Tips Menghadapi Rujukan BPJS Kesehatan

  • March 30, 2015

Dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas apa itu sistem rujukan. Sekarang, saya akan menjelaskan tips menghadapi sistem rujukan. Apa yang perlu dipersiapkan peserta BPJS supaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. 

Dari pengalaman menggunakan sendiri serta  membaca komentar dan keluhan para pembaca blog yang kebetulan merupakan peserta BPJS juga, saya berkesimpulan bahwa sebenarnya banyak hal bisa diantisipasi seandainya peserta memahami dengan baik bagaimana sistem rujukan bekerja.

Jadi daripada banyak mengeluh atau komplain, lebih baik persiapkan diri kita dengan pemahaman yang baik.

Saya mengumpulkan sejumlah hal yang menurut saya penting dan pertanyaan yang umum diajukan oleh peserta ketika mengikuti sistem rujukan. Ini bisa menjadi tips kita semua dalam memanfaatkan jaminan kesehatan BPJS dengan lebih baik.

#1 Fasilitas Kesehatan Pertama (Faskes I) sangat penting

Ingin berobat dengan BPJS, Anda harus ke Faskes I atau Faskes primer terlebih dahulu. Tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit karena rumah sakit tidak akan menerima selama tidak ada surat rujukan dari Faskes I.

Bisa kesembarang Faskes I ? Tidak bisa. Anda harus pergi Faskes I yang tercantum di dalam kartu BPJS Anda .

Jadi ada dua hal penting yang selalu Anda harus ingat:

Pertama, setiap berobat harus ke Faskes I dulu. Tidak bisa langsung mendatangi ke rumah sakit atau dokter spesialis.

Kedua, Faskes I harus yang sudah ditunjuk oleh BPJS untuk Anda. Tidak boleh Faskes I lain, kecuali dalam kondisi gawat darurat.

Jadi setiap kali berobat dengan BPJS, langkah pertama adalah mengunjungi Faskes I yang ada di kartu. Jika Faskes I memutuskan tidak bisa menangani kasus Anda, barulah Anda dirujuk ke rumah sakit.

Karena itu, keberadaan Faskes I sangat kritikal.

#2 Memilih Faskes I Tidak Kalah Penting

Karena Faskes I sangat penting, pilih yang Anda bisa jangkau dengan mudah. Jangan yang jauh dari tempat tinggal, yang akan menyulitkan saat butuh segera berobat.

Saat melakukan mendaftar, pastikan Anda survei faskes I terlebih dahulu. Cari yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Saya pribadi memilih Faskes I berdasarkan kriteria:

  • Lokasinya dekat dan mudah dicapai dari rumah.
  • Buka 24 jam. Penyakit bisa datang kapan saja, sehingga memilih Faskes I yang bisa dirujuk setiap saat pasti sangat membantu. Sebaliknya, jika memilih Faskes yang hanya buka di hari kerja, Anda harus antisipasi kondisi saat membutuhkan penanganan kesehatan Faskes I masih tutup.
  • Jika pilih puskesmas, pastikan mengerti jam buka dan tutupnya. Setahu saya, banyak puskesmas yang tidak buka di hari Sabtu dan Minggu.
  • Jika memungkinkan, sebaiknya pilih Faskes I yang memiliki fasilitas layanan lengkap. Misalnya, ada dokter spesialis, dokter anak dan fasilitas yang memadai. Jadi Anda one-stop service.

Penentuan Faskes I akan dilakukan ketika mendaftar secara oline. BPJS menyediakan daftar Faskes I di seluruh Indonesia. Makanya, sebaiknya siapkan pilihan Anda sebelum mendaftar.

#3 Beda Alamat KTP dan Lokasi Faskes I Diperbolehkan

Apakah lokasi alamat KTP dan Faskes I harus sama ?

Ini jadi masalah karena banyak warga yang alamat domisili dan alamat KTP berbeda. Contohnya, banyak yang tinggal di jakarta untuk bekerja, tapi KTP masih di luar Jakarta.

Sesuai ketentuan, peserta diperbolehkan memiliki lokasi Faskes I yang berbeda dengan KTP.

Jadi jangan khawatir bahwa lokasi KTP berbeda dari faskes I. Selama peserta berobat ke faskes yang sudah ditunjuk, proses jaminan kesehatan BPJS dapat dilakukan.

#3 Diluar Kota Tetap Bisa Berobat dengan BPJS

Bagaimana jika sedang di luar kota kemudian sakit sedangkan Faskes I ada di daerah lain ?

BPJS berlaku secara nasional. Jadi pada pada prinsipnya, di lokasi mana saja di Indonesia peserta bisa menggunakan BPJS.

Tapi, jika berobat di luar daerah, peserta harus datang dahulu ke kantor BPJS terdekat. Kantor BPJS akan menunjukkan Faskes I yang bisa digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

#4 Apakah Bisa Tidak Rujukan ?

Bagaimana jika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Apakah tetap harus pergi ke Faskes I ?

Ketentuan pelayanan rujukan berjenjang dapat dikecualikan, jika terjadi keadaan gawat darurat.

Tapi bagi peserta penting untuk tahu bahwa kondisi kegawatdaruratan mengikuti ketentuan yang berlaku dari BPJS. Artinya, kondisi yang gawat darurat menurut peserta, belum tentu masuk kategeori  sesuai ketentuan BPJS.

Ini adalah Kriteria Gawat Darurat yang sesuai ketentuan BPJS saat peserta mengalaminya tidak perlu datang ke Faskes I tapi bisa langsung ke rumah sakit manapun untuk segera ditangani. Jadi rumah sakitnya pun bisa yang belum kerjasama dengan BPJS, selama memang masuk dalam kriteria gawat darurat.

#5 Apakah Bisa Klaim ke BPJS ?

Sering muncul pertanyaan apakah bisa klaim reimbursement biaya berobat di rumah sakit ke BPJS ? Ini mungkin masih terbawa cara penanganan di asuransi kesehatan yang menerima reimbursement.

Saat sakit atau berobat, peserta harus ditangani oleh Fasilitas Kesehatan yang sudah kerjasama dengan BPJS. Dengan begitu tidak ada pembayaran yang perlu dikeluarkan oleh pasien.

Singkat kata, klaim reimbursement tidak dapat dilakukan kepada BPJS.

#6 Apakah Bisa Mengganti Faskes I ?

Bisa ganti Faskes I. Tapi, Anda harus menjadi peserta selama minimum 3 bulan.

Asuransi Kesehatan

Kesimpulan

Iuran BPJS yang sangat terjangkau membuat jaminan kesehatan ini menawarkan sejumlah manfaat yang menguntungkan buat para pesertanya. Tapi, syaratnya peserta harus memahami aturan main, rule of the game, dalam sistem ini.

Saya berpendapat dengan paham bagaimana sistem rujukan bekerja, apa prosedurnya, bagaimana menyiasatinya , niscaya kita bisa mengambil manfaat layanan kesehatan ini secara maksimal.

Ingin tahu lebih jauh lagi bisa baca Panduan BPJS Kesehatan.

Update:

BPJS mengeluarkan ketentuan terbaru mengenai denda dan sanksi keterlambatan pembayaran iuran per bulan. Simak disini.

74 Responses

  1. islam di dadaku

    selama ini saya sudah memakai askes dan bpjs dan sangat membantu saya sebagai pegawai kecil

    Reply
  2. jovie

    Gan mau nanya…
    Saya coba online registrasi bpjs, tapi yg tertera pada faskes 1 hanyalah puskesmas…padahal ada RSU lain yang saya inginkan buka 24 jam, dokter lgkp, dll. yang sebenarnya sudah masuk daftar BPJS, namun saat registrasi…tetap saja RSU tersebuy tidak ada dalam pilihan…apakah jika saya terpaksa memilih puskesmas biasa tapi saya ingin melahirkan di RSU yang saya inginkan bisa? Mengingat gak ada option saat registrasi?
    Bingung saya…

    Reply
    • admin

      Silahkan dibaca baik-baik kembali mengenai apa itu Faskes I. Supaya tidak bingung.

      Faskes I itu adalah Puskesmas. Semoga jelas.

      Reply
    • Sucipto Kuncoro

      Bapak/Ibu, berobat dengan BPJS Kesehatan tidak ada yang bisa 24 jam, bahkan di RSU sekalipun. Yang bisa 24 jam hanya kondisi gawat darurat alias antara hidup dan mati. Kalau semua orang boleh langsung berobat ke RSU, akan hancur pelayanan promotif dan preventif di faskes 1.

      Perlu diketahui juga, bahkan di klinik 24 jam, pelayanan untuk pasien BPJS Kesehatan tidak 24 jam (kecuali darurat). Jam pelayanan BPJS tergantung dari MoU BPJS dan faskes (sistem pembayaran juga berperan). Jadi kalau sakitnya common cold jangan heran kalau datang tengah malam pasti ditolak, harus tunggu besok pagi.

      Reply
  3. jestu

    Mau nanya,kalau misalnya kita minta dirujuk ke rumah sakit lain beda propinsi pakai bpjs bisa ngk..?

    Reply
    • admin

      Jestu,

      Anda harus periksa di Faskes I yang tercantum di Kartu Peserta BPJS. Faskes I nanti yang akan memberikan rujukan.

      salam

      Reply
      • Triretno Wardhani

        Jika anak saya sakit pada saat faskes tingkat 1 tutup bagaimana

      • admin

        Triretno Wardhani,

        1) Cari Faskes I yang buka 24 jam
        2) Tunggu sampai Faskes I buka
        3) Jika gawa darurat bisa langsung ke RS.

        salam

  4. yeyen

    Apa guna kita bayar tiap bulan mau berobat harus rumit dan tidak jelaas alasanya. Kalau tidak mengikuti tidak dibayar oleh bpjs. Padahal itu hak untuk berobat.kita bayar tiapa bulan.harus ditentuin dimna mau berobat. Yg jelas masarakat kita semua ingin yg lebih baik. Bukan dibuat ribet ,hrus melalui tingakatan untuk rujukan. Tolong itu di pikirkan. Contoh sy denger kota sya.ada pasien patah tulang.berobat pakai bpjs,ditolak/tidk masuk kriteria.dng alasan itu kan karena sepak bola / hobi jd tidk bisa pakai bpjs. Dan disuruh untuk pembayaran pasien umum. Apa guna kita daftar bpjs bayar tiap bulan kalau tidk berguna untuk berobat. Gk masuk akal.

    Reply
      • rena

        sy kecewa dg bpjs, 2 minggu yg lalu anak sy sakit diare akut sdh berobat di faskes 1, bsk malemnya kondisi anak sy lemas sy anggap itu darurat krn kondisinya sdh lemah lsng sy bw ke igd RS pas nyampe sana dokter jaga bilang ini hrs di rawat, pas ngaku pasien bpjs pihak RS bilang smua kamar penuh…. tragis…
        usut pny usut trnyata tetangga sy pun sama nasibnya…. ditolak rawat inap krn bpjs!

    • Reggy Pratama

      Komentar anda terlalu emosional tanpa ada masalah yang jelas, padahal kalo ikut aturan pasti lancar dan ga ada namanya dirugikan, malah kita diuntungkan

      Reply
  5. Samsul

    Mau tnya, kami punya Faskes1 nya ada di sampit. Kebetulan istri saya lagi hamil, misalnya pingin melahirkan di jawa (kediri) biar dekat dengan keluarga bisa gak ya minta rujukan untuk melahirkan di sana. Thanks

    Reply
  6. orang miskin

    Sekarang orang miskin makin miskin, semenjak di terbitkan BPJS oleh pemerintah kami orang miskin kalau mau berobat selalu di kucilkan,, beda dulu waktu masih pak SBY semua serba gratis , sekarang mau tidak mau untuk menjalani hidup dan agar sembuh dari sakit harus ambil BPJs yg harus di bayar tiap bulan. Kasihan Rakyat miskin sekarang, mudah-mudahan di era pemerintahan yang akan datang sistem ini sudah tidak ada lagi.

    Reply
    • admin

      Ahmad,

      BPJS Kesehatan itu dilaksanakan berdasarkan perintah Undang – Undang yang dibuat dan disahkan di jaman SBY. Pemerintah sekarang hanya mengimplementasikan BPJS sesuai Undang – Undang tersebut.

      Sebaiknya jika ingin protes, Anda baca dahulu dengan baik, supaya infonya akurat dan tidak terkesan menyalahkan tanpa paham latar belakangnya.

      salam

      Reply
  7. andan

    saya mau tanya…istri saya berdomisili d bekasi pondok gede n fakes 1 d pondok gede…n sdangkan sy tinggl d duren sawit…apa bisa berubah fakes pondok gede pindah k jakarta d fakes 1domisili saya…

    Reply
  8. andi

    mau tanya sob…apakah faskes pertama sudah ditunjuk bpjs buat rujukan kerumah sakit tertentu?bisakah kita minta rujukan kerumah sakit yg kt pilih?

    Reply
    • admin

      Andi,

      Peserta harus berobat di Faskes I yang tercantum di kartu. Nanti dari sana, bisa dirujuk ke rumah sakit, bisa tidak, tergantung pihak Faskes I.

      salam

      Reply
    • dewi

      Selamat siang
      Saya mau bertanya,,ibu saya penderita kanker serviks,pertama dirujuk ke rs A,hanya karena bpjs blm selesai kami memutuskan pulang setelah seminggu karena harus satu periode,kami tidak sanggup membayar.akhirnya kita keluar ke rs B dengan bpjs yg sudah jadi.di rs B sudah 3 minggu dan diijinkan plng dan disuruh rawat jalan.tapi ibu saya lebih suka ke rs A. Apakah bisa rawat jalan ke rs A kembali untuk rawat jalan?kita khawatir tidak bisa karena bpjs online.tks

      Reply
  9. arlin

    sya ktp nya jakarta, tp tinggal di cileungsi.. klo mau pindah faskes nya ke cileungsi bisa g ya?

    Reply
  10. yuli

    Suami sy kan udh terdftr bpjs lewah t4 kejanya otomatis kan 1kk uda didftarin koq cuma dikasih 1 kartu sama perusahaannya ya trs buat sy sama ank saya gak,apkh krtu suami saya bisa sy gunakan?

    Reply
    • Metta

      Ibu Yuli, karena ibu terdaftar via perusahaan suami, coba dipastikan apakah saat didaftarkan tsb pihak perusahaan juga mendaftarkan anggota keluarga karyawan sesuai dengan yang tercantum di KK. Kalau pun karena satu dan lain hal suami-istri dan/atau anak beda KK (mungkin karena baru menikah atau kebetulan karena satu dan lain hal anak/suami/istri terdaftar di KK anggota keluarga lain), istri/suami dan anak2 tsb tetap dapat didaftarkan sebagai anggota keluarga karyawan/wati ybs dengan bukti dokumen yang sah, mis. surat nikah, akte lahir anak, dsb.
      Iuran untuk karyawan tidak tergantung pada status / jumlah anggota yang didaftarkan, karena iuran tsb nilainya tergantung gaji karyawan tsb dan jumlahnya sama untuk nilai gaji yang sama hingga level tertentu (ada batas maximum yang ditentukan pemerintah) baik ybs lajang maupun berkeluarga, keluarga tanpa anak maupun keluarga dengan anak 1, 2, maupun 3 (u/ anak ke 4 dst masuk sebagai anggota keluarga tambahan), dan setiap anggota keluarga tsb masing2 akan diberikan satu kartu peserta yang faskes I-nya bisa saja berbeda2 sesuai domisili anggota keluarga ybs (jadi bisa saja suami di Sampit faskes I-nya di Semarang, kemudian istri karena tinggal di Semarang faskes I-nya di Semarang, kemudian anak2 karena bersekolah/kuliah di Yogya faskes I-nya di Yogya). Ini tampaknya yang harus disosialisasikan ke PIC di perusahaan dan para karyawan/peserta, karena pernah saya temui pihak perusahaan yang tidak mau mendaftarkan anggota keluarga karyawan dengan alasan takut iurannya nanti bertambah, atau kalaupun didaftarkan, satu keluarga wajib sama faskes I-nya sehingga kalau sesuai kartu, istri dan anak2 pada kasus di atas harus berobat di Sampit karena suami bekerja di Sampit, suatu hal yang sungguh amat mustahil, karena tentunya dari segi biaya transportasi (dan juga waktu) sungguh tidak efisien

      Reply
  11. andri

    Sya mau nnya..kmren istri melahirkan..kbtulan rumah sakit yang kerjasma dgn bpjs jauh sekali…pada saat itu istri ketubanx..udah pecah jd sy bawa kebidan terdekat…setelah itu bidan merujuk ke RS terdekat tp tdk kerja sama dgn bpjs…kta dokter istri sy hrus dicaesar..jd diputuskan csar dgn biaya yang mahal…pdhl sy peserta bpjs…terpaksa sy byr dgn duit pribadi..dlm kasus ini apakah sy bsa reinburst….thnks..

    Reply
  12. julius

    Selamat malam bang/kak admin, ijin share pengalaman berobat menggunakan kartu bpjs ya.

    Berawal dari keluhan semakin bengkaknya gusi kanan istri saya, maka saya berangkat ke rs bayukarta karawang. Tentunya dengan jadi pasien umum. Kemudian diperiksa di poli gigi, dengan hasil harus di rontgen panoramik dulu. Kemudian kamipun melakukan rontgen tersebut. Dan kembali ke poligigi bayukarta keesokan harinya. Dan hasilnya, berdasarkan rontgen, trnyata harus dirujuk ke spesialis bedah mulut, karena terindikasi benjolan di rongga mulut itu mrrupakan sejenis tumor jinak.
    Brrlanjut, lalu kamipun menemui dokter spesialis bedah mulut yang dirujuk, masih di rs yang sama. Dan hasilnya, positif tumor jinak dan harus segera dioperasi. Berhubung saya hanya berpenghasilan pas2an maka saya minya ditangguhkan dulu. Karena belum ada biaya yg sekitar mencapai 12juta.Lalu singkat kata sayapun memilih mnggunakan bpjs. Saya ikuti prosedurnya dengan baik, seperti mendaftarkan klinik terdekat yang sudah terdaftar dibpjs. Lalu saya datang k klinik dan meminta surat rujukan untuk k rs bayukarta. Dan dapatlah surat rujukannya.
    Sayapun kembali ke rs bayukarta, namun kali ini kami mendaftar di pasien bpjs. Nah disinilah yang sungguh sangat, sangat tidak says duga. Ternyata tellernya bilang, bayukarta hanya menerima pasien anak untuk poli gigi, untuk dewasa belum ada. Alangkah hancur, kecewa, depresi hati saya menerima berita ini. Maka langsung saja says k ruang poligigi untuk mengambil hasil rontgen istri saya, ysng kemarin memang dititipkan d situ.

    Sampai saya curhat begini, kami blum periksa lagi, masih trauma soalnya..
    Mungkin besok saya akan minta rekomend dari klinik, biar dapet rs rujukan yg kompeten mnrima pasien seperti kami…

    Terimakasih bang/kak admin..

    :emot sedih:

    Reply
  13. tias

    apakah bisamendaftar bpjs dengan memilih faskes 1, diluar kabupaten domisili? namun masih dalam satu propinsi,
    faskes tersebut termuat dalam daftar bpjs

    Reply
  14. Chandra yuda pratama

    Istri saya sebentar lagi akan melahirkan.. kebetulan faskes 1 bpjs sy tidak 24 jam.. nah jika tiba2 malam hari atau tengah malam istri saya ingin melahirkan apakah saya bisa langsung ke rumah sakit yg ikut bpjs…

    Reply
  15. Bayu

    Saya minta info zona2 rujukan diseluruh indonesia untuk setiap faskes 1,misalnya puskesmas A hanya bisa mengeluarkan rujukan RS apa saja?makasih..

    Reply
  16. Natnat

    Sy sedang hamil saat ini dan suami saya seorang PNS. Sy biasa konsultasi dgn dokter kandungan di wil Jakarta Pusat dan RS tersebut kerjasama dengan BPJS, sedangkan faskes tingkat 1 di wilayah Jakarta Barat.
    Dapatkah sy minta dirujuk ke RS Jakarta Pusat, karena sy harus caesar yang disebabkan kehamilan sebelumnya belum genap 2 tahun caesar dan dokter yang menangani saya di RS wil Jakpus.
    Terima kasih.

    Reply
  17. novan

    mlm pak.. mau tanya kalau faskes 1(dokter keluarga) tutup (tidak praktek lagi)bagaimana? padahal bpjs baru jadi bulan ini. apa bisa pindah faskes 1?

    Reply
  18. aulia

    Dear admin ,
    Saya minta pencerahan
    Domisili ktp ibu saya di depok ,beliau pemegang askes sebelumnya dan biasa berobat di rs jakarta nah ,sewaktu minta rujukan ke faskes 1 di sana dibilang harus ke rs di sekitar depok sedangkan rs di depok tidak bisa memenuhi kuota obat obat an untuk sebulan walhasil ibu saya harus mengeluarkan uang banyak yg biasanya ditanggung penuh oleh askes nya di rs jakarta .apakah ibu saya bisa pindah faskes 1?ke jakarta?untuk memudahkan mendapatkan surat rujukan ke rs biasa nya ?
    Terima kasih admin

    Reply
  19. April

    Istri mau persalinan dilain kota.. dg alasan dekat ortu..dan dari anak pertama dan kedua persalinan di kota trsbt.. anak ketiga jg rekam medis dkota trsbt..bagaimana cara agar bs gunakan bpjs..trims

    Reply
  20. lorensiyanto

    Maaf mau tanya saya berobat ke dokter praktek yang tdk tercatat dalam daftar fasilitas kesehatan.apakah bisa memberikan rujukan ke rumah sakit yang terdaftar di daftar fasilitas kesehatan bpjs kesehatan.terimakasih

    Reply
  21. Yati

    Faskes 1 di kab. Rantau , trus sy minta rujukan ke banjarmasin tp bpjs saya baru jdi bulan ini bisa ga?

    Reply
  22. anwar saibi

    Sy peserta bpjs kesehatan pekerja.Untuk pemeriksaan mata dan utk mendapatkan kacamata apa saja yg harus sy lalukam..apakah peserta dikenai biaya utk mndapatkan kacamatanya.Mohon informasi utk prosedurnya seperti apa.Trimkasih.

    Reply
  23. Agatha

    Pak, saya mau tanya. Saya terdaftar di salah 1 faskes tingkat 1 dekat domisili saya (Jakarta Barat). Suatu hari saat berobat disana, saya menanyakan perihal faskes lanjutan (Rumah Sakit) rekanan BPJS yg dapat dirujuk bilamana kondisi saya membutuhkan penanganan lanjutan tiba2. Dokter di faskes 1 tersebut menginfokan bahwa saya hanya bisa dirujuk ke RS yg bekerja sama dengan klink pratama tsb yg mana di RS Harapan Kita tdk dapat dirujuk dari klinik saya tsb. Mohon diinfokan apakah sebenarnya bisa saya meminta rujukan ke RSAB Harapan Kita yg merupakan rekanan BPJS tetapi menurut dokter tidak bekerja sama dengan klink tsb.
    Terima kasih.

    Reply
    • admin

      Setiap Faskes sudah ada rumah sakit yang menjadi rujukan mereka – biasanya rumah sakit daerah, baru rumah sakit pusat. Semuanya tergantung pihak Faskes I. Keputusan final rujukan di tangan Faskes I, meskipun peserta bisa mengajukan. salam

      Reply
  24. Suhendra

    Selamat malam pak, saya sakit gigi ( gigi saya ada yang goyang ) saya anggota BPJS Kesehatan. cara nya gimana ya agar bisa berobat kedokter

    Reply
  25. Yuni

    Saya pada bulan desember kecelakaan. Sehingga kaki saya patah. Dan saya dibawa ke rsud persahabatan. Sekarang rencananya saya mau check up lagi. Dan niatnya mau di ronsen. Apakah check up & ronsennya bayar? Dan apakah saya bisa langsung ke rsud persahabatan lagi atau perlu ke faskes 1?

    Reply
  26. lina

    mau tanya donk, no faskes itu didapat kan dari mana dan apakah setiap org itu no faskesnya berbeda?

    Reply
  27. rhara mira

    Saya sedang hamil dan dokter menyarankan utk caesar krna riwayat kehamilan yg pertama. Saat ini saya tinggal didaerah cibinong sedangkan faskes 1 bpjs saya didepok. Apakah bisa saya Minta rujukan dipuskesmas cibinong agar saya tidak perlu ke depok, mengingat kondisi kehamilan sy yg sudah besar..?
    Dan jika memang harus tetap meminta rujukan dari faskes 1 pancoran mas depok,apakah bisa suami sy saja yg datang dan mengajukan sndiri tanpa harus saya ikut ke tempat faskes 1 saya? Trims

    Reply
  28. Lafiah

    Saya pemegang kartu BPJS dengan kelas rawat 1 (satu), belum pernah saya pakai dari setahun yg lalu sejak saya buat. Saya mau coba pakai untuk proses persalinan. Permasalahannya Faskes 1 ada di Depok, sedangkan dokter dan rumah sakit yg menangani saya selama ini ada di kebun jeruk ( kebetulan rumah sakit saya ini sudah bekerja sama dengan BPJS ). Yang saya mau tanya bisakah saya minta rujukan ke Faskes 1 untuk dirujuk kerumah sakit di kebun jeruk ini, mengingat saya ada riwayat keguguran di kehamilan pertama. Terima kasih

    Reply
  29. Azmi

    Saya sedang hamil dan waktu itu sakit diare parah. Saya sudah antre lama dgn kondisi sgt drop. Begitu ktmu dokter fakses 1. Cm bilang “wah ibu lg hamil saya g brani kasih obat” pas saya minta rujukan untuk brobat ke rs kok g dikasih ya malah jawab “surat rujukan apa, kl ibu keguguran baru saya kasih”. Dan saya disuruh cari spesialis sndri. Sy cb ke bidan ttp bayar dan hasilnya g da perubahan. Akhrinya cr rs sndri tnpa rujukan… wktu itu hbs biaya krg lbh 4jt. Mmg kaya gt yaaa pelayanannya…?? Atau saya yg g paham

    Reply
  30. dhiusto

    Mau nanya sy punya BPJS dari perusahaan tp tidak sesuai dgn alamat kk,faskes 1 yang ada di kartu beralamat di papua,sedangkan sy dan keluarga tinggal di makassar,apa bisa saya pakai terus di makassar at tdk.at harus perubahan data,gimana solusinya dan hrs bgmna,gak mungkin sy ambil rujukan ke papua dl br ke makassar lg.

    Reply
    • admin

      Cek di kartu BPJS mengenai lokasi Faskes I untuk berobat dan meminta rujukan ke rumah sakit. salam

      Reply
  31. Matin bertanya

    Ibu saya PNS dan otomatis saya juga punya kartu askes. saya tinggal di A dikarenakan mondok. kota saya ada di Z. bisa ndak menggunakan Askes untuk berobat ke RSUD di tempat sekitar saya mondok sedangkan saya bukan asli org situ. dan bagaimana caranya?

    Reply
  32. maria

    sy tgl di kota maumere faskes I dimaumere. pada tgl 2juli 2016 sy operasi sinusitis di rst wirasakti kupang dan hrs kontrol 1bln kemudian hrs kontrol lg ke poli tht rst wirasakti waktu sy minta rujukan ke faskes I malah di rujuk ke poli tht rsu maumere apakah dari faskes I tdk bs lgsg di rujuk ke rst wirasakti saja krn alatnya lebih lengkap dan sy operasinya dirst wirasakti jg.

    Reply
  33. Tips Kesehatan Islam | ENGGANG PASSION

    […] sistem rujukan bpjs kesehatan. perlu dipersiapkan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan baik.. Tips Menghadapi Rujukan BPJS Kesehatan Ummi online :: majalah wanita islami, Artikel online tentang ibu anak, parenthing,kesehatan, asi […]

    Reply
  34. esti

    saya mendapatkan bpjs dari pemerintah yang KIS dulu saya pernah minta rujukan ke Rs pilihan saya ,tapi ternyata RS tersebut tidak sesuai dengan saya apakah bisa saya minta rujukan ke faskes I untuk minta pindah RS lain?? terimakasih

    Reply
  35. bambang

    Mau nanya bisakah kita memikih rs.rujukan sendiri terima kasih sebelumnya

    Reply
  36. Haqi

    saya mempunyai ayah yang tekena penyakit jantung.
    singkatnya ayah saya sudah cocok berobat di rumah sakit swasta beda kabupaten tapi masih satu provinsi. dan rumah sakit tersebut juga menerima BPJS Kesehatan.
    Saya pernah ke fase I meminta rujukan ke rumah sakit tersebut katanya ga boleh harus rumah sakit satu daerah dulu.
    yang saya tanyakan.
    1. Bisakah kita meminta secara pribadi rumah sakit rujukan mana yang kita pilih.
    2. Bisakah rujukan itu diluar daerah ? dalam hal ini beda kabupaten.
    3. Bisakah ayah saya tidak ikut ke fase I karna kesehatannya yang ga memungkinkan.

    Reply
    • admin

      Soal rujukan dimana itu hak prerogatif BPJS. Peserta bisa meminta tapi keputusan di BPJS. Yang kami tahu, BPJS biasanya akan merujuk dari Puskesmas ke Rumas Sakit Daerah.

      Reply
  37. Nur

    saya pegawai baru di perusahaan dan di tugaskan untuk mengelola bpjs karyawan.. yang saya mau tanyakan, apakah bisa mendaftarkan orang tua dan adik peserta ke dalam badan usaha tetapi beda no kartu keluarga dengan peserta?

    Reply
  38. Achmad

    Selamat pagi, saya ingin bertanya soal penggunaan BPJS pada Faskes selain yang ditujukan pada waktu isi formulir pendaftaran.
    contoh :
    BPJS saya rujukannya klinik A, saya ingin berobat mata, tetapi tidak ada pengobatan mata di klinik A. sedangkan di klinik B ada pengobatan matanya. apakah bisa saya berobat mata dengan BPJS di klinik B?

    Terima Kasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.