Pengertian Reksadana Saham: Beri Return Terbaik, Tapi Resiko Besar

  • December 15, 2014

Reksadana saham menawarkan keuntungan terbaik dalam berinvestasi . Tapi, resikonya tidak kecil. Perlu memahami pengertian dan tujuan keuangan yang cocok untuk berinvestasi di instrumen ini. 

Salah menentukan tujuan, bisa fatal akibatnya. Bagaimana menentukan Reksadana saham terbaik?

Tulisan ini bagian dari Panduan Investasi Reksadana.

Ketika pertama kali berinvestasi di Reksadana, 15 tahun yang lalu, saya secara tidak sengaja mulai dengan Reksadana Saham. Karena, saat itu bekerja di bursa efek jakarta, saya tidak paham instrumen pasar modal selain saham. Jadilah, pengertian Reksadana Saham yang saya paling kenal.

Blessing in disguise, hasilnya, saya menikmati keuntungan yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Investasi naik beberapa kali lipat.

Tapi, itu bukan tanpa tantangan.

Dalam beberapa waktu, pernah harga saham anjlok ke level paling rendah (saham Astra pernah sampai Rp 800 perak – beneran!), sampai – sampai memotong nilai investasi saya di Reksadana. Tapi, kemudian seiring pulihnya pasar, nilai investasi recover  dan bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Saya banyak melihat teman atau orang yang tidak paham bagaimana seharusnya berinvestasi di Reksadana Saham sehingga kerap mengambil langkah yang salah. Misalnya, panik dan terlalu cepat menjual unitnya ketika pasar sedang turun, yang bermuara pada kerugian investasi. Ini hal yang sebenarnya bisa dihindari, jika punya pemahaman yang baik.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya sebelum terjun, kita pahami dulu seluk beluk investasi ini. Apa pengertian Reksadana Saham  ? Bagaimana cara investasi yang tepat?  Siapa Reksadana saham terbaik?

Reksadana Saham

Portfolio dari reksadana ini adalah saham. Manajer investasi mengelola portfolio dengan membeli dan menjual saham.  Keuntungan atau kerugian diperoleh dari kenaikkan atau penurunan harga saham – saham.

Ketentuannya adalah investasi hanya dilakukan pada saham perusahaan Berbadan Hukum Indonesia di Bursa Efek di Indonesia atau bursa efek luar negeri. Artinya, tidak sembarang perusahaan bisa dibeli sahamnya oleh reksadana. Harus yang sudah tercatat di pasar modal.

Aturan ini tujuannya adalah melindungi para pemodal. Karena untuk perusahaan bisa mencatatkan saham di Bursa Efek harus lolos serangkaian kriteria yang ketat dari regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, masih dalam upaya perlindungan pemodal, OJK mengatur perilaku investasi reksadana saham, antara lain, sbb:

  • Dilarang membeli saham di bursa efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses dari Indonesia melalui media massa atau fasilitas internet
  • Investasi maksimum pada satu saham adalah 10% dari nilai asset Reksadana.
  • Dilarang menguasai lebih dari 5% modal perusahaan dari saham terkait.

Komposisi Investasi

Tidak semua portfolio diinvestasikan dalam saham. Sebagian ada yang ditempatkan dalam uang tunai atau deposito.

Tujuannya agar saat pemodal mencairkan unit bisa dilayani dengan cepat tanpa harus menjual saham. Selain butuh waktu, menjual saham secara mendadak bisa menurunkan nilai portfolio karena harga di pasar tidak selalu dalam kondisi baik.

Contoh komposisi Reksadana Saham adalah 80% Saham dan 20% Cash. Komposisi ini bisa dilihat dalam Prospektus atau di fund fact-sheet.

Apa saja saham yang dibeli oleh Manajer Investasi? Infomasi ini secara umum terdapat di fund fact sheet yang dirilis setiap bulan. Isi sahamnya bisa berbeda – beda tergantung strategi manajer investasi. Berikut ini contohnya:

Fund Fact Sheet

Belajar Reksadana

Return vs Risk

Dalam menilai reksadana terbaik, kita wajib melihat return dan risk. Tidak bisa hanya salah satunya karena keduanya saling erat berhubungan.

#1 Return Menjanjinkan

Keunggulan Reksadana Saham adalah keuntungannya, yang boleh dikatakan, paling tinggi diantara jenis reksadana  lain, seperti campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Ini reksadana yang secara umum menawarkan keuntungan terbaik.

Berikut ini data dari peringkat Majalah Investor yang menunjukkan kinerja Reksadana Saham terbaik selama periode lima tahun (2013-2009) sebagai berikut:

Kinerja Reksadana Saham 5 Tahun 2009 sd 2013

Belajar Reksadana

Anda bisa lihat setiap tahun rata – rata Reksadana Saham tersebut menyumbangkan keuntungan diatas 20%. Artinya, dalam waktu 5 tahun keuntungan sudah berlipat 100%.

Tingginya return membuat banyak orang kepincut. Sampai – sampai lupa bahwa dibalik keuntungannya yang tinggi ada risiko yang tidak kalah tinggi.

#2 Risk Perlu Waspada

Teori keuangan menyatakan bahwa high return high risk. Dibalik tingginya keuntungan terdapat resiko yang tidak kecil. Prinsip ini berlaku exactly di Reksadana Saham.

Tingginya return membawa konsekuensi resiko. Resiko berarti return bisa berfluktuasi sangat tajam sampai ke level terendah.

Saya pernah mengalami saat bursa sedang kritis di tahun 2008 dimana harga saham – saham pada berguguran. Nilai Reksadana Saham saya saat itu mengalami penurunan tajam sekali sampai – sampai membuat nilai pokok investasi ikut tergerus.

Nilai resiko ini tercermin dalam risk tahunan yang bisa dilihat dalam tabel diatas. Rata – rata punya tingkat resiko cukup tinggi. Dengan angka resiko  sebesar 20%-an itu artinya return bisa berfluktuasi naik keatas sebesar 20% dan turun kebawah sebesar 20% dari nilai rata-ratanya.

Banyak orang yang jatuh cinta dengan reksadana ini karena tergiur melihat tingginya keuntungan. Tapi mereka lupa resikonya. Akibatnya, saat pasar sedang gejolak, mereka panik dan menjual unit cepat-cepat. Tindakan yang seharusnya tidak dilakukan karena hanya akan mendatangan kerugian.

Tips Reksadana Saham

Ada sejumlah hal yang sebaiknya dipahami ketika berinvestasi di jenis reksadana ini.

Tips#1 Tentukan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan akan menentukan apakah pantas menggunakan Reksadana Saham sebagai instrumen investasi.

Saya selalu ingat semboyan pakar perencana keuangan independen Ligwina Hananto, yaitu ‘Tujuan Lo Apa’. Artinya, Tujuan Keuangan-mu menentukan pilihan instrumen keuangan. Bukan sebaliknya, berinvestasi tanpa tahu untuk apa tujuannya.

Kenapa menetapkan tujuan sebelum memilih instrumen itu penting?

Mengingat risikonya yang tinggi, perlu periode investasi yang panjang untuk mengelola risiko tersebut. Karena itu, Reksadana saham digunakan untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai 15 tahun lagi.

Jadi, kalau tujuannya untuk 5 tahun lagi, kemudian memutuskan berinvestasi di Reksadana saham karena melihat tingginya keuntungan, itu sama saja nekad. Pemodal mengambil resiko yang sangat besar. Ini yang perlu disadari calon pemodal.

Tips#2 Jangka Panjang

Karena tingginya fluktuasi return, sebagaimana tercermin di tabel sebelumnya, reksadana saham adalah investasi jangka panjang.

Para perencana keuangan umumnya mematok periode 15 tahun sampai 20 tahun sebagai target ideal untuk jenis reksadana ini. Lebih cepat dari itu tidak disarankan karena kemungkinkan fluktuasi return yang besar.

Belajar dari dua kali krisis di tahun 2008 dan 1998, pulihnya bursa saham membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 tahun. Setelah periode itu, harga – harga saham sudah kembali normal dan bahkan naik lebih tinggi dari periode sebelumnya (analisa bisa lihat disini).

Tips#3 Review Kinerja Lima Tahun

Sebuah kebiasaan untuk melihat kinerja reksadana dalam jangka pendek 1 tahun. Biasanya, yang berhasil mencatat keuntungan tinggi dalam setahun terakhir dielu-elukan oleh media.

Padahal mungkin saja prestasi itu hanya faktor luck atau kebetulan saja. Dalam statistik, faktor kebetulan punya peran penting dalam mempengaruhi performance.

Supaya tidak terkecoh oleh faktor luck, perlu melihat konsistensi kinerja selama beberapa tahun. Idealnya sepanjang mungkin. Tapi kadangkala data yang tersedia tidak memadai.

Paling tidak selama 5 tahun bagaimana kinerja bisa dinilai. Untuk memastikan bahwa reksadana ini adalah the real winner atau tidak.

Tips#4 Bandingkan Return dan Risk

Seperti telah berulang disampaikan sebelumnya, bahwa reksadana itu dilihat tidak hanya return saja tetapi juga resiko. Keuntungan dan resiko.

Oleh sebab itu, ketika mencari-cari yang terbaik, keuntungan dan resiko harus dilihat secara bersamaan.

Kenapa?

Contohnya, ada reksadana yang kinerjanya bagus sekali, luar biasa returnnya diatas rata – rata market. Kalau hanya berpatokan pada keuntungan semata, reksadana ini jelas akan dipilih.

Tapi, ternyata keberhasilannya karena manajer investasi reksadana ini sangat agresif dan spekulatif dalam memilih saham. Saham – saham kapitalisasi kecil yang jadi koleksi mereka. Kebetulan, kondisi market sedang bagus (bullish) dimana bursa efek tumbuh dengan baik dan harga – harga saham terbang tinggi.

Tapi market tidak selamanya bagus, bukan. Ada saatnya turun, atau bahkan anjlok.

Ketika market turun, reksadana ini pasti yang terpukul paling keras karena saham – saham yang mereka pilih adalah saham – saham yang fluktuasinya paling tajam. Alhasil, kinerjanya bisa turun sangat dalam.

Jadi, pemodal harus membandingkan kedua indikator ini, return dan risk, supaya yang terpilih adalah yang paling optimal perbandingan return dan risk-nya.

Bagaimana caranya? Salah satunya menggunakan indikator Sharpe Ratio, yang membandingkan Return dengan Risk. Dalam peringkat reksadana yang dilakukan oleh majalah Investor dan tabloid Kontan, Sharpe ratio menjadi salah satu komponen penting.

Investasi gratis

Kesimpulan

Reksadana Saham adalah salah satu alternatif investasi terbaik karena menawarkan keuntungan tertinggi. Namun, pengertian jenis investasi ini wajib dipelajari dan dipahami dengan baik.

Mulai investasi tanpa pemahaman bisa sangat berbahaya. Yang paling utama, Anda harus paham apa tujuan keuangan dan apakah tujuan keuangan tersebut bisa dicapai terbaik dengan Reksadana Saham.

Ingin belajar soal Reksadana lebih dalam, silahkan cek disini.

GRATIS Daftar 5 Reksadana Saham Terbaik

32 Responses

  1. ona

    halo mas (asumsi)

    tfs yaa sungguh berguna utk saya si newbie.. anw nama penulisnya ko ndak ditulis.. hehe trus for info advertisement bar paling atas (yg warna oren ttg dana pendidikan) menutupi menu website inih.. sayang, websitenya baguss..

    Reply
  2. amir

    Pak bagaimana cara membaca reksadana (NAB/UP). Misal
    1 tahun 29.54%
    2 tahun 27.64%
    3 tahun 70.87%

    Mohon koreksi pemahaman sy pa bila keliru. Arti dari “3 tahun 70,87%” ini artinya setelah 3 tahun investasi kita meningkat sebesar 70,87% dari nilai awal investasi kah ?? atau rata2 peningkatan sebesar 23,62% pertahun kah ? mohon koreksinya. thx

    Reply
    • admin

      Lebih tepatnya yang 3 tahun naik 70-an pct. Karena kalau rata-rata, mungkin realitanya di setiap tahun tidak seperti itu, bisa naik bisa turun.

      Reply
  3. Dindin

    Pak bgm caran kt tahu total aset yg kt miliki brp dari keiikutsertaan di reksadana? sy ikut reksadana saham mll bank mandiri.

    Reply
    • admin

      Harusnya ada laporan nilai kepemilikan di Reksadana yang secara rutin dikirimkan oleh Manajer Investasi. Kalau reksadana online, misal dengan Commonwealth atau IPOTFUND, bisa langsung cek secara online.

      Reply
  4. purwanto

    Selamat pagi pak, kalau cara perhitungan return reksadana itu bagaimana rumusannya? Apakah return = nilai NAB/UP ? Apakah reksadana ada deviden yg dibayarkan atau ga ada ?

    Reply
    • admin

      (1) Hitung saja nilai investasi awal berapa, kemudian nilai investasi sekarang berapa. Kenaikkan atau penurunannya berapa persen. Bisa juga dilihat dari kenaikkan/penurunan NAB.

      (2) Tidak ada pembayaran deviden langsung ke nasabah. Pembayaran deviden diterima oleh Reksadana dan dimasukkan dalam perhitungan NAB.

      Reply
  5. Andizek

    Jadi maksud nya…kalau kita investasi di reksadana saham 5jt atau 10jt seumpama nya,dalam jangka 15 tahun sebisa mungkin jangan sampai mejual saham-saham kita, apa pun yg terjadi naik atau turun….begitu ya pak

    Reply
      • Riri

        – Seandainya mengambil jangka waktu investasi 15 tahun, ternyata pada tahun ke-14 nilai saham anjlok, dan sangat menggerus modal, apakah ketika jatuh tempo dana wajib dicairkan dengan nilai seadanya? Atau bisa diperpanjang lagi jangka waktunya sampai nilai investasinya tidak merugi?

        -Yang dimaksud dengan resiko ini mungkinkah sampai membuat nilai investasi awal menjadi nol?
        Terima kasih

      • admin

        Anjlok bisa saja. Tapi, berdasarkan pengalaman selama ini, kenaikkan harga saham dalam 13-14 tahun sudah cukup tinggi, sehingga walaupun anjlok di tahun ke 15, tidak akan terlalu berdampak.

  6. Investasi Reksadana Saham

    […] Reksadana saham adalah favorit saya. Karena menawarkan return tertinggi. Keuntungannya bisa mencapai rata – rata 20% setahun, menurut data 10 tahun terakhir. […]

    Reply
  7. enggar

    Saya sudah invest di reksadana saham,
    awalnya saya coba ikut 1 reksadana saham (BNP Paribas infrastrutur),
    yang direkomen dari CS bank C***on****th.
    Selang 3 bulan berikutnya saya ambil 1 reksadana saham lagi (manulife saham andalan),
    karena saya ingin lihat 2 kinerja ini ..
    Tujuan saya memang ingin jangka panjang,
    tapi apa harus 15 tahun untuk jangka panjangnya?
    kalau 5 tahun bagaimana? apa rugi?
    karena tujuan saya untuk biaya anak sekolah, mumpung anak masih bayi..
    Dan apakah harus punya 1 nama reksadana utk jangka panjang, bagaimana kalau punya 2 seperti saya?

    Reply
    • admin

      1) 5 Tahun boleh saja tapi kalau jangka panjang akan lebih aman

      2) Punya lebih dari satu Reksadana membantu utk diversifikasi

      Reply
  8. Marcellina Yoanita

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pasar Modal. Pasar modal merupakan suatu hal yang dapat dipelajari setiap kalangan yang memiliki modal dan ingin menanamkan modalnya dengan benar. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai pasar modal.

    Reply
  9. ForumReksadana

    Diantara sekian banyak jenis reksadana, hanya reksadana saham yang memberikan potensi keuntungan yang paling tinggi, tapi ingat potensi keuntungannya tinggi, berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Tapi resiko itu bisa di redam dengan cara investasi secara long term :). btw, salam kenal mas admin dari ForumReksadana 🙂

    Reply
  10. adin

    maaf pak mau tanya. sejauh ini ..ada tidak/bisa tidak reksadana yang pembelian unit reksadana nya dicicil tiap bulan?. seperti kita membayar premi asuransi sampe jatuh tempo.

    Reply
    • admin

      Sangat bisa. Reksadana itu sangat fleksibel, seperti Anda menabung. Kalau menabung kan, bisa disetor kapan saja kita mau. Reksadana juga seperti itu.

      Reply
  11. jon

    pak saya mau tanya..
    jika kita membeli reksa dana saham 1 juta perbulan selama 20 tahun…
    berapa persen resiko kerugian nya nya…?

    apakah di saat risk… atau harga saham anjlok besar besaran..
    apakah modal kita masih utuh 100%..atau malah habis tak tersisa..trimna kasih

    Reply
    • admin

      Habis tidak karena saham itu ada nilainya meskipun nilainya turun. Resikonya tergantung fluaktuasi harga saham di pasar.

      Reply
  12. Skywrath

    Artikelnya sangat bagus pak, saya ingin bertanya acuan untuk melihat kinerja MI apa cukup hanya dari Bareksa?
    Lalu Pratama saham dan Suncorivest apa bagus untuk prospek ke depannya?

    Reply
  13. Raden Rusfandy

    Dear Admin,

    Semua artikel yang anda sharing benar2 sangat bermanfaat. untuk itu, alangkah baiknya jika website ini terus di update.. sehingga akan menjadi ladang pahala untuk anda begitu juta kita semua bahwa website ini sangat bermanfaat bagi kita para pemula untuk berinvestasi di reksadana.

    Terima Kasih

    Salam hangat,

    Raden Rusfandy

    Reply
  14. yusuf

    Hallo pak, saya mau tanya kalao mau berinvestasi di reksa dana saham bagai mana ya….
    soalnya saya tidak tau sama sekali, untuk langkah awalnya bagaimana ya?????
    Mohon bantuannya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!