Tanya Jawab Iuran Peserta BPJS Kesehatan

  • October 28, 2015

Salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan adalah cara pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Pembayaran iuran penting dipahami peserta karena keterlambatan dikenakan denda dan bisa berujung pada penghentian layanan.

Sebagai jaminan sosial, BPJS tergantung pada iuran peserta. Lembaga ini hidup dari iuran. Tidak ada subsidi dari pemerintah.

Jika pembayaran iuran peserta terhambat maka BPJS Kesehatan bisa mengalami defisit sehingga tidak bisa membayar klaim, akhirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terancam berhenti

Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pelaksanaan BPJS Kesehatan adalah soal ketidakseimbangan rasio klaim. Total pengeluaran yang lebih besar dibandingkan dengan dana iuran premi peserta, adalah masalah yang serius.

Bayar BPJS Kesehatan

 

Pasalnya pada 2014 lalu, total iuran premi yang didapat dari peserta PBI dan non-PBI hingga Desember 2014 mencapai Rp 41,06 triliun. Namun, biaya klaim manfaat (benefit) yang dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp 42,6 triliun.

Artinya terjadi mitch match rasio klaim sampai 103,88%.

Untuk itu BPJS Kesehatan sebelumnya telah menyiapkan dana cadangan Rp 5,6 triliun yang diambil dari pengalihan aset PT Askes (Persero) sebelum ‘berganti baju’ menjadi BPJS Kesehatan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi potensi mitch match rasio klaim pada 2015, pemerintah telah menyuntikan dana tambahan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun untuk pelaksanaan program JKN pada tahun 2015.

Namun dalam jangka panjang, keuangan BPJS sangat ditentukan oleh cukup tidaknya iuran. Oleh sebab itu, BPJS sangat concern terhadap kepatuhan pembayaran iuran.

Sebagai peserta, kewajiban kita adalah membayar iuran tepat waktu karena itu menjamin keberlangsungan BPJS dalam jangka panjang.

Berapa Besarnya Iuran BPJS Kesehatan ?

Bagi karyawan (peserta penerima upah dari pekerja sektor formal), iurannya dibayar oleh pemberi kerja sebesar 4 persen dan pekerja 1 persen dari gaji. Namun ada pengecualian pada periode 1 Januari 2014 hingga 30 Juni 2015 pekerja formal hanya membayar 0,5 persen dari gaji.

Bagi PNS, Polri, dan TNI iurannya dibayar oleh pemerintah sebesar 3 persen dari gaji dan 2 persen dari pegawai.

Sedangkan pekerja sektor informal (peserta mandiri) membayar sendiri iuranya secara mandiri oleh masing-masing individu sesuai kelas ruang perawatan kesehatan yang diambil. Untuk kelas 1, iurannya sebesar Rp59.550, kelas 2 iurannya Rp42.500, dan kelas 3 sebesar Rp25.500.

Apa Sanksi untuk Pemberi Kerja ?

Pemberi kerja harus mematuhi aturan perudangan untuk mendaftarkan dan membayar iuran premi BPJS Kesehatan.

Jika melanggar, maka bisa dikenakan sanski pidana yang diatur dalam pasal 55, UU No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan dituangkan dalam PP No.86 Tahun 2013 Tentang Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara Dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, Dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

Batas Waktu Pembayaran Iuran

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan paling lamat tanggal 10 setiap bulannya. Apabila tanggal 10 pada bulan tersebut jatuh pada hari libur, batas pembayaran iuran pada hari kerja berikutnya.

Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM/setor tunai di Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri.

Kenapa Wajib Membayar Iuran Tepat Waktu ?

Sebagai peserta BPJS Kesehatan dari pekerja penerima upah  (PPU) atau karyawan dari sebuah perusahaan sangat tergantung kepada kepatuhan dari badan usaha tersebut dalam mambayar iuran BPJS Kesehatan.

Jika badan usaha tersebut menunggak atau tidak membayar iuran selama tiga bulan beturut-turut maka pekerja akan dirugikan, karena tidak bisa mendapat pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Berapa Lama Keterlambatan Pembayaran Ditolerir BPJS ?

Keterlambatan pembayaran iuran paling lama 3 bulan bagi pekerja penerima upah dan 6 bulan bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja.

Jika keterlambatan lebih lama dari waktu yang ditentukan, penjaminan terhadap peserta diberhentikan sementara.

Ketentuan ini sudah direvisi per April 2016 seiring Peraturan Baru Denda dan Sanksi Menunggak Iuran BPJS.

Denda Keterlambatan Pembayaran Iuran

Keterlambatan pembayaran iuran jaminan kesehatan akan dikenakan denda administratif sebesar 2 persen per bulan dari total iuran yang tertunggak dan ditanggung pemberi kerja atau peserta mandiri.

Misalnya, peserta menunggak 10 bulan, dendanya juga akan dihitung secara akumulatif. Jika sebulannya peserta membayar  Rp59.500 ditambah  maka ditambah dua persennya yaitu sebesar  Rp1.190, sehingga peserta tersebut harus membayar Rp596.190.

Jika keterlambatan pembayaran disebabkan karena kesalahan pemberi kerja, maka pemberi kerja wajib membayar pelayanan kesehatan pekerjanya.

Ketentuan ini sudah tidak berlaku lagi. Baca Ketentuan Terbaru soal Denda.

Apakah Peserta BPJS Harus Punya Rekening agar Bisa Membayar Iuran ?

Ya, peserta yang belum/tidak memiliki rekening harus memiliki salah satu rekening dari Bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, yaitu BRI, BNI dan Bank Mandiri.

Ini berlaku untuk peserta mandiri.

Apakah Dikenakan Biaya Administrasi Pembayaran Iuran ?

Tidak, peserta tidak dikenakan biaya administrasi.

Apakah Bisa Membayar dengan Autodebet ?

Bisa, peserta dapat melakukan pembayaran dengan sistem autodebet. Autodebet dilakukan pada tanggal 6 setiap bulannya.

Cara pendebetan adalah :

  1. Peserta harus memiliki rekening salah satu bank mitra BPJS kesehatan.
  2. Peserta mendaftarkan diri pada petugas cabang bank mitra untuk dilakukan autodebet.
  3. Peserta telah menyelesaikan seluruh kewajiban sebelumnya yang tertunggak (jika ada)
  4. Peserta menjaga saldo agar dapat didebet untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Peserta dapat mengganti/pindah layanan autodebet dengan terlebih dahulu datang pada bank mitra yang pertama kali mendaftarkan peserta ke layanan autodebet, setelah itu peserta datang ke bank mitra yang dituju untuk mengaktifkan layanan autodebet pada bank mitra lainnya.

Denda Terlambat Membayar (lebih dari tanggal 10 setiap bulan)

Apabila terlambat membayar peserta akan dikenakan denda sebesar 2% dari iurannya. Sehingga total pembayarannya adalah iuran pokok+denda.

Bagaimana Jika Lebih Bayar ?

Kelebihan pembayaran dapat dikembalikan dengan perhitungan sebagai berikut :

  1. Badan Usaha : Kelebihan pembayaran dikembalikan kepada Badan Usaha setelah diperhitungkan dengan piutang/kewajiban (tunggakan dan denda jika masih ada) dan iuran tersebut untuk 1 bulan berikutnya.
  2. Individu : Kelebihan pembayaran dikembalikan kepada Individu setelah diperhitungkan dengan piutang/kewajiban (tunggakan dan denda jika ada) dan iuran tersebut untuk 3 bulan berikutnya.
  3. Segala biaya yang timbul dari pengembalian kelebihan pembayaran iuran tersebut menjadi beban peserta / Badan Usaha.

Bagaimana Proses Pengembalian Kelebihan Pembayaran Iuran ?

Kelebihan pembayaran dapat diproses melalui kantor cabang dengan langkah sebagai berikut :

  1. Peserta/penganggung jawab Badan Usaha menyampaikan ke kantor cabang BPJS Kesehatan dengan melengkapi
  • Bukti pembayaran
  • Bagi peserta mandiri : Foto copy kartu BPJS Kesehatan dan KTP
  • Bagi Badan Usaha : Membawa surat pernyataan kelebihan pembayaran dari manajemen perusahaan.
  1. Petugas staff kolekting BPJS Kesehatan akan melakukan verifikasi. Apabila hasil verifikasi peserta dinyatakan kelebihan, maka akan dikembalikan ke rekening peserta.

Apa itu Virtual Account?

Virtual Account adalah nomor identitas yang didapat peserta setelah melakukan pendaftaran yang digunakan peserta untuk  melakukan pembayaran. Nomor Virtual Account sebanyak 16 digit yang terdiri dari 5 digit pertama kode bank kemudian 1 digit kode peserta/ badan usaha dan 10 digit nomor identitas peserta.

Bagaimana jika kehilangan nomor Virtual Account ?

Peserta menghubungi Kantor BPJS Kesehatan dengan menunjukkan KTP/KK

Bagaimana jika perusahaan ingin menggabungkan beberapa VA (Kantor Cabang) menjadi satu VA (Kantor Pusat) ?

Induk Perusahaan harus membuat surat BPJS Kesehatan untuk menggabungkan seluruh VA menjadi satu VA, dengan ketentuan masing-masing VA tidak mempunyai piutang

Bagaimana jika VA Tidak Dapat Digunakan  ?

Peserta menghubungi Kantor BPJS Kesehatan dengan menyebutkan nomor identitas peserta

Bagaimana Jika Iuran Tidak Sesuai dengan di Virtual Account ?

Peserta dapat segera melakukan konfirmasi kepada kantor BPJS Kesehatan.

Bagaimana jika Nama di ATM tidak sesuai Identitas Peserta ?

Peserta dapat segera melakukan konfirmasi kepada kantor BPJS Kesehatan.

Bank yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

Saat ini terdapat 3 (tiga) bank yang berkerjasama dengan BPJS Kesehatan yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Apa Iuran dapat dibayar via Bank Lain ?

Bisa, pembayaran iuran jaminan kesehatan dapat dilakukan melalui bank lain. Pembayaran tersebut dilakukan melalui sistem RTGS / Kliring dengan mencantumkan nomor virtual account badan usaha / individu.

Apa Peserta dapat Membayar Langsung di BPJS Kesehatan ?

Bisa, peserta dapat langsung membayar pada kantor cabang BPJS Kesehatan dengan mesin EDC

asuransi kesehatan

Apa Pembayaran bisa Lebih dari 1 bulan Sekaligus ?

Bisa, peserta dapat melakukan pembayaran lebih dari 1 bulan. Saat ini baru Bank BNI, BRI dan Mandiri yang telah menyediakan fasilitas pembayaran lebih dari 1 (satu) bulan.

Ingin tahu informasi lain silahkan simak Panduan BPJS Kesehatan.

49 Responses

  1. Nina

    Min mau tanya kalo iuran pbjs (semua anggota kluarga) menunggak. Trus yang mau dilunasi cuma salah satu anggota kluarja saja bisa gak y?

    Reply
  2. asih

    Asslkm ,mau tanya apabila ada tunggakan pembayran bpjs lbh dari setahun bisakah pembayran kita cicil? Kl bisa gmana prosedurnya

    Reply
  3. juni

    Terlalu banyak hal yg harus dikonfirm k kntor bpjs. Tp kntornya sndiri overload. Kalau peserta BU didaftar lewat edabu trus blum disetujui status masih “penangguhan kepesertaan” apakah preminya tetap harus dibayar?

    Reply
    • Agus Selamet

      pengalaman saya mengurus BPJS Kesehatan di kantor saya, semua Badan Usaha ada yang mencover atau bisa juga disebut AO(Account Officer) jadi kalau lewat edabu tidak bisa biasanya saya mengirim email ke AO yang di tunjuk untuk mengurus BPJS Kesehatan atas nama Perusahaan saya… jadi Ibu tinggal menghubungi cabang terdekat dari area perusahaan ibu, lalu menanyakan kebagian CS, siapa AO yang ditunjuk untuk mencover perusahaan Ibu.. Sekian

      Reply
  4. grace

    saya mau tanya, klo sudah 6 bln nunggak hrus bayar ke banknya atau ke kantor bpjsnya. terima kasih

    Reply
    • Agus Selamet

      yang tergampang coba melalui ATM masukan angka 88888 + 11 digit nomor kartu BPJS Kesehatan dari belakang, kalau tidak bisa baru ke kantor cabang yang pertama kali kita mendaftar

      Reply
  5. Saroha

    Min… Saya mau bayar pertama bpjs lewat atm mandiri.. Tapi tdk bisa apakah pembayaran harus di hari kerja walaupun lewt atm mandiri

    Reply
  6. dian

    Apa bpjs bisa d cairkan nanti nya.bagaimana bila peserta jrng brobat sedang kita harus terus membayar?

    Reply
  7. laras

    Kalau kita tidak sakit apa uang nya kembali???seumpama saya tidak bawa kartu bpjs saya apa boleh pakai krtu bpjs swami

    Reply
  8. lukman

    Sya mau tanya, kenapa masih ada pembayaran obat pribadi walaupun sudah memakai BPJS?

    Reply
  9. Budi

    Tanya pak :
    kalo januari saya resign
    februari maret tidak bekerja dan tidak bayar iuran
    april saya mulai bekerja

    bagaimana cara pembayaran dan hitungan jumlah tunggakan iurannya saya

    terimakasih

    Reply
      • perdana

        Saya mempunyai kasus yang mirip.
        Resign dari kerjaan terus ingin bayar BPJS sendiri itu bagaimana caranya ?
        Saya bingung, apa bisa bertanya ke BPJS tanpa harus datang ke kantornya.

  10. ai

    Mau tanya,kenapa iuran bpjs kesehatan oleh perusahaan dengan pribadi beda?terimaksih

    Reply
  11. Rustan

    ass pak ak mau nanya nih…di waktu bulan maret lalu aku bayar iuran bpjs lansung 4 bulan.jadi berarti berlaku sampai bulan 7…yang saya mau tau ,apa yg 4 bulan it. bulan 4,5,6,7 pembayaranx di denda atau gmn krn iuran klas 2 skrang ud naik.

    Reply
  12. niati

    mau tny,kalau mw bayar iuran bpjs ketenagakerjaan tetapi salah byr ke bpjs kesehatan
    gmn y?uang nya bisa di kembalikan?

    Reply
  13. ade cipta maulana

    mau tanya,..
    saya sudah bikin BPJS kesehatan perorangan hanya dua orang saja ( istri & anak pertama ) sudah lama tidak di bayarkan BPJS , nah sekarang saya sudah di ikut sertakan di perusahaan saya untuk bikin BPJS kesehatan trus hasilnya hanya saya dan anak kedua saja yang dapat…? dan apa solusi buat saya biar bisa di tanggung ke perusahaan BPJS yang perorangan…? makasih Min saya tunggu jawabannya

    Reply
  14. andri

    bagaimana mengadukan perusahaan tempat saya bekerja karena banyak karyawanya tidak di ikutkan bpjs kesehatan dan apa sanksi nya buat perusahaan tersebut

    Reply
    • admin

      Tidak tahu sanksinya apa. Tapi sesuai undang-undang perusahaan wajib mengikutkan karyawannya ke BPJS.

      Reply
  15. Ulya

    Min, mau nanya. Saya kan dari perusahaan sudah membayar tunggakan iuran beserta denda kepada BPJS melalui setoran. Apakah saya perlu ke BPJS membawa bukti setoran untuk dilaporkan ke mereka? karena saya cek di Tagihan di Administrasi Kepesertaan, masih dibuat tunggakan iuran nya.

    Reply
  16. ujang kasim

    Min..
    Mau tanya nih… Saya daftarkan janin dalam kandungan.. Tanggal 25 -05-2016 lusa pas 14 hari dari pendaftaran pertama. Kmaren2 sya bayar di pos, supermarket dll tp katanya blm terdaftar.. Padahal kn sudah ada virtualacun nya ,, tolong penjelasan nya kapan saya harus membayar sjak awal pndftran . Terima kasih

    Reply
  17. Ari

    Mau tanya pak.. Misalkan kita dari keluarga tak mampu, lalu ortu ngurus bpjs dan otomatis kita sbg anak kan termasuk dalam peserta bpjs tsb kan? Lalu kita nya besok2 mungkin dpat pekerjaan di suatu badan usaha. Habis itu si bos kan ngedaftarin pegawainya menjadi peserta bpjs. Lalu bagaimana dgn status bpjs kita yang sdh ada sebelumnya? Apakah kita nanti bakal dapat satu lagi kartu bpjs yang non PBI? Atau kita yg sdh punya kartu PBI sebelumnya tdk usah diikut sertakan kedalam non PBI? Gimana solusinya?

    Reply
  18. Linda

    Selamat pagi Admin, saya ingin tanya apakah saat awal mendaftar bpjs harus bayar 3 bulan dulu?

    Reply
  19. hervina putri

    Min mau tanya. Saya udh bayar 3 org, tapi via atm nya baru 1 yg udh kebayar, 2 nya lagi gagal trus katanya di denda. Itu gimana min, kalo balik ke bank nya lagi saya bayar denda nya apa saya harus bayar lagi juga bpjs yg 2 org nya?

    Reply
    • sunantoro

      Pengalaman saya bayar lewat ATM Mandiri bisa gagal kalau kita terlalu LAMBAT memasukkan Datanya. Coba ketik dengan lebih sigap/cepat walaupun agak ribet.

      Reply
  20. hudd

    Pak mau tanya, saya baru daftar bpjs lalu udah dapet virtual account, pada hari itu juga langsung sya bayarkan iuran pertama. nah lalu saya baca 14 hari kerja baru bisa dibayarkan.. apakah pembayaran saya hilang atau gimna, pencerahan dong pak pliss….

    Reply
  21. j. setiya budi

    Min, mau tanya Bagaimana Jika Nama peserta Iuran di Virtual Account Tidak Sesuai dengan Nama peserta pembayar iuran dan juga Bagaimana jika Nama di ATM tidak sesuai Identitas Peserta ? , karna hal ini sdh sy tanyakan ke BPJS Kantor Cabang Manokwari – papua barat , namun jawaban mereka ada kesalahan sistem tetapi sampai saat ini data sy belum berubah sesuai nama di KTP

    Reply
  22. Sudarto

    Min mau tanya nih Saya dan isteri peserta bpjs kesehatan mandiri, selama ini s/d Agusus tdk pernah menunggak pembayaran, tapi hari ini 6 sept. 2016 mau bayar via ATM BRI kok tagihannya yg biasanya Rp. 80.000,- perorang kok jadi rp. 160.000,- per orang karena ragu2 jadi saya baru bayar 1 orang saja, lalu saya tanya langsung ke BPJS Jl Karya Medan, katanya cukup bayar satu saja karena dlm kartu Keluarga memang hanya 2 orang maka otomatis pembayaran kepala keluarga yg jadi 160.000,- sudah mencakup utk isteri juga , lalu saya cek lagi di ATM, tagihan isteri juga masih ada Rp. 160.000,- gimana tuh ? katanya peraturan baru BPJS ?

    Reply
  23. Sudarto

    oh iya m
    Min selama ini saya bayar melalui ATM BRI juga membayarkan untuk Keponakan dan ana2knya sebanyak 5 orang , masing 2 kelas 3 ( jadi 5 x Rp. 25.500 ), pembayaran lunas s/d Agustus 2016, tapi waktu mau bayar utk bulan sept 2016 , hari ini 6/9/2016 , tagihannya 0
    Rp. 0,-, saya cek semua , 2 org yg berhasil di cek , tagihannya Rp.0,- mau cek yg ke 3 , tidak dapat di proses …..
    bingung gimana nih BPJS ???

    Reply
  24. Fifin Tri ISLAMI

    selamat sore , mau nanya saya tadi mau bayar BPJS tapi kenapa tagihannya jadi 1 juta lebih ya ??? padahal saya tidak pernah telat waktu bayar nya sebelum tgl 10 tiap bulan . suami saya wafat th 2014 dan saya daftar setelah suami saya wafat . saya dan 3 anak yang terdaftar di BPJS begitu . apakah karena suami saya wafat juga bayar BPJS tiap bulan meski tidak terdaftar . ????? gimana ya saya bingung ??? harus tanya kemana tagihan SE banyak itu . tolong banget . makasih

    Reply
  25. citra pratiwi

    mau tanya, saya kan tiap bulan bayar terus bpjs. nah utk bulan ini, tepatnya pada hari ini saya bayar bpjs kena 204.000 untuk kelas II. padahal biasanya cm diatas 50rbuan. jauh banget perbedaannya.
    knpa ya?

    Reply
  26. roni

    saya sudah bayar iuran bpjs bulan agustus.sebesar 25500.giliran byar bulan september saya kaget tertera nominal 400 ribu pdhl saya tidak pernah nunggak bayar.tolong solusinya

    Reply
  27. Hendro

    Saya bingung tentang pembayaran bpjs , mengapa tidak sama seperti pembayaran PLN ataupun PDAM misalnya iuran untuk bulan apa ? ataupun kalau nunggak dijelaskan nunggak bulan apa ? , yang tertera di tagihan bpjs hanyalah jumlah tagihan saja tanpa disebutkan untuk blan apa ?? Mohon penjelasannya… Terima kasih

    Reply
  28. Oriza

    Min, mau tanya nih. selama ini sy selalu bayar tepat waktu dan tdk pernah ada masalah. bbrp hari lalu sy berobat namun hampir aja di tolak karna status bpjs sy “PENANGGUHAN PESERTA” , itu maksudnya apa ya min?
    sy telp call center jawabannya kurang memuaskan malah disuruh lgsg dtg ke kantor tanpa dicek dulu no bpjs sy dan hanya menjelaskan bahwa sy melakukan mutasi data/faskes. padahal sy ga pernah merubah data apapun. tks min

    Reply
  29. hasnawati

    mau tanya . pada bulan desember 2016 ini kan kakak saya bayar bpjsnya lewat dari tanggal 10 itu gimana tuh . kena denda berapa yh

    Reply
  30. Sugeng Haryadi

    Tanya Pak, bulan Agustus 2015 saya mendaftarkan BPJS orang tua saya dengan ppembayaran autodebet melalui rekening saya. Tapi di Januari 2016 orang tua memutuskan untuk membayar sendiri melalui KUD. Tetapi saya memang tidak pernah melakukan print out buku tabungan.
    Kemarin saya dapat SMS notifikasi dari bank yang mengabarkan transakasi autodebet GAGAL.
    Kemudian saya print out buku tabungan dan hasilnya semua isinya telah habis.
    Apakah memang seperti itu cara kerjanya?
    Lantas apakah uang saya di tabungan bisa dikembalikan?
    Terima kasih.

    Reply
  31. Muhammad Rijal Awaludin

    mau nanya kemaren saya telpon kantor pusat bpjs.
    sya nanya pak bisa gak bikin kartu elektrik bpjs? bisa, tp mas daftar lewat apa. kata sya, sya daftar lewat online,
    kata kantor bpjs katanay gak bisa kalau daftarny lewat online.

    trus masa kalau sya ke rumah sakit, bawa2 kertas virtual account.
    ribet klau selalu cetak id nya

    Reply
  32. ali

    saya mau tanya saya mau bayar iuran pertama tapi terlambat bayarnya setelah di cek ternyata penengguhan pembayaran bagaimana klo mengaktifkan penngguhan pembayaran utu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!