Pengertian Asuransi Jiwa Unit Link: Manfaat dan Implikasinya

  • June 10, 2014

Meskipun tumbuh paling fenomenal, asuransi jiwa unit-link tidak jarang menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Selain karena unit link cukup advanced, pemahaman soal manfaat dan risiko produk ini kerap kurang tepat. Kurangnya pemahaman beresiko salah pilih produk.

Di suatu kesempatan reuni SMA, saya bertemu teman lama. Karena tahu saya mengelola blog keuangan, teman ini curhat mengenai asuransi jiwa unit-link miliknya. Dia mengeluh nilai investasinya merosot, sementara dia sedang butuh biaya besar untuk anaknya masuk kuliah.

Ditambah lagi, teman ini baru menerima surat dari perusahaan asuransi yang memberitahukan bahwa dia harus menambah dana (top-up). Asuransinya memiliki fasilitas kesehatan yang akan terhenti jika dia tidak menyetor top-up.  “Saya sedang kekurangan dana, eh ini malah diminta menambah dana, puyeng saya “, kata dia. “Padahal, saya tidak pernah lupa membayar premi dasar”, kata dia menutup curhatnya.

Saya minta copy polisnya untuk dipelajari. Setelah membaca dengan seksama, saya tanya ke dia “apakah kamu mengerti manfaat dan implikasi produk ini ?” Dia bilang, “wah itu dulu agen yang menjelaskan, saya sudah lupa detilnya. Yang saya ingat, produk ini memberikan return yang tinggi”. Nah lho!

Kesimpulan saya, teman ini tidak paham manfaat dan risiko produk unit link. Ujungnya, ya seperti ini. Keluhan yang disampaikannya sebenarnya tidak perlu . Kemungkinan situasi ini sudah bisa diprediksi dari awal, jika dia membaca dan memahami polis dengan baik.

Sebelum membeli produk, selayaknya kita paham manfaat dan risikonya. Waktu beli gadget, umumnya kita sangat detail. Meriset dengan seksama fitur – fiturnya, membandingkan semua tawaran dengan teliti. Padahal, itu adalah gadget yang umurnya paling lama 2 atau 3 tahun, dan kalau salah pilih pun, pengaruhnya kecil buat hidup kita.

Apalagi jika beli produk asuransi. Asuransi digunakan tidak hanya setahun atau dua tahun, tapi 10 sampai 15 tahun ke depan, dan jika salah memilih, efeknya sangat besar untuk pasangan dan anak – anak. Produk yang seperti ini wajib dimengerti sebelum dibeli.

Kenapa Ada Unit Link

Definisi Unit Link adalah produk perusahaan asuransi jiwa yang mengawinkan fungsi proteksi dan investasi. Dalam rencana keuangan, investasi dan proteksi adalah dua hal wajib dimiliki.

  • Investasi. Investasi diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan, misalnya dana pendidikan dan dana pensiun. Tanpa investasi, tujuan keuangan sulit dicapai karena mengandalkan tabungan, yang bunganya rendah, tidak akan bisa mengejar kenaikkan harga (inflasi). Baca Risiko Tabungan Pendidikan  yang bunganya kecil.
  • Proteksi. Proteksi melindungi Anda dari sejumlah risiko, misalnya, meninggal dunia, cacat tetap dan sakit. Jika pencari nafkah utama sakit, cacat atau meninggal dunia, investasi terhenti . Anak – anak terancam tidak bisa sekolah. Istri atau suami kemungkinan tidak bisa pensiun dengan layak. Karena itu, perlu proteksi, supaya investasi bisa terus berjalan meskipun pencari nafkah utama mengalami musibah.

Dengan membeli produk unit – link, Anda mendapatkan investasi dan proteksi sekaligus. Tidak perlu repot – repot lagi. Semuanya satu paket.

Berbeda dengan asuransi tradisional atau asuransi jiwa term-life yang hanya memberikan manfaat proteksi. Tidak ada manfaat investasi di asuransi jiwa tradisional.

Unit link menawarkan banyak pilihan investasi dengan potensi return yang bervariasi, dari rendah sampai tinggi. Ada banyak instrumen, seperti saham, obligasi, campuran dan pasar uang. Itu sebabnya produk unit link menarik karena menawarkan return jauh diatas  tabungan atau deposito. Namun, calon nasabah harus paham bahwa  dalam unit link risiko ditanggung oleh pemilik polis, bukan oleh perusahaan asuransi, bukan oleh agen.

Selain fitur produk yang menarik, ada kondisi di masyarakat Indonesia yang mendorong produk ini tumbuh dan berkembang.  Kenyataan bahwa kesadaran ber-asuransi masyarakat masih lemah (hanya 10% masyarakat punya asuransi individual). Saya mengalami bagaimana sulitnya mengajak teman, pengunjung blog, untuk membeli asuransi. Menawarkan asuransi saja itu sulit. Ini bisnis penolakan, kata seorang teman di asuransi.

Namun, ketika ditawari investasi, masyarakat mudah menerima dan ujungnya membeli. Mungkin karena dalam investasi , keuntungannya jelas. Ada manfaat ‘tangible’, kasat mata berupa uang yang nantinya bisa diambil. Sementara, asuransi masih dianggap uang ‘hangus’, hilang tanpa manfaat (meskipun ini cara berpikir yang ‘totally wrong’).

Dengan kondisi seperti ini, buat perusahaan asuransi, lebih mudah menjual produk yang dikawinkan dengan investasi. Jangan jual produk asuransi saja.

Itu makanya, asuransi pendidikan marak karena masyarakat lebih mudah digaet dengan iming – iming dana pendidikan, walaupun sebenarnya dibalik produk dana pendidikan itu adalah asuransi. Cara menjualnya pun tidak jarang dibalik, tawarkan dahulu investasi, baru kemudian menjual asuransi (‘ini investasi dengan bonus asuransi’).

asuransi term life

Kerja Unit Link

Bagaimana cara kerja unit link? Untuk mempermudah, saya gunakan ilustrasi air dalam ember dibawah ini. Semoga lebih memperjelas maksudnya.

asuransi kesehatan
  • Premi yang Anda bayarkan masuk ke instrumen investasi yang Anda pilih, yang kemudian menghasilkan Nilai Polis. Namun, sebelum itu, premi dipotong untuk membayar sejumlah biaya, terutama biaya akuisisi di tahun awal. Jadi, porsi premi yang masuk sebagai investasi itu nett biaya yang dibayarkan ke perusahaan asuransi.
  • Nilai Polis, yang merupakan hasil dari investasi, adalah uang yang digunakan untuk membayar Biaya Asuransi, Biaya Asuransi Tambahan dan Biaya Administrasi. Jadi, proteksi asuransi dibayar dari hasil investasi. Dari sini, kita bisa lihat bahwa pemotongan biaya di unit link dilakukan dengan dua cara. Pertama, premi langsung dipotong untuk membayar biaya akuisisi (hanya di 5 tahun pertama). Kedua, nilai investasi dipotong secara rutin untuk membayar biaya asuransi (selama – lamanya polis hidup).
  • Setelah membayar semua biaya tersebut, sisanya adalah nilai polis atau nilai tunai, yang bisa diambil oleh pemegang polis. Ini adalah nilai yang bisa dicairkan untuk dana pendidikan atau dana pensiun.
  • Selama nilai polis cukup untuk membayar biaya, proteksi asuransi tetap aktif. Kalau nilai polis tidak cukup, otomatis proteksi asuransi berhenti, sering disebut sebagai polis lapse. Sebelum terjadi polis lapse, perusahaan asuransi akan meminta nasabah melakukan penambahan dana (top up), bayar lagi diluar premi yang rutin dibayar.
  • Jadi dalam unit link, nilai polis adalah titik pentingnya. Karena itu, perlu paham apa yang mempengaruhi nilai polis. Pertama, jumlah dana yang masuk dari pembayaran premi dasar dan kedua, kinerja return investasi yang dipengaruhi instrumen yang dipilih (saham, obligasi, deposito dll) serta kemampuan manajer investasi mengelola dana. Ingat: tidak ada jaminan return atau hasil investasi di unit link. Risiko ditanggung oleh pemegang polis. Jika menerima penawaran dari agen asuransi yang menjanjikan kepastian return investasi, agen tersebut bisa dipastikan ngawur.

Bagaimana mendeteksi suatu proposal asuransi jiwa ada unit link atau bukan? Paling mudah, cek apakah asuransi itu menawarkan investasi. Lihat apakah ada nilai investasi atau nilai tunai di masa depan, yang bisa Anda manfaatkan, dan nilainya tidak dijamin atau risikonya ditanggung oleh masabah, jika ya itu adalah produk asuransi unit – link.

Perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang terkenal menjual unit – link adalah Prudential, AXA Mandiri (patungan Bank Mandiri dan AXA), Allianz, Sequis Life dan Manulife. Trendnya saat ini justru perusahaan asuransi berlomba – lomba menawarkan unit link dan pelan – pelan meninggalkan asuransi jiwa tradisional (murni).

Manfaat Unit Link

Kenapa Unit Link menjadi produk asuransi yang paling fenomenal pertumbuhannya? Pasti karena punya  manfaat yang lebih baik dibandingkan produk asuransi lain. Kemudahan adalah manfaat yang paling utama.

Pertama, membayar satu premi sudah mendapatkan fungsi investasi dan proteksi. Tidak perlu mengurus investasi sendiri. Perusahaan asuransi yang akan mengatur semuanya.

Kemudahan ini membantu mereka yang tidak ingin ribet dengan proses investasi Reksadana. Saya berbincang dengan banyak teman yang memilih unit link karena memudahkan  mereka berinvestasi. Meskipun sudah ada fasilitas transaksi Reksadana secara online dari sejumlah bank dan manajer investasi, akses transaksi Reksadana ini masih belum tersebar, terutama di kota – kota di luar Jakarta. Sementara, investasi di asuransi punya banyak kemudahan, seperti pembayaran via transfer ATM, auto-debit dan kartu kredit.

Kedua, tidak perlu repot mengolah, mencari dan mengelola investasi. Berbagai pilihan instrumen investasi, yang dikelola Manajer Investasi professional,  sudah disediakan oleh asuransi unit link. Nasabah tinggal pilih yang sesuai dengan profil risiko. Laporan monitoring perkembangan investasi setiap bulan dikirimkan kepada pemegang polis.

Ketiga, Unit Link menawarkan berbagai asuransi tambahan (rider), seperti asuransi kesehatan, cacat tetap, penyakit kritis dan lain – lain. Dengan begitu, nasabah tidak perlu direpotkan lagi, mencari – cari sendiri asuransi tambahan. Semuanya kumplit dalam satu paket. Tinggal comot, mau rider apa.

Salah satunya adalah rider asuransi kesehatan yang bisa memproteksi sampai usia 80 Tahun. Asuransi kesehatan tradisional belum bisa memberikan perlindungan sampai usia setua ini. Maksimal paling tua di usia 70 tahun, itu pun butuh persetujuan kembali pihak asuransi (tidak otomatis lanjut). Ini merupakan keunggulan tersendiri buat unit link.

Keempat, dalam kasus – kasus tertentu ketika premi kecil, misal dibawah 500 ribu, asuransi tradisional sulit dikombinasikan dengan reksadana untuk mendapatkan hasil optimal karena ada minimum premi di asuransi tradisional yang membuat porsi investasi menjadi sangat kecil sehingga hasilnya kurang optimal. Dalam kondisi ini, unit link lebih dapat mengakomodasi keadaan karena menerima minimum premi yang lebih rendah untuk investasi dan proteksi.

Kelima, tingkat melek finansial (financial literacy) masyarakat kita masih rendah, seperti ditunjukkan oleh sejumlah survei. Karena itu untuk mendidik masyarakat mengenai investasi di Reksadana bukan perkara yang mudah. Saya mengalami bagaimana sulitnya menjelaskan Reksadana kepada banyak orang, terutama karena banyak yang alergi atau takut dulu, menganggap produk keuangan sesuatu yang rumit. Dalam kondisi ini, unit link hadir menawarkan kemudahan. Fungsi belajar investasi diambil alih oleh unit link. Ini bagus atau tidak, saya tidak tahu, tapi ini kenyataan di lapangan.

kesalahan asuransi pendidikan anak

Karakter Unit Link

Asuransi Jiwa Unit Link adalah produk asuransi yang cukup advanced. Produk ini kompleks karena menggabungkan unsur investasi dan proteksi, dengan perhitungan yang cukup rumit.

Sayangnya, banyak nasabah tidak mau membaca proposal dan polis untuk memahami fitur – fitur unit link. Sudah produknya cukup rumit, nasabahnya enggan baca lagi, kita bisa duga apa yang akan terjadi.

Saya coba ringkaskan berdasarkan pengalaman dan analisa proposal unit link. Apa saja fitur yang sebaiknya dipahami, sebelum membeli atau saat sedang ‘galau’ melihat kinerja unit link.

Ini adalah manfaat dan kerugian memiliki Asuransi Unit Link sebagai berikut:

#1 Hasil Investasi Menentukan Proteksi Asuransi

#2 Biaya Asuransi Terus Meningkat

#3 Komponen Biaya yang Perlu Anda Tahu

#4 “Unapplied Premium” yang Mengurangi Manfaat

#5 Maaf, Belum Ada Investasi di Tahun Pertama

#6 Cuti Premi: Pahami Konsekuensinya!

#7 Pemilihan Investasi yang Terbatas

Penjelasan lengkap atas masing – masing fitur diatas silahkan baca di Manfaat dan Kerugian Asuransi Unit Link.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

101 Responses

  1. Abdul Rauf

    Thank’s banget pak..
    Dapat pencerahan dan menjadi penyemangat lagi..

    Reply
  2. Kartini

    Unit link adalah pemborosan ruarr biasa.. Bila biaya akuisisi, top up investasi, selisih harga unit, admin bulanan, dll itu dianggap sebagai biaya kenyamanan untuk berinvestasi, rasanya itu seperti membayar jasa semir sepatu seharga jasa menginap di hotel bintang lima di pusat kota New York hehehe.. Artinya tidak sebanding lah.. Memang kita harus ikuti saran sebagian besar perencana keuangan: belilah asuransi murni (biasanya kita menyebut dengan “yang preminya hangus”), dan ikut reksadana secara terpisah. Kalau ada perencana keuangan yang menyarankan unit-link, patut diduga dia mendapatkan sesuatu dari unit link itu 🙂

    Reply
  3. Anto

    Pak Rio,
    Terima kasih atas pencerahan ttg Asuransi Unit Link nya.
    Saat ini saya sudah ikut salah satu asuransi jiwa unit link….pertanyaannya,
    Apabila saya ingin stop/tutup asuransi nya, kapan waktu yang tepat?

    Apakah dengan mengambil seluruh nilai investasinya, berarti saya sudah menutup asuransi saya?

    terima kasih

    Reply
    • admin

      (1) Kalau memang sudah punya alternatif investasi lain (misalnya Reksadana), dan sudah asuransi pengganti untuk memastikan adanya proteksi, semakin cepat menutup semakin baik, apalagi jika masih dibawah 6 tahun (karena ini periode dimana porsi pemotongan biaya paling besar).

      (2) Perlu Anda cek ke pihak asuransi untuk pastinya. Menurut saya, dengan ambil semua nilai investasi dan tidak bayar premi, otomatis asuransi berhenti karena tidak ada lagi dana untuk membayar biaya asuransi.

      Reply
  4. Sugeng

    Tolong pak saya minta saran dari bapak.. sy ikut asuransi unit link di salah satu perusahaan asuransi. Premi sebesar 1.000.000/bulan. Kontrak sampai 10 tahun. Skrg sdh berjalan 3 tahun. Skrg beban pengeluaran semakin banyak, saya mulai capek membayar premi tersebut. Apa yg harus sy lakukan pak? Kalau sy tutup skrg rugi atau tidak pak? Biar tidak rugi sy tutup di tahun ke brp? Klu sy paksakan lanjut sampai 10 tahun bagaimana pak uang sy balik modal, rugi atau untung pak? Terima kasih.

    Reply
    • admin

      kalau ingin menutup unit-link, saran saya Anda HARUS sudah siap dulu dengan dua hal berikut:

      (1) Asuransi Jiwa. Gunanya untuk proteksi keluarga Anda. Bisa pilih asuransi term-life yang preminya lebih murah dengan UP lebih tinggi.
      (2) Investasi. Sudah punya alternatif pengganti investasi di unit link, misalnya Reksadana (penjelasan lengkap baca disini). Investasi akan membantu Anda mencapai tujuan keuangan.

      Jika dua hal diatas, Anda belum siapkan, sebaiknya Unit Link jangan ditutup karena jika tetap ditutup Anda menghadapi risiko, yaitu tidak ada proteksi utk keluarga dan tidak bisa mencapai tujuan keuangan.

      Reply
    • Kevin

      sebetulnya ada satu solusi lagi yang bisa diterapkan, yaitu dengan menurunkan harga premi. anda bisa menurun kan premi 1jt anda menjadi jumlah paling minimal yang bisa diberikan, tentu saja manfaat didalam nya akan berkurang sesuai dengan harga premi. tapi paling tidak ini lebih baik, karena meringankan biaya dan asuransi nya bisa terus berjalan.
      dilihat lagi dari yang bapak bilang sudah berjalan 3 tahun, rasanya agak disayangkan bila ditutup karena di beberapa perusahaan asuransi ada yang memberikan jangka waktu tunggu untuk claim proteksi tertentu(max 2 tahun untuk penyakit kritis). dan bila sudah 3 tahun berarti anda sudah bebas masa tunggu, yang berarti bila anda mau claim, bisa langsung dilakukan.
      untuk yang terakhir, kalau menurut saya, bila dengan cara menurunkan harga premi, itu tergantung, karena tingkat investasi selalu naik turun, jadi bila anda ingin balik modal setelah 10 tahun, sebaiknya dilakukan ketika investasi sedang tinggi.

      Reply
    • Eko Vebrianto

      Turun premi saja, pak. Bisa Rp.300.000,- atau Rp.350.000,- bisa juga Rp.400.000,- atau Rp.450.000,- terserah anda. yang penting, anda masih mampu untuk menabung di “tabungan wajib” ini. nah, setelah anda berhitung nilai yang anda tabung & cek nilai tunai jika = anda tidak rugi, maka anda bisa tutup polis.

      Reply
  5. Suryakant

    Baik master, teirma kasih..Kalau perusahaan berjangka indonesia yang berinisial IPF itu gimana pak?Ada teman saya bekerja disana menawarkan untuk membuka akun mini, katanya order kita langsung dikirim ke Inggris, apakah itu benar? sebab menurut master semua broker di indonesia adalah bandar.

    Reply
    • admin

      saya tidak mengikuti dan tidak familiar dengan yang Anda tanyakan. Maaf belum bisa membantu menjawab.

      Reply
  6. Ramli

    kembali kepada pengetahuan akan manfaatnya; unit link memudahkan kita berinvestasi sambil dilindungi dalam masa asuransi, dan lagi manfaat asuransinya sangat memudahkan ketika kita sakit masuk rumah sakit.

    so : kalau head to head dengan reksanadana engga fairlah,…hahhahahhah

    Reply
  7. Malika

    Salam Pak Rio,
    Setahun lalu saya tanda tangan kontrak dengan asji murni syariah (Al khairat) di salah satu perusahaan asuransi syariah. Preminya Rp.18juta utk manfaat 3M. Tahun ini saya akan memperbarui kontrak. Perusahaan tersebut menawarkan sistem link yang preminya lebih murah dibanding yang asji murni. Sekitar Rp.170an juta, premi dibayar selama 5 tahun, manfaat 15 tahun (kalau asji murni bisa mencapai Rp.300an juta, pembayaran premi selama 15 tahun, dengan manfaat yang sama). Yang ingin saya tanyakan, apa benar bahwa premi sistem link ini bisa lebih murah dibanding dengan sistem asji murni? ataukah sbenarnya banyak beban-beban tersembunyi yang bakal harus saya bayar di kemudian hari? (seperti paparan tulisan anda diatas). Saya masih bersikukuh tidak mau asuransi unit link. Namun kenyataan diatas agak sedikit menggoyahkan keyakinan. Mohon bantuannya ya pak. Terima kasih

    Reply
    • admin

      Di unit link ada risiko, Anda harus top-up premi ketika kinerja investasi tidak sesuai target. Cek dengan agen asuransinya, apa risikonya kalau return investasi anjlok. Sebagai nasabah, kita wajib paham semua risikonya karena dunia investasi tidak selalu biru.

      Di asuransi murni, jumlah premi yang harus dibayar sudah pasti (fixed). Tidak ada risiko Anda harus menambah premi (top up) ditengah jalan.

      Reply
  8. Arda

    Itulah kenapa Saya akhirnya memutuskan bergabung dengan asuransi saya sekarang ini. Penjelasan seperti ini WAJIB dibaca oleh calon nasabah asuransi unit link.
    Saya pernah cek salah satu teman saya yang sudah 10 tahun lebih berasuransi dengan nilai di atas 4 juta per bulan. Agen-nya sudah tidak lagi bekerja di asuransi tersebut. Dalam kurun waktu sekitar 3 bulanan, di tahun ini (gonjang-ganjing pilpres,dll), Nilai investasinya turun sampai 25 juta, tanpa dia sadari.
    Apalagi sekarang-sekarang ini ya?

    Sebenarnya jika nasabah tahu, nasabah bisa melakukan switching, bisa menarik sebagian (syarat dan ketentuan berlaku), dan lain sebagainya. Kenyataannya Nasabah buta akan hal ini. Banyak agen asuransi tidak tahu tentang ini, berusaha menyembunyikan, dan atau bahkan berbohong… semua demi komisi.

    Semoga lebih banyak lagi yang dicerahkan dengan artikel-artikel seperti ini.
    ASURANSI PENTING…. TAHU RESIKO LEBIH PENTING,…
    PROTEKSI MAKSIMAL DAN INVESTASI LEBIH MAKSIMAL…….. JAUUUHH LEBIH PENTING LAGI.
    Bisa?
    “Bisa donk!”
    Caranya?
    “Mari Bicara!”

    Reply
    • Ocktha

      Boleh donk pak, ilmunya…
      Proteksi Maksimal dan Investasi lebih maksimalnya.
      saya seorang karyawan yang juga seorang mahasiswa berumur 23 tahun.
      saya ingin memiliki asuransi yang juga investasi (unit-link . saya baru paham jika namanya unit-link dari website ini. terima kasih admin). tentunya, investasi akan sangat dibutuhkan menurut saya jika sudah di umur 30-an.

      dari perusahaan sudah ada BPJS kesehatan. namun untuk kesehatan menurut saya tidak terlalu bisa diandalkan. karna terlalu banyak yang tidak bisa di cover (tambah bayar).

      mohon pencerahan sebaiknya mana yang harus saya pilih.

      Terima Kasih

      Reply
      • admin

        Ada beberapa data pribadi yang kami perlukan. Sudah kami jawab via email.

      • ardyan

        Malam bapak terima kasih atas ilmunya. Saya browsing ini karena terlibat pembicaraan di sebuah angkrinhan dj Jogja ttng asuransi.
        Sama halnya dgn mbak/mas Octha diatas. Skrng saya ada seorang karyawan swasta dgn umur 29 thn dan akan menikah thn ini. Saya membutuhkan asuransi jiwa untuk mengcover kesahatan saya yang proteksinya maksimal dan investasinya maksimal.

        Mohon untuk diberi pencarahan pak apa yang harus saya lakukan.
        Matur nuwun

  9. Yan

    istimewa pak infonya.. thx a lot…
    tnya satu lg pak, jadi unit link dan reksa dana lbh baik mana untuk invest jngka pjg?

    Reply
    • admin

      Kalau tujuannya murni untuk investasi, Reksadana jelas lebih baik dibandingkan dari Unit Link. Unit Link banyak potongan dibandingkan Reksadana. Tapi, Anda harus belajar lebih jika ingin berinvestasi di Reksadana. Silahkan baca disini panduan lengkap Reksadana.

      Reply
  10. etty retna

    Sy seorang agen asuransi juga.tp nasabah2 sy tdk pernah sy berikan asumsi cerita yg menggiurkan dg iming2 return yg besar. Sy hny m’berikan pengertian bhw Asuransi adlh PROTEKSI. Jika pd saat yg akan dtg tdk ada klaim,berarti nilai tunainya adlh BONUS. Komisi agen yg katanya 30% tdklah begitu sepenuhnya krn tergantung sistem unit link yg agen berikan. Memang rata2 agen mengejar komisi besar. Akan tetapi.jujur saja saya hny menikmati 23% saja,sdgkan yg 7% saya berikan kpd nasabah. Krn kerjasama yg kami jalin tdk sebentar akan tetapi dlm.kurun.waktu yg lama dan berkelanjutan. Perlu di ingat bhw pekerjaan apapun past beresiko. Tapi inilah hidup.dg segala konsekuensinya. Karena saat kita berani.hidupp.b’arti.kita sudah berani BERESIKO. Sekali lg mari.kita belajar untuk berbagi bukan saling menjatuhkan agar negara ini semakin tertata kondisinya. Salam SUKSES.buat Anda, Anda, Anda dan kita semua.

    Reply
    • admin

      Terima kasih komentarnya. Saya coba jawab satu persatu:

      (1) Anda dari agent mana? Yang saya tahu membagi komisi ke nasabah itu MELANGGAR KODE ETIK agen. Karena akan menimbulkan conflict of interest. Saya lihat aturan kode etik ini di sebuah perusahaan asuransi besar. Saran saya, Anda cek lagi apakah tindakan membagi komisi itu diperbolehkan oleh perusahaan asuransi tempat Anda bekerja atau tidak. Karena sanksi melanggar kode etik setahu saya cukup berat.

      (2) Kalau Anda bilang bahwa proteksi yang paling penting, sebaiknya tawarkan nasabah Anda dengan Asuransi term life karena itu memberikan proteksi paling tinggi. Unit Link proteksinya jauh dibawah term life, meskipun unit link memberikan nilai investasi.

      Reply
  11. Ali suhanda

    saya punya unit link di axamandiri tapi persisnya unit link apa,saya juga kurang mengerti yang mulai pada agustus 2008,sekarang saya mulai pesimis dengan nilai pengembangan investasinya yang di tawarkan agennya dulu,saya masih punya illustrasinya yaitu di tahun ke 5 sudah kembali modal,tapi sekarang sudah 6 tahun lebih saya check lewat sms tanggal 29 oktober 2014 nilainya baru 18 620 000. dengan premi 400 000/bulan.saya punya rencana akan menutupnya,daripada ruginya semakin dalam.
    mohon dibantu sarannya bagaimana sebaiknya..

    terimaksih..

    Reply
    • admin

      pada dasarnya, unit link tergantung pada kinerja investasi dan adanya banyak potongan biaya di lima tahun pertama (makanya hasil investasi kurang bisa maksimal).

      Jika ingin menutup unit link, itu hak Anda. saran saya kalau saat menutup unit link, Anda segera beli asuransi jiwa term-life (bisa baca disini) supaya perlindungan keluarga tetap ada dan segera juga lakukan investasi di tempat lain (misalnya Reksadana).

      Reply
  12. ardian wibowo

    saya saat ini menggunakan axa mandiri,saya belum membaca polisnya krena saya sedang tidak ada dirumah, jadi saya membaca brosurnya aj,setelah 5 tahun uang akan kembali 100% jika tidak ada klaim,maksudnya gmna itu pak?jd misalnya klo ada klaim sbelum 5 tahun, trus uang yang d berikan ke kita adalah uang hasil investasi bukan dari asuransi,krena klo qt klaim mempengaruhi hasil investasi qt setelah 5 tahn. trus misalnya qt mau tutup polis,saya denger katanya ada saldo minimal yang harus tertinggal,jadi qt gak bisa ambil seluruh uang hasil investasinya

    Reply
      • ardian wibowo

        dimana pak ya,saya lihat tidk ada di respon sebelumnya. terimakasih pak.

      • admin

        Tanpa membaca polisnya sulit buat saya untuk berkomentar. Bisa dilihat dalam polis, klausul yang mengatur bagaimana syarat pengembalian 100% preminya.

      • ardian wibowo

        pak,saya ada copy polis asuransinya,bisa saya kirimkan email pak,agar bapak bisa review. nama program asuransinya Asuransi Mandiri Sejahtera Mapan. Di situs axa tercantum,jika tertanggung mengakhiri polis tanpa claim (risiko kematian tidak terjadi) maka akan dibayarkan nilai inestasi yang telah terbentuk. jadi belum tentu 100% uang kembali tapi tergantung hasil investasi qt nanti.

      • admin

        Saya baca di web-nya AXA. Produk yang Anda beli itu memang nilainya tergantung kinerja investasi.

  13. jason

    Pak, saya sdg mencari asuransi kesehatan u/ pengganti biaya rs.
    Mau tanya untuk jangka panjang mana yg lebih murah antara unit link atau askes murni.
    Dgn usia saya yg 35 thn, kira2 berapa premi askes murni yg hrs dibayar sampai saya berusia 80 thn?
    Apakah ada kemugkinan perusahaan menolak perpanjangan polis setelah saya berusia 60 atau 65 thn?
    Sdgkan pada unitlink, misal saat ini saya bayar premi sebesar Rp. 30 jt per tahun. Dgn masa pembayaran selama 15 thn, maka total premi yg saya bayar Rp. 450 juta. Memang dari jumlah kelihatan sangat besar, tp saya dpt perlindungan rawat inap sampai usia 80 thn.
    Terima kasih.

    Reply
    • admin

      Premi murah atau tidak itu relatif karena harus dilihat manfaat askes-nya seperti apa. Tanpa melihat detil manfaatnya sulit saya menentukan. Kalau sudah ada proposalnya, coba kirim email ke duwitmu.keuangan@gmail.com baru saya bisa analisa dan bandingkan.

      Anda sebenarnya tidak perlu takut tidak bisa diperpanjang di usia lanjut. Karena selisih premi antara askes murni dan unit link, bisa Anda investasikan kemudian nanti dana tersebut dipakai saat Anda di usia lanjut. Saya pernah menghitung jumlah uang yang diinvestasikan jumlahnya lebih besar dari limit tahunan asuransi kesehatan unit link (ingat di unit lin ada limit tahunan).

      Reply
    • Eko Vebrianto

      Menurut perhitungan dari perusahaan asuransi kesehatan yang saya ikuti, dari dana yang anda sebutkan di atas, ini manfaat yang akan anda peroleh:
      – Pertanggungan Rumah sakit VIP s/d usia 75 th
      – Cash back jika rawat inap Rp.400.000,- per hari s/d usia 65 th
      – Santunan kecelakaan Rp.20.000.000,-
      – Tabungan di lanjutkan perusahaan, jika setelah bulan ke 3 terkena sakit kritis.
      – Santunan duka Rp.140.000.000,- + Nilai tunai.
      – Saldo yang bisa di ambil di tahun ke 15 : Rp.1.220.301.000,-

      Reply
  14. IDA

    Saya ikut asuransi kesehatan dan investasi dgn jangka waktu 5 tahun dan bulan juli 2014 sudah selesai membayar polisnya dgn saldo akhir 29 Juta. Dan tgl 29 Desember 2014 saya tanyakan kembali ke customer service untuk saldo akhir saya sudah berapa ternyata berjumlah 21 jt. Dalam waktu 5 bulan saya sudah rugi 9 juta . Mohon solusi dari Pak admin baiknya gimana apakah Dana asuransi saya ambil atau gimana ?

    terima kasih

    Reply
    • admin

      Kenapa saldo berkurang? Karena setiap bulan pihak asuransi memotong nilai investasi ibu sejumlah biaya asuransi. Biaya asuransi tersebut harus dibayar untuk mengaktifkan asuransi kesehatan. Jika biaya asuransi tidak dibayar, asuransi kesehatan akan berhenti (lapse). Jadi, ibu berhenti bayar itu tidak berarti biaya asuransi gratis. Tidak ada yang gratis di asuransi. Masalah ini pernah dibahas disini.

      Langkah yang bisa dilakukan ada dua pilihan :
      (1) Kalau masih ingin melanjutkan investasi supaya tetap ada dan meningkat nilainya, Anda harus bayar premi lagi. Jika tidak bayar premi lagi, perlahan nilai investasi akan menurun dan jika kinerja return-nya rendah, nilai investasi akan habis.

      (2) Kalau sudah putus harapan, asuransinya bisa ditutup. Pastikan ditutup semua, jangan ada saldo yang tersisa. Bagaimana dengan asuransi kesehatannya? Bisa ambil asuransi kesehatan murni atau BPJS.

      Reply
  15. Pengertian Asuransi Syariah: Memberikan Keuntungan Diatas Konvensional

    […] Padahal, selain tujuan ibadah, asuransi syariah punya keunggulan yang membuatnya terbaik dibandingkan konvensional, yaitu (1) tambahan uang dari pembagian surplus keuntungan dan (2) asuransi kesehatan syariah ada yang bisa double-claim dengan BPJS dan asuransi lain. Perlu dicatat pembagian surplus keuntungan adalah tambahan uang untuk peserta diluar hasil investasi (jika memiliki asuransi yang plus investasi). […]

    Reply
  16. aditya

    Kalo menurut sy asuransi unitlink itu lebih bagus daripada asuransi term life. karena :
    1. Nasabah bisa tahu biaya COI yg sesungguhnya dan juga biaya investasinya.
    2. Nasabah di lindungi bukan hanya jiwa saja, tapi juga jika ia sakit kritis, kecelakaan, dan cacat total dan tetap.
    3. Untuk masalah investasi, Unitlink jauh lebih transparan mengenai data-data investasi dan pengelolaan investasinya. ( Baik Reksadana atau Unitlink di awasi oleh BAPEPAM-LK )
    4. Dalam Asuransi Unitlink, Nasabah bisa melakukan ” Cuti Premi ” jika Nasabah mengalami masa sulit sehingga ia tidak bisa menyetor premi asuransinya. berbeda dengan asuransi term life yg harus tetap bayar premi asuransinya.

    Terima kasih banyak atas perhatiannya…!

    Reply
    • admin

      poin (3) “3. Untuk masalah investasi, Unitlink jauh lebih transparan … “. Maksudnya lebih transparan dari apa ya? Kalau dengan Reksadana, saya kira keduanya sama transparannya.

      Poin (4) “4. Dalam Asuransi Unitlink, Nasabah bisa melakukan ” Cuti Premi ” … “. Ketika cuti premi, nasabah tetap membayar (bukan gratis) dengan jalan memotong hasil investasinya. Kalau hasil investasinya kurang, peserta tidak bisa cuti premi dan harus bayar Top Up supaya asuransi bisa tetap jalan.

      Reply
  17. Hanafi

    Ada asuransi yg akuisisinya hnya di tahun pertama saja, mulai dari akuisisi 50% , 70% dan 75 % , dan itu hanya d tahun pertama saja, tahun kedua seluruh dana nasabah di investasikan, dan hanya selama 7 tahun wajib nasabah membayarkan, karena jika ditarik sebelum tahun ke 7, akan ad pinaltinya, setelah 7 tahun bisa d cairkan dana nasabah, h
    Maaf sbelumnya saya merupakan Bancassurance di salah satu bank 🙂
    Intinya selalu transparan pada nasabah, jgn hnya memikirkan komisi aja ya kawan kawan sesama agent

    Reply
  18. Febby pratomo

    Thanks mas bro atas infonya
    Yg dimaksud investasi unit link adalah investasi plus proteksi jiwa
    Jadi kalau ada produk yg menambahkan proteksi kesehatan,cacat tetap total,pembebasan premi itu masuknya rider
    Yg mempengaruhi kinerja investasi adalah kinerja pasar uang karna acuan kita adalah IHSG,kita masuk kedalam produk investasinya
    Yg mempengaruhi dana investasi nasabah adalah besarnya biyaya akuisisi
    Berapa % uang premi kita hilang dipotong perusahaan asuransi tersebut
    Dan kembali lagi ke rider,di dalam polis asuransi tidak ada yg gratis karna semua ada biyaya preminya,dan biyaya akisisi sama biyaya premi itu beda
    Semakin besar manfaat yg kita ingikan semakin besar biyaya preminya
    Asumsi contoh akuisisi tahun 1:100% tahun ke 2:60% tahun 3:30% tahun 4:15%
    Tahun 6:15%
    Dipastikan 5 tahun dana nasabah hilang 220% belum biyaya pengelolaan unit biyaya bulanan,belum lagi biyaya rider kesehatannya
    Dipastikan dana nasabah tidak akan berkembang
    220:5 tahun = 45%
    Pertanyaannya apakah asumsi pertumbuhan saat ini bisa mencapai 45%
    Karna rata2 pertumbuhan investasi hanya mencapai 23%
    Jadi pilihlah produk yg benar2 unit link yg akuisinya hanya ditahun pertama
    Dan mendapatkan perlindungan jiwa sampai usia 80 tahun
    Jangan pernah percaya manisnya janji agen dan ilustrasi tinggi
    Produk unit link diciptakan untuk memberikan perlindungan jiwa dan kenyamanan berinvestasi sesuai fund keinginan nasabah
    Asumsi contoh kalau unit link itu penting
    Ketika nasabah mengajukan KPR jaminan untuk bank adalah asuransi jiwa pemohon yg mengajukan KPR
    Kenapa setiap nasabah mengajukan KPR diasuransikan
    Karna bank tau resiko tidak ada yg dapat menghindari dan hutang harus tetap dibayar dan jaminan surat rumah bukan solusi jika pemohon meninggal
    Asuransi unit link seperti itu
    Mengapa di sisispin asuransi jiwa….?
    Karna resiko tertanggung tidak ada yg tau
    Investasi kalau lagi turun malah jadi masalah baru jika tertanggung meninggal dunia ,bukan sesuai keinginan tetapi sama saja seperti berjudi
    Reksadana bagus tapi apa butuh waktu sebentar untuk kita dapat untung
    Dan jika terjadi resiko apa yg kita dapatkan
    Harga saham yg jatoh di potong biyaya belum saatnya cair…..?!?!?!?
    Thanks
    Febby pratomo

    Reply
  19. adi chairul anwar

    Pak admin, say mau tanya.
    Saya sudah ikut asuransi takaful link salam 2 tahun lebih dengan premi 500 rb/bulan, masa pembayaran selama 10 tahun. Saya minta saldo tabungan saya ke pihak asuransinya total saldo Rp 2.700.000, jika saya totalkan pembayaran premis harusnya sudah Rp.12.500.000. Yang mau saya tanyakan :
    1. Apakah total saldo yang Rp 2.700.000 itu seluruh dana saya dari premi atau hanya nilai investasi saja? Kalau hanya seluruh dana saya , rugi dunk saya.
    2. Didalam polis ada tercantum manfaat utama Rp. 100.000.000 . itu maksudnya apakah setelah masa pembayaran 10 tahun premi maka total dana saya sejumlah Rp 100.000.000 yang dapat saya tarik. Aatau bagaimana maksudnya
    Terim kasih

    Reply
    • admin

      Perlu dipahami bahwa dalam Unit Link peserta harus membayar Cost of Insurance. Meskipun tidak lagi membayar premi setelah 10 tahun, peserta tetap harus membayar Cost of Insurance tsb yang dipotong dari hasil Investasi. Itu sebabnya kenapa hasil investasi Anda merosot.

      (1) Saldo 2.7 juta itu dugaan saya adalah dana yang bisa Anda ambil.

      (2) Manfaat 100 juta itu sepertinya adalah manfaat yang dibayarkan ke ahli waris jika Anda meninggal dunia.

      Reply
  20. aditya

    salah satu keunggulan asuransi unit link lainnya adalah, nasabah asuransi unit link di proteksi hingga usia 99 tahun,sedangkan pada asuransi term life nasabah hanya di proteksi hingga usia 50 tahun. dan, jika ingin perpanjang premi nasabah asuransi term life hrs membayar biaya premi yg jauh lebih mahal daripada asuransi unit link.
    Terima kasih banyak atas perhatiannya,peace…!

    Reply
    • admin

      Pertanyaanya, apa perlu asuransi jiwa sampai usia 99 tahun ?

      Perlu diingat bahwa setiap bulan ada potongan biaya asuransi jiwa yang harus dibayar oleh peserta. Biaya asuransi jiwa ini mengurangi hasil investasi di Unit Link. Jika potongan biaya asuransi lebih besar dari hasil investasi, peserta harus membayar premi lagi, meskipun diawal dijanjikan bahwa “cukup bayar 10 tahun”.

      Reply
  21. mas jok

    Terimakasih pak admin ats pencerahannya.
    GEMILANG juga termasuk unit link ya karena bisa investasi dan asuransi jiwa. Ternyata selama 10 thn dikatakan tidak bayar lagi itu keliru sekali ya? Dan investasi juga bisa merosot dan kita harus bayar top up.
    Saya ditawari premi 150 ribu/bln dan iming2 dana pensiun 50 jt.
    Sebaiknya saya ikut atau tidak ya? Mohon pencerahan, soalnya takutnya ternyata tiap bln tdk bayar 150 ribu tapi malah lebih.

    Reply
    • admin

      (1) Setelah 10 tahun, asuransi tidak menjamin bahwa pemegang polis tidak perlu membayar lagi – itu tertera di proposal asuransi. Bayar atau tidak setelah 10 tahun tergantung kinerja investasi dan besarnya potongan biaya asuransi. Jika ada agen yang bilang bahwa cukup bayar 10 tahun dan setelah itu dijamin pasti tidak bayar lagi, agen tsb tidak memberikan informasi yang benar.

      (2) Apakah cukup punya Dana Pensiun sebesar 50 juta ? Uang 50 juta itu nilainya sama dengan 31 juta sekarang. Kira-kira Anda mau pensiun dengan uang 31 juta sekarang. Coba cek biaya hidup Anda sekarang berapa dan apakah uang dana pensiun sebesar itu cukup.

      Reply
  22. info kesehatan pria

    Saya masih sangat buta perihal asuransi. Bersyukur Saya bisa dapat informasinya dari sini.

    Reply
  23. Daniel

    Terimakasih untuk ide-ide yang mencerahkan ini. Saya salah satu banccasurance dari salah satu Asuransi. Yang menjadi sedikit catatan adalah bahwa produk unit link yg saya tawarkan, belum memiliki manfaat tambahan (rider) khususnya kesehatan. Rasanya cukup sulit menawarkan produk unit link tanpa rider kesehatan mengingat konsep berpikir masyarakat kita yang masih lebih mementingkan asuransi mobil-nye ketimbang jiwanya. Selain itu, yg saya temukan adalah bahwa masyarakat masih lebih tertarik pada manfaat kesehatannya (dengan alasan kesehatan sebagai masalah yg paling banyak sering dihadapi dan paling banyak membutuhkan biaya) dibandingkan asuransi jiwanya. Mohon pencerahan bagaimana sebaiknya merumuskan secara menarik model penawaran produk unit link yg belum memiliki rider kesehatan kepada nasabah. Terimakasih.

    Reply
  24. doni

    saya tertarik dengan asuransi term life, klo admin bisa kasih bantuan pilihan perusahaan asuransi yg biasa bapak bimbing, baik itu asing atw lokal. apakah perush lokal juga bisa dipercaya?
    karena kami maunya sih ideal, premi paling murah, UP paling tinggi.
    terima kasih

    Reply
  25. Ronal

    Saya kebetulan telah 2 tahun ini ikut asuransi jiwa di Allianz dengan premi masing-masing 500 rb/bln untuk saya dan istri saya. Setelah membaca artikel diatas saya juga ada rasa cemas jika 8 tahun kedepan (semoga tidak terjadi) saat pensiun saya sudah tidak bisa lagi membayar premi hingga nilai investasinya tidak cukup untuk menutup premi bulanannya. Saya berencana setelah 10 thn ingin mengambil nilai investasinya tapi kata agennya kalau diambil jangan semua nilai investasinya,minimal sisakan sekitar 2-3 jt agar UP tidak hilang.Yang ingin saya tanyakan (tegaskan) sekali lagi, apakah kedepannya benar UP saya tidak akan hilang jika menyisakan sebagian nilai investasinya atau malah polis saya (UP) bisa hilang/habis sama sekali. Yang saya tangkap nilai investasinya akan terpotong terus untuk membayar premi bulanannya.Saya sadar selama ikut asuransi ada nilai gamblingnya selama masih tertanggung jika terjadi cacat atau meninggal dunia. Saya sedang mempertimbangkan untuk beralih ke Reksadana Saham/Campuran atau mungkin asuransi pendidikan buat anak.

    Reply
    • admin

      Intinya adalah Anda harus bayar biaya asuransi supaya ada proteksi asuransi. Biaya asuransi itu bisa dibayar dengan premi atau memotong nilai investasi Anda.

      Jadi, jika tidak bayar premi dan investasinya diambil, sehingga tidak cukup uang untuk membayar biaya asuransi, effectively proteksi asuransi Anda akan dengan sendirinya berhenti.

      Reply
  26. heri kusyono

    apa karyawan kontrak dengan gaji Rp 1.925.000 per bulan bisa berinvestasi melalui ReksaDana ??

    Reply
    • admin

      Heri,

      Investasi Reksadana bisa mulai dari Rp 100 ribu. Silahkan baca artikel mengenai Reksadana Online.

      salam

      Reply
  27. feri Kurniawan

    Karakteristik dari investasi berbeda dengan tabungan atau deposito di bank. Konsekuensi dari investasi adalah siap untung dan siap rugi, sedangkan di tabungan/deposito tidak akan rugi. Namun dari dua karakteristik tersebut untuk investasi memiliki nilai return yang tinggi (resiko besar, untung besar). Sedangkan untuk tabungan/deposito resiko kecil dan untung kecil. MEnyimpan dana di investasi unit link mendapat kelebihan proteksi atas resiko kesehatan dll. Menyimpan dana di bank memiliki kelebihan memudahkan transaksi dan setiap saat dapat diambil dananya.

    Reply
  28. Herjon s

    Dear Bapak admin,

    Mohon pencerahannya, saya berencana mau buat asuransi kesehatan,mohon rekomendasinya pak asuransi apa yg paling bagus menurut bapak utk asuransi kesehatan…terimakasih banyak pak..salam

    Reply
  29. Faisal

    nah kan sudah dapet pencerahan dari sini, kalo mau ngecek unitlink+asuransi, pura pura aja tanya2 sesuai informasi yang anda dapatkan disini, pura2 aja lho ya, jangan sampe di beli, ntar nyesel hehe…… tapi saya nyoba mandiri sejahtera mapan. kalo gak puas dengan performanya ya di close aja. bener sih kalo mau asuransi ya asuransi murni, kalo mau investasi ya investasi murni. reksadana banyak pilihannya, kalau mau yang jangka panjang, menengah, pendek juga ada. tinggal pilih2 aja sesuai kebutuhan, dan 100% bener, kalau anda tidak meng asuransikan anggota keluarga termasuk anda, bersiap2 untuk menghadapi kebutuhan yang tak terduga, yang nilainya bisa membuat anda menyesal karena tidak memulainya sebelum ini terjadi. saya saja membuka investasi dan asuransi ( tidak di gabung asuransi investasi ) untuk anak2 istri. perencanaan keuangan saat ini, menentukan nasib keluarga anda di masa yang akan datang.

    Reply
  30. Tedy

    Selamat malam Pak,
    Saya Tedy. Saya sudah tergabung dengan AXA Mandiri sejak 2010, saya menyetorkan uang sebanyak 6jt per tahun. Saya check di tahun 2015 ini, Saldo investasi saya hanya tinggal 14,6jt. Secara kasar kan dana tersebut 6jt x 5 th = 30 jt. Namun dipakai premi, sehingga nilainya investasinya belum maksimal.
    1). Saya memperoleh penjelasan, kalau kita investasi lebih dari 10 th, apakah benar investasi kita akan membesar? Pengalaman Bapak pada tahun berapa kondisi uang kita sudah Pay Back of Period?
    2). Terkait UNIT link ini, apakah jumlah UNIT bisa berkurang? Walaupun kita rutin membayar tahunan 6jt tersebut? Kalau saya baca yang bisa naik turn adalah nilai Saldo Investasinya, sedangkan nilai Saldo merupakan tranvormasi dari UNIT yang telah kita beli.

    Mohon pencerahannya Pak, saya masih gagal paham.

    Best regards
    Tedy

    Reply
    • admin

      Tedy,

      Unit link banyak potongan komisi diawal sekitar 100%. Uang yang Anda bayar terpotong komisi agen dan perusahaan asuransi. Setelah 10 tahun, tidak ada jaminan karena tergantung perkembangan investasi yang Anda pilih. Jumlah Unit tidak berkurang tapi harga Unit yang naik turun.

      salam

      Reply
  31. Ibnu

    Selamat siang pak. Rubrik nya sangat membantu. Sy sangat tertarik untuk ikut reksadana dan asuransi jiwa term life. Mohon pencerahan dan bimbingannya untuk pemilihan reksadana dan asuransi jiwa yang tepat, dan asuransi jiwa serta reksadana apa bapak ikuti?.. Thnkss b4

    Reply
  32. harlina

    Selamat malam….saya lagi galau untuk ambil asuransi jiwa unitlink….saya minta di buatkan ilustrasi sama agen yg menawarkan asuransi tsb untuk premi RP.800rbu perbulan,knp uang pertanggungan meninggal,cacat total tetap,31 penyakit kritis cma RP.33.600.000rbu,apa benar yg agen buatkan itu mas tedy?knp kecil sekaliya,mohon pencerahanya…..terimakasih

    Reply
    • admin

      Harlina,

      Berdasarkan penjelasan Anda, manfaatnya memang terlihat sangat kecil. Coba tanyakan ke agentnya kembali. Jika memang Anda anggap manfaatnya tidak sesuai, jangan diambil.

      salam

      Reply
    • Juna

      Hy Bu Harlina,
      Sebagai agen asuransi saya Bantu jawab ya, memang Dengan premi Ibu tersebut tidak pantas mendapatkan proteksi yang be gitu kecil, tetapi mungkin Ada Alasan Dari agen tersebut untuk menjaga nilai investasi Ibu supaya investasi Ibu bisa balik modal dalam jangka waktu yang lebih pendek atau supaya pada saat Harga unit link sedang turun atau jatuh drastis nilai investasi Ibu masih Ada Dan bisa mengcover biaya asuransi Ibu , bila Ibu menginginkan nilai proteksi yang lebih tinggi bisa meminta agen tsb utk mengubah proposalnya, demikian jawaban saya, maaf bila Ada kata2 yg salah atau tidak sesuai. Terimakasih

      Reply
  33. bisnis asuransi

    Trimakasih untuk Pencerahannya tentang Unitlink.. Semoga dapat menjadi bahan pembandingan kelebihan dan kekurangannya. Trimakasih.

    Reply
  34. Nofri

    saya bekerja sebagai buruh pabrik dengan status karyawan tetap berpenghasilan 2jt – 3jt/bln. baru 1 bulan ini saya ikut asuransi pendidikan unit link yg preminya 500rb/ bln untuk tabungan pendidikan si kecil yg baru berusia 15 bln dan sebagai backup bila terjadi musibah pada diri saya. yg ingin saya tanyakan :
    – asuransi ini apakah temasuk investasi jangka panjang yg baik ? jika tidak apa solusinya agar saya dapat investasi dan memiliki asuransi jiwa sekaligus kesehatan yg baik ?
    – dilihat dari penghasilan gaji saya berapa % yg baik untuk dialokasikan pada asuransi?

    terima kasih atas waktu dan jawabannya.

    Reply
  35. irham syah

    assalamualaikum

    pak saya udah ikut unit link di sebuah perusahaan asuransi terkenal selama 10 tahun, nah saya baru baca dari webnya bapak tentang unit link….saya merasa saya koq saya “ditipu”…apakah sebaiknya saya menutup asuransi saya pak ??

    Terima kasih banyak sebelumnya

    irham syah

    di surabaya

    Reply
    • admin

      irham, jika sudah 10 tahun sebenarnya sudah terlambat karena potongan paling besar utk komisi agent dan komisi perusahaan asuransi terjadi di 5 tahun pertama. kalau mau ditutup boleh saja, tapi pastikan sudah punya asuransi pengganti dan investasi penggganti. salam

      Reply
  36. Juna

    Yth Bapak,
    Yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. investasi unit link Dari berbagai asuransi menawarkan ilustrasi rendah, sedang Dan tinggi, contohnya 6%, 14% Dan 20%. Pertanyaan saya berdasarkan apa patokan tersebut? Mengapa paling rendah 6 persen Dan plg tinggi 20%?
    2. Bila Kita memilih investasi dalam asuransi, Dari mana Kita bs melihat kinerja perusahaan tersebut? Dari laporan keuangan, atau Dari rasio2?
    3. Saya sering melihat tabel berisikan 1 month, 2 month, ytd, Dan yoy, bila yoy minus apa kah kesimpulannya perusahaan tersebut tidak baik kinerjanya atau bagaimana? Tlg penjelasannya Pak,
    Terimakasih

    Reply
    • admin

      Juna, (1) berdasarkan data historis selama ini dimana return unit link bisa berfluktuasi (naik-turun). (2) Ada laporannya di website perusahaan asuransi. yang saya tahu, Prudential, Manulife dan Allianz menyediakan kinerja investasi di website mereka. (3) Minus artinya return turun. Belum tentu jelek karena bisa saja pada periode tersebut semua instrumen memang lagi turun, Yang jelek jika yang lain naik, sementara dia turun.

      Reply
  37. ahp

    Selamat malam bapak.
    Saat ini saya adalah karyawan swasta dengan gaji 3,6jt/bulan dan usia saya 29 thn dan thn ini akan menikah. Saya ingin ikut asuransi jiwa(term life) untuk saya sendiri, asuransi pendidikan untuk anak saya kelak, dan berinvestasi.
    Dengan kondisi saya yang seperti itu adakah saran dari bapak untuk saya ikut asuransi dari perusahàan mana dan berinvestasi di reksadana spt apa?

    Terima kasih atas pencerahannya

    Reply
  38. Mujiono

    selamat malam pak Rio, boleh konsul sedikit ni, saya sudah 8 tahun menjadi nasabah asuransi dengan unit link di perusahaan P, banyak pendapat, tanggapan, masukan yang menjadikan saya makin agak mengerti dengan asuransi unit link, karena di awal agen memprospek saya agar menjadi nasabah tidak pernah menjelaskan tentang hal-hal yg di bincangkan di sini. yang di jelaskan hanya dengan saya ikut asuransi dengan nominal sekian perbulan selama 10 tahun saya mendapatkan manfaat begini, jiwa saya di tanggung sampai usia 99 tahun keluarga akan mendapatkan santunan sekian, untuk rider nya ada 2 atau 3 bagi kesehatan, dan sekian % akan di invest kan, dengan pada tahun awal hingga tahun kesekian porsi asuransi sekian % dan inves sekian %, sedang tahun dari tahun sekian sampai ke 10 semuanya masuk inves, begitulah kurang ebih penjelasannya oleh agen. nah pada beberapa waktu lalu saya coba konsultasi dengan cs perusahaan lewat telepon ternyata ada beberapa yg meleset dari penjelasan, diantaranya waktu, tidak hanya 10 tahun bahkan disarankan membayar terus untuk mendapatkan nilai manfaat lebih, khususnya dalam hal investasi, karena kalau saya lihat dan pelajari ulang dari ilustrasi yang di buatkan oleh agen saya pada tahun 2007 yg lalu ketika memprospek saya, nilai investasi yang di jalankan sekarang ini setelah 8 tahun berjalan ternyata masih dibawah ilustrasi terendah, apalagi mendekati sedang atau tinggi, sepertinya jauh panggang dari api, akhirnya dengan melihat kenyataan itu saya menjadi galau dengan asuransi yg saya ikuti ini, karena terus terang, saya tertarik untuk menjadi nasabah karena tertarik dengan investasinya, kalau asuransi jiwa dan kesehatannya ter nomer dua kan oleh saya, tapi dengan hasil investasi yg masih di bawah asumsi rendah ini, sepertinya saya tu di “PHP” oleh agen pemprospek saya waktu itu, karena waktu itu di iming-imingi hasil investasi paling tidak asumsi sedang atau mungkin bahkan bisa tinggi, dengan melihat tren investasi saat ini pak, itu kata agen waktu itu yang di sampaikan ke saya, dan pada 2 thun yg lalu saya masukkan lagi kedua anak saya untuk jadi nasabah di ‘P’ life assurance ini, dengan harapan kelak hasil invertasi selama saya bayar 10 tahun bisa untuk bekal anak saya, karena kali ini saya minta porsi asuransi dan investasi 50-50, sedangkan yang saya sendiri mungkin 80-20 atau 70-30, saya tidak tahu, karena waktu itu tidak di berikan penjelasan dan pilihan. nah saya mohon penjelasan dan pencerahan dari pak rio tentang apa yg telah saya lakukan ini, dilanjutkan atau sebaiknya saya hentikan saja, khusunya yg punya anak-anak, karena kalau saya hentikan pembayaran setelah 10 tahun, dengan asumsi di bawah rendah ini, nilai invest akan bisa habis dengan sendirinya kalau tidak saya ambil, sedangkan kalau saya ambil tidak mendapatkan nilai manfaat apa-apa dari asuransinya. mohon pencerahannya pah, kalau bisa tolong di emailkan ke alamat email saya saja jawabannya, barang kali nanti akan ada konsultasi lebih lanjut. terima kasih

    Reply
  39. Fany

    Selamat sore Pak Rio. Artikelnya sangat membantu. Saya ingin menanyakan bbrp pertanyaan seputar asuransi unit link yg sudah saya gunakan:
    1. AIA finance maxi kid investa (manfaat ada pertanggungan jika meninggal dunia dan sakit kanker): premi 500rb/bln, dijanjikan di awal jika bisa diambil 100% lebih di th ke-7. (Saya status msh single dan ibu saya juga ikut). Saat ini sudah jalan 1 th 2 bulan (sudah mengangsur 7 juta). Saya baru tahu kalo ini unitlink dan stlh membaca artikel bpk di atas saya menjadi khawatir apakah benar di th ke-7 uang saya kembali 100%?

    2. AXA Mandiri Hospital Life: 290rb/bln (manfaat rawat inap namun hanya penyakit demam berdarah atau malaria, saya baru tahu stlh membaca polis dan ini mengecewakan, namun krn sudah melewati freelook period, jd tidak bs berbuat apa2 lg). Di th ke 1-4 (asuransi kesehatan) dan di th ke 5-12 (asuransi jiwa). Dijanjikan saya hanya bayar premi selama 4 th, kemudian dikembalikan 100% di th ke 12. Stlh saya baca artikel ini saya baru mengerti ada 8 th cuti premi. Saat ini saya sudah jalan 9 bln (yg sudah saya angsur 2,7 jt). Bgmn saran Bpk apakah sebaiknya saat menutup asuransi ini?

    Terimakasih sebelumnya Bapak Rio

    Reply
    • admin

      Saya sulit untuk komentar karena tidak baca polisnya. Namun, jika sudah tidak yakin dengan produknya, silahkan ditutup. Tapi, sebelum itu, pelajari lagi. Soal bisa cuti premi tergantung apakah saatnya nanti hasil investasi cukup untuk menalangi biaya premi. Jika hasil investasinya jeblok ya tidak ada cuti premi.

      Reply
  40. Fresly

    Selamat siang pak,
    saya memiliki asuransi axa mandiri yang berjalan sejak februari 2012 sd sekarang dengan premi 600rb/bln, terakhir saya cek saldo saya berkisar di angka 16 juta, saya mengerti memang ada potongan untuk asuransi tapi saya tidak menyangka jika potongannya hampir 50% dari dana yang sudah saya setorkan.
    Saat ini saya juga sudah memilki asuransi prudential dan askes /bpjs dan disaat yang bersamaan saya juga berinvestasi di reksadana yang dananya disalurkan melalui bank commonwealth. Pertanyaan saya adalah:

    Menurut bapak, apakah saya sebaiknya tetap melanjutkan asuransi saya di Axa mandiri, mengingat saya sudah memiliki prudential dan bpjs? dulu saya ikut axa mandiri, karena axa bisa double claim walau saya memiliki asuransi lain, cukup dengan fotokopi kwitansi rumah sakit, saya bisa mengajukan klaim ke axa. Terimakasih.

    Salam,

    Reply
  41. Alexsander

    Yth : Bapak
    Yang ingin saya tanyakan juga :
    Apakah Unit Link di CAR 3i-Networks bagus, sampai dgn 5 thn, dan Laporan nya..?
    Terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.