BPJS dan Asuransi Kesehatan Swasta: Siapa yang Terbaik?

  • August 26, 2014

Hadirnya BPJS dengan premi murah dan manfaat luas menimbulkan pertanyaan ‘apa masih perlu punya asuransi kesehatan swasta?’ Penelusuran saya menemukan masing – masing punya kelebihan dan kekurangan. 

Pahami dulu, lalu pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Yang penting, wajib punya perlindungan kesehatan karena biaya berobat mahal dan semakin mahal.

Artikel yang paling banyak dikunjungi dan dikomentari di blog ini adalah soal Asuransi Kesehatan. Semua tampaknya sadar bahwa biaya sakit itu mahal. Orang berupaya mencari proteksi kesehatan yang memadai dengan premi terjangkau.

Pemerintah kita tampaknya sadar akan hal itu (baru sekarang ?). Makanya BPJS Kesehatan diluncurkan, yang merupakan asuransi kesehatan milik pemerintah yang bertujuan memproteksi seluruh masyarakat dengan premi terjangkau. Kalau dulu ada PT Askes, yang terbatas hanya untuk pegawai negeri dan ABRI, sekarang BPJS melanjutkannya dengan coverage lebih luas untuk seluruh masyarakat.

Kalau begitu, apa masih perlu ikut asuransi kesehatan swasta? Buat kita yang bukan pegawai negeri atau bukan karyawan yang tidak punya fasilitas kesehatan dari kantor, asuransi kesehatan adalah pilihannya selama ini.

Mana yang lebih baik, BPJS atau asuransi kesehatan swasta, seperti Allianz, Manulife dan perusahaan asuransi lain?

Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya kita pahami dan kaji dengan seksama dulu. Apa itu BPJS, bagaimana manfaatnya, dan apa saja kesulitannya. Setelah dapat gambaran lengkap, baru kita bisa mengambil keputusan. Ingin tetap punya asuransi kesehatan atau pindah ke BPJS.

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan, mulai beroperasi 01 Januari 2014, adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan. Ini sesuai amanat UU BPJS Kesehatan, yaitu UU 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Peserta BPJS adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. Pada dasarnya, semua orang, entah bekerja, karyawan, pengusaha atau bahkan pengangguran, serta keluarganya, bisa menjadi peserta BPJS, asalkan membayar iuran.

Jaminan kesehatan ini dapat diberikan oleh perusahaan untuk karyawannya  beserta keluarga atau individual yang mengambil untuk sendiri dan keluarganya.

Untuk menjamin masyarakat tidak mampu, pemerintah menetapkan PBI, yaitu peserta BPJS Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu (sesuai UU SJSN) yang iurannya dibayari oleh pemerintah.

BPJS memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Pelayanan Promotif, Preventif yaitu: penyuluhan, Imunisasi (BCG, DOT-HB, Polio dan Campak), Keluarga Berencana (kontrasepsi, vasektomi dan tubektomi) dan skrining kesehatan (selektif).
  • Pelayanan Kuratif dan Rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medis, yaitu (1) Rawat Jalan dengan dokter spesialis dan subspesialis, dan (2) Rawat Inap di ruang intensif dan non intensif.
  • Manfaat Non Medis meliputi akomodasi dan ambulans.

Pendaftaran jaminan kesehatan nasional ini dapat dilakukan secara online. Cara mendaftar online dan persyaratan terbaru dapat dilihat di website BPJS.

Setelah membayar iuran dan resmi diterima, peserta mendapat kartu jaminan kesehatan. Tersedia hotline di setiap kota untuk melayani peserta.

Manfaat BPJS kesehatan terkini, termasuk penyakit yang tidak dijamin, bisa lihat selengkapnya disini. Syarat, cara pendaftaran dan no telpon hotline BPJS lihat disini.

Keunggulan BPJS

Terdapat sejumlah keunggulan BPJS dari asuransi kesehatan swasta. Apa saja itu?

#1 Iuran Super Murah

Berapa preminya? Jangan kaget ya. Premi atau iuran ditentukan kelas yang diambil, tidak ada perbedaan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Iuran BPJS kesehatan 2014 per bulan adalah sebagai berikut:

BPJS Kesehatan

Misal, asuransi kesehatan BPJS untuk keluarga 3 orang (ayah, ibu dan anak), cukup bayar kurang dari Rp 180 ribu per bulan untuk kelas kamar I.

Dibandingkan premi asuransi kesehatan swasta, iuran BPJS sangat murah. Premi asuransi kesehatan murni (tanpa investasi, premi hangus) paling tidak tarifnya sekitar Rp 300 sd Rp 500 rb per orang per bulan. Apalagi kalau unit link, premi bisa lebih mahal lagi, bisa 800 sd 1 juta per orang per bulan.

BPJS tidak membedakan besaran premi berdasarkan umur, jenis kelamin serta status merokok. Ini berbeda dengan asuransi kesehatan. Dalam asuransi kesehatan, semakin tua umur, premi akan makin mahal. Ada pula perbedaan premi antara laki dan perempuan serta status merokok.

#2 Manfaat Kesehatan yang Dijamin

Tidak hanya iuran yang lebih murah. Manfaat BPJS bagi peserta lebih lengkap dari asuransi kesehatan. Berikut manfaat yang diberikan BPJS:

  • Rawat Inap,
  • Rawat Jalan,
  • Kehamilan dan Melahirkan. Persalinan dengan operasi caesar termasuk yang ditanggung .
  • Optik/Kacamata.

Coba cek apa ada asuransi kesehatan yang menyediakan manfaat selengkap itu. Umumnya, asuransi kesehatan hanya menyediakan rawat inap.

Kalaupun ada asuransi kesehatan yang memberikan tambahan fasilitas, preminya selangit. Misalnya, ada asuransi kesehatan yang menyediakan rawat jalan, namun tidak mengganti 100% karena nasabah harus membayar sendiri sebagian tagihan biaya rawat jalan.

#3 Tidak Ada Pre – Existing Condition

Jika punya penyakit bawaan, apa penyakit tersebut ditanggung oleh asuransi kesehatan? Tidak. Ini yang disebut pre-existing condition.

Itu sebabnya dalam asuransi kesehatan pemeriksaan medical check-up menjadi wajib serta historis data kesehatan peserta dan keluarganya wajib disertakan.

Beberapa asuransi kesehatan mencari  jalan tengah, yaitu pre-exisiting condition diterima dengan syarat, yaitu khusus penyakit ini baru ditanggung 2 tahun kemudian sejak masuk sebagai peserta asuransi. Jadi, misalnya ketika masuk sudah menderita diabetes, maka klaim penyakit diabetes baru bisa dibayarkan oleh asuransi dua tahun lagi.

BPJS tidak mengenal pre-existing condition. Semua penyakit ditanggung, termasuk penyakit yang sudah ada sebelum peserta bergabung. Buktinya, tidak adanya medical check up dalam pendaftaran BPJS.

#4 Tanpa Medical Check-Up

Proses pendaftaran BPJS kesehatan sangat simpel dan mudah. Isi formulir secara online, cukup dengan data pribadi semua peserta (bapak, ibu dan anak-anak). Tidak perlu data kesehatan. Setelah itu, bayar iuran ke virtual account bank. Selesai. Ambil kartu identitas BPJS di kantor yang sudah ditunjuk.

Medical check up tidak diperlukan. Data kesehatan tidak ditanyakan.

Ini membedakan dengan proses di asuransi kesehatan swasta, yang membutuhkan data kesehatan peserta dan keluarga terdekat (orang tua dan saudara) serta harus disertai medical check-up.

Full cashless. Dalam BPJS, selama ikut kelas kamar yang sesuai dan patuh prosedur, peserta tidak perlu membayar sepeser pun. Jika merubah kelas kamar, sehingga biayanya lebih tinggi dari seharusnya, kelebihan biaya ditanggung peserta.

#5 Tidak Ada Batasan Plafond

Dalam asuransi kesehatan terdapat plafond atau limit manfaat. Misalnya, batasan berapa hari maksimum rawat inap di rumah sakit, kemudian biaya dokter, biaya obat serta lab, dan biaya – biaya lainnya yang punya batasan jumlah maksimum yang ditanggung asuransi kesehatan.

Jika tagihan dari rumah sakit melebihi plafond atau limit, kelebihan tersebut tidak diganti oleh asuransi. Cara menghitung plafond ada bermacam – macam, ada yang plafond per penyakit (tidak ada batasan tahunan), ada yang plafond tahunan.

Dalam BPJS, merujuk pada buku panduan, tidak ada plafond atau batasan biaya penggantian. Selama mengikuti prosedur dan menggunakan kelas kamar yang ditentukan, semua biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS.

Kelebihan ini saya lihat akan sangat membantu untuk menghadapi penyakit – penyakit kronis, seperti stroke, kanker atau cuci darah yang biayanya jelas tidak kecil.

Ini kasus nyata. Ibu dari suami keponakan saya dirawat karena stroke selama sebulan di sebuah rumah sakit pemerintah di bilangan Jakarta Selatan. Tagihan rumah sakit adalah Rp 30 juta, tapi karena menggunakan BPJS, beliau cukup membayar Rp 5 juta dan itu pun karena kenaikkan kelas kamar (jika kamar tidak berubah, Gratis!).

Tantangan BPJS Kesehatan

Tidak fair kalau tidak membahas tantangan dan kesulitan menggunakan BPJS.

#1 Prosesnya Lebih Panjang

Dalam BPJS berlaku sistem rujukan berjenjang. Anda tidak bisa serta – merta langsung datang ke rumah sakit. Ujug – ujug langsung ke dokter spesialis. It’s big NO NO di BPJS.

Peserta harus datang dulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes I), yaitu puskesmas, klinik atau dokter keluarga, yang sudah ditunjuk oleh BPJS. Fasilitas kesehatan tingkat pertama mendiagnosa dan memberikan rujukan kepada peserta untuk ke rumah sakit yang kerjasama dengan BPJS.

Keputusan rujukan sepenuhnya ditangan faskes tingkat I. Bukan di tangan peserta. Walaupun peserta ingin dirujuk ke rumah sakit tertentu, mungkin karena sudah langganan dengan dokternya, selama fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak memberikan, maka tidak bisa.

Begitu pula dengan tindakan perawatan. Misalnya, meskipun menanggung persalinan dengan operasi caesar, BPJS akan mengganti jika memang itu rujukan dari dokter yang menangani bahwa peserta harus melahirkan dengan operasi. Tapi, kalau peserta yang meminta operasi, BPJS tidak akan mengganti, hanya mengganti senilai persalinan normal.

Apakah peserta bisa minta rujukan ke sembarang puskesmas atau klinik asalkan sudah kerjasama dengan BPJS ? Tidak bisa. Fasilitas kesehatan pertama yang bisa digunakan hanya yang sudah ditunjuk BPJS untuk peserta tersebut.

Kalau merasa tidak cocok, dengan faskes I yang sudah ditunjuk, setelah tiga bulan baru bisa minta dirubah ke BPJS.

Bagaimana jika sedang diluar kota? Harus tetap ke faskes I, yang sudah ditunjuk. Agak aneh, tapi itulah persyaratannya sekarang.

Bagaimana jika kondisi gawat darurat, yang butuh pertolongan segera? Ada exceptions. Pengecualian.

Untuk gawat darurat, aturan ini tidak berlaku dan peserta bisa langsung ke rumah sakit tanpa perlu rujukan. Bahkan ke rumah sakit yang belum kerjasama dengan BPJS bisa untuk kondisi gawat darurat. Tapi, mesti diingat, BPJS menetapkan kriteria untuk bisa diklasifikasikan kondisi gawat darurat.

Proses yang berbelit ini berbeda langit dan bumi dengan asuransi kesehatan. Dalam asuransi kesehatan tidak ada sistem rujukan berjenjang. Peserta bisa langsung ke rumah sakit mana saja untuk rawat inap. Prosesnya jauh lebih sederhana dan cepat. Anda bisa buktikan bagaimana cepat dan mudahnya proses klaim di asuransi kesehatan swasta, terutama yang sudah ternama dan besar, yaitu Manulife dan Allianz.

#2 Bersiap dengan Antrian

Sebagai jaminan kesehatan nasional, peserta BPJS banyak. Datang dari berbagai kalangan, baik pegawai negeri, swasta, bekerja maupun tidak, serta anggota keluarganya. Preminya yang murah juga menjadi daya tarik.

Akibatnya, antrian di rumah sakit tidak terhindarkan. Saya membaca di banyak media bahwa salah satu keluhan utama adalah panjangnya antrian di rumah sakit ketika menggunakan fasilitas kesehatan BPJS.

Antrian ini jadi masalah ketika kita dalam kondisi emergency.

#3 Tidak Semua Rumah Sakit Kerjasama

Tidak semua rumah sakit menerima BPJS. Rumah sakit swasta banyak yang belum kerjasama dengan BPJS. Kalau tidak kerjasama, peserta tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Itu sebabnya saya beberapa kali melihat teman dan saudara, yang meskipun pegawai negeri, namun mereka tetap mengeluarkan uang cukup besar untuk  biya pengobatan dan rawat inap. Yang mana biaya itu seharusnya gratis buat mereka yang pegawai negeri karena dijamin oleh BPJS.

Ketika saya tanya “kenapa bisa begitu?” Mereka jawab “rumah sakit yang jadi kepercayaan saya dan istri tidak kerjasama dengan BPJS. Kebetulan ini adalah RS Swasta”. Lalu ada pula yang bilang, “dokter langganan anak saya hanya praktek di rumah sakit, yang kebetulan tidak kerjasama dengan BPJS”.

Daftar rumah sakit di seluruh Indonesia yang kerjasama dengan BPJS kesehatan bisa lihat disini.

Ini berbeda dengan asuransi kesehatan swasta. Jika Anda lihat di asuransi kesehatan swasta, pada dasarnya menerima klaim dari semua rumah sakit, termasuk yang belum kerjasama. Bedanya, kalau belum kerjasama, pembayaran klaim dilakukan cara reimbursement (peserta membayar duluan), sedangkan yang sudah kerjasama, pembayaran cukup dengan kartu (cashless).

Memang untuk kondisi gawat darurat, BPJS memperbolehkan perawatan di rumah sakit yang belum kerjasama. Setelah kondisi gawat darurat diatasi, peserta akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS. Tentu saja, kriteria gawat darurat dari BPJS harus dipenuhi.

#4 Biaya Rumah Sakit yang Tidak Diganti

Ini kondisi yang banyak dikeluhkan peserta BPJS, yaitu penggantian tidak penuh meskipun sudah mengikuti ketentuan kelas kamar, atau penggantian obat dilakukan secara bertahap (tidak sekaligus). Untuk bisa menganalisanya, kita perlu tahu bagaimana proses penggantian biaya oleh BPJS ke pihak rumah sakit.

Berbeda dengan asuransi kesehatan, BPJS tidak mengenal plafond. Jadi, dengan pihak rumah sakit, BPJS sudah sepakat diawal mengenai besaran tarif berdasarkan pada diagnosa penyakit dan ketentuan tindakan serta  obat yang mesti digunakan. Besar tarif tetap, apapun dan berapapun tindakan medis yang dilakukan. Sistem paket tarif ini disebut INA CBGs.

Misalnya, perawatan demam berdarah, INA CBGS sudah menghitung layanan apa saja yang akan diterima, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh. Berdasarkan perhitungan ini, biaya ini yang nantinya diklaim oleh rumah sakit ke BPJS.

Ini cara yang berbeda dengan perhitungan biaya berobat yang selama ini dilakukan di rumah sakit. Umumnya, kita berobat dulu, kemudian baru tahu berapa jumlah biayanya. Kalau BPJS, besarnya biaya sudah dipatok diawal, sudah ada klasifikasinya berdasarkan INA CBGs, bahkan sebelum peserta menjalani perawatan.

Dengan metode INA CBGS, beban BPJS menjadi lebih predictable. Namun, buat rumah sakit, itu bisa jadi bumerang karena mungkin actual cost-nya berbeda dengan perhitungan INA CBGS. Siapa yang mau menanggung ekses-nya?

Paket biaya BPJS sudah menetapkan kisaran hari perawatan. Bagaimana jika hari perawatannya melebihi hari yang ditetapkan dalam paket biaya INA CBGs? Apakah untuk memperpanjang perlu mengurus rujukan lagi dari awal?

Saya membaca peserta yang mengeluh biaya persalinan istrinya tidak diganti semua, meskipun sudah mengambil kamar sesuai ketentuan. Ternyata, menurut rumah sakit, meskipun kamarnya sudah sesuai, namun biaya yang diganti BPJS lebih rendah dari biaya aktual yang dikeluarkan rumah sakit kelas kamar tersebut, sehingga kekurangannya dibebankan ke peserta.

Investasi

Begitu pula dengan obat. Ada yang diresepkan obat untuk 1 bulan tapi karena biayanya melebihi ketentuan BPJS jika diberikan sekaligus, pemberian obat diberikan secara bertahap. Masalahnya, setiap minta obat, proses rujukan harus kembali dilakukan. Proses yang seharusnya cukup satu kali menjadi harus dilakukan beberapa kali.

BPJS atau Asuransi Kesehatan

Pilih yang mana?

Kita rekap dulu bagaimana masing – masing pilihan ini.

  • BPJS: Jaminan kesehatan ini punya keunggulan iuran murah dengan manfaat lengkap yang tanpa pre-exisiting condition, tanpa medical check-up dan tidak ada batasan plafond. Tanpa plafond, essentially, semua tagihan rumah sakit akan dicover oleh BPJS selama mengikuti prosedur dan kelas kamar. Sejumlah keunggulan ini yang sulit didapatkan di asuransi kesehatan swasta, yang preminya lebih mahal, manfaat terbatas hanya rawat inap dan ada batasan plafond. Namun, tantangannya di BPJS adalah proses berbelit, antrian panjang dan terbatasnya pilihan rumah sakit. Proses di BPJS masih jauh dari convenience buat peserta.
  • Asuransi Kesehatan: Asuransi unggul dalam hal kecepatan, kemudahan dan fleksibilitas memilih rumah sakit. Pengobatan di semua rumah sakit pada dasarnya diterima oleh asuransi, baik itu yang kerjasama (cashless) dan tidak kerjasama (reimbursement). Kekurangannya, manfaat lebih terbatas (tidak ada rawat jalan, kehamilan, gigi dan optik), larangan pre-exisiting condition jika punya penyakit bawaan (terutama usia – usia tua), premi mahal dan ada plafond yang bisa membuat tagihan tidak semua dibayar (jika melebihi plafond), terutama pengobatan yang biayanya mahal (yang justru jadi alasan kenapa kita membeli asuransi in the 1st place). Anda bisa cek lebih lanjut di situs Manulife dan Allianz, jika ingin tahu lebih lanjut.

Ringkasan secara umum bisa dilihat dalam tabel dibawah ini:

BPJS Kesehatan

Setelah melihat perbandingan ini, kita melihat bahwa BPJS dan asuransi kesehatan memiliki kelebihan sendiri. Keduanya sebenarnya saling melengkapi. Bukan saling ‘mematikan’.

Saya menyarankan prioritas pilihan sebagai berikut:

  • Prioritas 1. BPJS + Asuransi Kesehatan. Jika tidak ada kendala keuangan, idealnya punya BPJS dan Asuransi Kesehatan. Keduanya saling melengkapi. Jika opsi ini dipilih, pastikan ambil asuransi yang bisa double – claim, supaya tagihan bisa diklaim di keduanya.
  • Prioritas 2. Asuransi Kesehatan. Buat saya, kecepatan, kemudahan dan fleksibilitas  itu yang utama dalam proses berobat. Keterbatasan pilihan rumah sakit merupakan kendala serius buat saya karena pindah dokter tidak semudah pindah bengkel atau pindah toko. Makanya, asuransi kesehatan lebih saya pilih. Tapi ini penilaian subjektif. Anda mungkin punya pertimbangan lain yang berbeda.
  • Prioritas 3. BPJS. Jika budgetnya terbatas, karena premi asuransi kesehatan yang mahal, BPJS adalah pilihannya. Memiliki jaminan kesehatan adalah hal wajib karena biaya berobat yang mahal dan semakin mahal. Harapannya proses di BPJS bisa semakin baik, sehingga kualitas dan coverage rumah sakitnya bisa sebaik asuransi kesehatan.

Kesimpulan

Terlepas masih banyak kritik soal pelayanan BPJS, saya menilai ini langkah penting pemerintah untuk menyediakan jaminan kesehatan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Hal yang patut kita apresiasi.

Apakah asuransi kesehatan swasta akan ditinggalkan? Ternyata tidak. Masing – masing punya kelebihannya sendiri. Saya yakin keduanya, BPJS dan asuransi kesehatan, akan berjalan beriringan dan tidak saling ‘mematikan’. Justru ini bagus buat kita masyarakat karena punya lebih banyak pilihan.

Ingin tahu lebih banyak soal BPJS, baca Tanya Jawab BPJS Kesehatan. Ingin tahu soal Asuransi Kesehatan, baca Asuransi Tanggung Jawab Keluarga. Demikan semoga bermanfaat.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

196 Responses

      • Lukman Hakim

        Dalam UU No 40 tahun 2004 diamanatkan bahwa penyelenggara jaminan sosial di Indoensia harus bebadan hukum publik dan harus di atur dengan UU, maka lahirlah UU no 24 tahun 2011 tentang BPJS. Nah Jamsostek (yang berbentuk PT dan BUMN) menurut UU harus berubah menjadi BPJS, dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan. Sedang PT. Askes berubah menjadi BPJS Kesehatan. Kepersertaan BPJS bersifat wajib bagi seluruh Rakyat Indonesia. Demikian, terimakasih,

  1. Tuxlin

    wah jadi begini ya kelebihan dan kekurangan BPJS. Saya sendiri kurang paham dengan BPJS ini, hehehe

    Reply
    • Lia

      Kadang rasa kecewa thp pelayanan nya yg gak bisa digantikan dengan uang, BPJS menunda pengobatan karena RS dgn grade tertentu penuh, kenapa tidak mencoba upgrade layanan RS dengan komplit? klo dihitung maksimal kapasitas RS udah pasti, sedangkan iurang terus tumbuh dan berkembang, jika selisih nya tidak dipergunakan memperbaiki layanan dan hanya mengandalkan RS dgn kapasitas yg ada? dikemanakan dana selisihnya yg terus berkembang? semua pekerja wajib lho menurut UU + dengan peserta yg ikut mandiri?? Saya kira masih banyak orang yang sehat daripada yang sakit.

      Reply
    • admin

      Selama menjadi peserta BPJS, iuran harus tetap dibayar. kalau berhenti bayar iuran, manfaat berhenti.

      Reply
      • admin

        (1) Paling lambat iuran dibayar setiap tanggal 10 tiap bulan
        (2) Terlambat dikenakan denda 2% dari total iuran tertunggak. makin besar tunggakan makin besar denda.
        (3) Paling lama terlambat 3 bulan.

  2. Memilih Asuransi Kesehatan - Halomoney.co.id

    Info menarik,
    BPJS memang memberikan pilihan dalam asuransi kesehatan yang sangat menarik bagi masyarakat, namun kerjasama dengan pihak rumah sakit atau pemberi layanan kesehatan harus benar2 dijaga. pelayanan kesehatan harus mampu menjaga mutu pelayanan yang diberikan.

    Reply
      • tiara

        bagaimana dgn mcu?harus ke faskes 1 dlu kh?dan ditanggung apa tidak biayax?

      • admin

        setahu saya medical check-up tidak ditanggung. medical check up itu bukan sakit. Semua proses harus ke faskes 1 dulu, kecuali darurat.

  3. Sidik

    Insya Alloh istri saya mau operasi, saya ikut BPJS di kota A, istri penginnya operasi di kota B (beda propinsi), biar dekat sama ortunya. Gimana caranya?

    Reply
  4. Ani

    Kalau misalnya dalam 3/5thn tidak mengklaim, apakah iuran tersebut bisa di tarik kembali?terimakasih

    Reply
    • admin

      BPJS ini adalah jaminan kesehatan dari negara. jadi BPJS itu BUKAN asuransi unit link yang preminya dikembalikkan jika tidak ada klaim. Tidak ada unsur investasi dalam BPJS.

      Reply
  5. pupung

    Senang ada yg bahas tentang topik ini. Terutama tentang pelayanan bpjs yang berjenjang. Banyak orang kurang paham tentang ini. Ujung-ujungnya bisa bikin emosi sendiri… 🙂

    Reply
    • admin

      Jawaban simpelnya itu aturan main di BPJS yang ditetapkan pemerintah. Penjelasan lengkapnya, sejauh yang saya tahu, adalah sbb:

      (1) Mengurangi beban rumah sakit. Ibaratnya begini, kalau semua orang pilek minta di rontgen atau CT Scan di RSCM, bisa dibayangkan betapa akan penuh dan antrinya disana. Akibatnya, orang-orang yang kondisinya parah dan membutuhkan pelayanan, jadi tidak terlayani. Karena itu, untuk penyakit yang ringan-ringan ditangani dulu di faskes 1. Kalau tidak bisa baru naik ke level yang lebih tinggi.

      (2) Masalah biaya. kalau semua orang langsung ke rumah sakit kelas satu, tanpa mempertimbangkan parah tidaknya penyakit, pasti biaya kesehatan yang harus dibayar oleh BPJS akan membengkak karena kapasitas dan daya tampung di rumah sakit kelas satu terbatas. Makanya beban biaya disebar dengan adanya faskes 1.

      Reply
  6. Cynthia

    halo boleh tanya,
    jadi kalo opsi punya bpjs dan asuransi yg bisa double-claim, misalnya saat rawat inap di RS dgn bpjs ada biaya yg tidak ditanggung, apakah sisanya bisa kita claim ke asuransi? apakah anda tau ada bbrp asuransi yg memungkinkan untuk itu? thx

    Reply
    • admin

      Selama asuransinya itu menerapkan double-claim, Anda akan diganti sisa tagihan yang tidak ditanggung oleh BPJS oleh asuransi kesehatan.

      Selama sisa tersebut masih masuk dalam plafond asuransi. Misalnya, tagihan 1.5 juta. BPJS hanya menggganti 500 rb, sementara asuransi mengganti juga 500 rb, maka total penggantian yang Anda dapat adalah rp 1 juta (BPJS + asuransi).

      Reply
    • May

      Pagi mba cyntia… pertanyaan mba sangat bagus. Dan kmaren alhamdulillah nasabah saya pas dirawat pake BpJs. Pulang dr RS rembus uang cas dr prudential. Alhamdulillah semua lancar.

      Reply
  7. dewi chrisna

    selamat pagi,,
    saya mau tanya.. klo misalnya saya dafatr BPJS di bekasi trus saya sedang hamil. karena orang tua di jawa timur saya ingin lahiran di sana. apakah saya bisa menggunakan BPJS kesehatan di rumah sakit di jawa timur?? dan kalo bisa bagaimana caranya??

    Reply
    • admin

      Setahu saya bisa, tapi Anda harus kontak Hotline BPJS (nomernya cek disini) untuk memberitahukan pemindahan faskes 1 Anda dari Bekasi ke Jawa Timur.

      Reply
  8. edel

    selamat siang,
    saya mau tanya, apa bedanya bpjs yg gratis dan yg bayar…?
    trus, bisa atau tidak pindah dari bpjs yg gratis ke yg bayar..?

    Reply
    • admin

      Ini maksudnya, premi yang gratis? Premi gratis diberikan kepada golongan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI), yaitu: fakir miskin dan orang tidak mampu. Menurut saya harusnya bisa ya pindah dari yang gratis ke yg bayar.

      Reply
  9. dazalina syah

    Terima kasih atas infonya sangat bermanfaat.
    Saya mau tanya, kalau di Perusahaan saya sudah ada asuransi kesehatannya sendiri, apa tetap diwajibkan untuk daftar BPJS Kesehatan?
    Karena dari yang saya baca berdasarkan UU BPJS, BPJS adalah wajib kepesertaannya bagi seluruh masyarakat di Indoensia. Sementara asuransi kesehatan yang sudah berlaku di Perusahaan saya manfaatnya lebih baik. Kemudian ada kekahwatiran apabila dua-duanya didaftarkan nantinya akan menimbulkan biaya yang lebih besar dan hilangnya manfaat dari asuransi kesehatan yang sudah ada.

    Reply
    • admin

      (1) BPJS itu wajib di tahun 2015. Itu ketentuan dari pemerintah

      (2) Untuk yang sudah punya asuransi kesehatan, setahu saya akan diberlakukan yang namanya ‘koordinasi manfaat’. Jadi, keduanya akan saling melengkapi. Misalnya, Anda mengambil kamar Rp 1 juta, sementara BPJS hanya cover 200 ribu, maka sisanya akan dicover oleh asuransi kesehatan.

      Reply
  10. Reksadana mengapa perlu

    […] Jika masih ada pertanyaan atau uneg-uneg, silahkan tulis di comment. Saya akan berusaha menjawabnya. Simak tulisan terbaru Konsultasi Cara Merancang Dana Pensiun, dan BPJS dan Asuransi Kesehatan Swasta: Siapa yang Terbaik?. […]

    Reply
  11. Radja Dwihantoro

    Selamat pagi,

    Mohon pencerahaannya, saya warga Jakarta, saya dan keluarga mendaftar BPJS di Regional Jakarta (sesuai dengan KTP dan KK saya), kemudian saya pindah ke Bekasi, Bagaimana caranya agar Keanggotaan BPJS keluarga saya bisa saya gunakan ditempat yang baru (rumah baru), karena kalau mau berobat ke faskes 1 sangat jauh dan lama ke Jakarta (Faskes 1), sedangkan saya belum bisa ganti atau pindah KTP karena masih keterkaitan dengan kredit Perbankan. Terima kasih.

    Reply
  12. Fenny

    Halo.. mw tny nih,,,
    Sy sdh memiliki bpjs kesehatan, tp ditempat krj sy yg baru diharuskan mendaftar bpjs ketenagakerjaan,,, dan pembayarannya dipotong bbrp persen dr penghasilan, nah, bedanya apa dengan bpjs yg sdh sy miliki sebelumnya? Manfaat apa yg bs sy dptkan dgn bpjs ketenagakerjaan?

    Untuk yg bpjs kesehatan yg sdh sy miliki, rencana thn dpn sy akan operasi lepas pen kaki, apakah hrs ke puskesmas dl atau langsung ke dokter langganan sy? Dan biaya apakah dicover full? Tq

    Reply
    • admin

      BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan itu berbeda. Saya tidak paham BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, setahu saya BPJS Ketenagakerjaan itu adalah Jamsostek dulunya.

      Semua hal wajib ke Faskes 1 dahulu. Itu aturan di BPJS Kesehatan, kecuali kondisi darurat. Full tidaknya biaya tergantung kelas kamar yang Anda ambil. Selengkapnya hubungi Hotline BPJS (infonya disini).

      Reply
  13. Ellen

    Selamat siang Admin,

    Terima kasih informasinya yang sangat bermanfaat sekali.
    Ada sedikit pertanyaan. Teman sekantor saya sudah punya BPJS pribadi yang dibuatkan oleh orang tuanya, sementara kantor kami akan urus BPJS dari kantor. Bagaimana dengan kondisi itu? apakah teman saya tersebut bias memakai dua sekaligus? atau harus salah satu?

    Kemudian apa perbedaan manfaat yang diperoleh dengan adanya perbedaan premi yang dibayarkan? misalnya premi lebih mahal, fasilitasnya lebih bagus? atau hanya masalah fasilitas kelas kamar?

    Terima kasih sebelumnya.

    Ellen

    Reply
  14. sri

    Sy ℳά̲υ͡ tny ni, sy sdh daftar di bpjs dgn kls 1, trus kl sy ℳά̲υ͡ ngecek bnr tdknya sy kls 1 gmn caranya Ɣα? krn blm pernh di pakai. Mks jawabannya 🙂

    Reply
    • admin

      Cek ke rumah sakit saja dgn menunjukkan kartu BPJS. Anda dapat kelas berapa disana.

      Reply
  15. Akel Aezielan

    Mau tanya dong,
    Saya asal Sulawesi, istri asal Tangerang, tapi istri ikut pindah ke Sulawesi, skg istri ay lagi hamil 5 bulan, rencana mau melahirkan di Tangerang krn orang tua istri sy masih di Tangerang, ada solusi utk penggunaan kartu BPJS nya???
    Saya sdh tanya ke petugas BPJS yg ada di salah satu rumah sakit yg biasa istri sy chekup, kata nya sy hrs minta pengantar dari BPJS WILAYAH dan pengantar dari Rumah sakit kelas A, karena mau melahirkan/chekup tri semester di Luar Daerah.., solusinya apa?? Apa memang harus serumit itu???? Trims

    Reply
    • admin

      Setahu saya memang harus ada pengantar karena Anda pindah dari fasilitas kesehatan asal. Tapi untuk pastinya silahkan cek dulu di Hotline BPJS (infon no telponnya disini).

      Reply
  16. Ahmad Zamawan

    Saya seorang karyawan swasta yg mana ditempat saya bekerja memiliki fasilitas dan jaminan kesehatan yg sangat baik. Tp dg muncul nya program bpjs dan mewajibkan ini sangat membuat kami sangat terganggu sebab dimana fasilitas bpjs yg kurang serta pelayanan yg msh meragukan. Sedangkan perusahaan km sdh ckp besar dlm menggelontorkan dana untuk ikut bpjs jadi kalau harus menambah ansuransi pendamping lagi maka akan memberatkan mengingat dg jumlah karyawan yg banyak. Mohon saran nya

    Reply
    • admin

      Sudah jadi kebijakan pemerintah bahwa semua orang harus punya BPJS per 2015. Ini kaitannya dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang bisa menjangkau semua masyarakat. Dugaan saya dengan semua orang partisipasi, iuran yang terkumpul lebih besar, sehingga BPJS bisa lebih optimal memberikan pelayanan.

      Saya melihat iuran BPJS itu semacam pajak yang harus dibayar semua warga negara.

      Mengenai perusahaan, saya dengar akan ada koordinasi benefit antara BPJS dan perusahaan asuransi kesehatan swasta. Koordinasi benefit ini artinya sisa plafond yang tidak dibayar oleh BPJS akan ditanggung oleh asuransi kesehatan. BPJS hanya cover sampai kelas 1 dan tidak cover VIP keatas.

      Reply
      • Edy

        Kami sifatnya setuju program BPJS yg bertujuan memberi kemudahan bagi semua masyarakat yg khususnya belum memperoleh akses kesehatan secara mudah dng iuran yg tidak memberatkan, namun tentunya bagi Perusahaan yg selama ini telah menyelenggarakan fasilitas kesehatan secara mandiri yg mungkin kualitas pelayananya lebih baik dari BPJS jika memang demikian kenyataanya nanti.., tentunya bagi karyawan akan sedikit dirugikan, yg mana solusi dari BPJS yg pernah sosialisi ke Perusahaan tempat kami bekerja supaya karyawan tetap memperoleh kualitas minimal sama yg difasilitasi sebelumya, yaitu dengan menambah asuransi pendamping yg tentunya bagi Perusahaan atau karyawan itu sendiri harus mengalokasikan dana tersendiri utk membayar premi Asuransi kesehatan yg tentunya tidak murah.
        Pada akhirnya karyawan harus tetap menerima penurunan kualitas pelayanan kesehatan jika Perusahaan atau karyawan tsb. tdk lagi membeli Asuransi Kesehatan pendamping.

      • admin

        yang saya pahami semua warga negara wajib ikut BPJS karena itu aturan undang-undang. kalau sudah ada asuransi lain, nanti ada yang namanya koordinasi manfaat (CoB) sehingga kekurangan BPJS bisa dicover oleh asuransi.

  17. virda muliana

    apakah orang yg baru menikah dan masih beda KK bisa mendaftar BPJS Kesehatan ???

    Reply
    • admin

      harusnya bisa. pakai KK sendiri-sendiri dulu. yang wajib ada adalah NIK. Tanpa NIK tidak bisa daftar karena BPJS akan cek apakah NIK yang sama sudah pernah daftar sebelumnya.

      Reply
  18. lamhot aritonang

    Mau tanya klu kamar kls 1,yg ditanggung bpjs kamarnya harganya berapa ya,saya mau tau aja.

    Reply
  19. lili

    Biaya operasi syaraf kecepit apakah dapat ditanggung bpjs? Disalah satu rs di jogja dikenakan biaya operasi beberapa puluh juta. Padahal sudah mengikuti prosedur bpjs yang ada. Apakah yg dapat dilakukan unt dapat membantu meringankan biaya yang tidak disangka tersebut? Trimakasih

    Reply
    • admin

      Yang saya tahu BPJS tidak memiliki limit. Tapi kasus tidak diganti ini harus dilihat detilnya seperti apa. Baiknya kontak hotline BPJS untuk paham detilnya seperti apa (cek nomernya disini).

      Reply
  20. Tohirin el-Ashry

    Senang sekali saya menemukan tulisan ini. Sudal lama saya bertanya-tanya persoalan ini. Terima kasih banyak. Sangat bermanfaat. Jika diperkenankan saya ijin untuk di share di blog saya, dengan menyantumkan sumber asli.

    Reply
  21. rita

    saya masih bingung dengan pembayaran iuran BPJS. Saya sudah jd peserta sedangkan anak dan suami belum. Kalo mereka saya daftarkan, berarti tiap bulan bayar iuran untuk 3 orang?

    Reply
  22. Helena

    Anak saya harus menjalankan operasi amandel dan sinus, kebetulan saya sudah rujukan ke RS swasta, biaya operasi RS tersebut sampai pemulihan terlalu besar hampir 18jt karena ada 2 tindakan (amandel & sinus). Jadi saya akan membayar selisih yg di cover BPJS terlalu besar. Apakah saya bisa pindah rujukan ke RSUD yang biayanya lebih ringan karena saya sudah mendapatkan rujukan sebelumnya di RS Swasta? Apakah saya bisa mengetahui berapa yang di tanggung dan tidak ditanggung oleh BPJS sebelum operasi?

    Reply
  23. hani

    Saya mau tanya mama papa saya udh pisah & beda tmpt tinggal tp masih 1 kk
    Saya mau daftarin bpjs 1 kluarga
    Bisa tdk faskes’y berbeda tmpat??

    Reply
    • admin

      Harusnya bisa ya karena info yang diinput dalam pendaftaran online adalah NIK. Faskes berbeda juga bisa karena nanti setiap peserta ditanya Faskes-nya mau dimana.

      Reply
  24. Yoga

    Kalau iurannya per orang bukan per keluarga untuk orang yang hidupnya pas – pasan preminya cukup mahal.
    Bagi pekerja yang pendapatannya jauh dibawah UMR tapi identitas di KTPnya karyawan tidak bisa mendapat bantuan pemerintah.

    Reply
    • admin

      Untuk yang tidak mampu bisa mengajukan diri supaya preminya dibayar oleh pemerintah. kalau tidak salah, namanya peserta PBI. Soal mahal tidak, saya tanya berapa pengeluaran pulsa Anda sebulan? Lebih baik beli pulsa dikurangi dulu untuk beli premi BPJS.

      Reply
  25. seger sutrisno

    misalnya jumlah anggota 2. .trus yang maw daftar cuma satu orang yang satu gak maw gimana gan,,,boleh gak,,,,.trus saat ini katanya dipersulit,,,hrus punya rekening sendiri trus NPWP jg,,,pdhal rncana maw daftarkn ortu,,,pa hrus buat ortu saya buat rekening klo saya bsa membayar pkai rkening saya,,,,

    Reply
    • admin

      Pendaftaran BPJS itu perorangan. Bukan satu keluarga harus wajib semua. saya daftar online (cek disini)- sejauh ini tidak diminta rekening sendiri. Yang jelas Anda harus bayar rutin preminya.

      Reply
  26. tjai daniel

    selamat pagi,bpk/ibu saya mau bertanya apakah pendaftaran nya tidak bisa melalui online?terima kasih.

    Reply
  27. Edy

    Mohon informasi perihal layanan medis BPJS yg kita ketahui bahwa BPJS pada umumnya bekerja sama RS Pemerintah, sy ingin menanyakan perihal layanan yg mungkin tdk bs dilakukan di RS yg bekerja sama dng BPJS tsb mungkin karena kelengkapan alat yg belum memadai atau hal lain, apakah tindakan medis selanjutnya bisa dirujuk ke RS yg lebih lengkap misal harus dirujuk ke RS di Jakarta atau ke kota lain yg memiliki fasilitas medis dan dokter yg lengkap terhadap penyakit yg dianggap kristis.

    Reply
    • admin

      Setahu saya, kualitas RS Pemerintah ditambah RS Swasta yang kerjasasama dengan BPJS sudah memadai. Jangan khawatir tidak ada yang tidak bisa ditangani oleh mereka. Kalau memang tidak memadai akan dirujuk ke RS yang lebih baik kualitasnya.

      Yang jelas, kalau berobat di RS yang tidak kerjasama dengan BPJS tidak bisa, kecuali kecelakaan.

      Reply
  28. Tari

    kalo mau USG apakah bisa pakai BPJS ? karna saya tanya ke faskes 1 ternyata dipersulit .. dan ditakut2i kalo RS bisa menolak apabila USG karna keinginan sendiri

    Reply
    • admin

      USG bisa tapi harus ada rekomendasi dari dokter. Kalau hanya keinginan pasien saja, tapi dokter melihat tidak dibutuhkan, BPJS tidak akan cover.

      Reply
  29. idad

    mau tanya bayi umur satu bulan apa bisa pakai kartu bpjs ibunya, soalnya ngurus akte dan kk belum tentu selasai satu bulan, belum lagi kartu akftifnya bpjs nunggu satu minggu,itu artinya kalau tidak bisa pakai kartu ibunya, 3 minggu dari kelahiran harus daftar ke bpjs, sama artinya pemerintah masih belum adil jaminan kesehatan terhadap bayi yang berumur satu bulan

    Reply
    • admin

      Saya belum sempat cek dan belum menemukan jawaban bagaimana solusi untuk kasus Anda ini. saya sedang susun artikel tentang tanya jawab BPJS Kesehatan. Mudah2han nanti bisa diupdate disitu.

      Update:
      Kalau BPJS dibayar oleh perusahaan, bayu baru lahir anak ke 1 sd 3 otomatis jadi peserta BPJS. Kalau peserta mandiri, bayu baru lahir dalam 7 hari pertama, anak otomatis menjadi jaminan BPJS Kesehatan, tapi di hari ke 8 harus sudah didaftarkan karena jika tidak maka tidak akan dijamin oleh BPJS Kesehatan.

      Semoga jelas.

      Reply
  30. rino

    Saya karyawan sebuah perusahaan yg masuk dalam astra group dan selama ini saya mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan yg lebih bagus dari BPJS, selain fasilitas rawat inap di kelas 1, semua biaya kesehatan di tanggung perusahaan, prosesnya juga cepat. Pertanyaan saya, apakah perusahaan seperti tempat saya bekerja harus mendaftarkan karyawannya sebagai anggota BPJS?

    Reply
  31. adi wahyudi

    apabila kita membuat kartu BPJS dengan kartu ATM kita, apakah pembayarannya di potong dari ATM kita.

    Reply
      • siti koimah

        admin apakah bpjs bisa digunakan untuk oprasi pelepasan pen patah tulang? dulu pemasangannya biaya pribadi tahun 2012

      • adhit

        Min saya mau bertanya. Adek saya mempunyai kelainan jantung dan itu harus d oprasi. Nah sekaluarga kami sudah mempunyai bpjs. Pertanyaan saya jika adek saya harus d oprasi apa biaya oprasi itu gratis total apa gimana? Terimakasih

  32. Evie

    Mau tanya….kalau iuran nya sudah berhenti lebih dari 3 bulan apa masih bisa di lanjutkan ? gimana caranya ?

    Reply
  33. indra suci

    Admin… sy mau tanya…
    Jika ada wanita mau melahirkn.. dan tiba2 harus di rujuk ke rumah sakit untuk oprasi..
    Siapakah yg berhak merujuk??
    Faskes tigkat 1 ato bidannya??
    Otomatiskan kalo mau mrlahirkan it ke bidan .. bidan k faskes 1.. karena faskes 1 bukan bidan n bukan sepesialis kandungan… mohon d jawab..

    Reply
    • admin

      kalau bayar via atm, ada bukti struknya untuk pembayaran bulan apa. kalau bukti yang lain, saya belum tahu.

      Reply
  34. Ronnald

    Mau tanya kenapa harus masuk BPJS ? dan kenapa kalau tidak masuk BPJS untuk urusan perpanjang : STNK,SIM,KTP dan PASPOR tidak bisa atau di persulit. Jika memang seperti itu berarti saya mengerti apa itu BPJS!!!

    Reply
    • admin

      Update: Sesuai penjelasan BPJS, “Tidak benar bahwa pembuatan maupun perpanjangan KTP, SIM, dan Passpor wajib memiliki kartu BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan belum bekerjasama dengan lembaga-lembaga tersebut terkait dengan hal tersebut.”

      Mudah-mudahan menjadi jelas.

      Reply
  35. anonymous

    Lengkap & sangat membantu untuk saya yang awam.

    Terima kasih untuk informasinya.

    Reply
  36. anas asbullah

    Saya mau tanya apakah masih bisa dilanjutkan cetak e-id,kalo saya register ayah saya yang beda kk tapi saya daftarkan pake no kk saya,,saya sudah dapat Virtual accountnya,,,apakah kalo sudah saya bayar,,nanti tidak bermasalah saat menggunakan bpjsnya

    Reply
    • admin

      Cek ke holine BPJS disini. Setahu saya selama sudah ada virtual account, berarti sudah tercatat unik ID BPJS, seharusnya tidak masalah ya. Karena virtual account itu merujuk pada ID BPJS yang akan dibayar.

      Reply
  37. Sugeng

    Saya ada pertanyaan,
    1. apabila Pengusaha sudah mendaftarkan Jamsostek ke Karyawan A, kelanjutannya bagaimana.
    2. Apabila Pengusaha mendaftarkan karyawan ke BPJS, apabila nanti karyawan keluar atau pindah, mutasinya bagaimana, pengusaha bayarnya kedepannya bagaimana.
    3. Pegawai Saya sudah mempunyai BPJS dari suaminya, jadi status dia bagaimana, masihkan harus di daftarkan, bukankah jadi double pay?

    Terima kasih.

    Reply
    • admin

      (1) Jamsostek itu menjjadi BPJS Ketenagakerjaan. Urusannya berbeda dengan BPJS Kesehatan karena BPJS Ketenagakerjaan urusan dana pensiun, kecelakaan kerja dll
      (2) Perubahan data karyawan harus dilaporkan ke BPJS Kesehatan. Biar datanya di update. Selengkapnya baca di tanya jawab BPJS Kesehatan.
      (3) Ini saya tidak tahu.

      Reply
  38. Dinda

    Malam…
    Min mau tanya, kalau di kk ada 6anggota keluarga, dan saya ingin premi klas 1 untuk ke2 orang tua saja, sedangkan sisanya saya ambil yg klas 2 saja.
    Apakah bisa..??

    Reply
    • admin

      Bisa saja. karena untuk pendaftaran perorangan, kelas disesuaikan pilihan masing -masing peserta ingin mengambil klas apa.

      Reply
  39. sukino se mm

    saya pensiunan suami dan istri dapat perlindungan assuransi tetapi anank saya usia 9 th tidak ditanggung pertanyaan saya apakah anak saya tersebut dapat dilayani BPJS apa syaratnya

    Reply
  40. yeni

    Maaf admin mau tanya, sekarang anak saya bayi baru lahir dy punya maslah di tubuhnya, waktu lahir di rumah sakit umum karawang itu rujukan dari faskes 1, cuma sekarang ruang nicu d rsud karawang penuh, kemarin hari jumat saya pindah kan ke rs mitra bekasi timur, biayanya sangat besar, tapi nanti tanggal 2 desember bpjs atas nama anak saya bs digunakan, mohon info untuk rumah sakit yg bisa menerima rujukan bpjs dengan fasilitas ruang nicu, itu rumah sakit apa ya, saya tinggal di karawang barat jawa barat,makasi

    Reply
  41. Zaenury

    Maaf admin saya mau nanya ni…
    Seumpama saya operasi dan biaya operasi tsb (misal 2juta) dan saya sudah memakai bpjs dan membayar rutin perbulanya itu sampai dana operasi 2juta terus tidak bayar nyetor lagi atau masih bayar rutin sampai umur tua padahal sudah membayar sampai 2juta.

    Reply
    • admin

      Maaf saya tidak bisa menangkap maksud pertanyaan Anda. kalau bisa menulisnya pakai tanda baca yang baik, jadi lebih mudah bagi yang membaca.

      Yang jelas selama Anda membayar iuran maka jaminan kesehatan dari BPJS akan tersedia. Berhenti bayar iuran maka jaminan kesehatan akan otomatis berhenti.

      Reply
  42. jo

    Halo,

    Saya ingin tanya tentang Kartu BPJS untuk perawatan luka. Ibu saya harus melaksanakan perawatan luka diabetes dan setiap bulannya harus mengganti balutan. Saya mengerti bahwa tidak ada plafon atas untuk pasien BPJS. Menurut INA-CBG, untuk perawatan luka di faskes klas 1, pihak faskes dibayar 414,400. Nah, yang menjadi pertanyaan saya ini, jika Ibu saya harus mendapat pelayanan yang melebihi 414,400 ini, apa beban ditanggung oleh saya sendiri atau pihak rumah sakit?

    Terima Kasih

    Reply
  43. Aldesta

    Mau nanya,sebelumnya orang tua saya sudah daftar bpjs mandiri/perorangan,trus orang tua saya ingin mengubahnya dari bpjs mandiri ke bpjs keluarga gitu,gimana ya cara ngerubahnya? Makasih

    Reply
    • admin

      Untuk apa mendaftar jadi BPJS keluarga? BPJS keluarga itu setahu saya untuk Anda yang bekerja di perusahaan. jadi, yang mendaftarkan adalah perusahaannya. Untuk BPJS peserta mandiri, jika ada anggota keluarga lain yang ingin ikut serta, silahkan langsung didaftarkan saja secara individual.

      Reply
  44. yana rudiana

    saya punya pengalaman buruk dengan bpjs. ketika dirumah sakit kami disuruh membayar biaya pemeriksaan dan obat. padahal kami baru pertama kali menggunakan bpjs. apakah itu memang dibenarkan? kalau tidak, saya mau komplain, tapi harus ke siapa dan ke mana? terimakasih

    Reply
  45. wandi

    Bapak saya skrng sakit keras. Apakah bisa lngsung ke rs tanpa harus minta rujukan dari klinik yg di tunjuk…mohon pencerahanx

    Reply
  46. Yola Mawarni

    sy mau tanya,skrg sy lh hamil 8 bulan, sy sdh punya kartu BPJS dr kantor suami sy bkrja, pertanyaannya apakah persalinan sy nanti bs pakai BPJS dan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS ? dan langkah apa yang sy lakukan dr sekarang ?mohon infonya, trims.

    Reply
    • admin

      Untuk memeriksakan kehamilan, Anda bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tercantum di kartu BPJS Kesehatan Anda atau jejaringnya. Di sana, Anda akan mendapat pelayanan kesehatan oleh tenaga medis profesional. Tenaga medis di faskes juga memiliki kompetensi yang memadai.

      Jika terdapat masalah medis dalam kehamilan Anda yang tidak dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama akan memberi surat rujukan ke fasilitas tingkat lanjutan.

      Reply
  47. afifah

    Admin mau tnya ..kalau untuk claim kacamata apa harus ke Faskes pertama dulu ..lalu stlah itu mnta rujukan untuk ke optik mana yg menerima claim bpjs kacamata ..aku peserta klas 1
    thnx please respone

    Reply
    • admin

      Faskes I itu wajib untuk semua proses di BPJS, kecuali gawat darurat. Nanti faskes I memberikan surat rujukan yang mencantumkan optik mana yang bisa klaim BPJS.

      Reply
  48. Akedul

    Di kk sy ad 6org.
    Trus 2 org d kk tsb udh jd Pns..Pns kn udh ad bpjs ny..bs ga 2 org tsb ga usa d dftr lg k bpjs?tp d kk tsb status 2org tsb msh d bwt plajar..kk ny blm d update

    Reply
    • admin

      Ini mau daftar lewat apa dulu, lewat perusahaan atau mandiri? Kalau mandiri, jumlah peserta yang di daftar terserah kita, tidak ada batasan. Kalau lewat perusahaan, satu keluarga adalah max 5 orang yang dicover.

      Reply
  49. Anna

    Terima kasih atas kesempatan sharingnya. Saya peserta BPJS di Malang. (1)Apakah biaya cek laborat swasta ditanggung penuh oleh BPJS mengingat tidak semua klinik laborat itu menjadi penjamin BPJS? (2)Jika di faskes I tidak ada cek laborat yg dibutuhkan, bagaimana prosedur yg harus saya lakukan? Makasih

    Reply
    • admin

      (1) Klinik harus kerjasama dengan BPJS.

      (2) faskes I akan memberikan rujukan. Semua yang tidak bisa ditangani oleh faskes I akan diberikan rujukan ke rumah sakit.

      Reply
  50. eko prasetyo

    jika saya melakukan pemeriksaan (darah, urine, foto rontgen) di rumah sakit PPK rujukan BPJS (tanpa melalui faskes pertama) dengan biaya umum, kemudian diharuskan melakukan operasi, apakah faskes I bisa memberikan rujukan untuk menggunakan bpjs pada rumah sakit tersbeut?

    Reply
    • admin

      Cek dulu ke faskes I dan jelaskan masalah. Keputusan ada ditangan faskes I, apakah memberikan rujukan untuk operasi atau tidak.

      Reply
  51. MESI

    BAGAIMANA JIKA JKN ATAU ASURANSI KESEHATAN YG LAIN BELUM COB, TETAPI SUDAH MENERAPKAN SISTEM COB ??
    ARTINYA KELEBIHAN BIAYA DARI BPJS BOLEH DI CLAIM KE ASURANSI/ JKN YG BELUM COB ??

    ITU BAGAIMANA YAH, APA ADA SANKSI TERKAIT MASALAH SEPERTI ITU ??
    TERIMAKASIH

    Reply
    • admin

      harus ada kerjasama dulu antara asuransi kesehatan dgn BPJS untuk CoB. Cek dgn asuransinya. Soal sanksi, saya tidak tahu.

      Reply
  52. antik

    ♏w tnya mas
    Adik saya sudah telat bayar BPJS selama 3 bulan dan mnrut info akan kena denda.
    Bagaimana cara mengecek brpa tagihan yang harus kita byar+dendanya ?
    Dan apakah jika daftar lewat online perlu men scan KTP dan KK juga ?

    Reply
  53. yunie

    saya mau tanya ni, saya kan sudah menikah dan saat ini hamil 8 bln ( anak kedua ). tetapi saya belum punya KK sendiri. saya mau daftar sebagai peserta BPJS dengan menggunakan KK dari orang tua saya. nah, nanti setelah saya terdaftar sebagai peserta BPJS, sewaktu melahirkan bisa ga BPJS nya digunakan?terutama untuk persalinan cesar.

    Reply
    • admin

      Pendaftaran peserta mandiri bisa dilakukan dengan KK orang tua selama ada NIK-nya.

      Keputusan persalinan nanti setelah konsultasi di faskes I. Mulai sekarang Anda harus melakukan pengecekan kehamilan di faskes I.

      Reply
  54. anonim

    Bohong kl bpjs itu tanpa plafon! Hari ini istri saya dipulangkan setelah di diagnosa usus buntu akut dan dirawat inap kls 3 selama 4..dan blm dioperasi dgn alasan sdh mencapai plafon apabila mau dilanjutkan, harus membayar kelebihannya!

    Reply
  55. agung prihartanto

    pada tgl 15 -12-2014 anak saya (umur 12 th) sakit pada tenggorokan, badan panas.. terus saya bawa ke faskes I (Klinik Gading Yogyakarta) diagnosa suspec tonsilitis kronis. Diobati dan sembuh.. dan disarankan setelah sembuh dirujuk ke Dokter spesialis THT, diberi daftar pilihan, saya pilih Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pada tgl 23-12-2014 sesuai surat rujukan dari faskes I saya konsultasi ke Dokter THT di Rumah Sakit ditunjuk dan disarankan Operasi dan saya setujui dan operasi dilaksanakan tgl 24-12-2014 .
    untuk rawat inap saya memilih kamar yang VIP seharunya di klas 2. Tgl 25-12-2014 anak saya sudah diperbolehkan pulang.. dan kami pulang hari itu juga. Setelah proses adminitrasi selesai, penetapan biaya Rumah Sakit sebesar Rp. 6.411.200- (dg rincian Biaya Operasi Rp. 5.580.100,- + biaya kamar, obat, lab dab adm Rp. 831.100,-) dipotong Jaminan sebesar Rp. 2.761.800,- Jadi saya masih harus membayar sebesar Rp. 3.649.400,-
    yang saya tanyakan : apakah besarnya Jaminan sudah sesuai ? karena kami kira untuk biaya operasinya bisa gratis ( Rp. 5.580.100) sedangkan yang Rp. 831.100,- yang harus dibayarkan karena saya pindah kelas.. mohon pencerahannya. terimakasih

    Reply
    • admin

      Harus cek dengan rumah sakitnya, berapa yang ditanggung oleh BPJS dan berapa yang tidak ditanggung.

      Reply
  56. chornelia

    apakah BPJS bisa di bayar sekalian untuk 2 atau 3 bulan sekalian dan 1 Tahun Anggaran. mksh infonya

    Reply
  57. abu danial

    mau nanya min, udah baca keseluruhan artikel dan semua komen, sepertinya ada yg belum jelas..

    -sistem kelas yg terdapat di BPJS itu berdasarkan fasilitas kamar rawat inap semata atau yg lainnya juga, misal pelayanan/fasilitas medis, jenis/kualitas obat dan jumlah estimasi/perkiraan biaya awal yg dicover pihak BPJS selama perawatan?

    -faskes satu itu maksudnya puskesmas resmi/pemerintah ya?

    -kalau kita memutuskan utk ikut BPJS dan juga askes swasta dengan paket “double claim” dengan harapan bisa memperoleh manfaat dr keduanya secara maximal, memungkinkan tidak jika proses awal perawatan kita ikut prosedur askes swasta yg bisa langsung ke rumah sakit rujukan (yg kebetulan juga bekerja sama dgn BPJS) tanpa antrian dengan dokter pilihan, dan selanjutnya jika ada yg tidak bisa dicover askes swasta nantinya bisa dicover BPJS? (mengingat kita masuk rumah sakit tanpa melalui faskes satu)

    Reply
    • admin

      (1) Berdasarkan kamar semata. Diluar kamar seharusnya sama, itu janjinya BPJS.

      (2) ya puskesmas, klinik atau dokter. cek di daftar faskes I di BPJS.

      (3) kalau ikut BPJS, rujukan itu wajib. detil mengenai double-claim atau koordinasi manfaat antara BPJS dan Askes sampai saat ini belum jelas seperti apa. Aturan teknisnya belum keluar.

      Reply
  58. andi

    Tante sy barusan operasi katarak di kedua matanya. Beliau ikut asuransi BPJS sewaktu sudah teridentifikasi katarak. Biaya operasi kedua matanya total 20jt, berhubung beliau menginginkan lensa dan obat yg lebih baik, maka ada penambahan biaya 2jt untuk kedua matanya.
    Saya berpikir, kalo BPJS memang sangat berguna, walaupun penyakit telah diketahui sebelum ikut BPJS, toh asuransi BPJS tetap mau melakukan tindakan operasi tersebut.
    Hal ini sangat berbeda dengan asuransi swasta, yg sangat panjang prosedurnya, dan harus benar benar memahami segala prosedur yg ditawarkan oleh sang agent.
    Karena apabila kurang pemahaman, maka kesulitan akan timbul di kemudian hari waktu akan melakukan claim.
    Sedangkan menggunakan BPJS sangat mudah, karena tante saya sudah berumur 73th, dan masih dapat dilindungi asuransi, murah pula.
    Terima kasih BPJS, terimakasih Indonesia….

    Reply
    • admin

      Terima kasih sekali. Ini testimoni yang bagus sekali untuk BPJS. Thanks for sharing it.

      Reply
  59. fitriyanti

    siang admin…
    saya sdh dpt no. virtual account utk pmbayaran penambahan anggota keluarga. tp sdh brp kali sya cb ke atm (ke bbrp atm jg) tidak bs dilakukan trnfsfer krn no. rek yg dtuju tidak dikenali. saya sdh melapor (via tlp) ke bpjs katanya sdh diaktifkan dan silahkan dicoba kembali. tp begitu dicoba lg ttp komentar yg sama dr atm nya. sy cb tny ke bak ybs, kt org bank no. rek nya sdh bner. jd apakah bs saya krim lewat bank, kemudian bukti setoran dr bank yg diserahkan ke BPJS. apakah bs diterima?
    tlg infonya, trims

    Reply
  60. hady s.w

    Slamt sore min,
    Saya mauu nanya,seandainya pembayaran iuran BPJS terlambat 3 bulan,apa kepesertaaan anggota BPJS akan di nonaktifkan,

    Reply
  61. asril

    Hati-hati para pengguna bpjs..karena banyak jenis obat yang tdk dicover bpjs..saran aja..saudara mending menggunakan kartu asuransi lain…

    Reply
    • admin

      (1) Lebih banyak obat yang ditanggung daripada yang tidak ditanggung
      (2) pakai kartu asuransi juga ada biayanya.

      Lebih murah mana ambil asuransi lagi atau tetap pakai BPJS (dengan kemungkinan membayar biaya tambahan) ? Kalau kerjasama koordinasi manfaat antara BPJS dan asuransi kesehatan sudah jalan dengan baik, mungkin persoalan obat yang tidak ditanggung bisa diatasi. Tapi sampai sekarang koordinasi manfaat antara BPJS dan asuransi kesehatan swasta belum jelas, apakah sduah bisa diimplementasikan atau belum.

      Reply
  62. ega

    salam admin..
    kalau obat tbc di tanggung oleh bpjs/ada biaya tambahan pasien.
    dan apakah obatnya bagus..?
    terima kasih..

    Reply
  63. Azka

    Bpk/Ibu Admin mau tanya?
    Berapa lama kita harus bayar BPJS apakah ada batasanya atau seumur hidup?
    terima kasih

    Reply
    • admin

      BPJS itu bukan seperti asuransi unit link yang bisa bayar hanya 10 tahun. BPJS itu jaminan kesehatan, yang harus dibayar jika ingin diberikan jaminan. Jika berhenti bayar iuran BPJS, maka otomatis perlindungan berhenti.

      Reply
  64. andre

    bpk/ibu admin saya mau tanya?
    Saya pernah tanya sama dokter keluarga saya(fas I ) tentang pemeriksaan kehamilan istri saya.dokter bilang kalau periksa hrs ke bidan yg sudah bergabung ma dokter bpjs(fas I),sedangkan jrk rumah bidan(fas I) sama rumah saya sangat jauh adanya bidan praktek dirmh yg tiap control mengeluarkan uang 50rb.yg jd pertanyaan knp hanya bidan yg bergabung sama fas I yg bs melayani bpjs saya,sedangkan bidan yg beda faskes tdk bs melayani keanggotaan bpjs saya…..

    Reply
    • admin

      Intinya, pemeriksaan harus dilakukan di Faskes I yang tercantum di kartu BPJS, kecuali terdapat kondisi-kondisi khsusus, seperti gawat darurat dan lain-lain dimana faskes I tidak bisa melayani. Makanya, pilih faskes I yang memang bisa melayani kebutuhan perawatan peserta. Penggantian faskes I bisa dilakukan setelah 3 bulan.

      Reply
  65. aisey

    sore… sya peserta BPJS faskes 1 dan saya melakukan pembayaran via atm. Mohon info saya sempat terlambat membayar yg seharusnya paling lambat tgl 10, namun karena saya coba pada tgl tersebut susah (mungkin karena jaringannya sibuk) sehingga saya coba lagi di tgl 11 (keesokan harinya).

    Info ada denda 2% jika terlambat, dan saya baru terlambat 1 hari saja (atau mungkin sudah terhitung 1 bulan y). Bagaimanakah prosedur pembayaran jika terlambat tersebut, karena ketika saya membayar tidak ada pilihan utk keterlambatan. sehingga sya memilih pembayaran seperti biasanya sebesar Rp. 59.500,-. Mohon info dan terima kasih.

    Reply
  66. adi

    Siang admin
    Mau tanya kalo bpjs ada batasan rawat inap gak?
    Ibu saya dii rawat dii ICU udh 5hr karena komplikasi kalo seumpama sampe sebulan masih [d̲̅i̲̅] rawat [d̲̅i̲̅] ICU paa semua biyaya dii tanggung Bpjs
    Makasihh

    Reply
    • admin

      yang saya tahu selama kamarnya sesuai maka BPJS akan menanggung tanpa batasan hari. tapi, kadangkala ada obat-obat yang tidak ditanggung oleh BPJS.

      Reply
  67. Ita

    Saya udh punya bpjs tp dah setaun nd saya byr krn udh punya asuransi.setelah bc artikel ini saya jd pengen urus bpjs lagi ternyata pas saya ty jumlah tagihannya 3jtn,,kalo seandainya saya lunasi utk 2 org dulu bisa nda ya?yg ikut bpjs suami,istri dan 2 ank saya..yg pgn saya lunasi punya ank saya dl,bln dpn baru melunasi punya suami dan saya..mksh

    Reply
  68. maria

    setelah saya cari tw mondar mandir ksna ksni krna mau lahiran caesar menggunakan BPJS Kesehatan (caesar krna jarak ank prtma n ke2 berdktn), ternyata untuk kls2 itu hanya bisa dignti/dibyrkan BPJS ke pihak RS sebesar 5jt SAJA. itupun walapun RS tersebut bekerjasama dgn BPJS tp tdk smua RS menerima BPJS untuk melahirkan caesar.mudah2n info ini berguna. mksh

    Reply
  69. indra

    Tulisan share di sebelah kiri layar ini.sangat sangat dan.sangat mengganggu..jadi.jelek.blognya 😀

    Reply
  70. doni

    mengapa bpjs beda dengan askes???
    mengapa di bpjs ada sistem paket??
    apa-apa aja yang ditanggung apabila istri melahirkan tidak bisa normal (operasi cesar) dan bagaimana apabila si pasien kelas 2 di anjurkan dokter ke vip dikarnakan si pasien mengalami tensi tinggi dan hb dan albumin pada darah rendah akibat paska operasi cesar???
    mohon dibalas via email..??
    terimakasih…

    Reply
  71. fajar

    Sangat bagus artikel nya, sangat bermanfaat. Memberikan pandangan dan masa depan yang lebih baik.

    Reply
  72. etjezz

    Duh cape rasanya pakai bpjs untuk skr ini….semua rs yg punya ruang rawat inap semua nya bilang penuh untuk pasien yang mengunakan bpjs..tapi kalo asuransi swasta ada kamarnya….dan kalo pasien bpjs di rawat di rs tidak di perlakukan secara manusiawi….makanya harus kudu punya ilmu sabar kelas tinggi apa bila mau menggunakan pasilitas bpjs…..

    Reply
  73. Ikhsan

    Saya mau tanya dong min
    Saya bekerja di perusahaan dan mendapatkan kartu berobat bpjs kesehatan karna berhubung saya sudah tidak kerja lagi itu bagaimana bjps saya bisa di duitkan seperti jamsotek ???
    klo jamsostek kan kartu berobat sama kartu pemilik itu ber beda apa
    Bpjs ada gitu jga atau tidak min
    Mohon di bls min
    Terima kasih min

    Reply
  74. Fitra

    mau nanaya…

    apakah bpjs yg sudah di daftarkan via online bisa di cancelatau otomatis ter cancel oleh sistem bpjs? soalnya blm pernah bayar premi dari awal terdaftarkan…

    Reply
  75. dwi

    punya review tentang asuransi kesehatan sinar mas? saya tertarik sepertinya preminya murah n manfaatnya banyak

    Reply
  76. indra

    maaf min, saya mau comen masalah
    #5 Tidak Ada Batasan Plafond

    setahu saya unk lahiran cesar itu ada plafon nya, yakni sebesar 5 Juta, dan jika biaya melahirkan lebih dari situ maka kita yang menanggung kekurangan tersebut. jadi mesti nya ini termasuk di poim tantangan dan kesulitan bukan di poin manfaat…

    terima kasih

    Reply
  77. indra

    maaf min, saya mau comen masalah
    #5 Tidak Ada Batasan Plafond

    setahu saya unk lahiran cesar itu ada plafon nya, yakni sebesar 5 Juta (sesuai kelas yang diambil), dan jika biaya melahirkan lebih dari situ maka kita yang menanggung kekurangan tersebut. jadi mesti nya ini termasuk di poin tantangan dan kesulitan bukan di poin manfaat…

    # selebihnya artikel ini sangat bermanfaat min.

    terima kasih

    Reply
  78. m. navis

    Pak mau tanya apakah operasi amandel yang mendapat jaminan dari BPJS itu berbeda biayanya ?
    antara operasi yang dilakukan Rumah Sakit Swasta dengan operasi amandel yang dilakukan oleh Rumah sakit Pemerintah ? kalau berbeda saya minta tolong kepada Bapak untuk perbedaan ini.
    atas segala bantuan Bapak saya ucapkan terima kasih.

    Reply
  79. sahrul

    Admin saya mau tanya, bagaimana status kepesertaan untuk orang yang sebelumnya telah terdaftat sebagai peserta bpjs kesehatan dari perusahaan tetapi sekarang sudah 3 bulan lebih tidak bekerja, apakah orang tersebut masih terdaftar sebagai peserta bpjs? Lantas bagaimana jika orang tersebut/salah satu dari anggota keluarganya ingin berobat, apakah biaya perobatan masih ditanggung bpjs/tidak?

    Reply
  80. Udin

    Mas, sy mau nanya kondisi Real / contoh pengalaman temen mas (kalau ada) kalau pakai BPJS. Apa benar kalau Gawat Darurat, tidak perlu dirujuk ? soalnya yang sy denger dari temen sy gak gitu, tetep aja ditolak, dan mesti nge-rujuk dulu….

    Reply
  81. hans

    Pak, saya pekerja di sebuah kantor swasta. Dengan rekan kerja saya yang lain, kelas saya beda. Jadi pertanyaanya:
    1. Apa tolak ukur atau yg menjadi acuan pemerintah bahwa seorang pekerja berhak akan kelas 1, atau ga layak jadi di kelas 2 misalnya. Apakah dari gaji pokok atau dari permintaan sendiri pekerja atau bagaimana? Karena info dari bag finance kami, yg menentukan kelas itu adalah pemerintah. Terima kasih jawabanya. Salam

    Reply
  82. tyara dita

    Permisi mau tanya kalo mau pindah faskes gmn yaa? Dr puskesmas ke dokter keluarga yg bekerjasama dengan bpjs . terimakasih

    Reply
    • azarine

      Jika kepesertaan sudah lebih dari 3 bulan silakan Pindah faskes, datangi kantor Bpjs dan Bawa kartu asli BPJS anda ke kantor BPJS (1 keluarga), Minta formulir untuk merubah data dan isi semua dengan lengkap lalu Serahkan data yang sudah anda isi tadi lalu tunggu saja prosesnya

      Reply
  83. hendra susanta

    cara klaim bpjs bgm,,bbrp wkt yg lwt,adik saya sakit,kami ke Rs ,Tetapi pihak Rs mengatakan kamar penuh( sering kejadian) dan bnyk prosedur,bbrp Rs kmi datangi jwpn sama,ahirnya kami ke Rs Terahir dgn menggunakan dana pribadi,krn takut kamar tidak ada/penuh,karena pk dana sendiri kamar ada, :P….yg sy mau tanya,bgm cara kita meng klaim dana kita swktu ber-obat di Rs,,kami peserta BPJS kl 2 thx

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.