Unit Link Bukan Tabungan, Itu Investasi yang ada Risikonya

  • May 3, 2015

Uang Anda di Unit Link tidak sama risikonya dengan tabungan di bank. Asuransi Unit Link itu investasi yang nilainya bisa naik dan bisa turun.

Ibu saya nasabah di salah satu bank terbesar di Indonesia. Beberapa waktu lalu, ketika hendak memperpanjang deposito yang jatuh tempo, beliau didekati petugas yang dengan ramah menawarkan produk yang katanya memberikan bunga jauh lebih tinggi dari deposito.

Tentu saja, ibu saya antusias karena hasil bunga deposito sudah tidak bisa diharapkan lagi. Yang membuat ibu saya kian tertarik  adalah penjelasan petugas bahwa produk ini aman seperti tabungan.

Kebetulan saya membaca proposalnya.

Dari membaca halaman pertama, saya sudah tahu bahwa itu adalah proposal asuransi dengan investasi alias unit link.

Saya jelaskan ke ibu bahwa produk ini punya risiko. Apakah beliau siap nilai uangnya turun ? Tidak katanya dengan tegas.

Kalau begitu, produk ini tidak cocok dengan tujuan keuangan beliau. Untungnya belum tandatangan polis, sehingga esok harinya beliau bisa dengan mudah membatalkannya.

Saya terima email dari seorang bapak yang baru pensiun. Dia bercerita bahwa tergiur tawaran di bank, beliau menempatkan sebagian uang pesangonnya sekitar 100 juta rupiah di produk yang serupa dengan yang ditawarkan ke ibu saya.

Di email, beliau mengeluh, “Kenapa ya mas, nilai uang saya bukannya naik, malah merosot. Katanya, ini produk yang aman seperti deposito”. Saya lihat di laporannya, nilai simpanannya dari awalnya 100 juta merosot menjadi 97 juta di tahun kedua dan sekarang  93 juta.

Tampaknya kasus bapak ini sama dengan ibu saya. Antara tujuan keuangan dengan produk yang diambil tidak sesuai.

Di bank – bank saat ini gencar ditawarkan produk asuransi dengan investasi, atau umum dikenal dengan unit link. Apalagi sejak bank bekerjasama bancassurance dengan perusahaan asuransi, penawaran produk in kian agresif dilakukan.

Asuransi dengan investasi adalah produk yang seksi buat nasabah bank karena menawarkan keuntungan diatas bunga tabungan / deposito. Tapi apakah nasabah memahami risiko dari produk asuransi dengan investasi ?

Pemahaman produk itu amat penting dalam membeli produk keuangan karena:

Pertama, dengan paham, Anda bisa memilih produk yang sesuai, yang cocok dengan tujuan keuangan.

Kedua, karena paham, Anda bisa menyaring dan mengkritisi setiap ‘janji-janji’ manis yang diutarakan penjual, sehingga keputusan yang diambil tepat.

Kenapa Unit Link itu Bukan Tabungan

Anggapan bahwa produk asuransi dengan investasi (unit link) sama dengan tabungan adalah salah. Meskipun dijual melalui bank, unit link adalah produk investasi. Ingin tahu cara kerja asuransi unit link.

Sebagai produk investasi, nilai unit link itu berfluktuasi tergantung kinerja instrumen yang dipilih, antara lain adalah saham, pendapatan tetap atau campuran.

Kenapa asuransi unit link itu investasi dan bukan tabungan ? Ada beberapa alasan.

#1 Ada Pilihan Investasi

Di dalam halaman paling depan proposal unit link dengan sangat jelas tertera bahwa peserta harus memilih instrumen keuangan untuk menempatkan dananya. Instrumen itu memiliki risiko.

Gambar dibawah ini adalah halaman muka proposal unit link dari sebuah perusahaan asuransi ternama Prudential. Tercantum bahwa peserta memilih “Alokasi Investasi”.

Asuransi Unit Link

Dalam “Alokasi Investasi” tidak ada pilihan tabungan atau deposito. Pilihannya adalah saham, pendapatan tetap, campuran atau pasar uang.

Semua pilihan ini adalah instrument keuangan yang punya risiko. Tidak ada yang risikonya nol atau lebih rendah dari tabungan/deposito.

Jika keterangan di proposal seperti itu, kenapa Anda masih percaya bahwa Unit Link adalah produk seperti tabungan atau deposito ?

Anda sebaiknya membaca dengan teliti proposal jika ada pemasar yang berani menawarkan produk asuransi dengan iming-iming return tinggi dan jaminan hasil layaknya tabungan.

#2 Proposal Sudah Menjelaskannya

Buka proposal asuransi yang ditawarkan kepada Anda. Baca keterangan di dalamnya, yang meskipun panjang dan sedikit berbelit, tapi sangat penting untuk memahami risiko produk yang Anda akan beli.

Dibawah ini, saya mengutip keterangan yang diambil dari proposal Unit Link perusahaan asuransi Prudential. Ada dua poin penting yang wajib diperhatikan, yaitu:

  • Asumsi tinggi rendahnya tingkat hasil investasi ini hanya bertujuan untuk ilustrasi saja dan bukan merupakan tolok ukur untuk perhitungan rata-rata tingkat hasil investasi yang terendah dan tertinggi.Artinya: tingkat hasil investasi tidak pasti. Ini hanya gambaran saja, hasilnya belum tentu seperti ini.
  • Perubahan harga unit menggambarkan hasil investasi dari dana investasi. Kinerja dari investasi tidak dijamin tergantung dari risiko masing-masing dana investasi. Pemegang Polis diberi keleluasaan untuk menempatkan alokasi dana investasi yang memungkinkan optimalisasi tingkat pengembalian investasi, sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Pemegang Polis.Artinya: hasil investasi di produk ini tidak dijamin. Bisa berubah – naik atau turun – tergantung dari risiko pilihan instrumen investasi.
asuransi jiwa

Dari keterangan diatas, Anda bisa membaca bahwa perusahaan asuransi secara tertulis, dengan bahasa yang tegas dan eksplisit, menyebutkan bahwa asuransi dengan investasi itu tidak pasti returnnya. Artinya, produk ini sangat berbeda dari tabungan.

Apa yang Perlu Anda Lakukan

Langkah apa yang perlu dilakukan ketika menerima tawaran produk keuangan, termasuk asuransi atau investasi.

Pertama, pastikan paham apa kebutuhan atau tujuan keuangan Anda.

Misalnya, Anda butuh produk yang memberikan keuntungan tinggi (high return high risk) atau produk yang menawarkan keamanan nilai simpanan Anda (low risk low return).

Yang memberikan keuntungan tinggi adalah produk investasi, tapi investasi memiliki risiko. Yang memberikan keamanan adalah tabungan, namun bunganya relatif rendah.

Kedua, ketika bertemu dengan agen penjual, pastikan penawaran mereka sesuai dengan kebutuhan tujuan keuangan Anda. Tanyakan apakah ini produk investasi atau tabungan.

Kalau investasi, maka produk itu tidak memberikan jaminan keuntungan, artinya keuntungan tidak pasti, bisa naik dan bisa turun. Kalau tabungan, maka produk itu memberikan kepastian, tapi return-nya rendah.

Jika ada agent penjual yang mengumbar bahwa produk yang dijualnya menawarkan keuntungan tinggi (misalnya diatas deposito) dengan jaminan keamanan seperti tabungan (nilai simpanan tidak akan berkurang), Anda harus waspada. Betul – betul waspada.

Pada dasarnya tidak ada produk keuangan yang seperti itu – keuntungan tinggi, risiko rendah.  Sehingga jika ada yang berani menawarkan itu, kemungkinan itu investasi bodong.

Anda harus cross-check keterangan agent penjual di dalam dokumen tertulis.

Ketiga, baca proposal dengan teliti dan cermat untuk memastikan apakah penjelasan dari agen penjual sesuai dengan keterangan tertulis dalam proposal.

Biasanya dalam proposal ada bagian keterangan yang menjelaskan mengenai risiko produk keuangan ini. Cek bagian itu untuk memastikan bahwa risiko produk ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

Investasi Reksadana Gratis

Kesimpulan

Kunci memilih produk keuangan yang tepat adalah kecocokan antara tujuan dengan manfaat/risiko produk yang ditawarkan. Selama Anda menilai bahwa produk tersebut cocok dengan kebutuhan keuangan Anda silahkan diambil. Tapi jika tidak sesuai, jangan diambil.

Mudah-mudahan ini setelah membaca artikel ini Anda bisa mengambil keputusan yang bijak dan percaya diri ketika ditawari produk asuransi dengan investasi alias unit link saat berkunjung ke cabang bank. Semoga bermanfaat !

5 Responses

  1. taviani

    Waahh saya suka sekali dengan website duitmu. Sangat membantu dan berguna sekali. Saya jd penasaran apakah bapak ikut asuransi unit link atau tidak? Menurut bapak, asuransi terbaik unit link di indonesia itu apa? Mohon jawabannya pak terima kasih.

    Reply
    • admin

      Saya pakai Asuransi Term Life (Murni) + Reksadana. Tidak tahu apa asuransi unit link terbaik.

      Reply
  2. Al

    Sebenarnya unit link itu juga bisa dijadikan seperti tabungan, hanya yang patut diingat adalah jangka waktunya untuk JANGKA PANJANG, di unit link nasabah ditawarkan nilai return yang lebih tinggi dari deposito , dan itu benar. Cuma yang harus diperhatikan adalah siapkah nasabah menyimpan dana nya selama 10-30 tahun yang biasanya disarankan jangan diambil hasil investasinya selama waktu tsb???

    Reply
    • admin

      Al, kenapa unit link harus jangka panjang karena dalam jangka pendek uang Anda di unit link dipotong utk bayar komisi. salam

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!