Manfaat dan Kerugian Asuransi Unit Link

  • February 20, 2015

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas Pengertian Asuransi Jiwa Unit Link. Ini adalah artikel lanjutannya, yang secara lebih detil menjelaskan Apa Manfaat dan Kerugian Unit Link. Setelah baca ini, Anda bisa punya pengetahuan untuk memtuskan beli asuransi unit link atau tidak.

Sebaiknya Anda pahami dengan baik sebelum memutuskan membeli Unit Link.

Tidak ada produk yang benar dan salah. Semuanya punya kegunaan dan kelebihan masing – masing.

Yang paling penting adalah apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan Anda. Untuk bisa memahaminya dengan baik, Anda harus tahu dulu apa manfaat dan kerugian produk tersebut.

Ini adalah Manfaat dan Kerugian Asuransi Unit Link:

1. Hasil Investasi Menentukan Asuransi

Keberadaan produk unit link tergantung pada hasil investasi (Nilai Polis). Hasil investasi membayar biaya asuransi dan biaya asuransi tambahan (supaya proteksi asuransi berjalan), serta membentuk nilai polis yang uangnya bisa diambil untuk dana pendidikan atau dana pensiun.

Jika kinerja investasi bagus, nilai polis meningkat, maka uang yang tersedia cukup untuk membayar segala biaya, dan ada nilai tunai yang bisa dimanfaatkan. Everybody is happy!

Namun, kita perlu paham bahwa investasi itu kan tidak pasti. Ada siklusnya, bisa naik dan bisa turun (baca Penurunan Return di Pasar Modal). Begitu pula di unit link. Return investasi di unit link tidak dijamin, nasabah menanggung risikonya sendiri. Karena itu, nasabah wajib paham konsekuensinya.

Hal ini, unfortunately, tidak digambarkan secara gamblang dalam ilustrasi penawaran unit link (tabel – tabel yang isinya perkembangan nilai investasi dari tahun ke tahun). Yang ditunjukkan adalah kinerja investasi  yang selalu meningkat.

Konsekuensi jika pasar merosot, apa dampaknya kepada pemegang polis, tidak dijelaskan, terutama oleh para agen. Meskipun jika dibaca proposal asuransi secara teliti terdapat penjelasan yang menekankan bahwa investasi itu beresiko dan punya peluang untuk untung dan rugi.

Berikut tabel kinerja investasi Unit Link, yang saya cuplik dari proposal asuransi. Lihat tahun 2010, penurunan saham sampai 50% (investasi 10 juta, hilang 5 juta dalam setahun). Bukan maksud ingin menakut – nakuti tetapi menunjukkan fakta bahwa penurunan pernah terjadi. History will repeat itself!

Ilustrasi Hasil Investasi Unit Link

asuransi kesehatan

Yang penting kita pahami, bagaimana jika kinerja investasi menurun, apa konsekuensinya buat polis unit link ? Apa strategi menghadapinya?

Pertama, jika kinerja investasi menurun, nilai polis turun, sehingga kemungkinan besar tidak cukup membayar biaya – biaya asuransi. Saat nilai polis tidak cukup, masabah harus menambah dana, top up, supaya  asuransi bisa tetap aktif.

Jadi, saat pasar sedang berfluktuasi, nasabah unit link harus siap uang untuk top up. Besarnya Top Up sangat tergantung pilihan instrumen Anda. Turunnya pasar paling signifikan dampaknya ke instrumen yang return-nya tinggi, seperti saham. High Risk High Return.

Kedua, ketika mempertimbangkan penawaran unit link, pastikan memilih instrumen yang sesuai profil dan tujuan keuangan . Jangan asal pilih yang return-nya paling tinggi karena itu justru yang paling beresiko (paling banyak harus Top Up saat pasar anjlok).

Bagaimana memilih instrumen yang sesuai profil risiko ? Sesuai artinya, kalau jangka pendek ya jangan pilih saham yang agresif.  Kalau jangka panjang diatas 20 tahun, baru boleh pilih investasi agresif di saham.  Jangka pendek pilihlah pasar uang atau pendapatan tetap.

Mau tetap ngeyel pilih saham untuk jangka pendek? Boleh – boleh saja. Tetapi harus sadar menghadapi fluktuasi harga saham, yang bisa menyebabkan nilai investasi merosot dan dampaknya akan seperti diuraikan diatas.

Pastikan pula bahwa perusahaan asuransi memiliki track record kinerja investasi yang memadai. Bandingkan kinerja unit link yang satu dengan yang lain. Jangan mudah terpancing hasil investasi yang tinggi tanpa melakukan komparasi dengan yang lain (kinerja investasi itu relatif).

2. Biaya Asuransi Meningkat

Pembayaran premi di unit link memang tetap (fixed) sampai selesai, dan hanya ada satu biaya asuransi yang dicantumkan di proposal. Tetapi, sebenarnya biaya asuransi dan biaya asuransi tambahan itu meningkat setiap tahun. Hanya, angkanya tidak ditampilkan di proposal.

Ada tanda asterik (*) di Biaya Asuransi yang berbunyi “Merupakan biaya asuransi pada saat usia masuk. Biaya asuransi akan berubah dari tahun ke tahun sesuai dengan usia pada saat tahun berjalan …”. Bahasa sederhananya, biaya asuransi meningkat. Dibawah ini adalah pernyataan dari proposal unit link yang saya ambil mengenai kenaikkan biaya asuransi (baris kedua).

asuransi kesehatan

Dengan premi yang tetap, sementara biaya naik, bagaimana membayar selisihnya?

Selisihnya dibayar dengan memotong nilai polis. Karena itu, premi yang tetap tadi, sebenarnya tidak tetap, karena biaya asuransi memotong uang nasabah di nilai polis.

Dengan kondisi ini, return investasi nilai polis harus tumbuh lebih cepat dari kenaikkan biaya asuransi. Begitu hasil investasi anjlok, dengan biaya asuransi yang terus meningkat, ujungnya nasabah harus menombok dengan Top Up.

3. Apa Biaya yang Perlu Anda Tahu

Karena unit link ini adalah produk yang convenience, ada cost yang harus dibayar. There is no such thing as a free lunch.

Kalau beli Reksadana, Anda harus mengurus sendiri semuanya, mulai dari pembukaan, pembelian sampai penjualan. Harus bolak balik ke bank atau agen reksadana. Belum lagi harus riset untuk memilih mana Reksadana yang paling cocok.

Di Unit Link, Anda tidak perlu repot. Tinggal duduk santai, sambil ngopi sore, semua proses dikelola perusahaan asuransi. Nah pelayanan seperti itu ada biayanya. Apa saja biayanya?

  • Biaya Akuisisi. Biaya akuisisi adalah biaya untuk mendapatkan dan melayani Anda sebagai nasabah. Yang paling basic adalah komisi agen, dan biaya operasional perusahaan asuransi. Siapa yang membayar biaya akuisisi? ya Anda. Jadi dari premi dasar dipotong untuk biaya ini. Tahun pertama 100% uang premi untuk biaya akuisisi, tahun kedua 60%; tahun ketiga  dan seterusnya. Baru berhenti dipotong pada tahun ke 6 (lama ya?).
  • Spread Jual – Beli Investasi. Ketika membeli valuta asing, ada kurs jual yang lebih tinggi dari kurs beli. Selisih menjadi keuntungan money changer. Hal yang sama di unit link, ada harga jual dan harga beli. Misalnya, investasi Rp 1 juta saat harga jual Rp 1,000 maka mendapatkan 1,000 unit. Kemudian, saat  mencairkan investasi, perusahaan asuransi menggunakan harga beli (yang nilainya lebih rendah) Rp 950 sehingga uang yang diterima adalah Rp 950 ribu (1,000 unit x rp 950). Ada selisih 2% sd 5% harga jual dan harga beli (tergantung perusahaan asuransi). Selisih ini kemana? Ya ke perusahaan asuransi. Sedangkan, jika investasi di reksadana, hanya ada satu harga, tidak ada selisih harga jual – beli.
  • Biaya Pembelian Investasi 5%. Ketika melakukan top – up, nilainya dipotong biaya 5%. Penempatan dana rp 1 juta, maka yang masuk investasi rp 950 ribu, sisanya rp 50 rb disetor ke perusahaan asuransi. Biaya top up ini selalu dikenakan seumur hidup polis. Buat perbandingan, investasi di Reksadana dikenakan  biaya pembelian gratis 0%, terutama di agen yang menyediakan fasilitas jual beli secara online.
  • Biaya Administrasi. Biaya ini dibayar setiap bulan kisarannya antara Rp 26,500 sampai dengan Rp 35,000 per bulan. Kecil? Coba hitung, asumsi Rp 26,500, setahun Rp 318,000, 10 tahun sekitar 3 jutaan. Di asuransi tradisional, biaya administrasi hanya dibayar satu kali ketika pertama kali membayar premi.

4. “Unapplied Premium” Mengurangi Manfaat

Ketika membayar premi, bayangan Anda dan juga saya (saat itu) adalah besarnya premi sesuai dengan biaya asuransi. Ya dong, karena itulah tujuan membayar premi. Nyata tidak! Ada selisih dan jumlahnya tidak kecil. Apa itu?

Dibawah ini ilustrasinya. Berdasarkan proposal, biaya asuransi per bulan rp 422,017. Dalam setahun, biaya asuransi adalah rp 5,064,204 di tahun pertama. Bandingkan dengan premi dasar yang wajib dibayar, yaitu Rp 25 juta lebih setahun.

Biaya Asuransi

asuransi jiwa unit link

Ada selisih antara biaya asuransi Rp 5 juta dengan premi Rp 25 juta, yaitu sekitar Rp 20 juta (hampir 80%). Selisih ini disebut Unapplied Premium (lihat ilustrasinya dibawah ini untuk skema A).

unit link

Kemana larinya Unapplied Premium? Ia menjadi nilai investasi dalam bentuk nilai polis. Jadi, unapplied tetap menjadi milik Anda. Kalau begitu, masalahnya apa.

Pertama, kita tahu bahwa biaya akuisisi (untuk komisi agen dan perusahaan asuransi) itu dihitung dari nilai premi. Makin besar premi makin besar biaya yang harus dibayar. Sementara, makin besar Unapplied Premium, makin besar premi.

Kedua, tingginya unapplied premium membuat proteksi tidak optimal. Sebenarnya, jika unapplied premium rendah, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan manfaat lain misalnya kesehatan, cacat tetap dan penyakit kritis. Tidak perlu menambah premi, cukup dengan mengurangi porsi unapplied premium, sehingga ada sisa premi yang bisa dibelikan manfat lain untuk mendapatkan proteksi lebih optimal (lihat skema B diatas).

Karena penasaran, saya bertanya ke bagian produk internal perusahaan asuransi, kenapa ada unapplied premium sebesar itu, tujuannya untuk apa. Penjelasannya, unapplied premium itu dibentuk untuk menjaga supaya polis asuransi tetap aktif (tidak lapse) dalam jangka waktu yang cukup lama.

Jadi begini, Unapplied Premium itu menjadi semacam ‘tabungan’ yang masuk ke dalam nilai polis. Gunanya, dalam kondisi tertentu, pemilik polis mungkin tidak sanggup membayar premi atau ketika pasar anjlok sehingga perlu top up tetapi tidak punya uang untuk top up, saat itu unapplied premium dimanfaatkan untuk menalangi premi (lewat nilai polis yang besar).

5. Maaf, Tidak Ada Investasi di Tahun Pertama

Lho, bukannya, saya membeli produk investasi dan asuransi. Kok bisa tidak ada investasi di tahun pertama?

Sebelum menjawab, coba cek polis atau ilustrasi unit link. Di tahun pertama, Anda bisa melihat nilai polis/nilai tunai nihil atau tidak ada. Atau jika ada nilai investasi, itu berasal dari top-up (jika melakukan top –up), namun bukan dari premi dasar. Itu yang saya maksud dengan ‘tidak ada investasi di tahun pertama’.

Karena perlu untuk membayar biaya akuisisi yang cukup besar, premi yang Anda bayarkan di 5 tahun pertama, tidak langsung di tanamkan ke instrumen investasi. Premi digunakan untuk membayar biaya akuisisi. Porsi premi yang diambil bervariasi setiap tahun. Ilustrasi soal biaya akuisisi diuraikan dibawah ini:

biaya akuisisi unit link

Tahun pertama, seluruh premi (100%) digunakan untuk membayar biaya akuisisi. Makanya, nilai investasi dari premi dasar adalah nihil. Tahun kedua 60% yang diambil biaya akuisisi, tahun ketiga sd kelima 15%. Baru di tahun ke 6, tidak ada lagi potongan biaya akuisisi, sehingga seluruh premi bisa masuk ke investasi.

Apa implikasinya? Ingat: uang sekarang lebih bernilai dari uang besok. Kalau uang diinvestasikan besok daripada sekarang, Anda seharusnya sudah bisa menghitung berapa time value of money yang hilang.

Itu sebabnya kenapa investasi reksadana pasti lebih tinggi hasilnya dibandingkan investasi lewat unit link, karena dalam investasi reksadana uang langsung bekerja di hari pertama Anda berinvestasi (tidak ada yang ditunda selama 5 tahun pertama  untuk membayar biaya akuisisi).

Apa itu biaya akuisisi? Secara umum, ini adalah biaya mengelola polis asuransi nasabah, yang 70% diambil perusahaan asuransi dan 30% untuk agen. Melayani nasabah itu ada biayanya dan tidak murah. Biaya akuisisi ini berbeda dengan biaya asuransi (biaya untuk memberikan proteksi polis). Biaya akuisisi dipotong langsung dari pembayaran premi, sementara biaya asuransi diambil dari hasil investasi.

Kalau tahun pertama seluruh premi disedot biaya akuisisi, bagaimana bisa membayar biaya asuransi?

Nah, ini kreatifnya perusahaan asuransi, karena  kenyataannya proteksi asuransi tidak berhenti, tetap berjalan. Caranya, biaya asuransi dibayarkan terlebih dahulu atau kasarnya dihutangi oleh perusahaan asuransi. Jadi, selama dua tahun pertama (periodenya tergantung kebijakan perusahaan), Anda pemilik polis berhutang biaya asuransi.

Kapan hutang ini dilunasi? Hutang mulai dibayar menginjak tahun ketiga. Itu tidak berarti bahwa pada tahun ketiga, Anda harus menambah pembayaran premi. Premi tidak berubah. Pembayaran biaya asuransi diambil dengan memotong nilai polis – hasil investasi.

Apa implikasi hutang biaya asuransi ini? Nilai premi yang diinvestasikan menjadi lebih kecil. Setelah sebelumnya dipotong biaya akuisisi diawal, nilai polis masih harus dipotong lagi untuk membayar hutang biaya asuransi.

Itu sebabnya  pada tahun – tahun awal, pertumbuhan nilai polis relatif kecil. Ada biaya akuisisi dan pembayaran hutang biaya asuransi di periode awal yang membuat investasi unit link di 5 tahun pertama tidak optimal.

Karena itu, jika tujuan keuangan adalah investasi jangka pendek dibawah 6 tahun, sebaiknya Anda tidak mengambil unit link. Setelah periode 6 tahun baru investasi di unit link digenjot at full-speed.

Dari sini, Anda tahu sekarang, kenapa agen unit link selalu bilang, “dalam 3 tahun pertama sebaiknya hasil investasi tidak diambil”. Selain investasi sebaiknya jangka panjang (alasan resmi !), alasan lainnya adalah faktor biaya ini.

6. Cuti Premi: Pahami Konsekuensinya!

Salah satu fitur andalan unit link adalah Cuti Premi, yaitu pemegang polis hanya melakukan pembayaran premi sampai periode tertentu, setelah itu tidak perlu lagi membayar meskipun proteksi asuransi masih terus berjalan. Asyik bukan?

Ambil contoh proposal asuransi unit link yang ditawarkan ke saya. Disitu tertulis ‘Rencana Masa Pembayaran Premi yang dikehendaki Nasabah* 10 tahun’. Sementara, pertanggungan mencapai usia 99 tahun. Menurut keterangan agen yang menawarkan proposal ini, saya mendapat fasilitas cuti premi, sejak tahun ke 11, sehingga tidak perlu lagi membayar premi. Ini isi di proposal asuransi bahwa nasabah hanya membayar 10 tahun, sisanya cuti premi

Apa bayangan Anda mendengar penawaran seperti itu? Gratis, tidak perlu bayar premi lagi. Persis! Tapi apa betul begitu.

Setelah dibaca ulang dengan lebih teliti, saya menemukan tanda asteriks (*), disamping pernyataan soal cuti premi tadi, yang keterangannya ada dibagian bawah yaitu  “Saya mengerti bahwa manfaat asuransi diatas dapat diberikan selama biaya asuransi terpenuhi. Apabila Nilai Tunai yang terbentuk tidak mencukupi maka Rencana Masa Pembayaran Premi yang saya rencanakan bisa lebih panjang”. Berikut saya cuplik keterangan tanda asterik (*) di proposal yang menjelaskan konsekuensi cuti premi (baca: baris pertama).

Itu artinya apa? Sejak tahun ke 11, biaya asuransi dibayar dengan memotong nilai polis. Nilai tunai atau nilai polis adalah hasil  investasi. Asumsinya, setelah 10 tahun, nilai polis sudah cukup besar dan stabil, sehingga cukup untuk membayar biaya asuransi.

Jadi, jika berpikir bahwa cuti premi itu artinya gratis bayar premi, itu ilusi. Cuti premi menggunakan uang Anda sendiri, uang hasil investasi. Mana ada sich yang gratis di jaman begini.

Apa konsekuensi pengambilan nilai polis karena cuti premi?

Pertama, pertumbuhan nilai polis menjadi lebih lambat atau bahkan bisa menurun (jika return investasi rendah). Cuti premi membuat dana investasi anda berkurang karena tersedot menalangi pembayaran premi.

Kedua, dalam kondisi pasar yang kurang bersahabat, return investasi merosot dan nilai polis anjlok, adanya cuti premi membuat kemungkinan  menjadi lebih besar (dibandingkan tanpa cuti premi) buat nasabah untuk harus melakukan pembayaran tambahan (Top Up). Karena sisa nilai polis tidak cukup untuk membayar biaya asuransi.

Perlu diingat bahwa biaya asuransi meningkat setiap tahun, bukannya menurun. Karena itu, cuti premi akan lebih cepat menggerus nilai polis atau nilai tunai, terutama jika kinerja return investasi sedang menurun.

Jadi, jika ingin investasi unit link untuk dana pendidikan atau pensiun, saya sarankan jangan mengambil cuti premi. Cuti premi memotong porsi investasi yang bisa ditarik.

7. Investasi Terbatas

Ketika membeli unit link, Anda itu pada dasarnya kontrak mati dengan Manajer Investasi yang mengelola  unit link. Kenapa begitu?

Seperti saya jelaskan sebelumnya, investasi itu tidak pasti, ada naik dan ada turun. Karenanya, kita sebagai investor, senantiasa perlu mengevaluasi dan jika diperlukan melakukan  perubahan, dari satu instrumen ke instrumen lain, dari satu manajer investasi ke manajer investasi lain.

Kalau investasi di Reksadana, perubahan mudah sekali. Misalnya, pindah dari Reksadana Saham Schroders ke Reksadana Manulife. Bisa pula dari Reksadana Campuran BNP Paribas ke Reksadana Tetap Schroders. Tinggal mengajukan perubahan, bisa secara online atau lewat pengajuan surat, dengan biaya yang boleh dikatakan cukup kecil. Prosesnya tidak sampai seminggu.

Nah, kalau di unit link, prosesnya tidak semudah itu. Kenapa? karena ada kaitannya dengan asuransi. Ingat proteksi asuransi Anda dibiayai oleh investasi Anda. Jika, investasi ditarik, maka nilai polis hilang, asuransi berhenti proteksinya.  Jika investasi ditarik sebagian, kemungkinan Anda perlu melakukan top – up untuk memastikan nilai polis cukup untuk membayar biaya asuransi.

Bukannya di unit link ada fasilitas switching? Betul ada fasilitas itu. Namun, switching hanya bisa dilakukan dalam lingkungan produk investasi dari manajer investasi yang sama. Anda tidak bisa memilih produk yang bukan dikelola oleh manajer investasi tersebut.

Dengan kata lain, Anda tidak bisa berpindah ke lain hati dari Manajer Investasi di unit link. Kontrak seumur hidup. Kecuali perusahaan asuransi jiwa unit link merubah Manajer Investasinya.

Jadi di unit link, fleksibilitas investasi menjadi tantangan tersendiri yang perlu disadari calon pembeli. Jangan sampai sudah masuk baru komplain. Karena memang nature-nya seperti itu. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memastikan benar – benar bagaimana kinerja manajer investasi unit link tersebut. Karena sekali masuk, Anda kontrak mati dengannya.

asuransi term life

Unit Link atau Tidak ?

Sampai disini, pasti muncul pertanyaan, mau pilih unit link atau tidak? Yang paling tahu adalah Anda sendiri.

Yang jelas, pastikan Anda paham dan tahu konsekuensinya ketika membeli sebuah produk. Jangan hanya gadget saja, Anda cerewet. Produk keuangan yang implikasinya (jika salah pilih) serius harus dimengerti benar sebelum membelinya. Paham itu artinya Anda tahu manfaat dan konsekuensinya.

Jika ingin tahu lebih lanjut soal asuransi terutama produk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, bisa cek Menilik Pilihan Asuransi.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

43 Responses

  1. Fudianto

    Jika agen unit link terlalu over dalam menawarkan, seperti kasus bapak diatas. Gratis Premi setelah tahun 11 ?? Yang benar, premi tidak perlu bayar di tahun 11, tetapi Biaya Asuransi Bulanan tetap ditagih, dengan memotong nilai tunai nasabah.

    Unit link bisa digunakan untuk investasi, sama dengan investasi di Reksadana. Walau unit link kurang optimal untuk investasi, karena unit link fokus di proteksi.

    Katakan ingin investasi di Reksadana sebesar Rp 500 rb/bulan. Maka dalam ilustrasi polis seperti kasus diatas. Maka bagian tabungan (saver) harus minimal ada Rp 500 rb juga, bukan dengan premi Rp 500 ribu.

    Reply
  2. sri haryono

    pak, sy sdh terlanjur ikut asuransi unit link walaupun baru dua bulan ini karena merasa tidak enak dengan agennya (tetangga sendiri), Dengan premi 500 rb/bln UP nya 150 jt, dan nilai tunai 10 tahun lg 90 jt, tetapi selama 5 tahun kedepan nilai tunainya baru sama dgn jumlahn total premi yg sy bayarkan. Apakah asuransi yg sy ikuti ini sdh tepat, jika blm apa yg harus sy lakukan? segera menutup polis ini dan pindah ke reksadana atau meneruskannya? karena sy merasakan agak berat untuk pembayarn preminya. Sementara sy ingin pada saat 8 tahun kedepan punya biaya untuk pendidikan anak saya yg saat ini berusia 10 tahun (anak pertama/5sd). Anak kedua usia 7 tahun (1 sd). Penghasilan sy skrng 5 jt/bln. mohon solusinya, terima kasih.

    Reply
    • admin

      Sri,

      Jika dirasa tidak cocok, lebih cepat berhenti lebih baik karena jika tidak jumlah dana Anda harus bayar makin besar.

      salam

      Reply
    • Kiki Tirta

      Tujuan utama asuransi memang bukan investasi, tapi sebagai proteksi atas income jika terjadi sakit atau meninggal.
      Sebesar apapun jumlah investasi tapi jika pencari nafkah utama keluarga belum terproteksi, berarti sama juga dengan gambling, karena kemungkinan “Lose” lebih besar.
      Karena fungsi Asuransi yang paling utama adalah sebagai “Shock Absorber” atau “Peredam Kejut” jika terjadi resiko baik sakit atau meninggal.
      Baru setelah memiliki asuransi, kita aman untuk berinvestasi.
      Di dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti, kecuali Kematian.

      Reply
      • admin

        Kiki,

        Baiknya dipisahkan investasi dari asuransi. Tidak perlu digabung dengan asuransi.

        salam

    • toni

      Koq PD sekali agennya mengibuli anda bahwa dana anda akan menjadi 90 juta pada akhir tahun ke 10. (Total cicilian setor 60 juta + 30 juta “pengembangan”). FYI, Juli 2016 ini Saya sudah mau selesai 10 tahun dengan total setoran 42 juta, tapi dana tunai saya cuma 27 juta – “hilang” 15 juta. Padahal periode saya mengalami golden yearsnya pasar modal dimana IHSG meroket 250%. Bahkan ada produk reksadana saham yg tumbuh 500%. Silakan nilai sendiri saja apakah lebih baik beli produk proteksi dan asuransi terpisah apa digabung

      Reply
  3. andy

    Dari tulisan ini sepertinya tidak disorot keuntungan utama dari asuransi unit link yaitu proteksi dan investasi pada saat yg bersamaan. Punya investasi memang baik namun jika tidak ada proteksi yang cukup maka sebesar apapun investasinya akan dikorbankan untuk membayar resiko2 kehidupan.

    Reply
    • admin

      Andy,

      Anda bisa beli terpisah – investasi dan proteksi. Tidak perlu beli dalam satu paket seperti Unit Link. Kenapa ? karena lebih murah dengan beli terpisah.

      salam

      Reply
  4. Rudy

    Saya sudah ikut produk unit link investasi jangka panjang dari perusahaan Asurasi terbesar di dunia yang berkerjasama dengan bank besar pemerintah pada bulan Mei 2015, Waktu itu IHSG berkisar Rp. 5.500-an dan Nilai tukar rupiah berkisar Rp13.200-an. Top-up tahun pertama pada waktu itu sebesar150 juta, top-up ke-2 dan 3 otomatis diambil dari deposito saya sebesar 100 jutaan. Jadi totalnya investasisasi pada Mei 2017 adalah sebesar 350 juta.
    Namun seiring dengan melambatnya perekonomian sekarang ini yang ditandai dengan turunnya IHSG di sekitar 4.600 dan nilai tukar rupiah yang melemah menjadi disekitar 13.600 Apakah investasi saya masih prospektif ?

    Reply
    • admin

      Rudy,

      Tergantung tujuan investasi Anda. Kalau untuk jangka pendek, itu sangat berbahaya. Kalau untuk tujuan diatas 5 tahun, tidak masalah.

      salam

      Reply
  5. fenny

    Saya ikut unit link byr per thn 6 jt. Sdh byr 3 kali. Ternyata hasilnya jangan kan sedang, rendah aja tidak sampai. (Maksud saya sesuai ilustrasi). Klo rendah menurut ilustrasi nya pasti lapse. Jd saya memutuskan utk ditutup aja. Stlh saya cek di web nilai polis saya skrg 8 jt. Yg bikin saya tambah kecewa kemaren telpon cs dibilang klo ditutup saya dpt nya cuma 3 jt. Terus buat apa di i service dikasi tau nilai polis bohongan..? Mohon pencerahan admin saya hrs meneruskan atau saya tutup aja ?

    Reply
    • admin

      Fenny,

      Unit Link menggunakan hasil investasi untuk membayar biaya asuransi setiap bulan. Jadi, hasil investasi Anda turun drastis karena dua penyebab: (1) Dipotong Biaya Asuransi Setiap Bulan; (2) Kinerja investasi Unit Link Anda sedang anjlok.

      Pilihan buat Anda ada dua: (1) Menutup Unit Link dan menggganti dengan asuransi jiwa lain (misalnya Term Life); (2) Melakukan setoran Top-Up untuk melanjutkan Unit Link.

      salam

      Reply
  6. syofyan

    Pak, saya mau tanya (awam).
    Kalo asuransi ùnit link dengan premi 500rb/bulan atau 6jr pertahun. Itu maksudnya bagaimana ya? Premi dibagi 2 utk asuransi & investasi atau bukan? Kalo iya berapa biaya asuransi sebenarnya? Dan dg system otomatis pemotongan yg (100% th ke 1, 80% th ke 2 dst…. sampai th ke 5 10%….) apakah itu maksudnya utk biaya premi asuransi tsbt kita selesai/maksimal hanya 10% saja perbulannya dr nilai premi dan tetap mendapat manfaat pertanggungan asuransi sesuai kontrak polis sd usia 60th? Lalu apakah berarti stlh th ke 5/6 90% premi yg kita bayar dialokasikan utk investasi?
    jika iya berarti selama perkembangan terjadi pd nilai investasi (mampu menutupi biaya asuransi) kita tdk masalah jika tdk membayar premi bulanan tsb.
    Terimakasih dan mohon pencerahannya.

    Salam.

    Reply
    • admin

      Syofyan,

      1) JIka kinerja investasi bagus, maka hasil investasi akan mencukupi untuk membayar biaya asuransi, sehingga peserta bisa bebas premi. Tapi, jika kinerja investasi buruk, peserta harus melakukan top up.

      2) Potongan 100pct itu bukan biaya asuransi tetapi komisi ke agent dan perusahaan asuransi

      3) Biaya asuransi akan terus dipotong selama polis asuransi masih berlaku.

      salam

      Reply
  7. sugeng sarwoko

    Saya telah. Ikut asuransi unit link selama 7 tahun 4 bulan dengan premi 500.000/bulan karena perkonomian sekarang bermaksud menutup asuransi tersebut. Lalu saya contak menanyakan besar uang yang bisa saya terima ternyata rugi sekitar 14 juta. Bagimana menurut bapak untuk meminimalisir Kerugian saya apa diteruskan apa tidak usah bayar dulu baru 5 bulan kita ambil. Mohon jawabannya. Terimakasih

    Reply
    • admin

      sugeng sarwoko

      Sebaiknya jika ingin dilanjutkan maka premi dibayar karena jika premi tidak dibayar maka asuransi akan otomatis memotong dari hasil investasi (makin kecil uangnya yang bisa diambil). Jika memang tidak ingin dilanjutkan, asuransinya segera ditutup saja.

      Yang perlu dipahami kenapa uang yang Anda terima kecil karena: (1) di 5 tahun pertama uang anda tidak semua diinvestasikan tapi sebagian besar untuk bayar komisi dan biaya asuransi; (2) uang yang diinvestasikan hilang karena kinerja investasi yang buruk.

      Ingat, unit link itu bukan tabungan atau deposito yang uang Anda aman 100pct. Unit link itu investasi sehingga ada resikonya, yang mana besar kecil resiko tergantung instrumen investasi yang Anda pilih.

      salam

      Reply
  8. Paijo

    Sudah dijabarkan dengan jelas bahwa PISAHKAN ANTARA ASURANSI DAN INVESTASI KEDUANYA
    SANGAT BERBEDA kalau tujuan investasinya sdh tercapai, ngapain ada asuransi yang sampai usia 99 tahun.
    andaikan usia anda 35 thn, dlm 20 tahun target punya duit Rp 4 M, agar punya uang pensiun fix Rp 20jt per bln (bunga 6% net)
    Ambil asuransi Term Life itu sifatnya untuk mengawal investasi, tatkala target terpenuhi BUAT APA ASURANSINYA….

    Reply
  9. Harry

    Maaf pak, sy mau minta saran saya ikut unit link asuransi sudah 3,5 thn premi 1jt/bln total yg sdh disetor 48jt. Setelah saya cek saldo investasi saya hanya Rp 22jt. Memang untuk 5 tahun pertama porsi masih besar untuk investasi. Pertanyaan saya apakah saldo segitu 22jt termasuk wajar ? utk kedepannya apakah apabila saya teruskan akan merugikan saya, krn minimal saya BEP baru saya tarik (dlu perkiraan sih thn. 6 BEP ttp sepertinya tidak mungkin). Kira2 ditahun berapa bisa BEP dengan persentase investasi 17% pertahun, krn setahu saya selama 3 thn terakhir persentase tidak sesuai dengan gambaran oleh agent saat buka aauransi investasi. Saya takut saya rugi lebih jauh/besar. Apabila saya tutup sy akan kehilangan 26jt (dmn saya anggap hangus saja yg rata2 600rban/bln selama 42 bln, drpd nanti saya nama merugi)

    Bgmn jk saya turunkan premi saya setengah. Apakah akan merugikan saya.
    Terima kasih pak. Mohon saran& bantuannya terima kasih.

    Reply
  10. Bella

    Pak minta sarannya, sy sudah byr premi 11x 500rb. Sy mau tarik ktny yg bs diambil hny 2,4jt dikurangi saldo minimal 1jt jd cuma 1,4jt yg bs diambil. Bgmn caranya spy sy bs tarik semua? Apa bs lgsg mengajukan k manajer investasi utk jual saham sy yg masuk k unit link? Trims

    Reply
    • admin

      Bella,

      Yang bisa ditarik yang memang hanya 1.4 juta (meskipun kamu sudah membayar 11x500rb = 5.5 juta).

      Kenapa sisanya tidak bisa ditarik karena sudah diambil utk sbb:
      (1) bayar komisi agent dan perusahaan asuransi (ini paling besar di 5 tahun pertama);
      (2) bayar biaya asuransi;
      (3) bayar fee untuk pengelolaan investasi.

      salam

      Reply
  11. steven

    Terima kasih pak atas informasinya.

    Saya minggu lalu baru saja daftar produk unitlink salah satu bank. Jadi bayar 1x saja. Disertai asuransi jiwa/kematian. Manfaat seumur hidup sampai umur 90 thn.

    Apakah itu tidak ada premi /top up lagi? Saya menjadi ragu karena sudah membaca2 informarsi dari internet termasuk blog bapak. Saya merasa ditipu bancassurance specialist krn tidak jujur. Ketika saya tanya apakah ada kemungkinan kerugian? dia jawab tidak

    Reply
    • admin

      Steven, tidak benar bahwa TIDAK ada kemungkinan kerugian di Unit Link. Unit Link itu produk investasi yang punya keuntungan dan resiko kerugian – tergantung kinerja investasi yang dipilih. salam

      Reply
  12. Lisdha

    Trimakasih artikelnya pak..
    Sekedar sharing bbrp bulan lalu suami saya memutuskan untuk memberhentikan polis unit link yg sudah kami bayar selama 2 tahun. Premi 500rb/bln = 12jt/dua tahun.

    Tdnya mau tutup polis. Tapi di kantor cabang agen tidak ada yh bisa mjelaskan berapa nilai tunai kalau ditutup. Karena itu katanya hitungannya di pusat. Tapi kalau cuti premi, dia bisa hitung kisaran tunainya (berdasar nilai unit hari itu).

    Daripada ribet akhirnya kami putuskan untuk cuti premi. Tak lama uang tunainya mmg lgsg ditransfer ke rek sebesar 4.8 juta dan slanjutnya kami stop bayar polis. Biar lapse sendiri.

    Rugi besar. Tp biarlah drpd semakin rugi karena meneruskan unit link ini.

    Sebagai perbandingan. Dulu unit link suami itu prei 500rb/bln. Komposisi invest dan asutansi 50:50. Tapi uang pertanggungan haya rp 150juta. Sementara kami ambil term life premi 3,4 jt/10th UP 750 juta. Sangat jauh ya…

    Reply
  13. toni

    Kalau calon nasabah tidak kritis bertanya, agen yg ngerti dan bahkan bergelar RFP segala tidak akan bercerita detail spt om admin Rio ini kalo lagi prospek. Mereka malah akan menghindari prospek tipe calon nasabah yg melek berbagai instrumen investasi pasar modal spt reksadana dan saham. Hitungan porsi setoran utk proteksi-investasi, periode, kenaikan COI yg tak transparan, biaya akusisi, administrasi, sampe biaya2 yg menyedot hasil investasi yg fluktuatif memang bikin orang bergelar RFP sejati bakal pusing mikirin rumus2nya yg sangat rumit. Bagi yg awam, jalan terbaiknya adalah beli produk terpisah. 100% dijamin proteksi dan investasi anda akan jauh lebih maksimal dengan hitungan2 yg transparan dan gampang dimengerti

    Reply
  14. Irwan

    Salam pak. Saya sedang ditawarkan oleh produk unut link dr ava iprime. Apakah pernah ada komentar/saran mengenai produk ini.

    Jika ada mohon komentar keuntungan dan kerugiannya.

    Reply
  15. syaipul

    Numpang tanya min,saya baru join unit link dengan premi 350 ribu/bln tapi dgn sistem networking,,kira2 gimana ya min?

    Reply
  16. Risa

    Suka sekali saya membaca penjelasan yg gamblang dan jujur ini. Sejujurnya saya awam mengenai bahasa perasuransi atau perinvestasian. Dan bodohnya lagi saya sudah ikut ambil asuransi karna tidak enak pada agen yg selalu terus menerus dan membujuk untuk gabung diasuransinya. Kalau tidak keberatan, mohon dibacakan dan diberi penjelasan juga donk pak/mas mengenai asuransi sy. Saya ambil Asuransi PruMed, premi sy 1.250.000 perbulan, atau setahun 15.000.000 dan saat ini sudah 1 taun. Setelah saya baca polisnya nilai investasinya ditahun ke 10 jika rendah cuma dapat 73jt, Sedang: 93.448.000 Tinggi: 120.229.000
    Pertanyaan saya: apakah besar kecilnya nilai invest itu tergantung kelas berapa dan nilai harian rumah sakit yg kita mau juga? Dan apakah perhitungan nilai invest itu sudah fix berdasarkan hitungan sistem atau buatan agen? Dan menurut bapak apakah sy baiknya lanjutkan saja/stop asuransi itu? Karna melihat nilai baliknya saja di tahun ke-10 tidak ada yg 100% sesuai janji asuransinya sendiri walaupun nilai saham tinggi. Atau ada solusi lain tetap dilanjutkan tapi nilai invest jgn diambil dulu smp lbh dari 10thn hingga nilainya sesuai total premi yg sdh kita setorkan?

    Reply
    • admin

      Nilai investasi itu tergantung kinerja return dari instrumen investasi yang Anda pilih. Tidak tergantung kelas rumah sakit.

      Saran saya, Anda pelajari lagi produk yang Anda beli ini. Kesan saya, Anda tidak diberikan penjelasan yang memadai sehingga menjadi sangat tidak paham mengenai produk yang dibeli. Jika setelah dipelajari, Anda tidak paham juga. Saran saya, tutup saja karena prinsipnya kita harus paham produk asuransi yang kita beli.

      Reply
      • eka

        FYI banyak agen top dan senior produk ini yg MENEKANKAN SISI INVESTASI produk unitlink ini ke calon kliennya yg lugu2. Karena sisi itulah yang memang menarik bagi calon klien . Bahkan sampai mereka mengklaim bahwa pertanggungan/manfaat yang cair Rp1 Miliar (seandai klien benar meninggal) ADALAH BUKTI RETURN sebesar 99ribu persen dari investasi yang cuma baru sekali bayar premi Rp1 Juta. BTW, PERCAYALAH 100% total setoran anda tidak akan terkumpul apalagi numbuh pada akhir tahun ke 10. Saya sudah mengalami sendiri dimana nilai tunai unit cuma 65% dari total setoran. Padahal saya mengalami periode 10 tahun dimana IHSG melesat hampir 300%. Periode pertumbuhan luar biasa yg tidak pernah terjadi sepanjang sejarah pasar modal indonesia

      • admin

        Resikonya jarang diungkap. Yang diungkap hanya keuntungannya saja. Padahal, Asuransi dengan Investasi punya keuntungan dan RESIKO yang sama.

    • Rendi

      Tujuannya beli asuransi apa bu? Kalau proteksi + investasi, investasi anda bisa dibesarkan untuk menutup biaya asuransi setelah 10 tahun, karena berhubung cuma ambil pru med dan setoran bisa 1.250/bulan, saya asumsikan investasinya cukup besar….

      Tapi jika tujuannya proteksi, bukan tidak salah berpikir tentang investasi. Namun jika tujuannya memang benar proteksi, wajarlah investasi anda tidak maksimal… Jika ingin maksimal, mengacu pada jawaban di awal..

      Jika tujuan anda investasi, lebih baik jangan di asuransi.

      Sekian.

      Reply
  17. Toni

    Tapi ada satu kelemahan asuransi kesehatan tradisional. Yaitu polis diperpanjang tiap tahun. Banyak kasus
    perusahaan asuransi curang ,ketika nasabah banyak klaim, tahun depannya gak disetujui diperpanjang lagi oleh perusahaan. Jadilah kita gak punya asuransi lagi, karena mau ikut asuransi lain pun pasti gak disetujui udah ada
    riwayat.
    Sedangkan asuransi kesehatan yang dibundle dengan unit link, masa pertanggungan asuransi kesehatan bisa sangat lama, ada yg sampai umur 85 tahun. Jadi gak bisa diputus secara sepihak.
    Memang ada asuransi kesehatan yang ada jaminan gak bakal diputus secara sepihak sampai umur 99 seperti axa elite care, tapi preminya lumayan lebih mahal .

    Reply
  18. Vauji

    Pak bisa tidak dibuat perbandingan jika kita memisahkan produk asuransi dan investasi dengan instrumen reksadana seperti yang bapak yang biasa bandingkan.

    Ditunggu ya pak.

    Reply
  19. Djulaikah

    Dear Pak.
    Saya memutuskan ikut AIA th 2012 dgn rencana menarik dana setelah 5 th, (krn setahu saya saya ikut yg 5th dgn auto debet RP.500k/bln)
    Sekarang setelah mengetahui bhw saya mengambil unit link yg kemungkinan besar tidak akan mendapatkan tabungan saya kembali, apa langkah terbaik yg hrs saya lakukan?. Pihak BCA tempat saya mendaftar sdh menjelaskan bhw BCA tidak ada sangkut pautnya dgn AIA.
    Apa saya hrs menutup polis Asuransi saya dgn resiko kehilangan hampir seluruh tabungan (500k x 12 x5)?
    atau
    Saya teruskan sampai 7 th dimana saya tidak akan di kenakan biaya?
    Pengetahuan Unit Link ini baru saja saya ketahui dan ya too late lah..
    Terima kasih untuk info nya.
    Salam

    Reply
  20. devi oktavia

    saya ikut unit link dan tahun ini masuk tahun ke 8. rencananya tahun ini saya ingin mengambil tabungan investasinya. bayar premi sudh skitr 96×350. tapi yg bisa diambil hanya 21jt saja karena invest hny ada 22jt dan disisakan saldo 1jt. karena tidak bs ditarik semua. saya galau…apakah saya harus mlanjutkan 2 th ini atau tutup saja…

    Reply
  21. diana

    selamat sore..
    pak, saya terlanjur ikut asuransi unit link dari manulife. skrg sudah berjalan selama 3th, kurang 2th lagi.. dan premi yg saya bayarkan 500rb/bulan. saya baru tau tentang kerugian2 dari asuransi ini. dan setelah 5th itupun premi tidak bisa lgsung di cairkan semua ke rekening. harus nunggu di usia 70th. saya harus bagaimana pak? apakah saya tutup polis saya, atau saya lanjutkan sampai 5th? terimakasih sebelumnya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.