6 Hal Wajib Diperhatikan Saat Beli Asuransi Jiwa di Bank

  • May 13, 2016

Penawaran asuransi jiwa paling marak saat ini adalah penjualan lewat bank. Ada 6 hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan membeli asuransi jiwa melalui bank.

Bank memiliki database nasabah yang besar. Boleh dikatakan setiap orang memiliki rekening dan ATM saat ini.

Database ini adalah target pasar yang ‘subur’ buat menjual produk keuangan.

Asuransi salah satunya. Kenapa ?

  1. nasabah di bank punya uang, syarat utama untuk bisa membeli suatu produk;
  2. data di bank lengkap dan update;
  3. nasabah relatif sudah melek finansial, tahu produk keuangan.

Itu sebabnya Anda bisa melihat bank gencar bekerjasama dengan perusahaan asuransi. Mereka membentuk Bancassurance.

Dalam Bancassurance, pihak bank menyediakan target pasar, sementara asuransi menjual produk.

Ketika datang ke kantor cabang bank, nasabah sekarang kerap langsung didekati oleh financial consultant yang menawarkan proteksi asuransi.

Karena agent punya konotasi negatif, istilahnya diganti yang lebih keren dan prestis, financial consultant.

Namun esensi pekerjaannya sama, prospek dan sales asuransi.

Penjualan asuransi via perbankan ini adalah suatu terobosan. Membantu perusahaan asuransi meningkatkan penetrasi ke masyarakat.

Namun di sisi lain muncul banyak keluhan dari nasabah yang membeli asuransi via bank.

OJK pernah menyebutkan tingginya komplain yang masuk ke mereka atas produk asuransi unit link (catatan: unit link adalah produk asuransi yang paling banyak dijual lewat perbankan).

Menjadi kewajiban kita untuk bersikap hati – hati, agar produk yang dibeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak merugikan.

Apakah betul premi yang dikembalikkan itu menguntungkan ? Apa resikonya ?

Apa hal yang perlu diperhatikan ketika menerima tawaran asuransi jiwa melalui perbankan ?

1 Asuransi Bukan Tabungan

Jangan pernah percaya bahwa asuransi itu adalah tabungan atau deposito.

Asuransi bukan tabungan. Asuransi bukan deposito.

Persepsi kebanyakan nasabah perbankan adalah semua produk yang ditawarkan di cabang bank adalah layaknya deposito atau tabungan.

Ada jaminan terhadap deposito dari pemerintah. Sehingga tidak mungkin rugi. Tempatkan deposito 1 juta, maka akan terima 1 juta plus bunga.

Masalahnya, asuransi tidak ada jaminan dari pemerintah. Asuransi bukan produk keuangan yang mendapatkan jaminan.

Dana yang Anda tempatkan di asuransi sangat bisa berkurang. Premi yang dibayar bisa tidak kembali.

Kenapa?

Karena dana yang ditaruh di asuransi (unit link) merupakan investasi yang memiliki resiko. Nilai uangnya bisa naik tapi bisa juga turun tergantung kinerja instrumen investasi yang dipilih.

Tidak ada jaminan bahwa uang yang disimpan dalam asuransi pasti kembali.

Ada resikonya.

Ini hal yang wajib dipahami ketika membeli asuransi.

Asuransi bukan tabungan. Asuransi bukan deposito.

2 Dana Tidak Bisa Ditarik 

Apa tujuan orang menempatkan uang di bank ? Salah satunya bisa menarik dana sewaktu-waktu.

Mindset yang sama ketika beli asuransi. Mereka berpikir bahwa premi yang sudah dibayarkan ke asuransi bisa ditarik sewaktu-sewaktu.

Masalahnya, premi asuransi tidak bisa ditarik setiap saat.

Hanya sebagian kecil dana yang sudah disetorkan ke asuransi bisa ditarik. Bahkan, jika penarikkan dilakukan di masa awal kepesertaan, tidak ada dana yang bisa ditarik sama sekali.

Pembayaran premi digunakan untuk tiga hal:

  1. Membayar komisi agent dan perusahaan asuransi. Ini porsinya paling besar di lima tahun pertama
  2. Membayar biaya asuransi. Ini adalah biaya untuk mendapatkan proteksi. Biaya ini akan meningkat sejalan usia dan jika tidak dibayar maka proteksi asuransi berhenti
  3. Investasi yang ditempatkan sesuai instrumen keuangan yang dipilih. Simpanan ini yang nantinya bisa ditarik.

Dari 3 hal diatas, Anda bisa melihat bahwa posisi simpanan investasi paling bontot, sehingga penarikkan dana baru bisa dilakukan setelah beberapa tahun.

Penarikkan itupun hanya akan bisa jika return investasi memberikan hasil yang bagus.

Jika return buruk, uang tidak bisa ditarik.

3 Asuransi Investasi Ada Risikonya

No Free Lunch !

Tidak ada makan siang yang gratis.

Jika ingin keuntungan yang tinggi, risikonya pasti lebih tinggi.

Karena itu, jika ada yang menawarkan produk asuransi dengan iming-iming keuntungan lebih tinggi dari tabungan atau deposito, Anda harus hati – hati.

Tanyakan kepada agen penjual, apa risikonya. Berapa potensi kerugian. Apakah uang Anda bisa hilang seluruhnya.

Jika agen penjual bilang, risikonya sama dengan tabungan atau deposito, dengan keuntungan yang lebih tinggi, Anda harus waspada karena penjelasannya tidak benar.

Dalam investasi, risiko berhubungan erat dengan keuntungan (return). Keuntungan yang tinggi memiliki resiko yang tinggi.

“High Risk, High Return. Low Risk, Low Return”

Kita perlu tahu bahwa sebagian premi ditempatkan oleh asuransi ke instrumen- instrumen yang punya risiko lebih tinggi dari tabungan atau deposito, yaitu saham, obligasi, surat utang dan lain – lain.

Jadi, ketika berinvestasi via asuransi, Anda harus siap dengan risikonya. Risiko bahwa uang atau premi Anda berkurang nilainya.

Jika memang tidak siap, jangan dibeli produknya.

Beli produknya ketika Anda siap menghadapi risikonya demi keuntungan yang lebih besar.

4 Tidak Ada Premi Gratis

Pernah ada pengunjung blog yang menceritakan bahwa dia ditawari cashback premi.

Ujar dia, agen menerangkan bahwa preminya nanti akan dikembalikan sehingga menguntungkan peserta.

Apa betul janji manis agent ini ?

Memang benar dalam beberapa tahun, peserta bisa mengambil uang premi yang sudah dibayar. Tapi, apakah itu berarti perusahaan asuransi mengembalikkan premi kepada peserta.

Tidak.

Lalu, itu uang darimana ?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, premi yang dibayar peserta dialokasikan untuk proteksi jiwa dan investasi.

Yang penting dipahami bahwa premi yang bisa diambil kembali itu adalah uang peserta sendiri. Itu uang Anda.

Itu bukan uang dari perusahaan asuransi.

Jadi, Anda menyerahkan (sebagian) dari premi untuk dikelola perusahaan asuransi ke dalam investasi. Investasi tsb bisa untung, bisa rugi.

Jika return investasi menguntungkan, nasabah bisa mengambil hasil investasi, bisa pula untuk menalangi bayar premi berikutnya.

Itu sebabnya, nasabah asuransi unit link setelah beberapa tahun bisa tidak lagi membayar premi (cuti premi) karena preminya sudah dibayar dengan memotong dari hasil investasinya.

Jadi, jika dibilang oleh agent, Anda bebas premi setelah 10 tahun.

Itu artinya, Anda tetap membayar premi, hanya saja uangnya diambil bukan dari kantong Anda, tapi dari simpanan investasi Anda yang disimpan di perusahaan asuransi.

Bagaimana jika hasil investasi anjlok ?

  1. Nasabah tidak bisa menarik preminya.
  2. Tidak tersedia cukup dana untuk membayari premi. Nasabah tetap harus melanjutkan membayar premi jika ingin proteksinya tetap berjalan.

Jadi, tidak ada namanya premi gratis. Premi tetap dibayar dari uang nasabah. Hanya sumbernya saja yang berbeda.

5 Tidak Beli Asuransi via Telpon

Kami tidak menyarankan beli asuransi via telpon.

Simak komentar pembaca blog ini :

Pagi pak, bulan kmrn suamj di tawarin a** m****** by phone lalu suami menyetujui utk ikut sekeluarga dgn premi 2.3jt sebulan. Mrk menjanjikan akan mengirim polis yg hrs d baca dan d tanda tangani oleh suami. Tp kenyataannya sampai awal pendebetan asuransi d rekening dgn auto debet d rekening polis tdk jg dtg. Akhirnya suami telp utk segera menghentikan asuransi a** m****** tersebut. Krn menimbulkan kecurigaan yg tdk bagus dr awalnya. Di mana polis akan d kirim namun tdk di kirim2 sampai pendebetan di rekening.

Asuransi itu bukan produk yang sederhana. Banyak klausul, ketentuan yang perlu dipahami dengan baik oleh peserta.

Membaca dokumen polis saja tidak mudah. Perlu dibaca pelan – pelan dan berulang-ulang agar mengerti isinya.

Apalagi memahami lewat telpon, hampir mustahil.

6 Jangan Beli Buru – Buru

Asuransi itu bukan produk keuangan yang mudah. Banyak ketentuannya, banyak syarat dan kondisinya. Perlu dipahami dengan benar sebelum membeli.

Jangan beli terburu – buru. Lebih baik lambat tapi benar dibandingkan cepat tapi salah sehingga merugikan nantinya.

Jika belum paham tanya ke orang yang mengerti, cari info di internet atau konsultasi dengan perencana keuangan.

Carilah second opinion.

6 Hal Penting Beli Asuransi via Bank

Asuransi Beli di Bank

Kesimpulan

Asuransi adalah bagian penting dalam perencanaan keuangan. Proteksi asuransi wajib dimiliki setiap orang.

Penawaran lewat bank adalah cara penjualan yang marak saat ini. Itu bagus karena akan meningkatkan penetrasi di masyarakat.

Namun, sebagai konsumen, kita perlu memahami dengan benar apa yang akan kita beli. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari membeli produk yang salah.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

3 Responses

  1. dewira

    Proteksi Asuransi sangat penting saat ini. konsumen harus lebih cerdas salah satunya memilih asuransi pemerintah saja, karena jelas jaminannya. hnya saja kita lebih banyak mengenal asuransi dari swasta. padahal pemerintah punya perusahaan asuransi (Bumn).

    Reply
  2. Helen

    Pak, gimana pendapat bapak dengan mendaftar asuransi secara online dan polis akan diberikan dalam bentuk elektronik?

    Reply
    • admin

      Selama nasabah yakin sudah mengerti semua ketentuan dalam polis, ya tidak masalah. Soal polis elektronik, cek keabsahannya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ikuti berita terbaru Duwitmu.com!