Cara Mudah Memilih Pinjaman KPR

  • March 14, 2015

Membeli rumah dengan KPR bisa jadi merupakan transaksi terbesar dan terumit buat sebagian besar masyarakat. Masih ditambah, gencarnya iklan pinjaman rumah, yang kerap kali justru membuat calon nasabah tambah bingung. Bagaimana cara mudah memilih KPR ? Ini tipsnya.

Hampir 70% pembelian rumah di Indonesia dilakukan secara kredit. Karena itu, produk KPR menjadi sangat penting buat masyarakat yang ingin memiliki rumah.

Saat ini, semua bank punya pinjaman rumah dan gencar mempromosikannya. Selain karena kebutuhan masyarakat atas perumahan  yang besar, margin produk ini juga cukup tebal. Jadi dari sisi demand dan supply saling membutuhkan. Itu sebabnya kenapa KPR adalah salah satu produk perbankan yang tumbuh paling cepat.

Di satu sisi, beragam penawaran bisa diartikan memberikan banyak pilihan buat konsumen. Nasabah punya kebebasan memilih, bisa leluasa window shopping membandingkan dan tidak terpaku pada satu jenis produk saja.

Tapi di sisi lain, konsumen seringkali justru merasa kebingungan.  Bingung dibombardir banyaknya pilihan di pasaran. Tidak tahu cara mengevaluasi penawaran – penawaran KPR tersebut.

Apa tips dan kiat memilih KPR?

1. Membandingkan Angsuran KPR

Yang paling awal dan relatif mudah dilakukan adalah membandingkan besarnya angsuran atau cicilan yang ditawarkan oleh penyalur KPR. Lihat mana, yang menawarkan cicilan paling rendah.

Caranya mudah. Silahkan datang ke customer service di bank. Mereka biasanya sudah punya tabel bunga dan cicilan KPR yang berlaku. Tinggal Anda pilih, mau pinjam berapa, berapa lama, nanti sudah ada jumlah cicilannya per bulan.

Dengan jumlah pinjaman KPR yang sama, jangka waktu yang sama, Anda bisa membandingkan lembaga mana yang menawarkan cicilan KPR paling kecil.

Perbandingan sebaiknya tidak dilakukan hanya terhadap besarnya suku bunga, karena bisa saja suku bunga sama, dan jumlah KPR sama, tetapi jumlah angsurannya berbeda. Jadi untuk lebih pastinya, Anda disarankan melihat berapa jumlah angsuran.

2. Tingkat dan Jenis Bunga

Jumlah angsuran  ditentukan oleh berapa besar suku bunga, serta jenis bunga yang dipakai. Ada dua jenis suku bunga, yaitu: tetap dan floating.

Dengan suku bunga tetap, angsuran tidak berubah selama masa KPR. Umumnya ketika masih menggunakan bunga ini, jumlah cicilan relatif kecil. Tapi, pastikan berapa lama jangka waktu berlakunya suku bunga tetap ini.

Umumnya lembaga penyalur KPR menawarkan suku bunga tetap untuk waktu tertentu saja. Setelah masa berlaku selesai, suku bunga berubah menjadi tidak tetap (floating). Saat masa suku bunga tetap berakhir, cicilan akan naik dan berfluktuasi karena mengikuti bunga pasar.

Dengan suku bunga tidak tetap ( floating), artinya tingkat suku bunga bisa berubah tergantung gejolak bunga pasar. Jika penyalur KPR menawarkan tingkat bunga tidak tetap, maka ketika bunga pasar turun, umumnya bunga KPR yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan turun. Demikian juga sebaliknya. Ketika bunga pasar naik, bunga KPR ikut naik.

Ingin tahu lebih jauh, baca Cara Perhitungan Suku Bunga.

3. Bagaimana Jika Bunga Berubah

Setiap bank penyalur KPR mempunyai kebijakan yang berbeda tentang perubahan suku bunga. Sebaiknya Anda menanyakan apakah mereka berhak setiap saat melakukan perubahan suku bunga atau berdasarkan kriteria/ tolok ukur tertentu.

Jika terjadi penurunan bunga KPR, apakah penurunan ini akan diberlakukan terhadap KPR yang sudah dicairkan sebelumnya. Bagaimana prosesnya? Apakah nasabah harus mengajukan permohonan atau bank otomatis menurunkan suku bunga KPR untuk nasabah eksisting.

Ada kalanya, jika bunga turun, maka suku bunga baru hanya diberlakukan terhadap konsumen baru dan tidak berlaku bagi nasabah lama KPR. Pastikan syarat tersebut dalam perjanjian kredit.

Apa yang perlu dilakukan saat Bunga KPR Naik?

4. Pelunasan KPR Sebelum Waktunya

Kebebasan melakukan pelunasan sebelum waktunya itu penting karena mungkin Anda harus melakukan Take Over ke bank lain. Take over dilakukan, misalnya saat mencari bunga yang lebih murah, atau saat nasabah ingin menjual rumah tersebut ke orang lain yang ingin sekaligus melanjutkan pinjamannya.

Umumnya lembaga penyalur KPR memberikan kesempatan kepada nasabah untuk melunasi KPR sebelum waktunya dengan syarat-syarat tertentu. Yang perlu dilihat adalah berapa biaya pinalti yang dikenakan jika melakukan pelunasan dipercepat.

Berapa dan bagaimana perhitungan Biaya Take Over ?

5. Biaya KPR

Biaya KPR mencakup biaya penilaian, biaya notaris, akta jual beli PPAT, akta perjanjian kredit, akta pemasangan hak tanggungan, premi asuransi kebakaran, premi asuransi jiwa kredit dll. Biaya KPR ini penting diperhatikan karena jumlahnya tidak sedikit.

Biaya KPR umumnya harus dilunasi sebelum akad kredit.Calon nasabah harus membayarnya dimuka sehingga diperlukan persiapan dana.

Bagaimana menyiasati dan menegosiasi tingginya Biaya KPR ?

6. Persyaratan Kredit dan Dokumen

Ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi ketika mengajukan KPR. Persyaratan ini sebaiknya dipersiapkan sebelum mengajukan pinjaman supaya cukup waktu mengumpulkannya, yaitu:

  • Uang Muka. Saat ini syarat minimum uang muka adalah 30% dari harga jual beli rumah. Ini ketentuan dari Bank Indonesia yang wajib diikuti.
  • Dokumen. Ada dua jenis dokumen yang perlu dipersiapkan, yaitu sumber pembiayaan dan kepemilikan properti. Dokumen pembiayaan untuk membuktikan bahwa nasabah punya kemampuan membayar, sementara dokumen kepemilikan untuk menunjukkan siapa pemilik yang sah dari properti yang akan dibeli.

GRATIS Panduan Dasar KPR

Kesimpulan

KPR digunakan 70% lebih masyarakat dalam melakukan pembelian rumah di Indonesia. Dalam melakukan pengambilan KPR, calon nasabah perlu melihat dan mempertimbangkan sejumlah faktor kunci.

Dengan mengevaluasi faktor – faktor ini niscaya proses pemilihan KPR menjadi lebih mudah. Ingin tahu lebih jauh, baca Seluk Beluk KPR.

8 Responses

  1. iKurniawan

    Wah makasih tipsnya mas. Kebetulan lagi cari info ttg ini..
    Lengkap banget…

    Reply
  2. abah

    salam Pak Rio,
    saya ingin konsultasi mengenai KPR. Bulan ini saya rencana apply KPR Di salah satu bank syariah.
    lalu saya dapat info bahwa BI rate turun menjadi 7% efektif per 16 maret 2016.
    yang saya tanyakan :
    1. apakah turunya BI rate artinya bunga KPR pasti turun?
    2. Kalau ikut turun butuh berapa bulan BANK menyesuaikan penurunan bunga kredit?
    3. Semisal bulan juni BANK baru menurunkan bunga kredit dan pada bulan maret saya sudah melakukan akad kredit dengan bank ssyariah. apakah secara otomatis bunga kredit yang sudah disepakati pada maret akan turun atau tetap?

    Terima kasih

    Reply
    • admin

      abah, biasanya bunga KPR akan ikut turun, tapi kapan tepatnya sulit diperkirakan – bisa 2 sd 3 bulan. kalau di syariah biasanya cicilan tetap sampai akhir tenor – jadi kemungkinan cicilan tidak berubah meskipun bunga pasar turun. salam

      Reply
  3. Ahmad

    salam kenal mas …. terimakasih informasinya … saya belum ada planning ni untuk pinjaman KPR

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.