Apakah Bayar Premi yang Singkat di Unit Link Menguntungkan Pemegang Polis?

  • November 11, 2014

Masa pembayaran premi asuransi jiwa unit link yang singkat, misal hanya bayar 10 tahun setelah itu tidak bayar lagi, sering menarik buat banyak orang karena dianggap cara murah beli asuransi. Nyatanya tidak sesederhana itu. 

Tidak ada makan siang yang gratis. Masa pembayaran premi yang pendek di unit link punya implikasi serius, antara lain risiko polis asuransi lapse dan anjloknya nilai investasi, yang sering tidak dipahami nasabah.

Sebelumnya, saya sudah pernah membahas soal masa bayar premi yang singkat ini, atau bisa disebut sebagai ‘cuti premi’, di artikel soal asuransi jiwa unit link. Saya tulis kembali karena suatu alasan.

Beberapa kali bertemu teman yang menutup asuransi jiwa unit link milik mereka karena kecewa dengan nilai investasi yang ternyata tidak sesuai harapan. “Mosok, sudah investasi selama 10 tahun, nilai tunainya kecil banget ”, keluh mereka.

Teman yang lain mengalami polis asuransinya lapse – polis tidak aktif akibat belum terbayarnya premi yang jatuh tempo –  karena nilai unitnya tergerus sehingga tidak cukup untuk membayar biaya asuransi. Pilihan yang dia punya adalah menutup atau menambah dana (top up), padahal menurut simulasi di proposal seharusnya sudah masuk ke masa tidak perlu bayar premi lagi.

Ketika saya tanya berapa lama mereka sudah bayar premi, mereka yang kecewa dan menutup ini, semuanya membayar premi hanya di 10 tahun pertama setelah itu tidak bayar lagi.

Saya tidak masalah dengan penutupan unit link. Itu hak mereka.  Tapi, concern saya adalah teman-teman ini menjadi tidak memiliki proteksi untuk keluarga dengan ditutupnya asuransi jiwa milik mereka. Padahal, proteksi adalah fondasi keuangan yang sehat dan sangat penting buat keluarga.

Tanpa bermaksud membela unit link, saya melihat kekecewaan tersebut banyak disebabkan oleh ketidaktahuan atas implikasi pola bayar premi singkat di unit link. Jika dipahami dan diterangkan dengan jelas dan gamblang sejak awal, saya yakin kekecewaan ini tidak akan muncul karena sejak awal sudah tahu konsekuensinya.

Bagaimana menghindari munculnya kekecewaan tersebut dikemudian hari? Apa yang perlu dipahami sebelum memutuskan memilih masa pembayaran premi yang singkat? Ini pertanyaan yang coba dijawab oleh artikel ini.

Cuti Premi

Kita harus paham dulu apa itu cuti premi di asuransi jiwa unit link.

Cuti premi adalah fitur dimana nasabah dapat sementara berhenti membayar premi, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, seperti antara lain, usia polis sudah di atas 2 (dua) tahun, dan telah membayar seluruh premi pada periode dua tahun tersebut, serta polis memiliki nilai tunai yang cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Ini sebuah fitur yang sebenarnya bermanfaat buat nasabah, terutama saat kondisi emergency, dimana kondisi keuangan tidak memungkinkan membayar premi, maka perusahaan asuransi memberikan solusi supaya proteksi tetap bisa berjalan.

Dalam prakteknya, cuti premi dimodifikasi dengan membuatnya menjadi masa pembayaran premi yang singkat. Misalnya, bayar premi 10 tahun saja, sisanya sudah tidak bayar lagi.

Untuk lebih jelas bisa lihat di tabel dibawah ini, yang saya cuplik dari proposal asuransi. Terlihat dalam kolom pembayaran premi bahwa masa pembayaran cukup 10 tahun, kemudian setelah itu tidak bayar premi lagi, sementara manfaat masih berjalan sampai umur 99 tahun.

Unit Link

Ini esensinya sama dengan cuti premi, tapi dibungkus dalam marketing gimmick yang lebih menarik.

Siapa yang tidak tergiur dengan penawaran, “ bayar premi 10 tahun, setelah itu gratis, tidak perlu bayar lagi. Perlindungan sampai umur 99 tahun”.

Banyak yang jadi tertarik lalu mengambil asuransi dengan pola pembayaran premi seperti ini.

Cuti premi hampir selalu diterima oleh nasabah sebagai gratis bayar premi.

Tapi, apakah betul itu gratis bayar premi ?

Asuransi Tidak Gratis

Sebelum menjawab itu, kita perlu paham bahwa manfaat asuransi akan tersedia selama biaya asuransi (cost of insurance) dibayar. Jika biaya asuransi berhenti dibayar, proteksi dan manfaat asuransi otomatis berhenti.

Anda bisa cek di proposal atau polis asuransi biasanya tercantum berapa biaya asuransi yang perlu dibayar setiap bulan. Ada tambahan asteriks keterangan, yang menyatakan bahwa biaya asuransi ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Jadi tidak ada yang namanya gratis biaya asuransi. Hal ini bisa ditanyakan ke semua perusahaan asuransi.

Kalau begitu, mengingat biaya asuransi tidak gratis, bagaimana bisa nasabah yang berhenti bayar premi tetap menikmati manfaat proteksi?

Ini jawabnya: nilai tunai atau nilai investasi yang membayar biaya asuransi tersebut.

Anda tahu bahwa dalam unit link, premi dialokasikan untuk proteksi dan investasi. Hasil investasi tercermin dalam nilai tunai. Jadi, ketika pembayaran premi Anda stop, biaya asuransi terus berjalan dengan memotong nilai tunai. Konsekuensinya, nilai tunai yang Anda miliki akan tergerus.

Jadi tidak ada yang gratis saudara – saudara.

Apa Implikasinya

Nilai investasi akan menurun dengan adanya pemotongan biaya asuransi. Apalagi, biaya asuransi meningkat setiap tahun (note: ini dijelaskan dalam proposal. Bisa dicek). Sehingga potongan terhadap nilai investasi ikut bertambah setiap tahun.

Tidak heran biasanya nilai investasi turun atau stagnan setelah Anda tidak lagi membayar premi. Apalagi dibarengi kinerja investasi sedang loyo. Makin cepat penurunannya.

Extreme-nya nilai investasi ini bisa jadi nol ketika potongan biaya asuransi lebih besar daripada nilai investasi yang tersedia. Ini menimbulkan risiko polis asuransi lapse, yaitu polis menjadi tidak aktif akibat tidak ada pembayaran biaya asuransi, sehingga semua manfaat berhenti. Sebelum itu terjadi, perusahaan asuransi akan minta nasabah melakukan top-up, bayar lagi, supaya polis tidak lapse dan manfaat proteksi asuransi tetap efektif.

Top Up ini kerap mengejutkan banyak nasabah.

Bayangkan, di awal Anda mengira bahwa premi cukup dibayar 10 tahun, sehingga mulai tahun ke 11, porsi gaji yang sebelumnya untuk bayar premi, dialokasikan ke pengeluaran lain, misalnya membayar cicilan KPR atas investasi rumah.

Kemudian, akibat potongan biaya asuransi yang meningkat dibarengi kinerja investasi yang sedang jelek, datang kewajiban melakukan top – up di tahun 11 supaya polis tidak lapse. Bisa bubrah rencana keuangan Anda, dengan pengeluaran tidak terduga ini.

Jadi sekali lagi, tidak bayar premi tidak berarti gratis. Biaya asuransi tetap dibayar dengan uang Anda sendiri meskipun dari sumber yang lain.

asuransi

Kinerja Investasi

Apakah ini berarti bahwa dengan memilih bayar premi singkat, Anda bertaruh dengan kinerja investasi untuk membayar premi ?

Betul sekali.

Lihat, jika kinerja investasi ternyata bagus, ada cukup pool nilai investasi untuk membayari premi, sehingga Anda tidak perlu bayar lagi. Tetapi, saat kinerja investasi buruk, pool nilai investasi anjlok, Anda harus membayar lagi (top up). Jadi Anda betting pada seberapa bagus hasil return investasi yang Anda pilih.

Perlu pula dipahami bahwa banyak orang membeli asuransi untuk persiapan dana pendidikan dan dana pensiun, yang sumbernya adalah nilai investasi. Kalau sekarang, nilai investasi sudah terpotong oleh pembayaran biaya asuransi atau premi, karena Anda tidak bayar premi lagi, bagaimana nasib dana pendidikan atau dana pensiun. Ini yang selayaknya Anda pertimbangkan dengan matang ketika memilih masa bayar premi yang pendek.

Apa Perlu Dilakukan

Solusinya sederhana:

Pertama, jangan mudah tergiur mengambil asuransi yang menawarkan masa pembayaran premi singkat karena menganggap itu murah dan menguntungkan. Pertimbangkan dengan hati – hati, hitung dan pahami benar konsekuensinya sebelum ambil keputusan.

Kedua, ingat tidak ada yang namanya premi atau biaya asuransi gratis, karena itu sebisa mungkin bayar premi secara rutin.

Jika ada agen yang menawarkan cuti premi atau masa pembayaran yang pendek, minta simulasi bagaimana dampaknya terhadap nilai investasi Anda. Minta ditunjukkan dalam proposal atau dijelaskan, kapan kemungkinan Anda menghadapi risiko polis lapse sehingga harus melakukan Top Up.

Ketiga, pertimbangkan dan bandingkan dengan jenis asuransi lain yang tidak kenal cuti premi, seperti asuransi tradisional atau asuransi murni. Ini jenis asuransi yang tidak banyak embel-embel, straight to the point, fungsinya murni untuk proteksi.

Kalau tujuannya murni proteksi dan tidak memerlukan investasi karena sudah melakukannya di tempat lain, asuransi murni bisa jadi pilihan.

Keempat, kecewa dengan kinerja asuransi boleh saja, tetapi pastikan sebelum Anda menutup asuransi tersebut, sudah ada penggantinya.

Ingat: tanpa asuransi, keluarga Anda menghadapi risiko. Kecuali yakin 100% bahwa besok PASTI masih hidup, Anda tidak perlu asuransi. Kalau tidak, ya belilah asuransi.

Kesimpulan

Masa pembayaran premi unit link yang singkat sering menarik karena dianggap cara murah beli asuransi. Kenyataannya tidak seindah itu, ada risiko polis lapse dan anjloknya nilai investasi karena nilai tunai unit yang terpotong untuk membayar biaya asuransi, seperti diuraikan dalam artikel ini. Pastikan Anda tahu benar konsekuensi bayar premi singkat sebelum mengambilnya.

Saya banyak melihat teman-teman yang kecewa dan akhirnya menutup asuransi mereka, bukan karena produk asuransinya yang jelek, tapi karena ketidaktahuan dan tidak adanya penjelasan yang fair dan lengkap di awal kepada mereka. Semoga setelah membaca ini Anda bisa lebih paham sehingga tidak melakukan kesalahan dan menghadapi masalah yang sama dengan teman-teman saya.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

27 Responses

  1. ari

    artikelnya sangat bagus dan benar-benar bermanfaat..dan saya baru tahu hal ini setelah genap 10 tahun saya ikut AXA Mandiri meskipun sdh terlihat ada kenaikan nilai investasi namun tdk sebanyak yang saya bayangkan (masih setara dengan bunga deposito). Setelah membaca artikel ini semakin menguatkan niat saya untuk menutup polisnya. Namun kendalanya sekarang, saya kesulitan untuk mencari Asuransi Jiwa Murni (term life) dan asuransi kesehatan yang bagus sebagai pengganti..Bisa dinfokan perusahaan Asuransi yang menyediakan asuransi term life dan asuransi kesehatan untuk keluarga dengan premi dan UP/jaminan kesehatan yang sesuai? terima kasih

    Reply
    • admin

      yang saya tahu bagus term-life adalah Asuransi Manulife. yang lain saya kurang tahu. kebanyakkan fokus di unit-link.

      Reply
    • anggoro

      kalau anda selama 10 tahun terkahir tidak pernah masuk rumah sakit, kenapa ambil asuransi hospital ?

      sesuai yang saya jelaskan tadi ambil saja tapro

      Reply
  2. anggoro

    bagi admin, begini sy juga ikut asuransi unitlink tapro allianz, sya belum paham mengenai artikel admin, tentang resiko unitlink, masalhany admin tidak menjelaskan produk perusahaan siapa?

    kalau boleh jujur pengalaman saya sendiri, pertama Tapro ini milik Allianz, sudah tau kan sepak terjang perusahaan ini diluarnegeri no 1 perusahaan asuransi di dunia.
    produknya tapro ini unik, bayar premi 500rb perbulan dapatnya 1M terbagi sebagai proteksi penyakit kritis 500juta, dan 500juta lagi uang penanggungan(jika mati).

    sama, masa kontrak 10tahun, setelah itu tidak bayar, klaim penyakit kritis pun tidak perlu harus masuk rumah sakit cukup rekomendasi dari dokter bahwa anda terkena penyakit kritis, claim cair,,,

    klo nilai investasi itu sendiri, sesuai ASIS program perhitungan ilustrasi nilai investasi, terbukti terus bertambah,
    kekurangan artikel anda ini dari segi produk apa yang anda sebutkan?

    Reply
    • admin

      (1) Apakah Anda yakin bahwa PASTI setelah 10 tahun tidak HARUS bayar lagi? Coba cek dengan agen Anda. Lihat di proposal asuransi unit link, ada tidak tanda *** di nilai tunai atau nilai investasi. Jika tanda itu ada, itu berarti bahwa saat itu pemegang polis harus melakukan Top Up. Bisa dicek ke agen Anda. Andainya tanda itu tidak ada pun, tidak ada jaminan bahwa setelah 10 tahun Anda tidak perlu bayar lagi.

      (2) Investasi di proposal itu ilustrasi. Apakah pasti seperti itu kejadiannya? Tidak. Selain itu, coba lihat pertumbuhan investasi Anda. Bandingkan dengan instrumen lain seperti Reksadana, Deposito, emas dan lain-lain. Tumbuh itu penting tapi berapa tumbuhnya juga tidak kalah penting. Kalau pertumbuhannya sama dengan deposito, lebih baik taruh di deposito karena jelas lebih aman.

      Reply
  3. Perbandingan Asuransi Pendidikan, Melihat yang Terbaik

    […] Sengaja saya menyarankan Andi untuk memilih masa pembayaran sampai Sabina selesai kuliah, yaitu 20 tahun. Meskipun unit link memberikan kemungkinkan masa pembayaran lebih pendek, misal 10 tahun, saya tidak menyarankan itu karena masa pembayaran yang pendek akan menggerus hasil investasi sehingga dampaknya dana pendidikan jadi tidak optimal (selengkapnya penjelasannya baca disini). […]

    Reply
  4. edy

    perihal awal sm istri mau ikut asuransi,eh trnyata ikutan asuransi itu sngt merugikan

    Reply
    • admin

      Saya sangat tidak setuju pernyataan bahwa ikut asuransi itu merugikan. Punya Asuransi it harus dan sangat perlu. Asuransi adalah bukti tanggungjawab kepada keluarga. Yang merugikan adalah jika Anda ikut asuransi yang tidak sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Coba baca Panduan Mencari Asuransi supaya dapat pencerahan soal bagaimana mendapatkan Asuransi.

      Reply
  5. faisal

    saya ikut asuransi jiwa+unitlink ( di jadiin 1 ), tapi saya liat ilustrasinya pengembangan masuk akal dengan pembayaran topup pertahun, dengan catatan untuk asuransi jiwa yang saya ikuti sekarang berkurang dari tahun ke tahun, dan pengurangannya masuk ke investsi, kalaupun saya masih mau topup di tahun ke 6 dstnya, topup masuk ke investasi saya, gak ada potongan untuk asuransi.

    Reply
    • admin

      Faisal,

      Terima kasih infonya. Buat saya agak aneh jika asuransi jiwa makin menurun karena justru nilai asuransi jiwa itu seharusnya makin meningkat setiap tahun karena biaya hidup yang kian besar. Kasihan keluarga yang ditinggalkan jika menerima nilai UP asuransi jiwa yang rendah.

      Untuk Top Up, coba Anda cek berapa potongan biaya bulanan yang diambil asuransi. Bandingkan dengan investasi Reksadana.

      salam

      Reply
  6. novi

    pak admin, sy juga ikut asuransi unit link prudential saat ini sudah berjalan tahun ke 4 dengan 4 polis assuransi untuk sy, suami dan 2 anak, dengan masa bayar sampai usia 40 thn, sy waktu ambil assuransi ini pertimbangannya u biaya pensiun dan dana pendidikan anak, sy tidak ada tabungan yang lain selain assuransi ini. sy sebenarnya sudah mendapatkan jaminan dana pensiun dan assuransi kesehatan dari kantor. tetapi buat tambahan nya sy menggunakan assuransi tsb, tetapi setelah membaca artikel bpk muncul pertanyaan apakah sy harus menutup assuransi tsb. tk

    Reply
    • admin

      Novi,

      Saya pribadi lebih memilih Reksadana dan Asuransi Jiwa Murni untuk Dana Pendidikan. Alasannya saya jelaskan panjang lebar dalam artikel dana pendidikan di blog. Silahkan dibaca.

      salam

      Reply
  7. ali

    Salam admin. Saya belum ada asuransi sama sekali lalu ditawarin sama teman asuransi prudential pru hospital dan sgry. Dengan premi 5jt setahun mendapatkan manfaat plan c..setelah melihat proposalnya rasanya tidak cocok dengan ilustrasinya dimana biaya asuransi dngn premi yang dibayarkan cukup besar sampai 60 x(usia saya saat itu sudah mencapai 99thn kalo panjang umur heehe).tapi rata2 unur skg max 75thn…nah yang kadi pertanyaaan biaya asuransi untuk mengcover manfaat pru hospital itukan naik setiap tahun tapi kenyataannya manfaat yang diterima nasabah tidak ikut naik….perlukah saya masuk asuransi tersebut?atau pilihan asuran full investment dengn proteksi?. Terima kasih

    Reply
    • admin

      ali, kami tidak menyarankan unit link. Lebih baik asuransi jiwa dan kesehatan murni karena lebih murah dengan manfaat lebih besar. salam

      Reply
  8. samlani

    sy ingin nyiapin asuransi utk pendidikan anak sy dg kondisi keuangan sekarang sbb: sisa gaji Rp 2,500,000, anak 2 org umur 1 bln dan 8 thn. minta pencerahannya masalah asuransi yg tepat dg kondisi keuangan yg sy punya…

    Reply
  9. Agus

    Pak Admin,
    Sy ikut asuransia jiwa allianz pembayaran premi per semester sebesar 3,5jt selama 10 thn.
    selama ini pembayaran premi tidak pernah telat dan saya pun tdk pernah claim.
    dan 2 semester lg sdh genap 10 tahun.

    setelah genap 10 tahun apa yg harus sy lakukan?
    dan hak apa yg saya dapatkan?
    mohon pencerahannya.

    terimakasih

    salam,
    agus

    Reply
    • eka

      Periode anda hampir persis spt saya. Bedanya, saya 10 th.nya berakhir Juli 2016 ini. Gak pernah klaim dan nilai tunai unit saya cuma 65% dari total setoran saya selama 10 tahun. Padahal dalam kondisi pasar modal yg sangat bullish. Periode bullish yg saya alami ini tak pernah terjadi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia

      Reply
      • admin

        terima kasih sharing-nya. ada resiko di asuransi+investasi yang biasanya tidak diuraikan secara gamblang di awal. yang diungkap hanya ‘manis’-nya saja.

    • admin

      Terima kasih sharing-nya. Semoga membantu teman-teman yang ingin membeli atau sudah memiliki asuransi jiwa unit link. salam

      Reply
  10. Ezra

    Saya mengikuti asuransi dgn premi rp12jt(tahunan)..pada tahun yg ketiga saya memutuskan untuk cuti premi dan mengalihkan pembayarannya untuk top up 12jt tiap tahun,apakah itu lebih menguntungkan dari segi nilai tunai yg saya peroleh dibandingkan bila saya tetap melanjutkan pembayaran premi 12jt tiap tahun tetapi tanpa top up?mohon sarannya..teria kasih

    Reply
    • admin

      Sebenarnya hasil akhir hampir sama karena ketika cuti premi, hasil investasi Anda tergerus pembayaran premi. Top Up dikenakan potongan biaya sekitar 5% utk setiap dana yang diinvestasikan di Unit Link.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.