Asuransi Syariah: Menawarkan Keuntungan Lebih Baik dari Konvensional

  • December 4, 2014

Tidak hanya menawarkan perlindungan sesuai pengertian syariah, asuransi syariah memberikan keuntungan yang lebih baik dari konvensional. 

Ada surplus keuntungan yang dibagi kepada pemegang polis yang tidak ditemukan dalam asuransi konvensional. Ada asuransi kesehatan syariah yang bisa double-claim. Ini pilihan untuk mendapatkan produk asuransi terbaik.

Meskipun negara dengan populasi muslim terbesar, perkembangan produk keuangan berbasis syariah masih terbatas di Indonesia. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan pangsa pasar asuransi jiwa syariah  dan re-asuransi jiwa syariah pada kuartal III tahun 2012 hanya 3,96 persen.

Padahal, selain tujuan ibadah, asuransi syariah punya keunggulan yang membuatnya terbaik dibandingkan konvensional, yaitu (1) tambahan uang dari pembagian surplus keuntungan dan (2) asuransi kesehatan syariah ada yang bisa double-claim dengan BPJS dan asuransi lain. Perlu dicatat pembagian surplus keuntungan adalah tambahan uang untuk peserta diluar hasil investasi (jika memiliki asuransi yang plus investasi).

Minggu lalu, saya berkesempatan bertemu teman yang bekerja sebagai trainer asuransi syariah di salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Dalam pertemuan itu, saya mendapatkan kuliah singkat yang padat dan bermanfaat mengenai bagaimana cara asuransi syariah bekerja.

Pengetahuan itu yang hendak saya bagi dalam tulisan ini.

Konsep Syariah

Untuk menjelaskan pengertiannya, kita pahami dulu bagaimana asuransi konvensional bekerja. Dalam konvensional, pemegang polis membayar premi kepada perusahaan asuransi. Perusahaan memiliki premi tersebut dan membayar uang pertanggungan jika terjadi klaim.

Jadi, dalam asuransi konvensional, risiko dan keuntungan adalah di perusahaan asuransi. Terjadi pemindahan risiko (transfer) dari peserta ke perusahaan asuransi.

Dalam asuransi syariah, konsep dan definisinya berbeda, yaitu risiko dibagi antar peserta asuransi. Caranya, peserta membayarkan kontribusi yang dikumpulkan ke dalam rekening bersama yang disebut ‘Tabarru’. Setiap kali terjadi klaim, pembayaran dilakukan dengan memotong ‘Tabarru’ tersebut.  Dana kumpulan ini milik peserta dan bukan milik perusahaan asuransi.

Proses hubungan peserta dalam pertanggungan Asuransi Syariah adalah sharing of risk atau “saling menanggung risiko”. Apabila terjadi musibah, rnaka semua peserta Asuransi Syariah saling menanggung. Tidak terjadi transfer risiko dari peserta ke perusahaan seperti pada asuransi konvensional.

Peranan perusahaan asuransi dalam konsep asuransi syariah hanya sebagai pemegang amanah dalam mengelola dan menginvestasikan dana dari kontribusi peserta. Perusahaan asuransi disewa oleh peserta dengan membayar komisi .

Dewan Pengawas Syariah

Bagaimana memastikan bahwa prinsip syariah diterapkan secara benar ? Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN), yang bertugas mengawasi pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau hukum yang mengaturnya.

Di setiap lembaga keuangan syariah, wajib ada Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS ini merupakan perwakilan DSN yang bertugas memastikan lembaga tersebut telah menerapkan prinsip syariah secara benar.

Instrumen Efek  Syariah

Salah ciri asuransi syariah yang membedakannya dengan asuransi konvensional adalah investasi harus dilakukan hanya di efek syariah, yang memenuhi dua kriteria sb:

Pertama, tidak melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.  Kegiatan tersebut antara lain:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi ; perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain : perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa; dan perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu; jasa keuangan ribawi, antara lain: bank berbasis bunga; dan perusahaan pembiayaan berbasis bunga; Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
  • Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan antara lain: barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi); barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah)

Kedua, memenuhi rasio keuangan berikut: (1) Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82% (delapan puluh dua per seratus); (2) Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus).

Berdasarkan kedua kriteria tersebut, pihak otoritas mengeluarkan Daftar Efek Syariah, yang merupakan kumpulan Efek yang tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DES tersebut merupakan panduan investasi untuk investor yang ingin berinvestasi pada portofolio Efek Syariah.

Manfaat Asuransi Syariah

Sejumlah manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Perlindungan jiwa, kecelakaan dan cacat tetap dan rencana keuangan yang sesuai prinsip syariah. Melalui pembayaran kontribusi berkala, Anda dapat menentukan besaran Manfaat Pertanggungan.
  • Pembebasan Kontribusi Dasar apabila terjadi ketidakmampuan total yang disebabkan oleh penyakit maupun kecelakaan. Peserta bisa menikmati manfaat asuransi meskipun dalam situasi ketidakmampuan total.
  • Perlindungan Biaya Kesehatan: penggantian biaya perawatan rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit dan kecelakaan. Dilengkapi fasilitas cashless yang mempermudah perawatan di rumah sakit dengan tanpa pembayaran tunai, layanan tersedia 24/7 dengan jaringan rumah sakit rekanan di seluruh wilayah Indonesia.

Pembagian Keuntungan

Kontribusi asuransi syariah menjadi milik semua peserta. Dana bersama ini digunakan untuk membayar klaim.

Ada dua kemungkinan: (1) kontribusi lebih besar dari jumlah klaim, maka terdapat yang namanya Surplus Keuntungan; atau (2) klaim lebih besar dari jumlah kontribusi,  maka terdapat Defisit Keuntungan.

Nah ini yang membedakan dengan asuransi konvensional. Surplus Keuntungan dibagi dengan ketentuan: 60% ditahan dalam saldo Tabarru; 30% diberikan kepada peserta dan 10% kepada pengelola (perusahaan asuransi).

Pembagian Surplus Keuntungan kepada peserta adalah proporsional sesuai kontribusi. Semakin besar kontribusi, porsi surplus keuntungan semakin besar. Dan sebaliknya.

Tapi, kalau dilihat dalam proposal, pembagian surplus keuntungan ini tidak akan terlihat. Harus ditanyakan ke agen atau perusahaan asuransi bagaimana dan berapa pembagian surplus selama ini.

Bagaimana jika terjadi defisit keuntungan. Pertama diambil dari saldo Tabarru. Jika masih kurang, pinjaman dengan akad Qardh kepada perusahaan asuransi untuk menutup defisit. Selama masih defisit, pembagian surplus keuntungan tidak dilakukan.

Bisa Double-Claim

Di asuransi kesehatan syariah, peserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua anggota keluarga.

Asuransinya menggunakan kartu (cashless) dan membayar sesuai tagihan. Satu polis digunakan untuk satu keluarga, sehingga preminya lebih murah. Dibandingkan asuransi yang tidak bisa satu polis untuk satu keluarga, karena harus satu polis untuk satu orang.

Ada asuransi kesehatan syariah yang saya temukan yang memperbolehkan double-claim dengan asuransi lain termasuk, BPJS.

Terus terang, ini manfaat yang sangat menguntungkan bahwa asuransi kesehatan bisa double claim tagihan biaya rumah sakit. Mayoritas asuransi kesehatan biasanya hanya memperbolehkan ‘koordinasi manfaat’ tetapi tidak ‘double-claim’.

Apa beda double-claim dengan koordinasi manfaat?

Ini adalah cara penggantian klaim rumah sakit jika memiliki dua atau lebih asuransi kesehatan, sebagai berikut:

  • Koordinasi Manfaat: asuransi membayar sisa tagihan yang belum dibayar oleh asuransi sebelumnya. Misalnya, total klaim Rp 10 juta, BPJS hanya membayar Rp 8 juta sedangkan sisanya tidak dijamin karena peserta upgrade ke kelas kamar lebih tinggi. Dengan skema koordinasi manfaat, asuransi kesehatan membayar sisa Rp 2 juta dengan tetap memperhatikan jatah plafond maksimal.
  • Double – Claim: asuransi kesehatan langsung membayar sesuai plafond, tanpa memperhatikan berapa sisa tagihan yang belum dibayar oleh BPJS. Misalnya, plafond asuransi 10 juta, maka jika muncul klaim seperti kasus diatas, asuransi dengan pola double-claim akan membayar 10 juta. Total uang yang diterima nasabah jadi lebih besar yaitu Rp 18 juta (8 juta BPJS dan 10 juta double-claim asuransi kesehatan). Syarat double claim mudah, yaitu cukup menggunakan kwitansi legalisir.

Asuransi kesehatan syariah yang bisa double-claim ini memberikan manfaat lebih besar kepada pemegang polis.

Tapi, perlu dicatat tidak semua asuransi kesehatan syariah memberikan double-claim. Anda harus cermat dan hati – hati. Janji agen bahwa asuransi yang dijualnya bisa double-claim harus dipastikan memang sesuai dengan definisi diatas. Yang saya tahu kebanyakkan asuransi hanya bisa koordinasi manfaat.

Kesimpulan

Awalnya, saya berpikir bahwa pengertian asuransi syariah dipilih karena alasan ibadah semata. Nyatanya, setelah menelisik lebih jauh (terima kasih teman untuk pencerahannya), asuransi ini punya sejumlah kelebihan lain, yang membuatnya terbaik dibandingkan konvensional.

Surplus keuntungan dan asuransi kesehatan syariah yang bisa double-claim tagihan rumah sakit adalah kelebihannya. Berminat lebih jauh soal asuransi syariah, silahkan hubungi disini.

Artikel Asuransi:

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

30 Responses

  1. wawan

    Dibandingkan dg asuransi konvensional misal manulife term life. bagaimana jika di bandingkan asuransi syariah? apakah premi hangus kalo ga ada klaim selama periode asuransi ? Asuransi syariah apa yg terbaik utk sy dg kondisi Umur saya 31 tahun, tdk merokok, pendapatan 4,8 juta per bulan, masih single dan ada rencana ingin beli rumah, tabungan 50 juta, tidak punya utang. thx

    Reply
    • admin

      Sudah saya jawab via email karena ada beberapa data tambahan yg saya perlukan. salam

      Reply
  2. Purwanto

    Asuransi syariah apa yg bpk ikuti? Asuransi termlife syariah apa sj dr mn dan produknya apa yg bagus ?

    Reply
  3. Satya

    Pa kalau asuransi kesehatan menanggung seandainya seseorang kecelakaan lalulintas jg ga yg membutuhkan operasi ? karena ada bbrp asuransi kesehatan tapi jg ada ada asuransi kecelakaan.

    Reply
    • admin

      Asuransi Kecelakaan mengganti jika meninggal karena kecelakaan atau mengalami cacat tetap. Asuransi kesehatan mengganti biaya perawatan di rumah sakit, termasuk karena kecelakaan. Jadi asuransi kecelakaan dan asuransi kesehatan fungsinya berbeda.

      Reply
  4. Satya

    kmd utk biaya medical check up sbg syarat pendaftaran asuransi manulife term life itu yg nanggung biaya nya user atau pihak asuransi ?

    Reply
    • admin

      Biaya medical chcek-up gratis karena ditanggung oleh pihak asuransi. Hasil medical nantinya bisa dimintakan copy-nya ke asuransi.

      Reply
  5. Naufal K

    Admin, saat ini saya belum punya asuransi apapun, umur 33 Thn, menikah, anak 1 umur 3 Thn. Mohon sarannya asuransi yg cocok untuk saya sekaligus bisa mengcover asuransi jiwa, pendidikan anak dan asuransi kesehatan. Saya bisa menyisihkan +/- 500rb per bln utk anggaran asuransi tsb.

    Trims.

    Reply
  6. Eman

    Saya sedang mencari asuransi (diutamakan yg syariah) utk jiwa dan kesehatan keluarga.

    1. Asuransi Kesehatan Tambahan utk Keluarga
    Saya (37 tahun), Istri (29 tahun) dan 3 anak (dibawah 7 tahun). Bukan perokok.
    – Butuh yg bisa double claim/cash plan karena saya sudah pengguna bpjs.

    2. Asuransi Jiwa (utk saya sendiri)
    – UP s/d 500 juta

    Kemampuan bayar premi max 10 juta/tahun (utk semuanya). Bisa diinfokan sarannya?

    Reply
  7. Satrio

    Admin, saya PNS umur 31 Thn, menikah, anak 1 umur 9 bln. Mohon sarannya asuransi yg cocok untuk saya buat mengcover
    – asuransi jiwa (saya tertarik yg berbasis syariah), Butuh yg bisa double claim/cash plan karena saya sudah pengguna bpjs
    – Dana pendidikan buat anak kami
    – dana pensiun
    penghasilan bersih saya saat ini setelah dikurang ini itu adalah 5 juta/bl

    Terimakasih.

    Reply
  8. neneng

    Saya tidak mengerti tentang asuransi, saya ingin mengasuransikan kesehatan kedua orangtua saya, ibu saya berusia 52 tahun dan bapak saya 57 tahun beliau perokok berat dan riwayat stroke, asuransi apa yang cocok utk mereka Berdua. Terimakasih

    Reply
    • admin

      Ada asuransi kesehatan murni untuk orang tua yang bisa cover sd usia 80 tahun. Saya kirim via email. salam

      Reply
  9. Lia

    Maaf admin, mau tanya. asuransi syariah yang dimaksud satu polis bisa untuk semua keluarga dan bisa double claim itu asuransi apa ya? saya masih bingung mau daftar asuransi kesehatan yang bisa buat semua anggota keluarga (4 orang) dan bisa double claim. saya 22 tahun, ayah 53 tahun, ibu 52 tahun, adik 20 tahun. semuanya tidak merokok. terima kasih.

    Reply
  10. Citra

    Saya belum punya asuransi, umur 30 Thn, menikah, anak 1 umur 6 Thn. asuransi apa yg cocok untuk saya sekaligus bisa mengcover asuransi jiwa, pendidikan anak dan asuransi kesehatan dan bisa double claim?.trimakasih.

    Reply
  11. sri ayu

    Selamat malam admin. Kalau boleh tau asuransi syariah mana yang admin maksudkan bisa mengcover satu keluarga bahkan bisa double claim. Umur saya 26 tahun, ayah 55 tahun dan ibu 44 tahun, sedangkan 2 adik saya 23 dan 21 tahun. Kami sekeluarga sudah ikut bpjs, tapi kalau memang ada asuransi syariah yang bisa memberikan manfaat lebih seperti double claim itu, saya tertarik mengikuti. Terima kasih, saya tunggu infonya.

    Reply
  12. Ayp

    Saya belum mengerti dunia perasuransian dan juga belum memiliki asuransi, dan berniat untuk menggunakan asuransi yang syariah. Saya laki-laki berusia 27 tahun, dan belum menikah. Apakah sya sudah memerlukan asuransi? Penghasilan bersih setelah pengeluaran saat ini tiap bulannya adalah kurang lebih 10jt

    Produk asuransi syariah apa yang dapat mengcover hal-hal seperti berikut :
    1. Jiwa
    2. Kesehatan
    3. Investasi
    4. Pensiun

    serta berapa rata2 biaya bulanan yang harus saya keluarkan untuk asuransi tersebut
    Terima kasih.

    Reply
  13. DS

    Kalau berkenan mohon informasi Asuransi syariah apa yang menyediakan fasilitas double claim seperti bapak maksud diatas?
    Adakah asuransi syariah yang 100% proteksi tidak dicampur dengan investasi?

    Terimakasih

    Reply
  14. seno

    saya tertarik dengan salah satu pernyataan admin yang menggunakan 1 polis asuransi syariahkesehatan untuk 1 keluarga.kalau boleh tau jenis asuransinya apa ya?thx

    Reply
  15. endang

    Admin saya ingin info tentang asuransi pendidikan dan kesehatan yg untuk 1 keluarga yg d bahas d atas, saya dan suami sdh ikut bpjs, anak 2 yg 1 dah ikut AXA, pengen yg info yg syariah, thanks

    Reply
  16. adi

    Assalam..
    Admin, saat ini saya belum punya asuransi selain BPJS, umur saya 34 th, menikah, anak 1 usia 1 th dan istri saat ini sedang mengandung. Mohon sarannya asuransi syariah yg cocok untuk saya sekaligus bisa mengcover asuransi jiwa, pendidikan anak dan asuransi kesehatan sekaligus mencover kelahiran.
    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.