4 Peraturan Penting BPJS Kesehatan yang Kerap Dilupakan

  • February 15, 2016

Belum punya BPJS Kesehatan ? Segera daftar. Selain karena bermanfaat, cepat atau lambat pemerintah akan mewajibkan semua warga negara untuk terdaftar – sesuai perintah undang – undang.  Ada 4 Peraturan  BPJS Kesehatan yang penting tapi kerap diabaikan oleh peserta.

Artikel yang paling banyak dibaca dan dikomentari di blog ini adalah soal BPJS Kesehatan. Mulai dari topik mengenai cara pendaftaran, manfaat sampai proses klaim.

Ini bukan sesuatu yang aneh karena BPJS adalah program jaminan kesehatan berskala nasional yang menyentuh semua lapisan.

Apalagi, cara penggunaan BPJS berbeda dengan umumnya layanan asuransi kesehatan yang selama ini dikenal di masyarakat.  BPJS menerapkan sistem rujukan dimana peserta harus mengikuti ketentuan – ketentuan tertentu agar bisa mendapatkan jaminan kesehatan.

Kuncinya adalah memahami ketentuan – ketentuan yang ada untuk bisa memanfaatkan jaminan kesehatan ini secara maksimal.

Ada 4 peraturan yang penting, namun sering tidak diketahui oleh peserta. Apa itu ? Dan kenapa penting ?

#1 Semua Anggota Keluarga di KK Harus Didaftarkan – Tidak Bisa Daftar Sendirian

Buat peserta perorangan (bukan mendaftar lewat perusahaan), calon peserta harus mencantumkan NIK Kartu Keluarga di form pendaftaran.

Setelah NIK dicantumkan, sistem pendaftaran BPJS secara otomatis akan mengeluarkan daftar semua anggota keluarga yang tercatat di dalam Kartu Keluarga.

Sesuai ketentuan, seluruh anggota keluarga sebagaimana yang terdaftar pada Kartu Keluarga wajib menjadi peserta. Ini tercantum dalam peraturan BPJS No 4 Tahun 2014 bahwa pihak yang mendaftarkan dan anggota keluarganya wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Pendaftaran

Dengan ketentuan ini, Anda tidak bisa lagi hanya mendaftarkan seorang diri karena semua anggota keluarga yang terdapat di KK otomatis harus didaftarkan pula.

Mungkin Anda akan bilang, BPJS seperti ‘memaksakan’ kepesertaan. Kenyataannya memang seperti itu karena sesuai Undang-Undang semua warga negara wajib menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Dengan adanya ketentuan ini, penting sekali masyarakat meng-update data di KK sesuai dengan kondisi keluarga terkini. Karena KK akan menjadi acuan utama BPJS ketika menerima pendaftaran peserta.

Misalnya, status sudah menikah namun masih ikut dalam KK orang tua dan belum memiliki KK sendiri. Maka, ketika istri mendaftarkan diri akan menemui kesulitan karena belum ada KK keluarga yang baru, yang sesuai dengan kondisi terkini.

Bagaimana jika salah satu anggota keluarga di KK sudah terdaftar lebih dulu ?

Dalam kondisi ini, peserta tidak bisa melakukan pendaftaran secara online. Perlu mendaftar langsung di kantor BPJS Kesehatan.

Bagaimana jika di dalam kartu keluarga isinya bukan hanya keluarga inti dan sudah ada anggota keluarga yang meninggal dunia yang masih tercantum di dalamnya ?

BPJS tampaknya menyadari kemungkinan ini dan mengeluarkan ketentuan bahwa:

  • Anggota Keluarga di dalam Kartu Keluarga yang wajib didaftarkan adalah istri atau suami sah dari Peserta dan anak kandung, anak tiri dan anak angkat yang sah dari Peserta
  • Anggota keluarga di dalam Kartu Keluarga yang tidak wajib didaftarkan adalah sudah terdaftar di BPJS (ada bukti kartu BPJS), bukan merupakan anggota keluarga inti (sebagaimana poin diatas), sudah meninggal, sudah cerai dan sudah memiliki kartu keluarga sendiri.

#2 BPJS Baru Bisa Dipakai Paling Cepat 14 Hari Sejak Mendaftar

Kapan BPJS bisa digunakan?  Apakah setelah iurannya dibayar  bisa langsung dipakai ?

Tidak sedikit yang mengira bahwa setelah pendaftaran selesai dan iuran dibayar, peserta bisa segera memakai BPJS.

Jawaban singkatnya, tidak bisa.

Peserta harus menunggu paling cepat 14 hari setelah pendaftaran baru bisa menggunakannya.

Sesuai peraturan No.1 2015 BPJS Kesehatan, pembayaran iuran paling cepat dapat dilakukan adalah 14 hari kalender setelah virtual account diterima. Setelah melakukan pembayaran iuran pertama (minimal 1 bulan) melalui virtual account, peserta akan mendapatkan kartu peserta. Setelah itu, baru fasilitas BPJS bisa digunakan.

BPJS Kesehatan Daftar

Mungkin buat sebagian orang muncul pertanyaan kenapa BPJS membuat jangka waktu pembayaran yang cukup lama. Bukankah semakin cepat dibayar semakin baik.

Kita tidak tahu alasan pastinya kenapa BPJS menerapkan ketentuan ini karena tidak pernah diungkapkan.

Namun, analisa kami, aturan ini ada kaitannya dengan banyaknya peserta yang baru mendaftar setelah jatuh sakit atau ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Kondisi ini menyulitkan keuangan BPJS karena lebih banyak pengeluaran untuk mengobati penyakit dibandingkan premi yang masuk dari peserta yang sehat.

Untuk mendorong masyarakat mendaftar saat masih sehat, dugaan kami, ketentuan 14 hari ini dikeluarkan karena jika mendaftar setelah sakit, peserta tidak bisa lagi langsung berobat.

Makanya, daftarlah ketika sehat, jangan tunggu sampai sakit.

#3 Bayi Belum Lahir Sudah Bisa Didaftarkan

Salah satu inovasi BPJS adalah bayi yang masih dalam kandungan sudah bisa didaftarkan sebagai peserta oleh orang tuanya. Tidak perlu menunggu sampai bayi tersebut lahir baru mendaftar.

Seperti diketahui, bayi yang baru lahir membutuhkan banyak perawatan kesehatan yang perlu segera diberikan.  Jika menggunakan prosedur yang normal, peserta membutuhkan paling cepat 14 hari baru bisa mendapatkan kartu peserta BPJS. Terlampau lama untuk seorang bayi.

Misalnya, bagaimana jika bayi harus dirawat di NICU – ICU untuk bayi – yang biasanya dilakukan segera setelah kelahiran. Proses perawatan di NICU ini dijamin oleh BPJS selama bayi sudah menjadi peserta.

Ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. Bayi yang masih dalam kandungan dapat didaftarkan sejak terdeteksi adanya denyut jantung dalam kandungan yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan Dokter atau Bidan.
  2. Dokter atau Bidan yang memberikan surat keterangan bekerja pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yang kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  3. Iuran pertama dari bayi dibayarkan paling cepat setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan paling lama 30 hari kalender sejak hari perkiraan lahir (HPL).
  4. Jaminan kesehatan berlaku bagi bayi sejak iuran pertama dibayar

Pengisian data untuk bayi yang belum lahir adalah: pilih kelas yang sama dengan orang tua, data sesuai identitas Ibu dari bayi, data NIK adalah data KK orang tua, dan tanggal lahir sesuai dengan tanggal saat bayi didaftarkan.

Proses pendaftaran sebelum bayi lahir ini bisa dilakukan selambat-lambatnya 14 hari sebelum bayi dilahirkan. Jika melewati batas tersebut, proses pendaftaran untuk bayi mengikuti prosedur normal dimana jaminan baru berlaku 14 hari setelah virtual account terbit.

Setelah bayi lahir, secepatnya orang tua melaporkan ke BPJS Kesehatan untuk memperbarui data dan identitas bayi yang baru lahir, yaitu: nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.

Penting bahwa: pembaharuan data ini dilakukan paling lambat tiga bulan setelah bayi dilahirkan. Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak dilakukan, maka bayi tersebut tidak bisa memperoleh pelayanan kesehatan dan status kepesertaannya menjadi tidak aktif.

#4 Jika PHK, Manfaat BPJS Tetap Bisa Digunakan selama 6 Bulan

Terdapat jenis kepesertaan yang dilakukan lewat tempat bekerja. Istilahnya di BPJS adalah Peserta Penerima Upah (PPU).

Iuran PPU sebagian dibayar oleh perusahaan dan sebagian lagi oleh karyawan.

Bagaimana jika peserta mengalami PHK ? Dimana pembayaran iuran dari perusahaan dan pekerja akan otomatis terhenti.

Apakah jaminan layanan kesehatan dari BPJS juga ikut berhenti saat itu?

Kabar baik bahwa manfaat BPJS masih dapat diperoleh selama 6 (enam) bulan sejak di PHK tanpa membayar iuran.

Adanya proteksi kesehatan ini untuk karyawan yang kena PHK tentu suatu hal yang bagus. Ini mengingkatkan para karyawan untuk memastikan bahwa mereka menjadi peserta BPJS karena BPJS tidak hanya memberikan jaminan saat masih bekerja tetapi juga ketika mengalami PHK.

Salah satu cara memastikan bahwa Anda menjadi peserta adalah dengan memiliki kartu peserta BPJS Kesehatan. Jika tidak ada, segera tanyakan ke pihak perusahaan.

Sesuai ketentuan, setiap peserta BPJS Kesehatan memiliki hak untuk mendapatkan kartu BPJS Kesehatan sebagai bukti sah guna memperoleh palayanan kesehatan.

Peraturan BPJS Kesehatan

Kesimpulan

Menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak hanya karena ingin mendapatkan proteksi kesehatan, namun bagian dari saling membantu sesama warga negara. Jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan prinsipnya adalah gotong royong. Artinya, peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, peserta yang mampu membantu peserta yang tidak mampu.

Itu sebabnya kepesertaan BPJS bersifat wajib bagi semua warga negara. Semangat gotong royong itu yang penting kita ingat bersama.

Tugas peserta adalah memahami ketentuan dan peraturan. Karena dengan paham, peserta bisa mendapatkan manfaat yang optimal.

GRATIS Konsultasi Premi Asuransi

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.