Risiko dan Karakteristik Kredit Emas

  • August 16, 2013

Ingin membeli emas tapi dananya belum cukup. Jangan khawatir. Sekarang ada fasilitas kredit emas, yaitu membeli emas secara mencicil. Sebelum mengambil, sebaiknya pahami dahulu seluk beluk produk ini sehingga tahu karakteristik dan risikonya.

Emas selalu menjadi instrumen investasi yang dicari orang. Nilainya yang stabil serta likuid membuat investasi di instrumen ini tidak pernah lekang oleh waktu.

Disaat krisis, banyak yang memindahkan dana dengan membeli emas karena dianggap instrumen yang aman.

Apalagi beberapa saat yang lalu, harga emas sempat mengalami peningkatan yang cukup tajam. Membuatnya makin dicari orang sebagai sarana investasi.

Namun, modal yang dibutuhkan untuk membeli emas tidak kecil.

Trend harga emas terus meningkat sepanjang waktu. Saat ini, anda harus menyediakan uang rp 505ribu untuk membeli 1 gram emas.

Memanfaatkan kondisi ini, muncullah fasilitas atau produk kredit emas yang diluncurkan oleh sejumlah bank syariah dan pegadaian. Dengan kredit ini, hambatan besarnya modal untuk membeli emas dapat diperingan dengan bantuan pembiayaan dari bank.

Kredit Emas

Pada dasarnya, kredit emas sama dengan kredit kepemilikan yang lain, misalnya kendaraan bermotor (KKB) atau rumah (KPR). Bank menyediakan sejumlah dana untuk membiayai pembelian emas, sementara debitur harus membayar secara mencicil dengan tingkat margin tertentu kepada bank.

Namun, karena emas adalah produk yang cukup unik, yang berbeda dengan barang konsumtif, terdapat sejumlah karakteristik yang sebaiknya dipahami sebelum memutuskan mengambilnya.

Pertama, hanya emas jenis Logam Mulia produksi PT Antam yang dapat dibeli dengan kredit emas. Pembelian perhiasan tidak bisa menggunakan fasilitas kredit ini.

Kedua, emas dibeli dan disimpan oleh bank atau pegadaian sampai cicilan lunas. Sertifikat Logam Mulia yang dikeluarkan oleh PT Antam dipegang oleh pihak bank pula.

Anda hanya bisa melihat atau mendapatkan salinan sertifikat, tetapi belum bisa membawa emas pulang. Fisik emas dan sertifikat baru bisa diambil setelah cicilan lunas.

Ketiga, terkait poin kedua, emas merupakan jaminan dari pinjaman sehingga ketika debitur tidak melunasi cicilan sesuai perjanjian, bank akan melelang emas. Hasil lelang digunakan untuk melunasi sisa kewajiban kepada bank.

Kapan emas dilelang? Hal ini tergantung kebijakan setiap bank atau pegadaian. Umumnya, lelang dilakukan setelah debitur menunggak selama beberapa bulan berturut-turut.

Keempat, maksimum pembiayaan adalah 75%-80% dari nilai emas yang akan dibeli. Dengan kata lain, anda harus menyediakan dana sendiri senilai 20-25%% dari harga emas. Dana sudah harus siap sebelum proses akad kredit dilakukan.

Bank membutuhkan self-financing dari kreditur guna memastikan debitur serius dalam mengambil kredit (uang muka hilang kalau debitur tidak memenuhi kewajibannya) dan antisipasi harga emas turun dibawah harga pembelian dan debitur tidak menyelesaikan kewajiban (menunggak).

Kelima, bank membebankan margin atas nilai emas yang anda beli. Jadi jumlah pinjaman yang harus anda cicil ke bank adalah harga pembelian emas plus margin (dalam prosentase).

Besarnya margin umumnya berbeda-beda tergantung jangka waktu kredit. Makin lama masa kredit, makin tinggi margin yang diberikan oleh bank. Margin adalah cerminan keuntungan dan premi risiko yang ditetapkan oleh bank.

Keenam, layaknya proses kredit, bank menetapkan persyaratan minimum (umur, WNI), meminta sejumlah dokumen identitas serta data keuangan dan melakukan evaluasi kemampuan pembayaran. Bank ingin memastikan bahwa anda memiliki keuangan yang memadai untuk dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran tepat waktu.

Risiko Kredit Emas

Jika dibandingkan dengan kredit konsumtif, misalnya untuk beli TV, sound-system atau bahkan kendaraan, kredit pembeliaan emas jelas lebih baik.

Nilai barang konsumtif merosot seiring waktu, sehingga kredit konsumtif cenderung tidak menguntungkan karena saat kredit selesai kemungkinan nilai barang sudah tidak berarti. Sementara nilai emas cenderung stabil dan mengikuti inflasi sehingga membuatnya layak disimpan bahkan dengan cara mencicil.

Namun, menambil emas dengan kredit bukannya tanpa risiko. Sejumlah risiko yang perlu anda pahami.

Pertama, risiko harga emas yang tidak meningkat atau meskipun meningkat namun kenaikkannya lebih rendah dari margin (ingat: anda harus membayar margin atas pinjaman pembelian emas). Jika ini terjadi, anda akan menerima nilai emas yang lebih rendah dibandingkan jumlah pembayaran yang ke bank.

Sebagai perbandingan, harga emas meningkat sekitar 20% setahun dalam lima tahun ini. Artinya, selama margin  kredit  masih dibawah tingkat kenaikkan harga emas ini, kredit emas sesuatu yang menguntungkan.

Tetapi (ini ‘tetapi’ dengan huruf besar dan bold), kinerja harga emas masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Tidak ada jaminan harga emas akan meningkat sebesar 20% setahun. Sementara, margin  adalah sesuatu yang sudah fixed, sudah pasti. Jadi ada risiko yang harus dihadapi disini.

Hal ini tidak masalah selama anda akan menyimpan dalam jangka panjang. Kenapa? Karena trend jangka panjang harga emas adalah peningkatan. Meskipun, dalam jangka pendek, harga emas mungkin saja naik turun secara fluktuatif.

Selain itu, jika ingin mengurangi risiko, anda sebaiknya mengambil masa kredit yang pendek. Masa kredit pendek mengurangi eksposur terhadap fluktuasi harga dan margin yang dibebankan oleh bank atas pinjaman pun lebih rendah.

Kedua, risiko emas tidak dibeli atau tidak diserahkan kepada anda (ketika cicilan lunas) oleh pihak yang memberikan kredit. Ingat bahwa selama masa cicilan emas, pihak pemberi kredit yang membeli dan menyimpan emas. Anda hanya bisa melihat.

Oleh karena itu, anda harus memastikan bahwa lembaga pemberi kredit adalah pihak yang kredibel secara legalitas. Punya ijin yang jelas sebagai lembaga yang memang diperkenankan melakukan kredit emas.

Resiko Kredit Emas

Demikian soal kredit emas, alternatif produk pembiayaan yang bisa membantu anda mewujudkan cita – cita ingin punya emas.

GRATIS E-Book Strategi Investasi

8 Responses

  1. daniel

    “Tetapi (ini ‘tetapi’ dengan huruf besar dan bold), kinerja harga emas masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.”

    saya rasa ini cocok mencerminkan keadaan emas tahun yang harganya naik turun….

    Reply
  2. Rhmi

    Dear pak rio,
    saya mau bertanya perbandingan biaya kita keluarkan mana yg lebih besar jika membeli emas secara kredit atau memesan emas secara delivery order yg merupakan fasilitas dari Antam? Mengingat pembelian secara kredit terdapat biaya margin, dan pembelian secara delivery order terdapat ongkos kirim dan resiko perjalanan.
    Mohon tanggapannya pak. Terimakasih 🙂

    Reply
    • admin

      Rhmi,

      Kredit jelas lebih mahal karena biaya bunga. Saya sangat tidak menyarankan berinvestasi dengan kredit atau pinjaman. Itu sangat berbahaya karena return emas tidak pasti sementara pengembalian pinjaman wajib dilakukan apapun kondisi harga emas.

      salam

      Reply
  3. BlogSabda

    saya masih khawatir kredit emas,, saya cenderng memilih membeli emas langsung disaat uang tercukupi, pasalny ayang namanya kredit pasti ada nilai lebih dari seharusnya yang kita bayarkan, bukan begitu?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!