda bayar tidak ada yang diinvestasikan, tapi lari ke komisi agen dan perusahaan asuransi. Semakin sedikit dana yang diinvestasikan semakin kecil hasilnya.
  • Fleksibilitas terbatas untuk berganti Manajer  Investasi. Dalam unit link, Anda hanya bisa menempatkan dana di pengelola yang sudah ditunjuk. Ingin ganti ? Tidak bisa. Anda harus menutup asuransinya dulu baru bisa ganti Manajer Investasi. Bisa mengganti Manajer Investasi itu penting karena masing – masing memiliki spesialisasi sendiri – sendiri.

Kalau tujuannya investasi, saran saya Anda langsung mengambil instrumen investasi. Bisa beli Reksadana, Emas, Saham dan lain – lain.

Lebih murah dan efisien berinvestasi secara langsung.

Dalam unit link, investasi dilakukan melalui perantara, yaitu perusahaan asuransi dan agen. Bagaimanapun juga perantara itu tidak gratis. Ada fee yang Anda harus bayar buat perantara.

3. Tidak Tahu Risikonya

Banyak yang memilih instrumen investasi hanya melihat keuntungannya saja. Lupa bahwa High Risk High Return.

Di setiap jenis investasi, ada keuntungan dan ada risiko. Keduanya tidak terpisahkan.

Apakah tidak boleh memilih investasi yang returnnya tinggi ? Boleh dan sah saja.

Tapi Anda harus paham risikonya.

Dengan paham, Anda bisa mempersiapkan diri menghadapi risiko tersebut. Risiko itu tidak bisa dihilangkan tapi bisa dikelola.

Jika tidak paham, Anda tidak bisa melakukan langkah – langkah antisipasi untuk meredam risiko tersebut.

Misalnya, karena tidak tahu besarnya risiko berinvestasi di Reksadana Saham, Anda mengambilnya untuk tujuan jangka pendek. Yang mana ini pilihan sangat berbahaya karena harga saham berfluktuasi amat tajam dalam rentang waktu pendek.

Jika paham resikonya, Anda akan berinvestasi saham untuk tujuan jangka panjang.

Jadi paham dan mengerti risiko adalah hal yang sangat penting dalam berinvestasi.

4. Terlambat Mulai

Waktu ada di pihak Anda dalam investasi.

Semakin cepat memulai investasi semakin besar hasilnya. Karena ada time value of money.

Semakin panjang waktu berinvestasi, nilai dana yang menggulung akan semakin besar.

Pernah dilakukan perhitungan, mana yang hasilnya lebih besar menabung dalam jumlah kecil tapi sejak dini, atau menabung dalam jumlah besar tapi dalam waktu pendek. Hasilnya ? yang pertama memberikan hasil yang jauh lebih besar.

Jadi mulailah berinvestasi sejak Anda punya penghasilan. Jangan ditunda.

Takut uangnya terlalu kecil. Jangan khawatir, saat ini banyak pilihan investasi dengan jumlah minimum yang sangat terjangkau.

Mulai dari nilai Rp 100 ribu, Anda sudah bisa berinvestasi di Reksadana online.

Jadi jangan beralasan lagi uangnya tidak ada atau uangnya masih sedikit.

5. Hanya Tabungan

Ini hasil survei keuangan (Manulife Investor Sentiment Index kuartal IV 2014). Responden ditanya, “berapa harapan keuntungan di tahun 2015 ? Jawabnya 14.5% setahun“.

“Bagaimana Anda akan mencapai target return tersebut ?”. 68 persen menjawab bahwa menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan atau deposito.

Kesimpulannya, banyak pemodal Indonesia yang suka bermimpi dan mengandalkan faktor keberuntungan ketika mengambil keputusan investasi. Ini justru berisiko terhadap kestabilan finansial mereka di masa depan.

Bagaimana mungkin tabungan atau deposito yang bunganya tidak sampai 6% bisa menghasilkan keuntungan 14.5% setahun. Wajar kan saya bilang mimpi.

Mayoritas masyarakat Indonesia menempatkan uangnya di tabungan atau deposito. Alasannya keamanan.

Tabungan dijamin 100% lewat Lembaga Penjamin Simpanan (max penjaminan Rp 2 miliar). Jadi secara teori tidak mungkin nilai tabungan akan berkurang.

Dengan inflasi mencapai 6 sd 7% setahun sementara bunga tabungan 3 sd 4% setahun, apakah itu aman ?

Secara riil, tabungan atau deposito tidak memberikan keuntungan.

Jadi, langkah menghindari risiko (dengan menempatkan dana di tabungan atau deposito), pada dasarnya justru merugikan Anda dan tidak mungkin mewujudkan tujuan keuangan Anda.

Saatnya beralih ke investasi. Porsi tabungan itu hanya untuk dana darurat atau kebutuhan sehari – sehari yang jumlahnya harusnya minimum.

Belajar Investasi Gratis

Kesimpulan

Investasi itu kewajian . Tanpa itu, Anda akan sulit mewujudkan tujuan – tujuan keuangan, seperti menyiapkan dana pendidikan dan memiliki dana pensiun yang layak. Tapi saaat melakukan investasi pemula pastikan Anda tidak melakukan kesalahan. Semoga bermanfaat !

7 Responses

  1. herman

    1. Sy punya dana 10 jt rupiah sy ingin investasi untuk dana anak masuk kuliah 6 thn kedepan, investasi apa yg tepat untuk saya?..

    2. Saya tdk punya waktu sama sekali(sibuk) apakah investasi online bisa dipercaya, investasi dimana yg paling baik comman bank ataukah iponfund?..

    Terima kasih salam..

    Reply
  2. dian ningrum

    Terimakasih sharenya. Setelah baca web ini saya langsung ngacir ke commbank, stop asuransi unit link dan ganti ke term life serta apply tabungan pendidikan anak-anak. Ditunggu jurus-jurus lainnya. Terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!