Asuransi Kesehatan Karyawan Dihapus, Wajib Ikut BPJS, Apa Alternatifnya ?

  • September 21, 2016

Kewajiban mendaftarkan karyawan ikut BPJS Kesehatan membuat banyak perusahaan menghapus fasilitas asuransi kesehatan karyawan. Apa alternatifnya buat karyawan yang masih ingin memiliki asuransi kesehatan non BPJS ?

Hadirnya BPJS Kesehatan membawa angin segar karena sekarang semua masyarakat dari segala lapisan bisa memiliki jaminan kesehatan. Jaminan yang selama ini tidak dinikmati semua orang.

Namun, ternyata kewajiban ikut dalam BPJS Kesehatan membuat banyak perusahaan berpikir ulang. Mereka sadar biayanya tidak sedikit jika harus menanggung dua kewajiban, BPJS dan Asuransi Kesehatan.

Karena itu, banyak perusahaan yang mulai menghapus fasilitas asuransi kesehatan kelompok karyawan. Perusahaan pilih satu fasilitas kesehatan saja, yaitu BPJS.

Tentu saja kondisi membuat banyak karyawan galau. Bagaimana menghadapi penghapusan asuransi kesehatan dari kantor yang selama ini mereka andalkan untuk menanggung biaya berobat.

Kita semua tahu bahwa pelayanan BPJS Kesehatan masih jauh dari sempurna. Banyak sekali keluhan dan komplain yang muncul mengenai layanan BPJS.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran dari karyawan. Mereka mendengar, membaca dan mungkin sudah mengalaminya sendiri bahwa tingkat layanan BPJS Kesehatan jauh dibawah kualitas layanan asuransi kesehatan.

Apa alternatifnya? Apa jalan keluarnya ?

Alternatifnya, karyawan mengambil asuransi kesehatan individu. Jadi memiliki proteksi kesehatan dari asuransi non BPJS.

Tentu saja ini merupakan tambahan pengeluaran. Karena ada premi asuransi yang harus dibayar setiap bulan.

Namun, soalnya, tidak ada cara lain, selain mengambil asuransi kesehatan pribadi. Jika ingin jaminan kesehatan diluar BPJS.

Sekarang tinggal bagaimana kita memilih produk asuransi kesehatan yang paling ekonomis dengan manfaat optimal. Kita akan melihat apa saja opsinya dan mana yang paling baik.

Asuransi Kesehatan Unit Link

Ini adalah jenis asuransi kesehatan yang paling banyak ditawarkan. Asuransi kesehatan dengan investasi, atau sering disebut unit link.

Ciri khas produk ini adalah pengembalian premi. Premi bisa diambil setelah beberapa tahun.

Meskipun pengembalian premi itu pada dasarnya adalah uang nasabah sendiri yang diinvestasikan (sehingga bisa diambil nantinya), tetapi tidak jarang sales agent ‘menjual’-nya dengan menjanjikan bahwa jika tidak ada klaim maka premi bisa diambil. Iming – iming pengembalian premi ini yang banyak memikat orang untuk mengambilnya.

Selama peserta yang mengambil paham konsekuensi ikut unit link tentu bukan suatu masalah. Namun, yang kerap terjadi di lapangan, tidak selamanya seperti itu karena banyak peserta yang kurang memahami konsekuensi mengambil asuransi kesehatan unit-link.

Beberapa konsekuensi mengambil asuransi kesehatan unit – link:

#1 Premi Dibayar Lebih Besar

Premi yang dibayar relatif besar karena premi digunakan tidak hanya untuk membeli asuransi kesehatan tetapi juga investasi. JIka memang membutuhkan investasi tentu tidak masalah, namun jika tidak membutuhkan investasi (karena sudah ada investasi di tempat lain) mengambil unit link bukan pilihan yang tepat.

#2 Manfaat Kesehatan Terbatas

Karena adanya unsur investasi, manfaat kesehatan yang ditawarkan asuransi jenis ini tidak optimal. Dibandingkan asuransi murni kesehatan yang tanpa investasi.

Contoh simpelnya, dalam asuransi kesehatan unit link, limit klaim dibatasi per perawatan dan per tahun. Jadi, kalau masuk rumah sakit, peserta dibatasi maksimum biaya yang bisa diklaim untuk setiap masuk rumah sakit.

Bisa dilihat di tabel dibawah ini yang merupakan manfaat asuransi kesehatan unit link. Ada dua limit, yaitu batasan maksimum klaim per rawat inap (yang dibagi berdasarkan jenis tindakannya) dan batasan maksimum tahunan.

asuransi kesehatan

Hal ini tidak terjadi di asuransi kesehatan murni. Mari kita lihat.

Asuransi Kesehatan Murni

Asuransi jenis ini disebut asuransi murni karena manfaatnya purely kesehatan. Tidak ada manfaat investasi.

Premi yang dibayarkan ‘hangus’ setiap tahun. Tidak ada pengembalian premi meskipun peserta tidak pernah klaim.

Lalu, apa keunggulannya ?

Yang paling utama adalah manfaatnya sangat baik. Karena memberikan limit manfaat yang besar.

Ambil contoh, salah satu asuransi kesehatan murni memberikan limit Rp 1 Miliar per orang per tahun. Seluruh biaya rawat inap akan diganti (as-charged) selama dalam jatah limit tersebut.

Jadi tidak ada limit per perawatan, namun merujuk pada limit tahunan. Jelas lebih menguntungkan buat peserta.

Ini bisa dilihat di tabel manfaat asuransi kesehatan murni dibawah ini. Terlihat tidak ada batasan limit per rawat inap, yang tercantum adalah ‘ditanggung’, yang artinya batasan limit merujuk pada limit tahunan.

asuransi kesehatan

Contohnya, masuk rumah sakit dengan kamar Rp 500 ribu total biaya Rp 50 juta. Bagaimana penggantiannya?

  • Jika menggunakan asuransi kesehatan unit link, maksimum yang diganti hanya Rp 9.8 juta karena mereka menerapkan limit per rawat inap.
  • Jika menggunakan asuransi kesehatan murni, biaya Rp 50 juta tersebut diganti semua karena batasannya adalah limit tahunan yang Rp 1 Miliar per tahun.

Keunggulan lain adalah ada opsi mengambil rawat jalan dan rawat gigi. Opsi ini tidak ada di asuransi kesehatan unit link.

Premi asuransi kesehatan murni jelas lebih murah karena tidak ada porsi yang harus dibayar untuk investasi. Seluruh premi dibelikan manfaat kesehatan.

Bahkan ada perusahaan asuransi yang memberikan diskon premi jika yang mengajukan adalah 1 keluarga. Potongan diskonnya cukup lumayan.

Kesimpulan

Dengan perusahaan menghapus asuransi kesehatan dari fasilitas kantor karena kewajiban mengikuti BPJS, karyawan tidak punya banyak pilihan. Salah satunya, mereka bisa mengambil asuransi kesehatan individu.

Kami lebih menyarankan mengambil asuransi kesehatan murni ketimbang asuransi kesehatan unit link karena alasan yang sudah dikemukan diatas. Tapi, pilihan akhir di tangan Anda, tulisan ini sebatas memberikan pandangan dan referensi.

Panduan Memilih Asuransi Kesehatan

One Response

  1. kamar set prenses italian mewah

    Problem yang ada di Jepara salah satunya pelayanan BPJS di rumah sakit seakan tidak dianggap mas. Bahkan kadang yang sakitnya sudah parah pelayanan kurang maksimal. Sudah banyak kami perbincangkan dengan pihak-pihak yang lebih berwenang. Semoga kedepan BPJS tidak hanya omdo, tapi realitasnya juga dibuktikan agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.