5 Tips Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik 2018

  • December 16, 2018

Buat orang tua, dana pendidikan selalu bikin nervous. Karena jumlahnya yang besar, menguras kantong dan keinginan memberikan yang terbaik untuk anak. Bagaimana memilih asuransi pendidikan terbaik yang bagus dan terpercaya ?

Saya pernah di posisi ini.

Ketika anak baru lahir, saya mencari informasi soal biaya sekolah. Antara kaget dan tidak percaya melihat fantastisnya biaya masuk sekolah di Jakarta.

Menurut riset, rata-rata kenaikan (inflasi) biaya pendidikan 10-15% per tahun di Indonesia. Dengan tingginya kenaikkan ini, orang tua membutuhkan perencanaan yang tepat.

Saya belajar bahwa perencanaan dana pendidikan sangat penting. Perencanaan penting karena dana pendidikan harus dimulai sedini mungkin agar simpanan tidak memberatkan.

Salah satunya memilih asuransi pendidikan. Jenis asuransi yang diyakini orang tua, dengan bantuan promosi agen asuransi, bisa membantu memenuhi kebutuhan dana untuk uang sekolah anak.

Saya pun pernah di posisi ini. Menerima banyak sekali penawaran asuransi pendidikan.

Hampir semua perusahaan asuransi menawarkan jenis asuransi ini. U name it, mulai dari Prudential, Manulife, Allianz sampai dengan bank sepert BCA, BRI, Danamon dan lainnya.

Dan saya bingung memilih yang mana. Karena semua bilang, produk mereka yang terbaik.

Memilih Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

Dari pengalaman, saya belajar bahwa sebagai calon pemegang polis asuransi pendidikan, orang tua harus banyak mencari informasi, mendengar second opinion dan mempelajari penawaran dengan seksama, agar mendapatkan produk terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan.

Berikut 5 tips memilih asuransi pendidikan:

#1 Jumlah Dana Sesuai Target Biaya Pendidikan

Tujuan mengambil asuransi pendidikan adalah supaya saat anak masuk sekolah, orang tua punya simpanan yang cukup untuk membayar uang sekolah.

Agar dana dari asuransi pendidikan itu cukup, sesuai dengan kebutuhan, maka orang tua perlu melakukan hal berikut:

Pertama, punya bayangan anak akan masuk ke sekolah mana. Karena dengan tahu sekolah yang akan dituju, orang tua bisa menghitung berapa biaya untuk masuk sekolah tersebut.

Kedua, mengetahui berapa kenaikkan biaya sekolah di sekolah yang dituju tersebut. Karena info penting yang orang tua butuhkan adalah biaya sekolah nanti saat anak masuk.

Ketiga, menghitung berapa biaya sekolah nanti saat anak masuk sekolah. Ini hitungan sederhana di excel menggunakan rumus Future Value.

#2 Pahami Resiko Asuransi Pendidikan

Dalam asuransi pendidikan, perusahaan asuransi akan menginvestasikan pembayaran premi yang dilakukan orang tua ke instrumen investasi tertentu. Instrumen ini dipilih oleh orang tua atau dibantu dipilihkan oleh agen asuransi.

Yang penting dimengerti adalah setiap pilihan instrumen investasi memiliki resiko. Itu artinya, bisa saja target dana yang tercantum di proposal asuransi pendidikan, yang disampaikan oleh agent dan dibaca oleh orang tua, tidak tercapai.

Berapa besar resikonya ?

Resiko tergantung pada jenis instrumen yang dipilih. Saham merupakan instrumen resiko paling tinggi, sementara pasar uang paling rendah.

Yang penting adalah memilih instrumen yang sesuai dengan risk appetite atau kemampuan menerima resiko. Kalau tidak sanggup menerima fluktuasi keuntungan, jangan ambil instrumen dengan resiko tinggi. Begitu pula sebaliknya.

Dibawah ini adalah tabel resiko yang disajikan salah satu perusahaan asuransi, bisa dilihat bahwa masing – masing instrumen investasi memiliki resiko yang berbeda – beda:

Resiko Asuransi Pendidikan

#3 Jangan Mudah Percaya Agen Asuransi

Ini sama sekali tidak berarti saya memusuhi agen asuransi. Saya percaya dengan mereka.

Tetapi, yang penting diingat adalah “trust but verify”. Artinya semua info yang disampaikan agent sebisa mungkin diverifikasi atau dicarikan second opinion.

Sekarang sudah jaman keterbukaan, transparansi, orang tua bisa dengan mudah menemukan informasi di internet sebagai bahan cross-checking.

Kenapa saya sarankan untuk bersikap kritis dan skeptis kepada agent karena bagaimanapun juga tujuan agent adalah closing pembelian dengan pembayaran premi asuransi. Pengalaman saya, karena inginnya closing, maka agen cenderung menyampaikan fakta dan informasi yang bagus – bagus semata, sementara resiko yang sebenarnya dihadapi oleh pemegang polis tidak disampaikan secara gamblang.

Mungkin tidak semua agen berlaku semacam itu, tetapi berdasarkan pengalaman, mayoritas melakukan hal tersebut. Karena itu, lebih baik selalu melakukan cross-check atas info yang disampaikan.

#4 Berapa Uang Pertanggungan Asuransi

Dalam asuransi pendidikan, resiko yang diproteksi adalah musibah bagi pencari nafkah, yaitu orang tua, yang tidak bisa membiayai uang sekolah. Adanya asuransi pendidikan membuat kelanjutan sekolah anak menjadi terjamin karena ada perusahaan asuransi yang melanjutkan memberikan nafkah jika terjadi resiko.

Berapa jumlah yang ditanggung perusahaan asuransi jika terjadi resiko ?

Jumlah tersebut terefleksi dalam uang pertanggungan. Dana yang akan dibayarkan jika tertanggung dalam polis asuransi mengalami musibah.

Persoalannya, banyak orang tua tidak memperhatikan dengan seksama jumlah uang pertanggungan ketika memilih asuransi pendidikan. Fokus lebih kepada berapa dana yang bisa ditarik dari asuransi saat anak masuk sekolah.

Ada beberapa cara agar orang tua bisa meningkatkan nilai uang pertanggungan:

Pertama, ambil asuransi sejak dini karena dengan usia masuk yang lebih muda, pemegang polis bisa mendapatkan uang pertanggungan lebih besar dengan premi lebih murah.

Kedua, gunakan asuransi jiwa murni atau tradisional atau term life. Jenis asuransi ini memberikan uang pertanggungan tertinggi dengan premi paling murah.

Ketiga, minta kepada agen untuk meningkatkan jumlah uang pertanggungan karena di setiap asuransi terdapat rider (asuransi tambahan) yang khusus meningkatkan nilai uang pertanggungan.

#5 Tidak Hanya Asuransi Pendidikan

Jika diperhatikan, fitur asuransi pendidikan terdiri atas dua komponen utama, yaitu investasi untuk membiayai uang sekolah dan asuransi untuk melindungi anak dari resiko orang tua tertimpa musibah.

Kedua komponen tersebut tidak harus dibeli lewat asuransi pendidikan. Bisa dilakukan lewat cara lain.

Pertama, melakukan investasi sendiri (tanpa lewat asuransi pendidikan). Ada banyak pilihan investasi yang bisa dilakukan, salah satunya adalah Reksadana.

Keuntungan melakukan investasi sendiri adalah orang tua tidak perlu membayar komisi ke perusahaan asuransi. Artinya, uang yang diinvestasikan bisa lebih besar dengan langsung dilakukan sendiri dibandingkan lewat perusahaan asuransi.

Kedua, membeli asuransi untuk memproteksi jiwa orang tua alih-alih terjadi resiko kematian. Asuransi yang dibeli adalah asuransi murni atau tradisional yang tidak ada embel – embel investasi.

Keuntungan jenis asuransi murni atau tradisional adalah premi murah dengan uang pertanggungan tinggi. Cocok sekali untuk dana pendidikan anak sekolah.

Kesimpulan

Saya pernah mengalami betapa nervous-nya saat tahu bahwa biaya anak sekolah mahal dan uang tabungan terbatas sementara ingin memberikan yang terbaik buat anak. Dari situ, saya tahu bahwa persiapan dini dana pendidikan sangat penting.

Meskipun asuransi pendidikan paling banyak dicari karena diyakini bisa membantu orang tua mengatasi persoalan uang masuk sekolah, tetapi orang tua perlu kritis soal asuransi ini. Ada banyak trik dan tips yang perlu diperhatikan oleh orang tua.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.