Pengertian Reksadana yang Sering Disalahpahami

  • August 21, 2013

Meskipun jadi salah satu instrumen keuangan yang paling direkomendasikan oleh Perencana Keuangan, Reksadana belum populer di masyarakat. Survei majalah Swa tahun 2013 menunjukkan kurang dari 10% kelas menengah yang menempatkan simpanan dalam reksadana. Menurut saya, salah satu penyebab rendahnya penetrasi reksadana adalah pengertian reksadana yang masih disalahpahami.

Tulisan ini ingin mengklarifikasi pengertian reksadana yang sering disalahartikan.

Mudah – mudahan penjelasan ini dapat memberikan pencerahan sehingga orang lebih paham produk ini dan mulai mau menempatkan simpanannya di reksadana untuk mendapatkan return investasi yang lebih optimal.

Pengertian Reksadana

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Reksadana memiliki sejumlah keunggulan.

Apa itu Portfolio Efek? kumpulan efek, yaitu surat berharga seperti saham, obligasi, surat berharga, deposito dan lain –  lain, dimana reksadana menempatkan investasi dan merupakan kekayaannya.

Dengan portfolio artinya reksadana harus melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen, tidak boleh terkonsentrasi. Misalnya reksadana saham harus berinvestasi di berbagai perusahaan dan tidak boleh hanya pada satu saham saja.

Apa itu Manajer Investasi?

Mereka adalah pihak yang mengelola portofolio Efek berdasarkan kebijakan investasi yang sudah disepakati dan bertanggungjawab atas kinerja reksadana. Misalnya, manajer investasi memutuskan saham yang akan dibeli, dijual atau dipertahankan.

Investor membayar biaya jasa ke manajer investasi. Ada standard kualifikasi minimum yang ditetapkan oleh regulator untuk menjadi manajer investasi karena strategisnya peranan manajer investasi.

Baca: Peran dan Fungsi Manajer Investasi

Reksadana ditawarkan kepada calon investor oleh manajer investasi.

Manajer investasi membuat dokumen yang disebut prospektus dimana di dalamnya dijelaskan hal – hal penting, yaitu kebijakan investasi (strategi dan instrumen yang diinvestasikan oleh reksadana), legalitas dan pihak – pihak pendukung lain, seperti bank kustodian, akuntan dan kantor hukum.

Prospektus wajib dibaca oleh calon investor sebelum membeli reksadana.

Salah Paham 

Karena instrumen yang relatif baru dikenal di masyarakat kita, reksadana seringkali disalahpahami yang berujung pada keengganan menempatkan dana pada instrumen ini.

Kita akan lihat beberapa kesalahpahaman yang paling sering muncul dan penjelasan untuk meluruskannya, yaitu:

1. Reksadana adalah instrumen yang keuntungannya berfluktuasi dan berisiko tinggi sehingga sebaiknya dihindari. Lebih baik memilih tabungan atau deposito yang aman dan keuntungannya pasti.

Reksadana adalah instrumen investasi. Setiap investasi memiliki risiko, ingat adagium ‘high return high risk’. Agar menghasilkan keuntungan, investasi HARUS menyerap risiko.

Jika ada pihak yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko, anda harus waspada, karena mustahil ada instrumen semacam itu.

Risiko yang dimiliki oleh reksadana adalah konsekuensi logis dari keuntungan yang diberikan. Nilai investasi di reksadana yang berfluktuasi – kadang naik, kadang turun mengikuti perkembangan nilai efek dalam portfolio – bukanlah kelemahan reksadana.

Itu memang nature dari sebuah produk investasi.

Jadi, kalau menghindari risiko, implikasinya anda tidak bisa menikmati keuntungan. Ini yang terjadi dengan tabungan dan deposito.

Pemikiran bahwa tabungan atau deposito lebih aman adalah hal yang tidak tepat dan menjerumuskan. Definisi aman harus diperjelas dahulu.

Benar bahwa dengan tabungan anda PASTI menerima tingkat keuntungan yang sudah dijanjikan. Namun, keuntungan tabungan atau deposito sungguh rendah, saat ini berkisar di 3% – 5% per tahun.

Dengan tingkat keuntungan sebesar itu, anda menghadapi risiko yang lebih besar, yaitu:

  • Tabungan tidak akan cukup membiayai pendidikan dengan kenaikkan uang sekolah sekitar 15% – 20% tiap tahun.
  • Dana pensiun tidak akan cukup jika ditempatkan di deposito karena keuntungan deposito lebih rendah dari kenaikkan inflasi biaya hidup yang 6% setahun.

Reksadana menawarkan berbagai macam produk dengan tingkat keuntungan yang berbeda – beda sesuai tingkat risikonya.

Anda bisa memilih produk yang sesuai dengan risk appetite anda. Misalnya, reksadana pasar uang memiliki risiko yang rendah, hampir sepadan dengan tabungan atau deposito, tetapi keuntungan reksadana pasar uang relatif rendah.

2. Proses Investasi Reksdana itu ribet, membutuhkan dana investasi yang besar dan tidak tahu memulainya.

Mungkin dahulu reksadana susah diakses. Tetapi tidak lagi sekarang.

Sejak, manajer investasi bekerjasama dengan perbankan dalam mendistribusikan reksadana, Anda tinggal datang ke kantor cabang bank (yang kerjasama dengan manajer investasi) dan bisa membeli instrumen ini.

Hampir semua bank besar menjadi agen penjual Reksadana. Di bank, customer service siap menjelaskan  proses dan risiko investasi reksadana.

Ketentuan dari regulator bahwa nasabah harus paham risiko produk reksadana sebelum membelinya. Jadi, anda pasti akan dibantu ketika memilih produk ini.

Tidak hanya itu saja. Saat ini, anda bisa membeli dan menjual Reksadana secara online (simak: Cara Jual Beli Reksadana secara Online).

Artinya, anda tidak perlu datang ke bank tetapi bisa dari mana saja selama memiliki akses internet banking untuk membeli dan menjual reksadana. Namun, untuk pembukaan reksadana pertama kali, anda harus tetap datang ke kantor cabang bank.

Investasi Reksadana

Minimum investasi reksadana juga jauh dari besar. Bisa mulai berinvestasi Reksadana dari rp 100 ribu. Jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan minimum penempatan dana di deposito.

Moga – moga penjelasan soal pengertian reksadana ini bisa meluruskan dan memberikan pencerahan mengenai risiko investasi di reksadana secara lebih akurat dan proporsional.

Harapannya, masyarakat bisa mulai berinvestasi di reksadana karena banyak tujuan keuangan yang bisa digapai dengan reksadana. MHUNWN8SUYY3 

Ingin tahu dan belajar lebih jauh soal reksadana, silahkan ikuti Kursus Reksadana. Bacaan penting lain adalah Reksadana dengan Keuntungan Tertinggi, Cara Murah Beli Reksadana Hanya Rp 100rb sudah bisa.

GRATIS e-book Panduan Reksadana Dasar

24 Responses

    • Sisada

      Cara paling mudah membeli reksadana adalah lewat bank. Sepertinya sudah semua bank di Indonesia menjual produk reksadana. Menjualnya juga bisa lewat mereka.

      Reply
  1. ance

    Reksadana harus dipantau tiap saat atau ditunggu saja perkembanganya per bulan?

    Reply
    • admin

      Terima kasih sudah berkunjung. Kalau saya, Reksadana dipantau paling setiap bulan. Dipantau setiap hari bikin stress sendiri. Kalau tujuannya jangka panjang, pantau bulanan saja. Semoga membantu. Salam.

      Reply
      • Pelaut

        Perlu banyak belajar dari blog ini lebih banyak hehehe

  2. gmy

    Syg bgt WNI yg berdomisili di luar negeri gak bisa investasi di Indo kecuali bikin KTP nembak. Di forum diskusi org Indonesia di luar negeri semua pada sibuk cari akal spy tetap pny KTP Indo. Kalo yg mau jujur spt saya, ga mo nembak KTP krn sejak 2008 dah gak berKTP Indo ya gak bisa ikutan investasi, duitnya cuma bisa diinvestasikan di negara lain cuma krn sepotong KTP.

    Reply
    • admin

      terima kasih sudah berkunjung. Terus terang saya tidak paham ketentuan mengenai pembukaan reksadana untuk yang berdomisili di LN. Bayangan saya sehariusnya paspor sebagai identitas sudah cukup memadai. Salam.

      Reply
  3. Awaludyn

    Masih awam yang kaya ginian gan……thnks for info…..
    Kunjungan balasan……

    Reply
  4. Def

    sy pernah baca2 di internet. ada orang yg punya reksadana, reksadana syariah kalo gasalah. katanya 60% saham, 20% tabungan, 20% asuransi. Yang saya tanyakan, ini reksadana yg seperti apa pak ya? apa dengan kita setor be”rapa rupiah setiap bulan lalu kita dpat income dari saham? atau bagaimana? Tolong pencerahan, terimakasih..

    Reply
  5. Eko herry

    Kalau perbandingan reksadana untuk pensiun dengan DPLK yang ada sekarang, mana yang lebih memberikan hasil maksimal. Terima kasih

    Reply
    • admin

      Eko,

      Keduanya perlu. Karena DPLK itu disediakan dan disubsidi oleh kantor, sehingga sebagai karyawan saran saya Anda ikut serta.

      Tapi, kelemahan DPLK adalah kemungkinan besar tidak akan mencukupi kebutuhan pensiun Anda karena iurannya dihitung dari gaji dan bukan dari berapa kebutuhan pensiun nanti.

      Karena itu, Anda harus menambahkan DPLK dengan Reksadana untuk memastikan kebutuhan saat Pensiun nanti tercukupi.

      salam

      Reply
  6. raditprasetyo

    kalau kita menginfestasikan uang pada reksa dana (pasar uang) apakah setelah satu tahun uang modal kita bisa balik seutuhnya?

    Reply
  7. raditprasetyo

    kalau kita menginfestasikan sejumlah uang pada reksa dana pasar uang selama 1 tahun bagai mana cara mengambil uang yang telah kita infeskan ,trus jumlahnya berkurang atau bertambah?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!